Caramel Willem, cucu mafia terbesar di dunia mengalami transmigrasi ke dalam buku novel.
Ding!
"Selamat datang di dunia paralel, saya sistem 014 akan menemani perjalanan anda."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mellisa Gottardo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Closed plot
"Mungkin bener, sekarang lo berada di posisi yang di untungkan. Tapi lo jangan lupa, di dunia ini ada banyak macam manusia. Ada yang suka terang-terangan dan juga tertutup, apa lo yakin di dunia ini ngga ada orang kuat yang sengaja menutup diri? lo baru jadi kacung aja udah sombong banget." Seluruh Erlangga.
"Cih... mimpi aja terus." Karina memilih pergi karena kesal.
Erlangga dan Kevin hanya diam, mereka tau meraka memang terlalu polos dan tidak tau cara dunia gelap bekerja. Mereka terlalu berpikir positif jika polisi pasti akan melindungi mereka, padahal bisa saja mereka juga termasuk antek-antek para kriminal.
"Sekarang gue tau kenapa cowo tadi kabur." Bisik Erlangga.
"Hahaha bener juga, ternyata begini cara main nya." Kevin tertawa miris.
"Lo liat dari tadi polisi ngga ada kasih kabar ke wali kita. Mereka pasti sengaja ngga ngasih tau biar kita di tahan semalaman, kira-kira apa rencana mereka setelah kita di tahan." Bisik Erlangga.
"Mungkin di suntik paksa narkoba." Ceplos Kevin.
"Anjir bener juga." Erlangga merasa ngeri, dia ingin kabur secepatnya.
Tapi di sisi Caramel dan Arga, saat ini mereka sudah tau apa yang terjadi pada Erlangga. Mereka akhirnya mengerti dari mana plot ini bermula dan untuk tujuan apa, mereka sudah bersiap ke kantor polisi untuk membersihkan para tikus yang menerima suap.
Caramel dan Arga naik mobil menuju ke kantor polisi, mereka datang tanpa undangan dan berhasil melacak Erlangga melalui alat pelacak yang terpasang di tubuh Erlangga.
Ckkiiitttttt
Arga dan Caramel keluar dari mobil dengan gaya yang Badas, mereka berjalan dengan sangat berwibawa dan gagapan mata yang tajam. Tapi sebelum mereka masuk, suara seseorang membuat mereka menoleh.
psttt.. psstttt
Ada seseorang yang memanggil dari balik semak-semak tembok kantor polisi. Caramel dan Arga saling pandang, tapi kemudian mereka berbelok untuk memeriksa.
"Siapa kau?." Tanya Arga.
"Apa kalian wali dari dua anak tadi?." Ternyata dia anak yang sempat kabur tadi.
"Kenapa?." Tanya Arga dingin.
"Begini, jadi sebenarnya kami keluar bersama tapi saat polisi datang aku kabur dan lupa membawa mereka. Mereka di tangkap padahal mereka korban, di dalam sini semua polisi sudah di suap oleh organisasi gelap. Intinya polisi di dalam itu lebih membela pelaku." Ucap nya memberitahu.
"Siapa nama mu." Tanya Arga.
"Nama ku Gio." Jawab nya.
"Baiklah."
Bugh
brukkk
Arga dengan entengnya memukul Gio sampai jatuh tidak sadarkan diri. Caramel yang melihat itu terkejut, kenapa harus di pukul? apakah Arga memiliki rencana.
"Kenapa memukulnya, apa dia musuh?." Tanya Caramel.
"Tidak, dia anak yang berguna." Ucap Arga.
"Lalu kenapa di pukul?." Heran Caramel.
"Aku akan memindahkan nya ke dalam mobil, kita harus masuk ke kantor polisi tapi anak ini pasti akan dalam bahaya jika di biarkan sendirian." Ucap Arga.
"Aku mengerti." Caramel mengangguk.
Setelah Gio di pindahkan dalam sekejap mata, Arga dan Caramel masuk ke dalam kantor polisi dan mengejutkan semua orang yang ada di sana. Para polisi sedang merokok dan para manusia mabok sedang duduk santuy di sofa tunggu.
"Apa benar ini kantor polisi?." Tanya Arga dingin.
"Oh maaf kantor sedang tidak menerima laporan, silahkan datang lain waktu." Ucap Polisi dengan malas.
"Kami datang untuk membawa pulang anak-anak kami." Ucap Arga.
"Anak-anak mana yang anda maksud? tolong jangan bicara yang tidak-tidak, kami bahkan tidak pernah memanggil orangtua siapa pun untuk datang." Ucap Polisi.
"Kami datang tanpa undangan, tapi kami memiliki semua bukti yang bisa menjerat semua yang ada di sini ke jurang penderitaan." Ucap Arga menatap tajam.
"Hahahaha sepertinya bapak sedang stres, kami sama sekali tidak pernah menangkap anak-anak." Kilah si Polisi.
BRAKKKK
"Aku tau anakku di tahan disini, apa kau berpikir bisa mengelabuhi ku." Arga menggebrak meja sampai hancur.
"Sialan, tembak dia." Ucap Polisi itu.
Di sini lah hal miris terjadi, seorang badan keamanan menarik pelatuk pada warga sipil. Demi menutup mulut dan menerima uang panas, mereka rela mengkhianati negara dan menyerang rakyat sendiri.
Tapi lawan mereka adalah Arga dan Caramel, dua orang yang tidak bisa dianggap remeh. Caramel jago dalam bela diri dan dunia seperti ini, Arga adalah sistem yang bisa menjadi segalanya termasuk kuat dan tak terkalahkan.
Dalam sekejap mata, semua polisi tumbang dan cctv error hingga semua jejak terhapus meskipun cctv di pulihkan. Karina yang melihat itu mematung, dia tidak mengenal siapa Arga dan Caramel tapi dia merasakan ancaman yang menakutkan.
tap
tap
"PAPA, MAMA." Panggil Erlangga dengan senyum cerah.
Erlangga dan Kevin sendiri tidak menduga jika Arga dan Caramel akan datang. Mereka sudah nyaris pasrah saat memikirkan akan menjadi objek pengedaran narkoba.
"Apa kalian baik-baik saja?." Caramel memeriksa dengan seksama.
"Ya hanya luka bekas perkelahian saja." Jawab Erlangga.
"Kalian selalu saja melempar diri ke situasi yang berbahaya. Dunia seperti ini tidak bisa untuk main-main, mereka memiliki senjata dan orang-orang kuat. Hari ini kalian beruntung, lain kali jika ingin bertindak beritahu orang dewasa lebih dulu untuk jaga-jaga." Ucap Arga tegas.
"Maaf, Pa." Erlangga mengakui kesalahannya.
"Terimakasih atas bantuan Om, Tante. Saya tidak akan melupakan kebaikan kalian." Ucap Kevin, lagi-lagi hutang budi.
"Jangan di pikirkan. Setelah ini jangan bertindak gegabah lagi, libatkan orang dewasa sebelum melakukan sesuatu yang berbahaya." Ucap Caramel.
Erlangga dan Kevin mengangguk, mereka keluar dari kantor polisi dan melewati Karina yang masih berdiri mematung. Mereka bahkan tidak menganggap Karina ada di sana, di lewati saja seperti hantu.
Karina langsung menghubungi seseorang, sepertinya anggota RUDE atau pemilik club atlet doping. Semuanya tidak akan berakhir hanya sampai disini saja, jika akar belum di cabut maka semuanya tidak akan berhenti.
Kevin sudah di pulangkan dengan aman, Arga susah memindahkan Gio ke tempat rahasia. Erlangga sudah pulang dan Istirahat, kini saatnya Caramel dan Arga membicarakan terkait plot tak terduga dari kisah "AKU YANG KAU CARI".
"Menurutku alasan Erlangga di cerita asli di penjara itu karena dia terlibat kasus narkoba, karena dia kan bekerja sama dengan Karina. Artinya Kevin bakal ketemu sama sekutu kuat yang bisa melawan RUDE dan menangkap semua pelaku termasuk Erlangga, nah Karina di cerita asli bukan bundir karena patah hati tapi karena OD (Overdosis). Dia ini kan pecandu jadi lebih masuk akal ini daripada yang tertulis di buku." Ucap Caramel menganalisis.
"Aku setuju, sejak awal masalah bukan terfokus pada kisah cinta Kevin dan Juwita melainkan pada dunia bawah ini." Arga mengangguk.
"Tapi kita kan belum tau sebenarnya Juwita ini gimana, kalo ternyata masih ada plot twist lain kan kita juga belum tau." Ucap Caramel.
"Intinya dalam buku ini pemeran sesuai dengan realita. Karina benar-benar antagonis, Kevin benar-benar protagonis yang kuat tapi naif sedangakan Juwita masih abu-abu." Ucap Arga.
"Lalu Erlangga?." Tanya Caramel.
aneh ga sih 🤔🤔🤔