NovelToon NovelToon
The Great Wife (Istri Hebat)

The Great Wife (Istri Hebat)

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Mata-mata/Agen / Dijodohkan Orang Tua / Pengantin Pengganti
Popularitas:13.2k
Nilai: 5
Nama Author: Alisha Chanel

Mata elang Layla mengamati pria yang akan menjadi suaminya dari ujung kaki hingga ujung kepala. Tindikan di telinga, tato di lengan, dan aura berbahaya yang terpancar, adalah definisi seorang badboy. Layla mendesah dalam hati. Menikahi pria ini sepertinya akan menjadi misi yang sangat sulit sepanjang karir Layla menjadi agen mata-mata.

Tapi untuk menemukan batu permata yang sangat langka dan telah lama mereka cari, Layla butuh akses untuk memasuki keluarga Bagaskara. Dan satu-satunya cara adalah melalui pernikahan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alisha Chanel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34

Layla mengikuti Nadin dan Daffa sampai ke restoran The Glow, tempat yang akhir-akhir ini sedang hits dan selalu meramaikan halaman sosial media dengan dekorasi lampu gantung yang indah, serta hidangan yang memanjakan lidah dan mata.

Layla memilih tempat duduk yang terletak di pojok ruangan, namun tidak terlalu jauh dari tempat duduk Nadin dan Daffa, sehingga suara obrolan mereka berdua masih bisa terdengar jelas hingga ke tempat Layla berada. Layla menggunakan buku menu restoran untuk menyembunyikan wajahnya. Matanya diam-diam menembus celah antara halaman, fokus Layla kini tertuju pada sepasang kekasih yang sedang asik berbincang tersebut.

"Nadin, lihat ini, mereka punya steak yang katanya paling enak di ibu kota." ucap Daffa sambil menunjukkan menu. Tapi Nadin hanya tersenyum lemah, matanya terlihat cemas.

Beberapa saat kemudian, Nadin mendekatkan wajahnya ke arah Daffa.

"Sayang, aku mohon pinjamkan aku uang sebesar 500jt. Aku sangat membutuhkan uang itu untuk biaya kuliahku di luar negeri. Jika kau mau meminjamkannya, aku rela menyerahkan keperawananku yang berharga pada dirimu." suara Nadin menyusur lembut tapi jelas terdengar hingga sampai ke telinga Layla. Wajah Nadin dibuat sememelas mungkin, sorot matanya seakan meminta belas kasihan.

"Perawan katanya? Bukankah kemarin Nadin baru saja tidur dengan om-om?" Layla merasa geli sendiri mendengar ucapan sang adik tiri.

"500 juta? Tapi itu bukan jumlah yang sedikit, sayang." balas Daffa. Tawaran Nadin memang terdengar menggiurkan, tapi Daffa tampak bingung, mana punya ia uang sebesar 500 juta. Sampai saat ini saja, Daffa hanyalah seorang pengangguran yang bisa bertahan hidup berkat uang pemberian dari orang tuanya.

"Kenapa tidak minta uang pada orang tuamu saja, Nadin? Bukankah papamu pengusaha sukses?" lanjut Daffa.

"Papaku sudah berubah jadi pelit padaku sejak kakak tiriku Layla kembali dari desa. Aku minta uang untuk membeli ponsel baru saja papa tidak mau kasih. Akhirnya aku harus bekerja keras sendiri demi mendapatkan uang untuk membeli ponsel baru. Sekarang, bagaimana mungkin papa mau memberikan aku uang untuk kuliah di luar negeri?" Nadin menghela nafas panjang, wajahnya tiba-tiba memerah karena amarah.

"Enak saja mengkambing hitamkan aku! Bukannya Nadin adalah putri kesayangan papa, dan apapun yang Nadin minta akan dituruti." gumam Layla dengan tangan terkepal erat, Layla tidak terima dengan tuduhan wanita itu.

Kata-kata Nadin ternyata cukup untuk membuat Daffa simpati. Wajah pria itu berubah menjadi penuh rasa kasihan, bahkan sedikit marah pada Layla yang bahkan belum ia kenal.

"Baiklah sayang. Aku akan carikan uang itu untukmu." kata Daffa sambil memegang tangan Nadin.

"Aku tidak bisa melihatmu menderita karena kakak tirimu. Jika aku bertemu Layla nanti, pasti aku akan memberi pelajaran padanya." ucap Daffa.

"Sebelum kau memberi aku pelajaran, aku yang akan memberimu pelajaran lebih dulu." Layla meraih jus yang di bawa seorang pelayan yang kebetulan lewat di hadapannya, kemudian melemparkan jus tersebut tepat mengenai kepala Daffa.

"Sttt! Jika kau berani mengadu! Habis kau!" ancam Layla seraya mengacungkan pisau pemotong steak pada pelayan yang memergoki aksinya. Seakan terhipnotis, pelayan tersebut menganggukan kepalanya karena merasa takut dengan tatapan Layla yang tajam. Setelah itu Layla kembali membaca buku menu, bersikap seolah tidak terjadi apa-apa.

***

"Siapa yang melempar jus ini padaku?" marah Daffa. Pria itu mengamati sekitar dengan mata yang menyalak tajam, namun tak ada seorangpun yang bersikap mencurigakan di sana, semua tampak tenang.

Justru dirinya dan Nadin yang kini menjadi pusat perhatian semua orang. Beberapa tamu bahkan menertawakan penampilan Daffa yang kacau, kemejanya yang putih sekarang penuh noda oranye, wajahnya juga basah kuyup seperti tikus habis terjebur got.

"Apa yang kalian tertawakan? Tidak pernah lihat cowok ganteng seperti aku ya?" ucap Daffa dengan penuh rasa percaya diri.

Nadin segera mendekat, menepuk bahu Daffa dengan lembut sambil mengambil sapu tangan dari dalam tas. "Sudahlah sayang, jangan pedulikan mereka. Aku bersihkan dulu ya." Nadin mulai membersihkan noda di wajah dan kemeja Daffa, namun sentuhan itu sepertinya tidak mampu menenangkan kemarahan yang berkobar di dada Daffa.

Pria itu merasa kesal, bukan hanya karena telah diserang jus oleh orang misterius, tapi karena semua orang menertawakan dirinya. Rasa marah itu malah beralih menjadi perasaan tidak puas yang ingin dilampiaskan dengan segera, dan Daffa ingat janji Nadin beberapa saat yang lalu.

"Aku sangat marah sekarang, dan hanya kamu yang bisa menenangkannya. Ada hotel tidak jauh dari restoran ini, ayo kita pergi ke sana." ucap Daffa. Tanpa menunggu jawaban dari Nadin, Daffa langsung menyeret tangan Nadin untuk keluar dari restoran tersebut.

Nadin hanya bisa pasrah mengikuti langkah sang kekasih yang membawanya menuju kamar hotel sederhana, dan mau tidak mau harus melayani hasrat sang kekasih. Untungnya permainan Daffa tidak berlangsung lama karena pria itu sedang dalam keadaan marah.

"Maaf ya sayang, hari ini tidak berjalan sesuai harapan, lain kali aku pasti akan memuaskanmu." ucap Daffa dengan wajah frustasi.

Saat Daffa masih dalam keadaan kalut karena keperkasaannya diragukan, diam-diam Nadin meneteskan darah palsu di atas sprei putih tempat mereka bercinta beberapa saat yang lalu. Hal yang selalu Nadin lakukan setiap kali ia selesai bercinta dengan seorang pria.

"Daffa...lihat ini, ini adalah darah perawanku." Nadin menunjuk sprei yang terdapat noda merahnya.

"Kamu baru saja mengambil sesuatu yang paling berharga dalam diriku, Daffa. Kamu harus bertanggung jawab padaku." Ucap Nadin dengan suara tercekat.

Daffa terkejut. Kemarahannya hilang seketika, digantikan oleh kecemasan dan rasa bersalah yang mendalam.

"Maafkan aku Nadin, aku berjanji akan bertanggung jawab terhadapmu. Aku akan menikahimu secepatnya." Daffa menggenggam tangan Nadin dengan erat.

"Tidak Daffa, aku belum mau menikah dalam waktu dekat ini." Nadin menepis perkataan Daffa dengan tegas.

"Jika tidak mau menikah, lalu dengan cara apa aku harus bertanggung jawab terhadapmu, Nadin?" Tanya Daffa dengan wajah bingung.

"Cukup berikan aku uang sebesar 500 juta, setelah itu aku tidak akan menuntut apapun lagi darimu." pinta Nadin dengan wajah tersenyum manis.

Bersambung.

1
Anjani
20 milyar? dunia halu memang hebat😱
Anjani
wah Albian udh tua di sini😂
Dew666
🍦🍦🍦🍦
YuWie
Luar biasa
YuWie
spt okb..sombong bener kau adrian
Anjani
Benar kata pak Johan Layla, pernikahanmu dengan adrian adalah takdir
Anjani
Akhirnya kebohongan Monica terungkap
Dew666
👑👑👑👑👑
Anjani
kira-kira rencana apa ya?
Layla akan kembali pada Joshua atau tetap bersama Adrian?
Anjani
aku salpok sama nasib dimsum sama sushinya, kan gak jadi di kasih sama Adrian🤔
Alisha Chanel: Dimakan sama Authornya kak🤭
total 1 replies
Dew666
🍭🍭🍭🍭🍭
Anjani
semoga hubungan mereka baik-baik saja ya
Alisha Chanel: Aamiin❤
total 1 replies
Anjani
udah tua tapi tetep romantis
Anjani
harusnya semua mertua begitu, gak ikut campur masalah rumah tangga anaknya
Anjani
miss komunikasi adalah penyebab terbesar dalam keretakan rumah tangga
Alisha Chanel: Se7 kak👍
total 1 replies
Anjani
Masalah memang harus segera diselesaikan
Alisha Chanel: Harus
total 1 replies
Anjani
pasti Adrian salah paham
Anjani
kayaknya si Joshua bukan cinta sama layla, tapi terobsesi
Anjani
Layla malah gak dandan, padahal Joshua udah dandan maksimal
Anjani
ngerepotin aja, jangan sampe bos kayak gini ada di dunia nyata
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!