"Hi, Señorita!" Nero tersenyum miring seraya mengacungkan senjata api tepat di kening Elle.
"Kau ingin membunuhku?!" Elle terisak ketakutan saat pria itu hendak menarik pelatuk senjata apinya. Sebentar lagi dia akan mati.
DOR!
Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa Nero ingin melenyapkan wanita yang sangat dicintai.
Penasaran? Ikuti terus kisahnya. Dan jangan lupa, Follow IG Author @Thalindalena
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lena linol, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Akhirnya tiba
Hari yang dinanti telah tiba.
Pagi itu, Elle dikejutkan oleh tim MUA dan ibunya masuk ke dalam kamarnya.
"Mom!" teriak Elle saat dirinya di paksa bangun oleh ibunya. "Apa-Apaan ini?!" protesnya saat Gloria menarik tangannya.
"Diam, jangan membantah, ini demi kebaikan dan masa depanmu," jawab Gloria seraya menuntun putrinya ke kamar mandi.
"Mom, kau mengacaukan hari liburku, dan kau juga mengacaukan mimpi indahku. Mom, aku masih ngantuk!" rengek Elle sembari menghentakkan kedua kakinya kesal.
"Ya ... Ya ... Mommy tidak memiliki waktu untuk mendengar ocehanmu. Sekarang mandi setelah itu tim MUA akan segera bersiap meriasmu," jawab Gloria mengabaikan rengekan putrinya.
"Sebenarnya ada apa?" tanya Elle, penasaran, tapi sayangnya ibunya tidak menjawab pertanyaannya.
Gloria memandikan putrinya, setelah itu ia memaikan jubah mandi ke tubuh Elle. Kemudian segera menggiring Elle ke depan meja rias.
"Oh, aku tahu ... kalian pasti membuat pesta kejutan untukku 'kan?" Elle menatap ibunya sambil tersenyum penuh selidik, mengingat hari ini adalah hari ulang tahunnya.
"Emh ... Iya, kau benar sekali. Nero sudah menyiapkan pesta kejutan untukmu," jawab Gloria sangat lancar sambil menekan pundak putrinya. "Maka dari itu kau harus diam dan ikuti semua perkataan MUA," imbuhnya.
Elle mengangguk dan mengacungkan dua jempol tangan sembari menatap ibunya melalui cermin di hadapannya.
*
Elle kini terlihat sangat cantik dan menawan dalam balutan dress pengantin warna gading. Rambutnya di tata sedemikian rupa, membuat penampilannya semakin mempesona.
"Apa kalian yakin kalau ini adalah gaun yang harus aku kenakan?" tanya Elle pada MUA yang sedang menilai penampilannya. "Seperti gaun pengantin," ucapnya lagi seraya memperhatikan penampilannya sendiri melalui cermin meja rias dihadapannya.
"Tapi, Anda sangat cantik dan mempesona, Nona," puji wanita itu dengan kedua mata berbinar. "Dan ini adalah sentuhan terakhir." Ia memasangkan mahkota di kepala Elle dengan hati-hati. "Uh, sempurna! Anda terlihat seperti putri dari negeri dongeng."
"Apa ini tidak terlalu berlebihan? Kenapa harus pakai mahkota?" Elle hendak melepasnya tapi di cegah.
"Jangan merusak karyaku, Nona!" tegas wanita dengan nada kesal. "Ayo, sudah waktunya Anda menuju acara, tapi sebelum itu kedua mata Anda harus di tutup lebih dulu." Ia mengeluarkan kain hitam yang sudah di siapkan sebelumnya lalu menutup kedua mata Elle dengan kain tersebut.
"Apa-Apaan ini? Kenapa mataku harus di tutup?!" protes Elle.
"Nona jangan banyak protes dan tolong kerja samanya," jawab wanita itu seraya menuntun Elle keluar dari kamar.
Perasaan Elle sekarang tidak karuan, terlebih lagi kedua matanya sekarang di tutup dengan kain hitam. Ia penasaran kejutan apa yang telah di siapkan Nero hingga membuatnya menjadi seperti ini.
Gloria dan Ben langsung menyambut tangan putri mereka.
"Mom, Dad. Sebenarnya ada apa? Kenapa kedua mataku harus di tutup?" tanya Elle sambil melangkah pelan saat ibunya memberikan intruksi.
"Nanti kau juga akan tahu," jawab Gloria, tersenyum sambil melirik suaminya.
Rasa penasaran Elle semakin membuncah, rasanya ingin melepaskan kain hitam itu akan tetapi kedua orang tuanya selalu mencegah dan meyakinkan kalau ini cuma kejutan ulang tahun biasa.
Gloria menuntun Elle masuk ke dalam mobil yang akan membawa mereka menuju altar untuk mengikrakan janji suci.
*
Sementara itu Nero berdiri dengan gagah di depan altar menunggu pengantinnya tiba. Para tamu undangan sudah berdatangan, mengisi kursi yang sudah di sediakan. Mereka pun tampak tak sabar menyaksikan pernikahan tersebut.
Damon dan Glam turut hadir karena tak ingin melewatkan momen sakral dan membahagiakan ini.
"Mana pengantin wanitanya? Lama sekali." Glam tak sabar melihat adiknya berjalan di altar dengan raut gugup bercampur syok.
"Masih di perjalanan," jawab Damon seraya memeluk istrinya lalu mengusap perut istrinya yang masih rata. Rasanya tak sabar menyambut buah hati mereka yang ketiga.
Coba nanti muntah lagi tidak si Nero ini.
Salahnya Elle, Nero untuk sementara tidak boleh ngopi atau ngeteh. Nero pinter - minum susu cap nyonya boleh.
heeeemmm pas banget kebetulan d larang ngopi dan ngeteh jd nya ya nyusu aj.. 😜