NovelToon NovelToon
LELAKI YANG TAK DISANGKA

LELAKI YANG TAK DISANGKA

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda
Popularitas:10.7k
Nilai: 5
Nama Author: Tirta_Rahayu

Nisa. gadis yang tidak sengaja bertemu dengan laki-laki yang bernama Aslan. dan keduanya dalam kondisi terpuruk.
Nisa yang mendapati kenyataan, kalau kekasih hatinya lebih memilih perempuan lain merasa sangat terpukul, padahal hari itu Mereka sudah berjanji akan pergi mendaftarkan pernikahan mereka.
dan ketika melihat laki-laki yang didorong keluar dan sampai terjatuh itu, dan kejadian yang tepat di depan matanya membuatnya langsung berpikir dan bertindak. Nisa langsung mengajaknya menikah, walaupun dia tahu kalau laki-laki itu adalah orang asing.
lalu bagaimana kelanjutan mereka ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tirta_Rahayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

32. Om jangan risih sama kami

Setelah semua barang bawaan diturunkan, Nisa pun mulai mengeluarkan oleh-oleh yang mereka beli dari kota kecamatan, dan masih ada juga beberapa oleh-oleh yang mereka beli di ibukota. dia mengeluarkan semuanya dan mengasingkan beberapa.

"ayo dimakan saja.." ujar Nisa.

"wah ada kue!! jarang-jarang kita bisa makan kue yang enak!!" seru salah satu keponakan Nisa dengan gembira dan penuh ke antusiasan.

Aslan yang duduk di sampingnya langsung mengusap kepala keponakan istrinya itu.

"kalau begitu makan yang banyak ya.." ucapnya.

"terima kasih ya Om.. Om Jangan benci sama kami, biasanya kalau kami bersikap heboh seperti ini pasti akan membuat orang lain sedikit risih. kita hanya senang aja kok om, karena baru pertama kali kita bisa melihat ada kue sebanyak ini, dan sekaligus makan sebanyak ini.." ucap keponakan istrinya itu.

"tentu saja.. kalau nanti kamu nurut, insya Allah Om pasti akan selalu usahain untuk beli makanan enak." tutur Aslan.

walaupun tampilan keponakan-keponakan nisa terlihat lusuh, namun tampilan mereka tak selusuh dirinya dulu. walaupun mereka masih kekurangan, tapi ada keluarga yang menjadi tempat bersandar mereka.

dan hal ini tentu saja sangat berbeda dengan kehidupannya dulu.

"oh ya nak aslan. uang yang beberapa hari kalian kirimkan itu, Sudah bapak belikan tanahnya. jaraknya hanya sekitar 3 rumah dari sini." tutur Ayah mertuanya.

"berapa semuanya Pak..?" tanya Aslan sambil menatap Ayah mertuanya itu.

"harganya hanya sekitar 5 juta rupiah saja nak. dan sisa uang yang kalian kirimkan itu, bapak upah kan kepada orang untuk mengambil batu di pantai. bapak tadi beli batu sekitar 4 kubik, dan juga beserta dengan kerikil. semua materialnya, ada di tanah itu. bapak berencana, setelah ini, bapak dan saudara-saudaramu akan membangun pondasi." tutur Sang bapak mertua. para ibu-ibu terdiam mendengar penuturan itu, mereka fokus mengunyah roti yang telah dikeluarkan oleh Nisa.

"terima kasih banyak ya pak.. rencana memang langsung membangun aja. kebetulan dananya juga ada." ujarnya.

"tapi cari tukang di sini di mana ya pak..?"

"kalau masalah tukang, kamu jangan khawatir nak. bapak dan kakak-kakak mu bisa membantu. tapi kalau mau cepat selesai, memang bagusnya nambah orang." ujar bapak mertuanya lagi. mendengar itu Aslan pun menganggukkan kepalanya.

"baiklah kalau begitu Pak.."

"tanah itu kenapa dijual Pak..?" tiba-tiba Nisa bertanya. dan tanah yang dimaksudkan itu adalah tanah perumahan mereka yang dibeli oleh ayahnya.

"katanya sih tanahnya tidak produktif lagi. dan sudah gersang. makanya dijual sebagai tanah perumahan."

"luas nggak tanah itu Pak..?" tanya Nisa kembali.

"luas nak!! Kamu tahu kan tanah yang ada di samping rumah Pak Dadang.? itu tanah dijual semuanya, kalau kalian mau bangun gedung juga bisa." tutur Ayah Nisa yang bernama Pak Along itu.

"oh.. tanah itu ya.. agak kepinggiran sih, tapi aku suka rumah dengan lokasi yang sedikit pinggiran. biar nggak terlalu ramai.." tutur Nisa kembali.

"oh ya Kak.. kalau kakak setuju, Aku mau bangun rumah tingkat 2. boleh nggak..? setidaknya rumah itu ada 4 kamar, atau kalau bisa 5 kamar lah." ucap Nisa kepada suaminya. Aslan yang mendengar itu menganggukkan kepalanya.

"boleh.. nanti kakak akan desainkan model rumahnya. tapi kita tahu ukur luas tanahnya dulu ya pak..?" ucap aslan kepada Pak Along.

"iya iya.. kalau setelah ini tidak capek, nanti kita langsung ukur saja. oh ya, tapi ada sertifikat tanahnya nak. nanti lihat saja di sertifikat tanah." pak along pun langsung beranjak dari tempat duduknya, kemudian beranjak ke kamar, dan mengambil sertifikat tanah yang sudah dibelinya itu.

"ini sertifikatnya.." Aslan menerimanya dan kemudian membacanya. ternyata memang benar, tanah yang dibeli oleh ayah mertuanya ini cukup luas. bahkan kalau membangun rumah besar pun, tanahnya masih tersisa banyak.

"luas juga ya pak. tapi harganya murah.." tutur Aslan dengan kagum.

"wajar murah Kak.. ini di kampung bukan di kota. tanahnya juga tak punya tanaman sedikit pun. kalau tanahnya itu berisi, tentu harganya juga akan naik." Aslan mengganggu anggukkan kepalanya lagi.

dia baru tahu kalau harga tanah di desa memang sangat murah ketimbang di kota. mungkin ini ada kaitannya dengan kepadatan penduduk, dan juga keinginan masyarakat yang berpindah tinggal di kota.

padahal orang kota sendiri, mereka lebih ingin tinggal di desa dan membangun kehidupan mereka di sana. asalkan bisa memiliki penghasilan yang tetap, hidup di desa tentu tidaklah menjadi sebuah masalah.

bisa menoleh ke arah kakak ipar pertama dan kakak ipar keduanya.

"kakak ipar.. Nanti malam kita makan di sini ya. nanti, temani aku untuk pergi beli ayam. kalau masalah pertumbuhan atau sembako, itu sudah ada dan sudah dibeli tadi." ucap Nisa.

mendengar itu, melati dan Aulia menganggukkan kepala.

"dengan senang hati dek.. " jawab mereka berdua. obrolan di ruang keluarga itu terus terjadi, sehingga suasana hangat di ruang keluarga itu pun ikut tercipta.

Aslan juga tak tinggal Diam, dia ikut terlibat dalam obrolan keluarga istrinya. karena dia tahu, yang menjadi keluarganya sekarang hanyalah keluarga istrinya. tak ada lagi tempat ia bersandar selain keluarga dari istrinya ini.

setelah selesai menikmati cemilan yang dibawa oleh Nisa dari kota, sambil menunggu waktu kedua orang tuanya dan keluarganya yang lain keluar. ini mereka beralih duduk di teras rumah yang luas itu.

"kalau begitu, aku bersihin kamar dulu ya Bu. sekalian nyusun barang-barang Nisa dan Kak Aslan." ucap Nisa kepada ibunya.

"nggak usah dibersihin nak.. itu sudah ibu dan kakak-kakakmu bantu bersihkan. kamu tinggal pindahin aja barang-barang kamu dan suamimu ke dalam kamar dan disusun dengan baik. oh ya nak.. ibu takut suamimu tidak nyaman.. kalau masih ada uang sedikit, berilah kasur santai dulu sebagai alat tidur.." tutur Ibu Salma memelankan suaranya di telinga anaknya. mendengar itu Nisa tersenyum.

"Ibu tenang aja.. kak aslan terbiasa kok tidur di tempat yang keras seperti itu. di dalam mobil juga aku membawa kasur santai dari kosan. nanti kalau rumah sudah selesai, baru dibeli semuanya." tutur Nisa dengan lembut dan penuh pengertian.

"oh baguslah kalau begitu nak.. tapi, suamimu sungguh-sungguh tidak risih dengan kita kan nak..?" bisiknya lagi, dia tentu saja takut kalau menantunya mendengar. Ibu Salma mengatakan hal itu juga bukan tanpa alasan. menantunya itu terlihat putih dan tampan serta terawat.

ya walaupun Nisa juga begitu. nisa putih, cantik dan juga terlihat terawat.

"Iya Bu.. Ibu tenang aja. kak aslan itu orangnya welcome kok. jadi ibu nggak pernah khawatir. ya udah, bisa pindahin barang dulu ya Bu.."

"oh ya sudah!! Ibu bantu kalau begitu." Nisa pun hanya bisa tersenyum menanggapi ibunya. setidaknya dia tahu, mungkin itulah kekhawatiran orang tua terhadap anaknya.

1
M42H 1Q84L
mohon undur diri thor...sy berhenti bc novel ini🙏
M42H 1Q84L
klw up jngn cma 1 BAB saja Thor...🙏
Nur Haswina
akhirnya up juga balik2 aku liatnya
Batsa Pamungkas Surya
lanjutkan🙏👍
M42H 1Q84L
up lg thor🙏
M42H 1Q84L
lnjut up thor berapa BAB🙏
M42H 1Q84L
up lg thor yg bnyk....ditnggu kelanjutanny😍
M42H 1Q84L
up lg thor jngn cma 1 BAB....ditnggu kelanjutanny😍🤭
Dayu Santi
jangan sampai direcokin lagi oleh keluarga purnomo ya thor
Suanti
sdh nikah nisa panggil suami nya mas lebih cocok dari pada panggil kak apa lagi nanti hidup tinggal di kampung 🤭🤣
Nur Haswina
buat keluarga angkat Aslan TDk bisa bertemu dengan Aslan sampai Aslan balik kampung sama istrinya
M42H 1Q84L
thor up yg bnyk
Medot
aku suka karya y
Arlis Wahyuningsih
semangat Abang Aslan💪💪💪
Arlis Wahyuningsih
menarik...semangat thor💪💪😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!