NovelToon NovelToon
Bercerailah, Dan Menikah Denganku

Bercerailah, Dan Menikah Denganku

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / CEO / Selingkuh / Dark Romance / Berondong
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Fitri Widia

Perayaan empat tahun pernikahan Laura, seorang pemimpin perusahaan muda dirayakan begitu meriah bersama suaminya yang juga yang juga temannya saat SMA. Hubungan mereka begitu harmonis, layaknya pasangan suami istri sempurna di mata publik yang melihatnya.
Namun, kebahagiaan itu seketika di rusak oleh sebuah pesan dari seseorang misterius yang seolah tak suka dengan pernikahannya.
Dia pun mencari tahu sendiri kebenarannya, dan menguak kenyataan yang lebih mencengangkan...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitri Widia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Harapan Baru

Bram menatap Laura yang masih sibuk dengan laptopnya. Dia melihat putrinya tak lelah bekerja walau kini mereka sedang ada di perjalanan untuk berlibur.

"Laura, berhentilah bekerja. Nikmati perjalanan kita kali ini tanpa memikirkan perusahaan," ucap Bram yang khawatir putrinya akan menjadi seorang workaholic seperti dirinya.

"Pa, aku masih belum bisa menikmatinya. Bagiku bekerja membantu melupakan semua yang terjadi akhir-akhir ini."

Bram yang sudah tahu permasalahan rumah tangga Laura, hanya bisa diam dan mengikuti apapun langkah yang di lakukan sang putri. Baginya, masalah ini merupakan proses pendewasaan untuk Laura dan juga Dave.

"Kalaupun kau akhirnya berpisah dengan Dave, papa yakin akan banyak pria yang lebih terhormat dan juga setia untuk meminangmu," ucap Bram yang membuat Laura mengingat ajakan menikah dari Andreas.

Laura menutup laptopnya sebelum pesawat landing. Dia yang menaiki private jet menuju Vietnam, menunggu staff yang ada di pesawat lain. Suasana hatinya tak sesenang dulu, karena tak ada Dave yang menemaninya.

"Ya, aku harus merelakannya. Bagaimanapun, rumah tangga ku dan Dave sudah tak bisa di perbaiki," gumamnya sambil berusaha tegar di depan sang ayah.

Rombongan dari kantor Laura pun sampai, mereka begitu antusias ingin melihat keindahan pulau yang sempat viral di beberapa sosial media.

Sampai di hotel, semua orang tak sabar ingin menikmati keindahan alam di Sunset Town.

Mata Andreas membidik ke arah Laura yang sedang menikmati pantai dan juga ombak yang menyentuh kakinya. Dia menghampiri sang atasan yang tengah menyendiri, dan menatap hamparan laut luas.

Andreas mengarahkan ponselnya pada Laura yang tengah menikmati keindahan pantai.

"Cantik," gumamnya yang membuat Laura menoleh ke arahnya.

Dengan balutan dress pantai dan juga outer lace berwarna putih, Laura tampak menawan. Apalagi rambut panjangnya yang bergelombang, tergerai dengan indah.

"Ya pantainya sangat cantik," ucap Laura yang berusaha mengalihkan pembicaraan.

"Maksudku, kau yang cantik dan pantai ini hanyalah pelengkap."

Laura memalingkan wajahnya, berusaha menyembunyikan sikapnya yang salah tingkah.

"Kau tahu, mengambil foto orang sembarangan bisa melanggar hukum," ucap Laura yang membuat Andreas terkekeh.

"Kalau begitu, aku kirimkan foto ini padamu. Sayang sekali jika aku harus menghapusnya," tutur Andreas sambil menunjukan hasil fotonya. Laura berdecak kagum dengan keahlian Andreas yang bisa menangkap gambar dengan hasil yang baik.

"Kau sepertinya cocok menjadi fotografer."

"Ya, aku memang multitalenta. Dan sepertinya sangat cocok untuk menjadi kandidat calon suamimu," ucap Andreas yang selalu di anggap candaan oleh Laura.

Keduanya pun menatap langit yang berwarna jingga keemasan. Matahari yang berada di ujung laut, perlahan tenggelam.

"Ayo kita makan malam, perutku sudah lapar," ajak Laura yang pasti di angguki Andreas.

Dari kejauhan, Bram melihat interaksi sang putri dan orang kepercayaannya. Sebagai pria, dia tahu jika Andreas memiliki perasaan terhadap Laura.

Sampai di restoran hotel, Laura melihat berbagai olahan seafood yang membuatnya mual. Sejak hamil, dia bahkan tak tahan mencium aroma dari olahan ikan.

"Bagaimana ini? Aku bahkan tak tahan mencium baunya," gumam Laura yang masih ingin menyembunyikan kehamilannya meski dari sang ayah.

Andreas yang peka, beranjak dari kursinya. Dan meminta chef untuk memasak makanan olahan daging tanpa ikan.

"This is for you, Miss Laura," ucap seorang chef yang membawakan satu porsi tenderloin steak.

Laura menatap Andreas yang sedang menyantap makanan bersama staff lainnya. Dia menyadari jika perhatian Andreas masih sama seperti dulu.

***

Suasana malam menjelang tahun baru, Laura meminta beberapa staffnya untuk menyalakan api unggun di sisi pantai. Dia ingin merayakan tahun baru yang sama seperti tahun-tahun sebelumnya walau tanpa Dave.

Andreas yang selalu siap, sudah menyiapkan beberapa kayu bakar dan juga marshmallow.

"Wah, lihatlah dia membawa marshmallow. Sepertinya Andreas pun akan membuat lingkaran sekitar api unggun agar terhindar dari beruang laut," ujar salah seorang staff di ikuti gelak tawa oleh yang lainnya.

Laura pun tertawa mendengar candaan tersebut sambil duduk menunggu api unggun menyala.

Setelah api unggun menyala, semua orang membuat s'mores kecuali Bram. Andreas menaruh marshmallow yang sudah panas ke dalam biskuit dengan krim coklat dan memberikannya pada Laura.

"Ini untukku?" Tanya Laura yang ragu, namun Andreas membalasnya dengan anggukan. Laura mencicipi dan memuji s'more buatannya.

"Ini sangat enak, bagaimana kau tahu jika marshmallow yang meleleh ini di jepit antara biskuit dan krim coklat. Sepertinya di Indonesia tak ada yang menjual makanan ini," ucap Laura yang asing dengan makanan tersebut.

"Ya, saat aku di US... Ehem maksudku, aku mencari tahu budaya orang Amerika saat menyalakan api unggun," jawab Andreas asal.

"Saat di US? Kau pernah ke US?" Tanya Laura ragu, sebab Andreas selalu mengaku jika dia berasal dari kalangan bawah.

"Tidak, siapa bilang aku pernah di US. Aku hanya pernah melihat orang US yang memakan ini saat mereka mengadakan acara api unggun. Dan aku menontonnya di TV," jawab Andreas tergagap. Laura mengangguk dan kembali memakan s'more miliknya.

"Nona, apa di sini ada perayaan kembang api? Kalau di Bali kan kita bisa menyalakan kembang api," tanya seorang staff yang juga tak di ketahui oleh Laura.

"Nanti akan ku tanyakan pada tour guide," jawab Laura dan meminta Andreas untuk bertanya pada tour guidenya.

Andreas pun menjelaskan jika perayaan kembang api di laksanakan di tempat lain yang tak jauh jaraknya dari pantai.

"Ya sudah, kita ke sana saja. Lagipula kita ke sini ingin merayakan tahun baru dengan meriah kan. Lagi pula jaraknya cukup dekat," ajak Laura yang di setujui dengan antusias oleh para staffnya.

Mereka pun pergi ke tempat tujuan di mana perayaan tahun baru berlangsung meriah. Laura memesan dua buah mobil van yang sudah hotel tersebut sediakan.

Sampai di sana, Laura melihat pasar malam yang di penuhi dengan cahaya lampion. Dia pun berjalan menyusuri beberapa kedai diikuti oleh Andreas di belakangnya.

Andreas melihat tingkah Laura yang seperti anak kecil, memilih beberapa kembang api yang akan dia nyalakan bertepatan dengan malam pergantian tahun.

"Untuk apa kembang api kecil ini? Nanti juga kita akan melihat kembang api yang lebih besar," Tanya Andreas yang melihat Laura membeli beberapa bungkus kembang api.

"Aku ingin mengulangi kenangan bersama mama saat kecil. Kau tahu, cahaya kembang api ini juga sangat cantik. Nanti kita nyalakan di pantai yah," jawab Laura yang di angguki oleh Andreas.

Malam pergantian tahun baru pun tiba, semua pengunjung di sana menatap kagum keindahan kembang api yang menyala di langit malam.

Andreas tak lupa mendokumentasikannya dan mengambil video Laura yang sedang menatap dengan senyum penuh kekaguman.

"Apa harapanmu di awal tahun ini?" Tanya Andreas yang membuat Laura menoleh padanya. Wanita itu terlihat berpikir keras, memikirkan harapan untuk dirinya.

"Yang terbaik untuk hidupku!"

1
Reni Anjarwani
move on mona
sutiasih kasih
up banyak" thor...
Fitri Widia: do'akan bisa sehat dan lancar up episode banyak2 ya 🥰 semoga para pembaca sehat selalu 😍
total 1 replies
sutiasih kasih
rayuanmu tak akn mmpan joanna...
terlalu lucu klo laura harus bersaing dgn gundiknya.... yg g ada levelnya
🤣🤣
Reni Anjarwani
keren
Fitri Widia: Terima kasih 🥰🙏
total 1 replies
Titien Prawiro
jangan2 Larisa anak mona sama Dave
Fitri Widia: wait and see, simak terus cerita kedepannya yah 😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!