Mengisahkan tentang seorang wanita yang rela melepaskan suaminya untuk wanita lain. Meski kini dia harus menghadapi semuanya sendiri menjadi orang tua tunggal buat ke empat anak-anaknya namun dia tetap semangat .Tidaklah mudah perjalanan hidup yang dia lewati . Dalam keadaan hamil muda dia harus berpisah dengan suami hingga dia membesarkan anak-anaknya. Namun dia beruntung memiliki Ibu dan adik yang selalu mendukungnya.Apakah dia akan bahagia setelah berpisah dengan suaminya ? Apakah Dia bisa merawat dan membesarkan keempat anaknya???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dian Aunankia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
REZEKI TAK TERDUGA
Aku yang tengah sibuk beberes di warung pun agak terkejut melihat Pak Rifal datang mengendarai Motorku.Aku pun keluar dari warung menghampirinya.Pria itu membuka helm nya dan tersenyum kepadaku.
"Assalamualaikum...Maaf mbak agak siang baru bisa antar kesini motornya "
"Waalaikumussalam w.r w.b ...tidak apa-apa pak"
"Siapa tau mbak mau pake belanja "
"Tidak Kok pak ...Azkia lagi sakit jadi aku tidak bisa tinggal ke mana-mana "
"Ooh ...apa masih sakit?"
"Sudah mendingan ...cuman aku yang takut pak kalau tinggalkan dia dalam keadaan masih belum sehat "
"Ehh iyya mba betul "
"Ohh iyya pak...mari masuk ke dalam "
"Boleh aku singgah mbak? "
"Silahkan pak...Bapak sudah membantuku ...mari masuk kedalam , aku bikin kan kopi"
"Terima kasih banyak mbak " ucapnya sambil menyerahkan kunci motorku dan berjalan mengikutiku.
Aku mempersilahkannya duduk.Azkia sedang bermain ditemani oleh kakaknya Aulia di ruang tengah.Aku pun ke dapur membuatkannya kopi.
"Mari pak silahkan diminum ?"
"Iyya Mbak ...jadi merepotkan "
"Tidak kok pak...oh iyya biayanya berapa pak motor saya "
"Tidak ada mbak ... tidak ada rusaknya kok kata bengkelnya"
"Tapi kok kemaren tiba-tiba mati ya mesinnya " ucapku
"Mungkin sudah di atur Allah mbak supaya kita bertemu "
Aku pun tersenyum menimpali kata-kata pria itu.Pria yang sesungguhnya berhati baik.Pria yang cukup tampan , dengan kulit yang putih dan bersih, tinggi badan sekitar 170 an yang membuatku sangat pendek jika berdiri di sampingnya.Dadanya bidang , badannya kekar.Akhh aku ini apa-apaan kok jadi memikirkan pria ini.
"Maaf mbak .... suami mbak dimana ?"
"Dia masih di rumah orang tuanya...karena seminggu yang lalu Bapaknya meninggal "
"Innalillahi wa innalillahi rojiun... lalu mbak tidak kesana?"
"Kami kemaren baru pulang pak...saat di perjalanan Azkia demam terus sampe di rumah sempat kejang "
"Astagfirullah...Maaf Apa mbak dan suami sudah berpisah ?"
"Belum pak...kami baik-baik saja "
"Maaf ya mbak aku jadi tidak enak selalu mengganggu mbak akhir-akhir ini "
"Hehehe...tidak apa-apa pak"
"Oh iyya ... apa mbak biasa menerima catering ?"
"Iyya pak... biasa "
"Kalau begitu kebetulan aku lp ppesannya sama mbak saja ya "
"Boleh pak dengan senang hati"
"Tapi harganya bukan yang mewah mbak...cuman porsi 15 ribuan dan setiap hari 2 kali makan... siang dan malam "
"Berapa porsi pak tiap harinya"
"Hemm...Siang itu 100 dan malam 100 , jadi setiap hari 200 porsi" ucapnya menjelaskan
"Oh iyya pak...siap "
"Tolong menunya siang dan malam di ganti-ganti ya "
"Lalu pak...diantar ke mana ?"
"Kalau sudah nanti telfon saya saja biar teman saya yang jemput mbak"
"Baik pak...kalau boleh tahu mulai kapan?"
"Besok saja mba...makan siang diantar jam 11 dan malam diantar jam 6 sore ya "
"Okey pak...sebentar sore aku belanja persiapannya"
"Tapi uangnya besok siang baru aku berikan ke mbak ya "
"Iyya pak tidak apa-apa asal besok beneran pesan aku siapkan "
"Insya Allah pasti mbak "
"Terima kasih banyak ya pak sudah mempercayakan catering ke aku " ucapku
"Sama-sama mbak... ketimbang aku pesan ke orang lain kan mbak juga menerima pesanan catering...Sekalian aku tuh mau nyobain masakan mbak Dian "
"Semoga saja aku tidak mengecewakan bapak nantinya "
"Aamiin ...oh iyya Azkia sini nak sama om " panggil pria itu kepada Azkia yang berdiri di depan pintu kamar .Azkia pun berjalan mendekat .Pak Rifal memangku dan mencium pipinya.
"Azkia anak cantik masih sakit?"
Azkia hanya mengangguk.Pria itu merogoh kantong celananya.Dia memberikan uang ke Azkia.
"Itu buat Azkia beli kue ya nak "
"Lhoo itu apa pak ...kok pake ngasih begituan ....Nak bilang Apa dong sama Om?"
"Makasih ya Om ..."
"Sama-sama Anak cantik "
"Nama om siapa ?"
"Panggil saja om Ifal yaa "
"Oke om... "
"Hahaha...kamu lucu banget dech anak cantik "
"Makasih om ifal ... kia masuk dulu ya mau main dikamar dulu"
"Baik anak cantik...tapi cium om dulu dong "
Azkia pun mencium kedua pipi pak Rifal lalu dia berlari masuk ke dalam kamar .Aku hanya tersenyum melihat tingkah si bungsu.
"Maaf ya mbak...aku memang suka anak-anak... dulu mantan istriku pernah keguguran itu yang bikin aku sedih"
"Mantan istri bapak kemana?" tanyaku
"Dia pergi mbak...karena dia tidak sanggup untuk hidup menderita denganku saat itu" ucapnya bersedih
"Maaf pak aku tidak bermaksud mengingatkan bapak dengan masa lalu bapak"
"Tidak apa-apa kok mbak ...Oh iyya tidak usah di bahas ya..kita lanjut bahas kerjasama kita aja "
"Hehehe...baik pak...oh iyya kalau boleh tahu besok siang bapak maunya menunya apa"
"Besok kalau boleh Ayam mbak terserah mau di masak apa saja"
Aku mengangguk.Aku sangat bersyukur mendapatkan pesanan catering ini.Tapi aku tidak dapat mengerjakan sendiri.Aku akan meminta tolong pada mami dan adekku.
"Oh iyya mbak...sudah mau sore ... aku permisi dulu ya "
"Tetapi bapak mau naik Apa ?" tanyaku
"Biar aku naik Gojek saja nunggu di depan "
"Wah aku jadi tidak enak pak...karena antar motorku jadi bapak jalan kaki " ucapku
"Hehehe... jangan di fikir mbak...masak aku di kalah sama mbak...semalam mbak saja kuat berjalan kaki sambil mendorong motor di hujan yang sangat deras " ucapnya bergurau
"Hahaha... itu karena terpaksa pak ... tapi Makasih banyak ya pak "
"Siip ...nanti aku telfon ya jika ada tambahan porsinya besok "
"Okey pak " jawabku
Pria itu pun berjalan keluar dari rumahku.Aku mengantarkannya sampai depan pintu.Pria itu melambaikan tangannya.Aku cuman tersenyum.Lalu aku masuk ke dalam kamar.
"Nak berapa di kasih sama om ifal tadi ?"Tanyaku
"Ini mami " ucap kia menyerahkan uang 5 lembar uang seratus ribuan.Aku terkejut.Sebanyak ini pak Rifal memberikan Azkia Uang.Dia juga memberikan ku pesanan catering.Ya Allah terima kasih atas rezeki yang engkau limpahkan kepada Hambamu ini.Aku pun menangis terharu.
NB. Mohon Kritik Dan Saran
bukan pelakor
dasar aja bucin n gatal Krn lama ngga disentuh suami
percuma dan jgn bucin dg dalih anak
sdh bisa cari uang kok msh mau dg suami spt itu
perseteruan sampah dan tong sampah
gantilah no hp...
benci aku ..jadi istri kok bodoh amat
istri polisi lagi..kan kamu bisa visum bude...
bucin emang bikin bodoh