NovelToon NovelToon
Gairah Sang Duda Mandul

Gairah Sang Duda Mandul

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / CEO / Mafia
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: By.DarkRose

Bagi Alice Gracellyn, hidup adalah tentang kerja keras dan utang budi. Ia dipaksa menjadi tulang punggung keluarga pamannya yang serakah, dengan dalih membalas jasa karena telah menampungnya sejak yatim piatu. Namun, Alice tidak pernah tahu bahwa paman yang ia hormati adalah dalang di balik kematian orang tuanya demi merebut harta, termasuk rumah yang saat ini mereka tinggali.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon By.DarkRose, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gairah yang Terbakar

Malam telah larut sepenuhnya, di dalam kamar utama berlantai dua, keheningan terasa begitu terasa menindas.

Alice masih duduk meringkuk di sudut ranjang King Size yang terlampau luas untuk tubuh rampingnya.

Ia telah mengganti pakaian kerjanya dengan sebuah gaun tidur sutra tipis berwarna putih gading yang disediakan di dalam walk-in closet, sebuah pakaian yang terlampau halus, yang justru membuatnya merasa semakin telanjang dan rapuh di dalam penjara mewah itu.

Sepasang mata hazel Alice yang sembap menatap kosong ke arah pintu kayu yang tertutup rapat.

Setiap detik yang berlalu terasa bagai siksaan yang memperpanjang ketakutannya.

Pikirannya terus berputar pada nasibnya, pada pengkhianatan pamannya, dan pada sosok pria iblis yang kini memegang kendali penuh atas hidupnya.

CEKLEK!

Suara kunci pintu yang berputar seketika membuat Alice tersentak hebat.

Jantungnya berdegup liar, dengan rasa panik yang mendadak melumpuhkan seluruh persendiannya.

Ia menarik selimut tebal hingga ke dada, menyembunyikan tubuhnya yang gemetar.

Pintu kayu itu terbuka lambat.

Sesosok tubuh tinggi tegap melangkah masuk ke dalam remang-remang cahaya lampu tidur yang sengaja diredupkan.

Elvano berdiri di ambang pintu.

Jas hitam formalnya sudah tidak ada, menyisakan kemeja satin hitam yang dua kancing teratasnya sengaja dibuka, mengekspos sebagian dada bidangnya yang kokoh.

Rambut hitamnya sedikit acak-acakan, memberikan kesan liar yang sangat maskulin.

Dari jarak beberapa meter, Alice bisa mencium aroma pekat wiski mahal bercampur tembakau yang menguar dari tubuh pria itu.

Elvano berada dalam kondisi setengah mabuk setelah menghabiskan waktu berjam-jam di ruang kerjanya bersama Kaiven, menenggak alkohol demi meredam rasa frustrasi akibat tekanan sang kakek.

Namun, begitu sepasang mata cokelat gelap Elvano terkunci pada sosok Alice di atas ranjang, kabut alkohol di kepalanya mendadak sirna, digantikan oleh gairah yang terasa membakar dadanya.

Elvano menutup pintu di belakangnya, menguncinya dengan sentakan pelan yang terdengar begitu mengerikan telinga Alice.

Ia melangkah maju dengan gerakan lambat, seanggun seekor macan tutul yang sedang mendekati mangsa yang sudah terpojok di sudut sangkar.

"T-Tuan... tolong..." bisik Alice, suaranya bergetar hebat, nyaris tenggelam oleh isak tangis yang kembali mendesak keluar dari tenggorokannya.

Alice mencoba menggeser tubuhnya mundur hingga punggungnya membentur kepala ranjang kayu jati yang keras.

Tidak ada lagi jalan untuk lari.

Ketakutan yang terpancar dari sepasang mata hazel Alice, serta melihat tubuh ramping itu bergetar di balik selimut, justru menjadi pemantik yang membakar diri Elvano semakin liar.

Selama bertahun-tahun, sejak vonis mandul yang dijatuhkan padanya, gairah di dalam tubuh Elvano seolah ikut mati dan membeku.

Wanita-wanita tercantik dan terseksi di Jakarta ataupun Bogota tidak pernah mampu membangkitkan monster di dalam dirinya.

Namun malam ini, melihat rapuhnya tatapan Alice, kepolosan, dan penolakan dari gadis itu membuat kejantanan Elvano yang sudah lama mati mendadak bergejolak hebat, meledak dengan gairah buas yang tak tertahankan.

Elvano menaiki ranjang dengan gerakan perlahan namun pasti.

Merangkak mendekati Alice, mengurung tubuh ramping gadis itu di antara kedua lengan kokohnya yang bertumpu pada kasur.

"Aku sudah katakan padamu subuh tadi, Gadis Manis," suara Elvano terdengar sangat bariton, dan serak akibat pengaruh alkohol dan gairah yang memuncak.

Nafasnya yang hangat dan beraroma wiski menerpa wajah pucat Alice.

"Di tempat ini, kau adalah tawananku. Dan sebagai tawanan sudah seharusnya kau melayaniku."

"Jangan... saya mohon..." ratap Alice, air matanya menetes membasahi jemari besar Elvano yang tiba-tiba bergerak menyentuh pipinya.

Elvano mengabaikan tangisan itu.

Ibu jarinya yang kasar mengusap air mata Alice, sebelum beralih menelusuri garis rahangnya yang tegas dan halus, lalu turun ke leher jenjang gadis itu.

Kulit Alice terlampau putih, terlampau mulus, tanpa cela sedikit pun, bagai marmer terbaik yang belum pernah tersentuh oleh noda dunia luar.

Gairah kepemilikan yang gelap di dalam dada Elvano semakin membara.

Ia mengagumi keindahan fisik Alice dengan pandangan lapar yang begitu posesif.

Alice adalah miliknya.

Takdir telah menyerahkannya ke dalam genggamannya dan Elvano tidak akan pernah melepaskannya.

Dengan satu gerakan cepat namun penuy akan kelembutan yang memaksa, Elvano menarik selimut yang melindungi tubuh Alice.

Gaun tidur sutra putih gading itu sedikit tersingkap, mengekspos tungkai kaki Alice yang jenjang dan lekuk tubuhnya yang indah.

Alice memejamkan mata hazelnya rapat-rapat, meremas seprai ranjang dengan kedua tangannya yang memutih.

Rasa hancur dan tidak berdaya menyelimuti jiwanya.

Ia tahu, di hadapan penguasa dunia bawah ini, kekuatannya yang sekecil semut tidak akan pernah berarti apa-apa.

Ia hanya bisa pasrah, membiarkan dirinya tenggelam ke dalam kuasa sang duda mafia.

Penyatuan itu terjadi di bawah temaram lampu kamar yang minim, berubah menjadi sebuah tarian sensual yang penuh gairah yang membakar.

Sentuhan-sentuhan Elvano yang awalnya tegas dan mendominasi, perlahan berubah menjadi sebuah klaim kepemilikan yang penuh akan obsesi yang mendalam.

Setiap rintihan kecil yang keluar dari bibir ranum Alice justru semakin menenggelamkan Elvano ke dalam lautan gairah yang belum pernah ia rasakan seumur hidupnya.

Ia merasa hidup kembali. Pria itu merasa seperti seorang raja yang baru saja menemukan takhta sejatinya di dalam pelukan gadis bermata hazel itu.

Di sela-sela pergulatan gairah yang memuncak, di dalam benak Elvano yang dipenuhi kabut kenikmatan, sebuah kesadaran melintas.

Ia dengan sengaja, sepenuhnya sadar dan penuh percaya diri, memilih untuk tidak menggunakan pengaman sama sekali.

Logika mafianya yang dingin mengingat kembali lembaran kertas medis yang dibacanya subuh tadi, diagnosis mandul dari catatan medis dokter pribadi keluarganya menjadi tameng kebebasan bagi Elvano.

Ia merasa aman. Di matanya, tidak akan ada risiko kehamilan yang akan mengikatnya, tidak ada konsekuensi yang perlu dikhawatirkan dari tindakannya malam ini.

Baginya, ini hanyalah sebuah permainan atas barang jaminan, sebuah pelampiasan atas egonya yang terluka.

Elvano tidak pernah tahu, bahwa di dalam dunia gelap yang dikuasainya, mukjizat medis sering kali terjadi di balik ketidaksengajaan yang paling gelap.

Ia tidak menyadari bahwa sel sperma yang yang divonis hampir nol oleh sains, malam itu sedang bergerak menembus takdir, bersiap untuk menanamkan benih pewaris klan Salvatore di dalam rahim subur Alice.

Ketika pertempuran gairah itu akhirnya mereda menjelang sepertiga malam terakhir, ruangan kembali diliputi oleh keheningan.

Elvano berbaring di samping Alice, menarik tubuh ramping gadis itu yang sudah lelah dan tak berdaya ke dalam dekapan dada bidangnya yang hangat.

Alice berbaring miring, membelakangi Elvano dengan mata hazel yang menatap kosong ke arah kegelapan di luar jendela balkon.

Air matanya sudah mengering, menyisakan rasa perih yang luar biasa di dalam dadanya dan juga sebagian tubuhnya.

Ia telah menyerahkan kesuciannya, menumbuhkannya di atas altar utang judi pamannya yang serakah.

Di dalam pelukan posesif sang mafia yang arogan ini, Alice merasa jiwanya telah mati, tanpa menyadari bahwa sebuah kehidupan baru yang akan mengguncang seluruh kekuasaan Salvatore baru saja dimulai di dalam dirinya.

1
Mia Camelia
sah🥰🥰🥰
Enz99
bagus
Qil Qilla
ayoo semangatt untuk up cerita inii sayanggg😍😍
Mia Camelia
tuh kan baru yakin tuh klo itu anak nya🤔
Mia Camelia
ehhm jujur aja sih 🤣🤣🤣
Mia Camelia
hamil kah ??😂😂😂
Mia Camelia
elvano udh serius banget nih🥰
Mia Camelia
ayolah el jangan jdi balok es mulu🤣🤣🤣kaku banget deh😂
Mia Camelia
elvano goood👍👍👍
Mia Camelia
ih jahat banget si paman albert, klo sampe elvano tau, langsung di ceburiin ke laut inimah🤣🤣🤣
Mia Camelia
lanjut thor🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!