(***) Karna sebuah kecelakaan motor membuat gian harus merawat hilya dan tinggal bersama di masion miliknya.
kesibukan kedua orang tua hilya membuatnya menyetujui agar hilya tinggal bersama sang pelaku.
Akankah kecelakaan itu membawa benih benih cinta terhadap dirinya dan Gian sang pelaku dalam kecelakaan itu?
Instagraam: @iraurah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon iraurah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 34 - Aksi Hilya
Setelah satu jam Gian kembali ke ruangannya seusai melaksanakan meeting penting.
"Mas sudah selesai meeting?"
"Sudah" Gian pun lalu duduk di sofa sambil meminum air kemasan.
"Mas... " Ucap Hilya dengan nada yang mulai manja, ia memiliki rencana untuk menjahili Angel si Sekertaris genit itu.
"Apa?" tanyanya singkat sambil menaruh kembali botol minum.
"Aku ingin duduk disitu lagi" sambil menunjuk paha Gian dan memasang wajah memelas yang membuat nya semakin imut jika dilihat.
Gian terkekeh melihat sifat manja Hilya padanya, ia pun membawa Hilya kedalam pangkuan nya sambil memegang pinggang ramping milik Hilya.
Hilya pun terseyum sambil mengelus ngelus dada bidang Gian, membuat Gian menegang dan sesuatu dibawahnya bereaksi, tapi dia sebisa mungkin menyembunyikan ketidaknyamanan nya.
"Mas.... aku lapar" memasang wajah cemberut.
"Baiklah aku akan menyuruh David membawakan makan siang untuk kita" Lalu mengambil ponsel disaku celana. ketika akan menelpon David tiba tiba Hilya mencegahnya.
"Sebentar Mas" Memegang tangan gian
"Ada apa?"
"Aku ingin Sekertaris mu yang mengantarkan makanannya kesini"
Gian mengerutkan keningnya tanda bingung.
"Kenapa memangnya?"
"Hmm... Aku hanya malu jika Asisten David yang mengantarnya saat kita sedang seperti ini" Ucapnya dengan pelan seolah olah meyakinkan Gian.
"Ya sudah aku akan menyuruh David terlebih dahulu untuk membeli makanannya" Gian pun langsung menelpon asistennya.
"ya tuan ada bisa saya bantu?"
"bawakan makanan seperti biasa dua porsi"
"baik tuan"
"dan satu lagi"
"ya tuan?"
"suruh angel mengantarkannya ke ruangan ku"
"baik tuan"
Tuttttt.......
"Sudah" Ucap Gian lalu menyimpan kembali ponsel disaku celananya.
"Terima kasih Mas" Ucap Hilya lalu membenamkan kepalanya di dada bidang Gian.
Gian sedikit merasa bingung dengan sikap Hilya, hari ini hilya sedikit manja padanya. Tapi dia tidak mempermasalahkan itu toh dia juga dengan senang hati menerimanya.
10 menit kemudian suara ketukan memecahkan keheningan tersebut.
Tok Tok Tok
"Masuk"
Terlihat Angel masuk sambil membawa dua buah kantong plastik.
Lagi lagi Angel melihat pemandangan yang membuat emosinya naik, ya.. ia melihat Hilya duduk dipaha Gian seperti tadi pagi.
Angel pun langsung meletakkan kedua kantong kresek itu diatas meja yang berada di depan sofa.
Tepat saat Angel didepan mereka Hilya pun langsung melakukan aksi gilanya.
"Mas Terima kasih sudah membelikan ku makan siang" Ucapnya dan langsung mencium pipi Gian membuat Gian dan Angel terkejut melihatnya.
Angel yang melihat peristiwa tersebut mengepalkan kedua tangannya lalu pergi tanpa bicara sepatah kata pun, membuat Hilya tersenyum penuh kemenangan.
"Kau mencium ku?" Hilya pun langsung menoleh ke arah Gian.
"Hah?" Hilya seakan lupa akan aksinya
"Kau tadi menciumku, kenapa kau menciumku?" tanya gian yang ingin diberikan penjelasan.
"Hmm.. a- aku ta-di hmm... " Ucap Hilya tergugup gugup.
"Hahaha.... Sudah tidak usah dibahas,, aku tau pasti kamu tergoda kan dengan penampilanku"
Karna tidak mau ambil pusing Hilya pun akhirnya mengiyakan saja.
"Hehehe... I-iya kau sangat tampan hari ini, maaf ya kalau aku lancang menciummu" Ujarnya sambil tersenyum paksa.
"Ya..Ya..Karna mood ku sedang bagus hari ini kau aku maafkan" Padahal didalam lubuk hatinya ia tengah bersorak gembira.
"Terima kasih Mas"
"Dan kalau kau masih ingin mencium ku lakukan saja sesuka hatimu" Ucap Gian dengan santainya.
"Apa?!"
apa iya lulusan SMA atau masih kuliah gitu udah jadi manajer??
kebayang yah kalo letaknya susah, pasiennya bisa koit 10x, hehhehe