Akibat kecelakaan yang merenggut nyawa sang ayah, seorang pria paruh baya kaya meminta Senja untuk menikahi putra nya. Namun, siapa sangka, pria tersebut adalah Galaxy musuh Senja, si kejam yang sering mengebully dan merundung nya di kampus! Dari gadis cupu yang selalu menjadi objek bully-an, kini Senja harus menghadapi Galaxy setiap hari di rumah.
Hanya saja, seiring melewati waktu bersama, kebencian Galaxy pada Senja tak bertahan lama, perlahan kebencian itu berubah menjadi cinta. Sayang nya, sudah ada sosok pria lain di hati istri dari Galaxy itu. Terlebih, pria tersebut adalah sahabat baik Senja. Namun dunia begitu sempit, ternyata sahabat Senja itu memiliki kisah masa lalu bersama Galaxy.
Lantas, mampukah Galaxy merengkuh kebahagian nya bersama Senja, dan merebut hati dan cinta istri nya kembali?.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ausilir Rahmi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 26
Dalam hitungan menit, mobil yang Lula yakini adalah mobil milik Galaxy telah kembali melaju dan meninggalkan Senja seorang diri. Kejanggalan yang kembali dia temui hari ini, membuat Lula memutuskan untuk memperhatikan dari jauh.
Dan tak lama, Lula mendapati Senja yang telah menaiki ojek. Dan saat transportasi yang Senja gunakan sudah berlalu sedikit jauh, baru Lula kembali melanjutkan kembali per jalanan nya mengikuti Senja dari belakang.
***
Di kampus.
Setiba nya di kampus Lula segera memarkirkan kendaraan roda dua nya. Dari jauh dia terus memperhatikan Senja yang kini berjalan di depan nya.
"Setahu aku, Galaxy sangat mem benci Senja. Selama ini semua orang tahu, kalau dia selalu membully Senja. Jadi, mana mungkin mereka berdua bisa satu mobil, aku sangat yakin kalau ada sesuatu di antara mereka," gumam Lula dengan sejuta tanda tanya yang kini bersemayam di dalam diri nya.
***
Beberapa menit kemudian
Mata kuliah baru saja usai, Senja memutus kan untuk menghabis kan waktu nya di taman. Hingga-
"Galaxy---!" gumam Senja dengan wajah kaget nya, saat Galaxy tiba-tiba saja duduk di sebelah nya.
"Gue ingin meminta satu hal sama lo!" ujar Galaxy dengan kini memasang wajah serius nya, dan apa yang pria itu ucap kan seketika membangunkan rasa penasaran dalam diri Senja.
"Meminta satu hal, sama-aku?" sahut Senja yang kini memasang wajah penasaran nya.
"Papa, dan Mama hari ini akan ke luar kota, dan mungkin mereka akan pulang malam hari. Gue ingin mengajak sahabat-sahabat gue termasuk Selena ke rumah!" ucap Galaxy bersuara dengan tegas.
"Terus aku harus ke mana, Gal? Ke luar lagi?" tanya Senja dengan kini memasang wajah lelah nya.
"Kenapa lo jadi nyalahin gue! Bukan nya semua kekacauan yang terjadi di dalam hidup gue itu semua karena lo?!" ucap Galaxy bersuara dengan nada suara nya yang mulai meninggi.
"Kenapa, kamu jadi menyalah kan aku?! Asal kamu tahu aku juga tidak sudi menikah dengan laki-laki seperti mu! Apa kah kamu pikir aku juga tidak tersiksa dengan pernikahan ini!" sahut Senja yang mulai tersalut emosi.
Rasa kecewa yang teramat sangat dengan sikap Galaxy yang menurut nya begitu egois, dan selalu menyalah kan diri nya, sekarang berhasil membunuh rasa takut dalam diri Senja.
"Terus kenapa lo ngga pergi dari hidup gue aja?!" sungut Galaxy dengan nada yang masih sama. Dan apa yang pria itu kata kan, seketika membuat Senja membungkam.
"Lo diam?" ujar Galaxy, dengan senyuman men cemooh nya pada wanita yang berstatus istri nya.
"Lo ngga bisa jawab!" lanjut nya kemudian,"Berarti yang gua kira selama ini betul, lo memang silau dengan harta keluarga gue, jadi sekalipun lo tahu kalau gue sangat membenci lo, lo tetap mengingin kan pernikahan ini tetap terjadi!" ucap Galaxy.
“Gala---, Gala---,” lirih Senja. Apa yang Galaxy tuduhkan sangat begitu menyakitkan, hingga membuat ke dua mata Senja kini telah berkaca-kaca.
"Lo menangis? Hentikan air mata buaya lo! Sebab sampai kapan pun gue ngga akan pernah menerima pernikahan ini, dan jatuh cinta sama lo! Sebab lo wanita yang sangat gue benci di muka bumi ini!" hardik Galaxy dan pria itu kembali ber suara, "Ingat! Lo harus pulang malam!" ujar nya kemudian dan segera berlalu dari sana.
Lula menutup mulut nya rapat-rapat. Sekarang rasa penasaran di dalam diri nya terjawab sudah. Padahal Galaxy dan Senja adalah sepasang suami-istri.
Namun bagaimana ke dua nya bisa menikah, seketika membangun kan rasa penasaran dalam diri Lula. Tapi, melihat perlakuan Galaxy pada Senja barusan, membuat rasa iba itu seketika melanda diri nya.
"Senja-," panggil nya pelan.
Senja segera memaling kan pandangan nya. Kaget menyelimuti diri wanita itu, saat mendapati keberadaan Lula di sana," Lula--" gumam Senja dengan pias yang kini telah memenuhi wajah nya, "Ka--kamu, sudah lama di sini?" tanya Senja kemudian. Saat ini diri nya tengah was-was, takut Lula melihat dan mendengar perbincangan nya dengan Galaxy tadi.
"Aku sudah melihat dan mendengar semua nya." ucap Lula. Dan, apa yang terucap dari bibir Lula barusan membuat Senja membeku seketika.
"Kenapa kamu diam?" tanya Lula saat mendapati Senja yang membisu.
"Aku mohon, jangan kata kan hal ini pada siapa pun, atau--------" pinta Senja yang tak dapat melanjutkan ucapan nya saat Lula menyela.
"Atau Galaxy akan melakukan sesuatu yang buruk pada mu?!" tanya Lula yang mencoba untuk menebak.
Seketika Senja menunduk dengan air mata yang telah kembali jatuh membasahi ke dua pipi nya. Tak kuat menahan siksaan bathin, air mata Senja kini telah berderai dan ter-isak, dan itu berhasil menyentil hati Lula. Menikah dengan seseorang yang begitu membenci nya selama ini, pasti sangat tidak mudah bagi Senja untuk melalui nya. Lula hanya terdiam, menatap Senja dengan dalam, hingga Lula kembali bersuara.
"Kenapa, kamu tidak bercerai saja?" tanya Lula kemudian.
"Aku---." Senja pun menceritakan semua nya, hingga membuat Lula semakin merasa iba dengan ke adaan gadis itu.
"Jujur, tadi pagi aku tak sengaja, aku melihat kamu ke luar dari dalam mobil Galaxy," ujar Lula dan apa yang wanita itu katakan membuat tangis itu senja hentikan, dan menatap Lula dengan tak biasa, "Aku sangat penasaran dan sangat meyakini, kalau kamu dan Galaxy memiliki hubungan. Namun kamu tidak usah khawatir, aku janji tidak akan mengatakan hal ini pada siapa pun." ucap Lula.
Senyuman seketika terukir di wajah Senja. Diri nya kini merasa lega setelah mendengar apa yang baru saja Lula ucapkan.
"Kamu, janji?!" tanya Senja memasti kan.
"Yaa, aku janji," sahut Lula dengan senyuman tipis yang dia ukir di wajah nya.
"Senja----, Lula----," panggil suara tidak asing, hingga membuat raut wajah ke dua wanita itu berubah seketika.
"Kalian berdua bersama? Sejak kapan kalian berdua dekat?" tanya Dalia dengan kini memasang wajah penasaran nya.
"Tak sengaja kami berdua bertemu di sini," sahut Lula.
"Ohh begitu---," sahut Dalia. Namun sekejap raut wajah itu berubah setelah mendapati ke dua mata Senja yang nampak sembab, "Kamu habis menangis, Sen?! Apakah si Brengsek itu melukai kamu lagi?!" tanya Dalia dengan nada suara nya yang kini telah mengandung emosi.
"Nggak! tadi tak sengaja mata ku terkena debu," ujar Senja dengan memaksa wajah itu untuk tersenyum.
“Ya-, sudah dari pada sedih-sedih bagaimana kalau kita ke kantin,” ajak Dalia.
"Boleh!" sahut Lula dengan semangat nya dan ke tiga gadis itu segera berlalu dari taman itu.
Senja, Dalia, dan juga Lula mengayunkan langkah kaki nya. Tanpa sengaja ada Galaxy juga yang melintas di depan mereka.
Galaxy yang tengah melintas seketika menghentikan langkah kaki nya dan menatap Senja, dengan tatapan yang tak biasa. Dan hal itu menjadi sebuah pemandangan yang menarik. Dayat ingin menghampiri Senja, namun Galaxy segera mencekal nya.
"Lebih baik kita pergi!" sahut nya datar, dan kembali melanjut kan langkah kaki itu.
\*
Bersambung............................
ceritanya bagus ,bikin pnasaran trus😊