Aaliyah, takdir mempertemukannya dengan Hadi, disaat Hadi telah memiliki Clarissa dan sudah siap untuk menikahi Clarissa.
Namun kekuatan takdir telah mengubah arah hati Hadi, pada akhirnya ia memilih Aaliyah menjadi istrinya.
Tetapi Clarissa, perempuan yang memiliki pengaruh yang kuat, perempuan yang membuat percaya diri Aaliyah jatuh pada titik nol, selalu membayangi kisah cinta mereka.
Kisah mereka diuji dengan kesetiaan, kesabaran, dan perjuangan cinta. Akankah mereka lulus dari ujian itu?
Clarissakah yang menjadi ujian cinta Hadi dan Aaliyah?
atau Aaliyah yang menjadi ujian cinta Hadi dan Clarissa?
Jawabannya adalah siapa yang terakhir hidup bersama Hadi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ina As, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34. Pahitnya Penyesalan
Dua minggu berlalu sejak malam Aaliyah mengembalikan cincin kepada Hadi, Aaliyah masih belum ingin keluar rumah. Selain merasa malu karena gagal menikah, semangatnya juga telah dibawa pergi oleh Hadi. Skripsi yang sudah hampir selesai ia tak pernah ia sentuh lagi. Kebaya yang ia desain sudah dimasukkan ke dalam plastik, kemudian ia buang ke tempat sampah, berharap kebaya itu pergi bersama dengan kenangannya. Aaliyah tak ingin melihat kebaya itu lagi. Melihatnya membuat ia semakin rapuh. Untung saja bundanya melihat Aaliyah membuang kebaya itu, sehingga tanpa sepengetahuan Aaliyah bundanya mengambil kembali kebaya itu dari tempat sampah dan disembunyikan dalam lemari.
Sahabat-sahabatnya beberapa kali datang untuk menghibur Aaliyah. Mereka mengajak Aaliyah keluar, namun Aaliyah menolak.
Begitupun dengan Angga dan Adelia, mereka berdua sudah tiga kali mengunjungi Aaliyah sejak kejadian itu. Mereka berusaha menguatkan Aaliyah. Bahkan Angga sangat mendukung langkah yang diambil Aaliyah karena Angga tahu, Hadi masih menjalin hubungan dengan Clarissa. Setiap mereka datang mereka membawa makanan, mulai dari buah sampai cokelat.
Bila sahabat-sahabatnya atau Angga dan Adelia datang, Aaliyah sudah bisa tersenyum. Namun setelah mereka pergi, Aaliyah kembali rapuh.
Tiga minggu sejak kejadian itu, apa yang ditakutkan Aaliyah akhirnya terjadi. Ia berada dalam pahitnya penyesalan dan diserang rindu yang menyakitkan. Sekarang Aaliyah hanya mengutuki dirinya, ketidak sabarannya menghadapi masalah serta mudahnya mengambil keputusan tanpa perhitungan yang matang.
Ia membuka HP nya. Mencari foto Hadi yang tersisa, namun rupanya tidak ada lagi. Semua foto dan history chat sudah ia hapus. Ia kemudian membuka aplikasi WA dan melihat foto profil Hadi. Tinggal foto profil itu yang bisa ia lihat sekarang apabila ia rindu.
Sedang apa Mas Hadi di sana?
Apakah ia juga rindu padaku, seperti rindunya aku padanya.
Atau tidak ada rasa yang tersisa untukku lagi.
Aaliyah kemudian menelpon mitha sahabatnya.
Aaliyah: Assalamualaikum Mitha.
Mitha: Waalaikumsalam Aaliyah. Ada apa Al?
Aaliyah: Tha, Aaliyah rindu Mas Hadi. Rindu sekali.
Suara Aaliyah serak dan akhirnya ia menagis lagi.
Mitha: Sabar sayang, kamu harus bisa melalui itu semua Al. Memang awalnya berat. Tapi aku yakin Aaliyah bisa bangkit lagi.
Aaliyah: Tapi sekarang Aaliyah menyesal dengan sikap Aaliyah pada Mas Hadi. Aaliyah menyesal terlalu cepat mengambil keputusan.
Mitha: Al, belajarlah dari apa yang kamu sudah alami, kamu akan menjadi kuat.
Aaliyah: Mas Hadi tidak pernah mencariku lagi. Apa ia sudah lupakan aku tha?
Mitha: Lupakan Mas Hadi Al. Jangan cari tahu tentang dirinya.
Aaliyah: Tha, kalau misalnya aku minta kembali ke Mas Hadi menurutmu bagaimana?
Mita: Apa??? kamu jangan ngawur Al. Makanya mengambil keputusan itu dipikir matang-matang. Sudah saatnya berhenti memikirkan Mas Hadi Al.
Aaliyah: Aku merasa bisa terbunuh bila terus-terusan begini Tha...
***********
Aaliyah beberapa kali mengetik pesan di Handphonenya, kemudian ia hapus lagi. Ia ingin mengirim pesan itu kepada Hadi, namun ia ragu. Ia sudah berada di puncak rindu. Menemuinya? ia tak kuat.
Setelah mengumpulkan kekuatannya, akhirnya pesan yang telah diketik dikirim juga.
AALIYAH:
Assalamualaikum WR WB
Hadi yang masih berada di kantornya malam itu melihat ada pesan WA dari Aaliyah, meletakkan kembali ponselnya di atas meja dan kembali berbincang dengan teman-temannya. Rasa kecewa Hadi pada Aaliyah membuat ia enggan untuk membicarakan Aaliyah apalagi berbicara dengan Aaliyah, meskipun ia harus akui masih ada rasa rindu pada Aaliyah. Ia masih belum bisa menerima gagalnya pernikahannya dengan Aaliyah disaat ia merasa persiapannya sudah matang. Bahkan pada Clarissa pun sikap Hadi sangat berubah. Sekarang baginya, baik Aaliyah maupun Clarissa, Hadi sudah kehilangan rasa atau sedang ilfeel, meskipun ia akui bahwa apa yang terjadi tidak lepas dari kesalahannya juga.
Di kamar Aaliyah sedang berusaha mengatur nafas dan debaran jantungnya setelah mengirim pesan WA pada Hadi. Sudah hampir satu jam pesan Aaliyah belum juga dibaca oleh Hadi.
Mungkin Mas Hadi enggan membaca pesanku lagi.
Apa sebaiknya aku tarik saja pesan ini?
Dalam kerisauannya menunggu balasan dari Hadi akhirnya ponselnya berbunyi, ada balasan dari Hadi. Aaliyahpun mulai tersenyum dan membaca pesan itu.
HADI:
Waalikumsalam WR WB
Ada apa Aaliyah?
Hanya itu balasannya. Sekarang Aaliyah malah bingung mau jawab apa.
AALIYAH:
Mas Hadi sibuk? Maaf kalau Aaliyah mengganggu.
HADI:
Iya, ada apa?
Jawaban ketus dari Hadi membuat nyeri hati Aaliyah. Mas Hadi sudah berubah rupanya pikirnya.
AALIYAH:
Aaliyah cuman ingin minta maaf sudah nyusahin Mas Hadi.
HADI:
Maaf? Apa gunanya? tidak akan merubah apa yang telah terjadi.
Hati Aaliyah kembali nyeri dengan jawaban Hadi. Namun ia berusaha menahannya.
AALIYAH:
Aaliyah salah Mas, makanya Aaliyah minta maaf. Mas Hadi dimana?
Aaliyah berharap ia bisa meluluhkan kemarahan Hadi yang nampak jelas saat mereka terakhir bertemu.
Setelah memberikan instruksi pada bawahannya, Hadi mengambil tas dan kunci mobilnya, malam ini ia akan menemui Clarissa. Setelah menyalakan mesin mobilnya, ia mengambil ponsel kemudian membalas pesan Aaliyah.
HADI:
Di Jalan, menuju rumah Clarissa.
Hadi tersenyum ketika pesan itu ia sudah kirim. Ia sudah menduga apa yang akan terjadi pada Aaliyah. Hadi yakin, saat ini Aaliyah sudah menyesal dengan apa yang telah terjadi karena kegegabahannya dalam mengambil keputusan. Hadi ingin Aaliyah bisa belajar dari pengalamannya sehingga bisa lebih dewasa nantinya dalam menentukan sikap.
Di kamarnya, Aaliyah kembali lemas setelah membaca pesan WA terakhir dari Hadi. Dadanya serasa sesak bernafas. Beribu duri kembali menusuk-nusuk hatinya. Ia menyalakan TV dan memperbesar volume suaranya agar bundanya tidak mendengar ia menangis. Ia kemudian menangis sejadi-jadinya. Sekarang ia sadari telah kehilangan kesempatan untuk hidup bersama Hadi. Ia telah menyia-nyiakannya. Tangisannya sama seperti waktu membuntuti Hadi dan Clarissa kemarin. Penyesalan atas tidakannya kemarin, seakan membunuhnya sekarang. Rindu yang tak berbalas lagi, menjadi penyakit yang menggerogotinya setiap hari.
Aku iri dengan gadis yang melompat di jembatan untuk bunuh diri kemarin, Mas Hadi menyelamatkannya. Apa aku harus lompat juga untuk merebut perhatiannya kembali?
*******
Hadi masuk ke dalam apartemen Clarissa dengan kunci aksesnya. Namun ia tidak mendapati Clarissa di sana. Ia memang tidak mengabari Clarissa akan datang malam itu. Biasanya juga demikian, bila Hadi datang malam, Clarissa selalu ada di apartemennya meskipun ia tidak mengabari lebih dahulu. Ia kemudian melacak posisi Clarissa melalui ponselnya. Ia melihat Clarissa berada di sebuah cafe yang jaraknya agak jauh dari apartemennya. Tidak biasanya Clarissa keluar tanpa izin Hadi. Hadi mulai emosi. Semua perempuan dekat dengannya akhir-akhir ini mulai keluar dari kontrolnya.
Hadipun menelpon Clarissa. Clarissa yang melihat panggilan Hadi agak panik karena ia keluar tanpa seizinnya. Belakangan ini Hadi jarang datang ataupun menghubunginya. Namun Clarissa tenang saja karena ia tahu hubungan Hadi dengan Aaliyah telah berakhir.
HADI: Kamu dimana?
CLARISSA: Aku bersama teman di Cafe sayang. kamu dimana?
HADI: Besok aku akan ke Jakarta. Buatkan aku janji bertemu orang tuamu, besok malam atau lusa siang!
CLARISSA: Kamu ingin menemui mereka? untuk apa sayang?
HADI: Melamar kamu.
2. e
3. d
4. a
5. b
tnngung jwb ktnya mlh kaya gini setan emng hadi🤣🤣
jadi clarisa juga sakit, apa lgi nanti yg jg nanti di poligami si akiya dan brengseknya lgi punya ank pula sakit g berdarah nembus sampai yg baca sakit bnget