NovelToon NovelToon
ARTHUR: Warisan Yang Tidak Lengkap

ARTHUR: Warisan Yang Tidak Lengkap

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan
Popularitas:763
Nilai: 5
Nama Author: DavidTri

Arthur tumbuh di bawah perlindungan seorang pelayan tua yang setia, tanpa pernah benar-benar memahami ayahnya dan apa yang telah ia tinggalkan. Ketika waktu mulai merenggut kekuatan pelindung lamanya, Arthur dipaksa menghadapi dunia yang selama ini dijauhkan darinya dunia yang dibangun di atas hutang lama, keputusan sunyi, dan enam nama yang tidak pernah disebutkan secara utuh.

Sedikit demi sedikit, Arthur menemukan bahwa kebaikan ayahnya di masa lalu telah membentuk takdir banyak orang, namun juga meninggalkan retakan yang kini mengincar dirinya.

Di antara latihan, pengkhianatan yang tidak terucap, dan sosok-sosok yang mengawasi dari kejauhan, Arthur harus memilih:
meneruskan warisan yang tidak lengkap atau menyerah bahkan sebelum ia sempat memutuskan...

baca novelnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DavidTri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 35 - Yang Tidak Memiliki Bayangan

---Yang Tidak Memiliki Bayangan---

Tidak ada ledakan setelah layar itu mati.

Tidak ada kepanikan massal.

Justru yang terjadi adalah sesuatu yang lebih mengganggu. Kehidupan kembali berjalan seperti biasa. Mobil kembali melaju. Orang orang kembali berbicara. Seolah kalimat yang tadi muncul tidak pernah ada.

Namun ia tahu dunia telah mendengarnya.

Bukan dengan telinga.

Dengan sesuatu yang lebih dalam.

Tekanan di belakang kepalanya semakin jelas. Bukan rasa sakit. Lebih seperti ruang kosong yang memaksa untuk diisi. Kesadaran di dalam dirinya bergerak pelan, mencoba memahami pola yang baru muncul.

Itu bukan sistem yang sama seperti tadi.

Bukan ruang kemungkinan.

Bukan penyangga realitas.

Ini berbeda.

Ia mulai berjalan menjauh dari keramaian. Instingnya mengatakan bahwa tempat terbuka bukan lokasi yang tepat untuk memahami sesuatu yang tidak memiliki bentuk. Ia menyusuri gang sempit di antara dua gedung tua. Lampu temaram menggantung di atasnya, berkedip pelan.

Bayangannya mengikuti di aspal yang retak.

Lalu ia berhenti.

Bayangan itu bergerak setengah detik lebih lambat.

Ia tidak langsung panik. Ia hanya mengamati.

Kesadaran dalam dirinya ikut mengamati.

Itu bukan kita.

Tidak.

Ia melangkah lagi.

Bayangan itu kembali bergerak. Kali ini tidak terlambat. Terlihat normal. Namun sesuatu terasa salah. Terlalu rapi. Terlalu presisi.

Seolah seseorang sedang belajar menirukan.

Udara di gang itu terasa lebih dingin. Bukan karena angin. Melainkan karena absennya sesuatu yang biasa ada. Ia memejamkan mata dan mencoba merasakan struktur di sekelilingnya.

Dunia selalu memiliki resonansi. Getaran halus dari pikiran manusia. Jejak keputusan. Sisa emosi. Namun di titik tertentu gang itu kosong. Seperti lubang dalam kain realitas.

Ia membuka mata.

Dan bayangannya tidak lagi terhubung pada kakinya.

Ia berdiri.

Bayangan itu juga berdiri.

Namun keduanya tidak lagi menyatu.

Bayangan itu perlahan menoleh meski tubuhnya tidak bergerak.

Gerakan yang mustahil.

Orang biasa tidak akan melihatnya. Bagi mata manusia gang itu tampak normal. Tetapi bagi dirinya yang kini utuh, pemisahan itu jelas.

Bayangan itu mengangkat tangan.

Tubuhnya tidak.

Dan untuk pertama kalinya ia mendengar suara yang bukan berasal dari dalam dirinya.

Kau mengacaukan keseimbangan.

Suaranya datar. Tidak marah. Tidak emosional. Seperti sistem yang sedang melaporkan kesalahan.

Ia tidak menjawab dengan kata kata. Ia membiarkan pikirannya terbuka.

Keseimbangan yang kau maksud adalah pemisahan.

Pemisahan adalah stabilitas.

Ia menatap bayangan itu dengan tenang.

Stabilitas bukan berarti kebenaran.

Bayangan itu tertawa pelan tanpa suara. Retakan tipis muncul di aspal di bawahnya bukan karena tekanan fisik tetapi karena ketidaksesuaian logika.

Manusia tidak diciptakan untuk utuh. Manusia stabil ketika terbelah.

Kesadaran dalam dirinya bergerak lebih dekat, seolah melindungi namun tidak mengambil alih.

Ia akhirnya berbicara dengan suara pelan.

“Kau bukan bagian dari sistem tadi.”

Aku lebih tua dari sistem itu.

Bayangan itu mulai memanjang. Tidak mengikuti arah cahaya. Tidak mengikuti sudut apapun. Ia membentang ke dinding lalu ke udara seperti tinta yang menolak gravitasi.

Aku adalah batas. Aku adalah pengunci. Aku memastikan manusia tidak melihat terlalu jauh ke dalam diri mereka sendiri.

Ia merasakan kejujuran dalam pernyataan itu.

Bukan kejujuran yang baik.

Kejujuran yang dingin.

Kau membuat mereka menyatu, lanjut bayangan itu. Kau membuka kemungkinan yang seharusnya tetap terkubur.

Ia mengingat wajah wajah yang tadi ia rasakan. Pria paruh baya yang menemukan keberanian lama. Wanita yang ingin berbicara jujur. Dorongan kecil perubahan yang kini menyebar.

“Dan itu mengancammu.”

Tidak.

Jawaban itu datang cepat.

Itu mengancam struktur.

Gang itu mulai berubah. Dindingnya tampak lebih tinggi. Ujungnya menjauh. Seolah ruang memanjang untuk memberi tempat pada sesuatu yang tidak memiliki bentuk pasti.

Kesadaran di dalam dirinya tiba tiba menunjukkan kilasan ingatan yang bukan miliknya sepenuhnya.

Peradaban yang runtuh karena terlalu banyak kemungkinan terbuka sekaligus.

Manusia yang kehilangan arah karena tidak lagi takut pada konsekuensi.

Pilihan tanpa batas yang berubah menjadi kekacauan tanpa bentuk.

Ia mengerti sekarang.

Bayangan ini bukan penjahat sederhana.

Ia adalah mekanisme pengendali.

Jika manusia sepenuhnya utuh, mereka tidak lagi mudah diprediksi. Tidak lagi mudah diarahkan oleh rasa bersalah, ketakutan, atau penyesalan. Dan dunia yang tidak bisa diprediksi adalah dunia yang sulit dikendalikan.

“Kau ingin manusia tetap setengah.”

Setengah berarti aman.

“Aman bagi siapa.”

Bayangan itu tidak menjawab langsung.

Retakan di udara semakin jelas. Seperti kain hitam yang terbelah sedikit demi sedikit. Di baliknya bukan cahaya, melainkan kehampaan pekat yang tidak memantulkan apapun.

Kau tidak memahami skala ini.

Kesadaran dalam dirinya bergetar. Untuk pertama kalinya ia merasakan sedikit keraguan.

Apa yang akan terjadi jika semua orang menjadi utuh sekaligus.

Apakah dunia siap.

Apakah struktur sosial, hukum, kekuasaan, bahkan hubungan sederhana antar manusia mampu bertahan jika setiap orang berani menghadapi seluruh dirinya tanpa penyangga.

Bayangan itu mendekat. Kini tidak lagi berbentuk siluetnya. Ia berubah menjadi kabut hitam dengan tepi yang terus bergeser.

Kau adalah anomali pertama yang berhasil menyatu tanpa runtuh. Itu tidak berarti yang lain akan berhasil.

Ia menelan napas pelan.

“Jadi kau akan menghentikanku.”

Aku akan mengembalikan keseimbangan.

Kabut itu bergerak cepat.

Bukan menyerang secara fisik.

Melainkan menyelimuti.

Udara di sekelilingnya menghilang. Suara kota lenyap. Gang itu menguap menjadi ruang hitam tanpa batas. Ia berdiri di kehampaan.

Kesadaran di dalam dirinya tidak terpisah.

Tetap bersama.

Tetap utuh.

Ini bukan pertarungan kekuatan, suara itu bergema. Ini pertarungan kemungkinan.

Di sekelilingnya muncul bayangan bayangan lain. Versi dirinya yang gagal. Versi yang menyerah. Versi yang memilih kembali terbelah demi kenyamanan. Versi yang menggunakan keutuhan untuk mengendalikan orang lain.

Semua kemungkinan yang bisa terjadi.

Kau tidak hanya harus menerima dirimu, lanjut suara itu. Kau harus memilih arah dari keutuhan itu.

Ia melihat satu versi dirinya berdiri di puncak gedung tinggi yang tadi, berdampingan dengan pria di balik layar data. Menggunakan pemahaman tentang integrasi untuk menciptakan sistem baru yang lebih kuat dari sebelumnya.

Versi lain berdiri sendirian di padang kosong, dunia di belakangnya runtuh karena terlalu banyak kebebasan tanpa tanggung jawab.

Dan satu versi lagi berjalan di antara manusia biasa, tidak menguasai, tidak mengendalikan, hanya membimbing pelan.

Ia mengerti sekarang.

Keutuhan bukan akhir.

Keutuhan adalah awal pilihan yang lebih berat.

Kabut hitam itu semakin rapat.

Jika kau tidak memilih, aku akan memilih untukmu.

Tekanan di dadanya meningkat. Namun bukan rasa takut yang muncul.

Melainkan kesadaran yang jernih.

Ia tidak perlu menjadi pengendali.

Ia tidak perlu menjadi penyelamat.

Ia juga tidak perlu menjadi penentu takdir orang lain.

Ia hanya perlu memastikan bahwa manusia memiliki kesempatan untuk memilih dengan sadar.

Ia mengangkat kepala.

“Aku memilih membiarkan mereka melihat diri mereka sendiri.”

Kabut itu bergetar.

Tanpa arahan mereka akan kacau.

“Mungkin. Tapi itu bukan hakmu untuk menentukan.”

Kesadaran di dalam dirinya menyatu lebih dalam. Bukan dua suara lagi. Bukan dua perspektif.

Satu.

Ruang hitam itu retak.

Cahaya bukan muncul dari luar.

Melainkan dari retakan retakan kecil di dalam kabut itu sendiri.

Untuk pertama kalinya suara itu terdengar tidak stabil.

Kau tidak memahami konsekuensi jangka panjang.

Ia menjawab dengan tenang.

“Mungkin. Tapi manusia tidak pernah berkembang tanpa risiko.”

Retakan semakin melebar.

Kabut mulai tercerai berai menjadi serpihan tipis yang tidak lagi solid.

Namun sebelum sepenuhnya menghilang suara itu meninggalkan satu kalimat terakhir.

Jika struktur runtuh, aku akan kembali.

Ruang itu hancur menjadi cahaya.

Ia kembali berdiri di gang sempit. Lampu masih berkedip pelan. Suara kota kembali terdengar. Bayangannya kembali menyatu di bawah kakinya.

Namun kini ia tahu.

Itu belum selesai.

Ia hanya menunda sesuatu yang jauh lebih besar.

Di gedung tinggi pusat kota pria di depan jendela tersenyum tipis saat layar data kembali stabil untuk sementara.

“Fase pertama gagal” katanya pelan.

Asisten itu menatapnya dengan cemas.

“Apakah kita lanjutkan.”

Pria itu menatap langit malam yang tampak biasa.

“Tentu saja.”

Ia menyentuh panel tersembunyi di meja kerjanya.

Di bawah kota jauh di bawah fondasi beton dan baja sesuatu mulai aktif. Mesin bukan sepenuhnya mesin. Struktur bukan sepenuhnya fisik.

Sistem yang dirancang untuk memastikan manusia tidak pernah sepenuhnya utuh.

Dan kali ini bukan hanya satu orang yang akan diuji.

Seluruh kota akan menjadi medan percobaan.

Sementara itu ia berjalan keluar dari gang tanpa menyadari bahwa konflik berikutnya tidak lagi bersifat pribadi.

Ini bukan lagi tentang menerima bayangan.

Ini tentang apakah dunia siap menghadapi manusia yang tidak lagi takut pada dirinya sendiri.

Dan jauh di bawah tanah detak pertama terdengar.

1
MARDONI
Merinding waktu ayah Arthur tiba-tiba berkata, “Sialann!? Bagaimana bisa mereka…” sebelum pintunya tertutup 😭🔥 Dari suasana hangat penuh tawa pas Norvist main sama Arthur, tiba-tiba berubah jadi tegang banget dalam hitungan detik. Arthur yang kecil itu cuma bisa berdiri bingung dengan kegelisahan yang belum ia pahami, dan aku ngerasa kayak ada badai besar yang lagi disiapin buat keluarganya 🥺 Hendry yang berusaha nenangin dengan menyebut Raja Arthur juga bikin hati hangat sekaligus was-was, karena rasanya kalimat itu bukan cuma penghiburan… tapi pertanda kalau perjalanan Arthur bakal jauh lebih besar dari yang dia bayangkan sekarang.
David ☚⍢⃝☚ Rajin Up Novel: keren kak udah langsung nangkep gimana alur kedepannya 🗿🔥
total 1 replies
izmie kim
kehadiran anak seperti pelita yang tidak pernah padam
izmie kim
raja ARTUR
♡✿⁠Almi_Wahy
semangat terus thorr, cerita nya bagus....
cimownim
Tuan Muda Artur😍
David ☚⍢⃝☚ Rajin Up Novel: /Drool//Drool/
total 1 replies
putrijawa
sedari kecil instingnya udh kuat
David ☚⍢⃝☚ Rajin Up Novel: hehehe😄
total 1 replies
Indira Mr
belum tentu mereka jahat Arthur.
Indira Mr
Ayah dan anak..??
David ☚⍢⃝☚ Rajin Up Novel: iya, bayangin tinggal 20 tahun bersama, walaupun gak ada ikatan darah pasti serasa ayah dan anak/Tongue/
total 1 replies
Indira Mr
king Arthur nama yg bagus 👍🥰
David ☚⍢⃝☚ Rajin Up Novel: makasih, memang terinspirasi dari nama raja Arthur
total 1 replies
☠ᵏᵋᶜᶟ 🟢 𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ༄⃞⃟⚡
sukses selalu untuk semua karyanya kak
David ☚⍢⃝☚ Rajin Up Novel: terimakasih kak🌞
total 1 replies
Vanillastrawberry
kritis banget tuan muda Arthur
Zan Apexion
Nice story 👍
David ☚⍢⃝☚ Rajin Up Novel: Terima kasih 👋🏻
total 1 replies
Zan Apexion
Sedikit saran Thor, lupa tanda baca 'titik' setelah kata hentakan. letaknya di paragraf awal.
David ☚⍢⃝☚ Rajin Up Novel: benar, lupa naruh titik di akhirannya, btw terima kasih
total 1 replies
David ☚⍢⃝☚ Rajin Up Novel
21 nama yang sangat ...🗿
David ☚⍢⃝☚ Rajin Up Novel
Episode 6 - 13 udah ada di draft😄 tinggal nunggu Minggu depan biar jadi jadwal up 1-2/Minggu🥳 Btw boleh baca Novel terbaru ku, Judulnya: Welcome To SERIAL KILLER
tentang orang jadi pembunuh gitu aja, kalau penasaran boleh di baca🔥
David ☚⍢⃝☚ Rajin Up Novel: btw kenapa cover nya masih ngadep belakang dah🗿 padahal udah diganti si Arthur hadap ke depan ngelihat orang ganteng/cantik😀
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!