lelaki itu berjalan ke arah raylee, tatapanya tak lepas sama sekali dari arah raylee berdiri, ia terus saja berjalan mendekatinya,hingga lima langkah tersisa raylee dengan spontan memundurkan langkahnya.
tap…
bruk…
lelaki itu menarik lengan raylee, reaylee yang kehilangan kehilangan keseimbangan hampir terjatuh namun sebelum itu terjadi lelaki itu menarik pinggan ramping raylee hingga raylee menabrak dada bidang yang terbalut jas miliknya di pelukanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kkyzaylee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Flasback on
warning!! typo bertebaran!!
Flasback on
"Aaron cepet mana? jangan-jangan lo ngerjain gw ya kan? " raylee berkecak pinggang sembari melihat jengah ke arah Aaron yang duduk di sofa dengan santai.
"hey honey siapa yang ngerjain kamu, aku cuman minta gadis ku ini duduk di sini baru aku kasih semua buktinya faham? " ucao Aaron sembari menepuk-nepuk pahanya.
"ck kan gw bisa duduk di sebelah lo kenapa harus disana si huh? kaya nggak ada tempat lain aja!"
"yaudah kalo kamu nggak mau ya nggak apa-apa,aku nggak bakalan kasih semua bukti ke kamu"
"ck tapi janji lo harus kasih semua bukti! " raylee bertanya, gadis itu memastikan apa yang Aaron ucapkan itu benar atau tidak, Aaron mengangguk raylee mau tak mau patuh dengan apa yang Aaron perintahkan.
"ck cepet" ucap raylee saat gadis itu sudah duduk di pangkuan Aaron, namun Aaron bukanya menjawab ia malah melingkarkan tanganya di pinggang raylee lalu menariknya agar semakin lebih dekat.
raylee yang dapat pergerakan tiba-tiba dari Aaron pun refleks melingkarkan kedua lenganya di leher Aaron.
"baiklah honey kita tunggu johan datang kesini terlebih dahulu okey? " raylee memalingkan wajahnya agar tak bersi tatap dengan Aaron yang juga melihatnya.
tok… tok...tok…
"masuk saja johan"
ceklek…
"tuan muda mohon maaf bila saya menganggu waktu anda bersama nona raylee, saya datang kesini mengantarkan berkas yang tuan muda minta" ucap johan sembari menyodorkan berkas ke arah Aaron.
"hah… baiklah honey karena johan sudah datang aku sendiri yang akan membacakannya untukmu, tapi sebelum itu aku mau kamu berjanji sesuatu" raylee mengerutkan alisnya namun karena ia tak mau berlama-lama akhirnya raylee pun mengangguk setuju.
"kamu harus berjanji setelah aku membacakan semuanya kamu benar-benar harus melupakan laki-laki bajingan itu, dan lagi kalau kamu bertemu denganya suatu saat nanti dan dia tidak menganggap hubungan kalian sudah selesai kamu harus berani mengatakan semuanya selesai faham! "
raylee terlihat seperti ragu, namu beberapa detik berikutnya gadis itu mengangguk setuju, sebenarnya raylee masih menyukai darel bahkan lebih dari kata menyukai sampai-sampai raylee di butakan oleh kenyataan yang pahit.
"hah… good girl,baiklah sebelum aku memberi tahu kamu,aku akan bertanya lebih dahulu" ucap Aaron yang di angguki oleh raylee.
"oke… waktu kamu masih pacaran emang kamu tidak merasa kalo darel itu selingkuh?" raylee terdiam, ia sedikit ragu untuk menjawab pertanyaan Aaron,namun pada akhirnya raylee menganggukan kepalanya.
"hah… kamu telah di butakan oleh cinta palsu honey"
"ck cepet ok intinya Aaron jangan bertele-tele!"
"haha… baiklah-baiklah, jadi kamu ingat tidak waktu kalian berdua jalan-jalan ke taman darel pamit sama kamu mau kerumah sakit karena ibunya sakit bukan? terus dia pergi meningalkan kamu tanpa megantarmu pulang terlebih dahulu, lalu saat kamu pulang kerumah ibu darel datang mengantar makanan kesukaan mu? " raylee mengangguk,membenarkan ucapan Aaron.
"kamu terlalu polos honey, laki-laki bajingan itu telah menipumu"
"maksudnya? "
"darel tak datang kerumah sakit sama sekali, bahkan kamu lihat dengan mata kepalamu sendiri ibu darel datang ke rumah mu bukan? em… kamu juga berfikir darel banyak masalah pribadi lalu darel butuh waktu untuk sendiri bukan?" raylee mengangguk.
"tebakanku benar, tapi tebakanmu salah honey, laki-laki bajingan itu tidak ke rumah sakit dan tidak memiliki masalah sedikit pun, tapi dia pergi ke salah saru apartemen wanita murahan itu dan yah… kamu bisa tebak selanjutnya apa! "
raylee terdiam, raylee masih kebingungan harus percaya atau tidak dengan yang Aaron katakan barusan, tapi jika di pikir-pikir apa yang Aaron katakan memang sebagian besar benar raylee awalnya memang berpikir bahwa darel membutuhkan waktu sendiri tapi jika di di pikir lebih dalam lagi itu tidak masuk akal.
"hah… aku akan jelaskan semuanya terlebih dahulu, untuk buktinya terakhir saja okey? "
"hah?... kamu punya buktinya Aaron? "
"ya… tentu saja honey, kalau aku tidak memiliki bukti kamu todak akan mempercayai ku,dan kamu akan mengaggapku pembohong"
"oke kita kembali ke pembahasan awal,hah...waktu kamu ulang tahun apakah kamu ingat dengan kue yang bertulisan nama wanita murahan itu? dan baju yang kurang bahan? dan darel bilang itu salah bawa kue bukan? " raylee mengangguk.
"setelah johan selidiki kue dan baju itu seharusnya bukan umtukmu honey tapi untuk wanita murahan itu, ulang tahun mu dan wanita murahan itu berdekatan? kamu tanggal 30 lalu wanita murahan itu tanggal 31 bukan? "
"nah… mungkin kamu tidak tahu kalau waktu wanita itu ber ulang tahun darel datang kesana sembil membawa kue, ia juga memberi kado untuknya, ah… mereka juga sempat bercinta di taman setelah acara selesai"
raylee mematung gadis itu merasa sangat terkhianati oleh orang yang ia cintai, apa lagi mendengar fakta yang Aaron beritahukan,raylee juga masih mengingat jelas dengan apa yang terjadi di acara ulang tahunya
di tambah lagi Aaron memberitahunya bahwa saat acara amaya selesai darel dan amaya sempat bercinta di taman, raylee menyesali keputusanya untuk tak ikut ke acara amaya, gadis itu tak ikut karena ibunya yang sedang sakit, tapi ibu gadis itu memaksanya untuk ikut saja ke acara amaya namun saat gadis itu hampir sampai di acara amaya darel datang dan menyuruhnya pulang,raylee yang di butakan cinta hanya menurut apa yang darel katakan.
beberapa menit berlalu raylee dan Aaron menyelesaikan pembahasnya, raylee terlihat sangat kacau gadis itu sudah berliang air mata bukan karena darel yang menghianatinya tapi gadis itu merasa seperti gadis yang sangat bodoh karena gampang di bodohi oleh darel.
"honey aku tahu kamu sedang bersedih tapi aku tidka menyukai gadis ku menangisi lelaki lain di depanku seperti ini" raylee tak pedulu gadis itu diam tak bergerak sama sekali tapi air matanya terus mengalir deras.
"hah… berhenti menangis atau saya akan memakanmu" Aaron menatap raylee dengan serius, nada bicara nya yang terkesan dingin dengan kosa kata yang ia ganti.
"raylee varelino! hapus air matamu saya tidak menyukainya, teruslah menangis sampai saya menghuku mu atau berhenti menangis dan saya akan memberimu semua bukti agar kamu percaya, saya akan memberimu waktu 5 menit untuk mu memilih"
raylee menoleh ke arah Aaron dengan wajah yang masih penuh dengan butiran air mata, gadis itu memalingkan wajahnya dengan cepat meg hapus air matanya lalu menoleh kembali ke arah Aaron,Aaron sendiri yang awalnya menatap raylee dengan serius kini kembali ke setelan awal, yaitu menatap raylee denga intens.