Di dalam hening dan gelapnya malam, akhirnya Shima mengetahui sebuah rahasia yang akan mengubah seluruh hidupnya bersama Kim
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LaLibra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Penyusup
Pukul dua belas malam, Shima merasakan kantung kemihnya penuh. Masih dalam keadaan setengah sadar, Shima mencoba bangun dari tidurnya namun kakinya terasa seperti kesemutan. Ia menggerakkan kakinya perlahan namun rasanya sangat berat seperti ditindih kaki kingkong.
Shima mengumpulkan nyawanya yang masih berceceran. Ia mengerjapkan matanya beberapa kali, sampai akhirnya ia menyadari sesuatu. Ia sedikit melirik ke arah aset kembarnya. Sebuah tangan kekar tampak begitu kokoh menyangganya. Sepasang kaki besar, begitu kuat menindih kaki kecilnya. Shima mulai gusar, sampai ia melirik guling hidup yang berbaring disampingnya.?
"Mas Kim? " Teriak Shima.
Kim terbangun karena kaget dengan lengkingan suara Shima. Ia segera menarik tangannya yang masih menyusup di dalam baju Shima.
"M_maafkan aku sayang. Aku gak bermaksud. Maaf. Maaf"
Baby Zayn terbangun dan menangis kencang karena berisiknya suara kedua orang yang numpang tidur di kamarnya. Bi Jum mengetuk pintu kamar Zayn begitu mendengar suara tangisan Zayn. Shima menyerahkan Zayn pada Bi Jum karena ia harus menyelesaikan masalahnya dengan Kim.
Setelah Bi Jum keluar, Shima menangis sejadinya. Ia berjongkok dan bersandar di pintu.
"Maaf sayang. Aku tadi cuma pengen peluk kamu, tapi aku malah ketiduran. Tangan aku juga gak tahu kenapa bisa menyusup naik ke gunung. Sumpah aku gak tahu" Kim gelagapan tak berani mendekat ke arah Shima. Sejujurnya ia pun malu dan gugup karena ini baru pertama kali tidur seranjang dengan wanita dan memegang benda berharganya.
Shima terus saja menangis. Ia sangat malu.
"Mas Kim kok ambil kesempatan sih. Aku udah diapain aja sama kamu? Kok bisa - bisanya aku gak sadar kamu gre_pe - gre_pe? Kalau aku hamil gimana. Huwaaaa..." Shima berdiri dan mulai memukuli Kim.
"Ampun sayang. Maaf maaf. Aku gak akan ulangi lagi. Maaf"
Kim menangkap tangan Shima dan menahannya. Meskipun kecil, pukulan dan cubitan Shima terasa panas juga di kulitnya.
"Huwaaaa.... " Shima makin menangis.
"Udah dong sayang. Nanti Bi Jum salah paham. "
Kim memeluk erat tubuh Shima dan mengelus punggungnya yang terbuka. Shima merasakan sensasi yang entah yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.
Kim pun merasakan hal yang sama. Ada rasa panas yang menjalar di seluruh tubuhnya hingga tenggorokannya menjadi kering.
Shima memberontak dan mencoba melepaskan diri dari pelukan Kim. Namun, pelukan Kim yang kuat justru membuat mereka berdua terjatuh di ranjang.
Tangan Kim menyangga tubuhnya agar tak terjatuh menimpa Shima. Ia tatap mata Shima dengan dalam dan perlahan mendekatkan wajahnya mencoba mengecup bibir Shima. Shima seperti di hipnotis. Ia diam saja saat Kim melakukan aksinya.
Ada sensasi dingin di bibir Kim saat dua benda kenyal tersebut berhasil menempel di bibir Shima. Perlahan ia menge_cupnya dan sedikit melu_matnya. Kim menggigit bibir bawah Shina dan Shima membuka mulutnya. Kim berhasil menerobos masuk dan mengobrak abrik dalam mulut Shima.
Tangannya mulai nakal dan kembali menelusup masuk ke dalam baju Shima. Kali ini, dia sadar dengan perbuatannya. Ia mere_masnya perlahan dan meme_lin_tir chocoChipnya.
Shima mele_ng_uh. Kim makin tak terkendali. Ia sing_kap baju Shima dan melahap pucuk gundukan besar disana.
Shima tersentak dan mulai sadar. Ia memberontak dan bangun dari ranjang. Ia malu setengah ma_ti.
Bagaimana ia bisa terbuai dengan perlakuan Kim barusan.
"Aku mau pergi saja. Aku mau balik ke kontrakan" Ucap Shima.
Kim menggelengkan kepalanya.
"Jangan. Kamu gak usah balik lagi kesana ya. Aku minta maaf. Aku janji gak akan jadi penyusup lagi. Aku akan nikah_in kamu. Aku akan tanggung jawab" Sesal Kim.
Shima bingung tapi rasa malunya lebih mendominasi. Dulu suaminya melakukan hubungan dengan kasar, sekarang justru Kim melakukannya dengan diam - diam dan apa tadi? Shima menik_matinya juga.
Kim menatap Shima dengan gugup. Asetnya yang besar tak diberi penyangga membuatnya bergelantungan dengan bebas dan sedikit nyeplak dari balik baju tidurnya. Si adik kecil semakin tak tahu aturan.
"Sayang, kamu ganti baju dulu ya." Kim memelas.
Shima yang sadar ditatap Kim sedemikian rupa mulai mengikuti arah pandang Kim. Ia segera menyilangkan tangannya di dada.
"Mas Kim keluar. Pulang" Ucap Shima jengkel dengan Kim.
Kim beranjak dan berniat untuk pulang. Sampai di hadapan Shima, ia mulai usil. "Gak usah ditutupin. Aku udah tahu. Pernah pegang juga. Rasanya enak."
Blusssshh
Pipi Shima memerah. Ia semakin malu.
Sebelum benar - benar menutup pintu, Kim kembali berbalik. "Besok aku jemput, kita ketemu sama Ibuku"
Shima melengos.
Kim keluar dari kamar Zayn dan menutup pelan pintunya. Ia pun melenggang pergi setelah menyuruh Bi Jum mengunci pintu rumahnya.
Shima menghubungi Umi.
"Miii.. aku ganggu ya? " tanya Shima lemas.
"Nggak Shi, aku baru aja selesai kerjain kerjaan aku. Kenapa? Kok lemes gitu? Ada masalah? " Tanya Umi.
"Aku malu Mi. "
"Kenapa? " tanya Umi.
"Aku baru aja tidur bareng mas Kim. " Cicit Shima.
"Apa? Kok bisa sih Shi? Kamu mau aja gitu ditidur_in buaya darat" Geram Umi.
"Aku gak tahu Mi. Aku tadi berasa ngantuk banget pas pulang dari butik. Zayn kan rewel mau bobok, jadi aku bobok_in Zayn dulu, pengasuhnya lagi gak enak badan. Aku ketiduran di kamar Zayn. Sampai aku kebangun ada tangan yang meluk aku" Shima menjelaskan kejadiannya pada Umi.
"Kamu belum di apa - apain kan? "
"Mana aku tahu. Aku kan tidur Mi. Kalau aku nanti hamil gimana Mi" Shima hampir menangis.
"Masa kamu gak ngerasain waktu dia apa -apain kamu sih? Kamu tidur apa pingsan? Besok biar aku tonjok muka gantengnya itu. Eh. " Umi menutup mulutnya.
"Dia tadi pegang sumur airnya Zayn. Huwaaaaa"
"Apa? "
*
*
Sesampainya di rumah. Kim ingin segera masuk ke kamarnya dan beristirahat. Sampai di ruang tamu, Ibunya mencegatnya.
"Dari mana kamu Kim? Kamu kelihatan bahagia sekali " Tanya Bu Sofie.
"Nongkrong Mah" Jawab Kim
"Nongkrong di gunung. Dasar bocah gemblung." Batin Bu Sofie.
"Besok Mamah akan kenalin kamu sama kenalan Mamah. Gak boleh nolak" Tegas bu Sofie.
"Mamah kenapa sih. Aku tuh gak mau"
Kim meninggalkan Bu Sofie di ruang tamu. Bu Sofie tersenyum tipis.
Kim merebahkan tubuhnya di ranjang empuk dan mulai memikirkan Shima kembali. Ia memandangi kedua tangannya yang mana salah satunya pernah berkenalan dengan aset kesayangan milik Shima. Ia mulai menggigit bibirnya dan menggelengkan kepalanya. Fantasi liar mulai bersarang di kepalanya dan membuatnya mendadak menjadi kotor.
Shima.
Perempuan pertama yang membuatnya persis seperti orang gi_la. Sejak pertama kali bertemu, Kim sudah merasakan sayang pada perempuan polos itu. Ia mulai merindukan sosoknya kembali padahal baru beberapa menit yang lalu berpisah. Ia senyum - senyum sendiri.
"Aku gak akan lepasin kamu" Gumam Kim.