Beverly seorang gadis terpelajar yang terpaksa harus menerima sebuah perjodohan yang di adakan oleh orang tua angkatnya .Tapi laki laki yang menikahinya itu malah mempersunting wanita lain setelah beberapa bulan pernikahanannya. Entah nasib apa yang dia alami saat itu?? Niat baiknya membalas budi kedua orang tuanya justru malah menghancurkan masa depannya sendiri.
Dia mengajukan kesepakatan bercerai saat satu tahun pernikahannya.
Bagaimana kelanjutan nasib Beverly selanjutnya???
Akankah dia menemukan seseorang yang bisa menerima status jandanya saat itu??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ina Warsiati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aku tidak peduli apa yang kamu pikirkan
Setelah menandatangani surat kontrak kerja yang sudah Kenzie siapkan, Beverly segera menyerahkan kontrak kerja itu pada Kenzie.
"ini pak"kata Beverly menyerahkan surat kontrak yang sudah dia tanda tangani.
Kenzie segera membuka kontrak kerja itu dan membukanya.
Kenzie nampak sedikit menyunggingkan senyumnya.
"baiklah.. kamu bisa kembali ke tempat dudukmu"kata Kenzie.
Beverly pun segera memutar badannya menuju tempat duduknya,namun baru beberapa langkah Kenzie kembali memanggilnya.
"tunggu"kata Kenzie.
Beverly pun kembali memutar badannya dan menatap ke arah Kenzie.
"kamu bawa salinannya dan pelajari semuanya"kata Kenzie menyerahkan salinan kontrak kerja untuk Beverly.
Beverly pun segera mengambil salinan kontrak kerjanya dari tangan Kenzie.
"masih ada yang bisa saya bantu pak?"tanya Sbastian yang masih berada di ruangan itu.
"kapan investor dari Jepang akan datang?"tanya Kenzie.
"masih seminggu yang akan datang pak"jawab Sbastian.
"baiklah...kamu persiapkan semuanya"kata Kenzie.
"baik pak"jawab Sbastian.
"hmm"jawab Kenzie.
"kalau begitu saya permisi dulu pak"kata Sbastian yang di angguki oleh Kenzie.
Kini Beverly nampak sedang membaca seluruh kontrak kerjanya.
"Tuhan...kuatkan aku menghadapi raja iblis seperti dia"gumam Beverly sambil melirik ke arah Kenzie yang tengah serius dengan laptop di hadapannya.
"Astagaa"gumam Beverly yang begitu terkejut melihat exspresi serius kenzie saat bekerja.
"kalau sedang serius begitu kenapa dia terlihat lebih tampan"gumam Beverly yang dengan segera menmapik pemikirannya sendiri.
"hiisss..apa apaan sih aku ini..kenapa aku jadi memuji monster itu"gumma Beverly lagi.
"meskipun dia tampan tapi kalau sifat dan sikapnya seperti dia yang ada hanya akan membuat orang mati kena serangan jantung karena terlalu tegang menghadapinya"gumam Beverly lagi.
Kenzie nampak melirik ke arah Beverly yang sedang melamun ke arahnya, dia menyunggingkan sneyumnya tatkala melihat exspresi Beverly.
"dia ini"gumam Kenzie.
Saat keduanya tengah asik dengan fikiran masing masing keduanya pun dikejutkan oleh kedatangan Melinda yang tiba tiba masuk ke ruang direktur.
"kak Kenzie"sapa Melinda yang dengan segera berjalan menuju tempat duduk Kenzie dan memeluk tubuh Kenzie yang sedang terduduk di kurai kebangsaannya itu.
"kakak semakin tampan saja"kata Melinda lagi.
Sementara Kenzie nampak begitu risih dengan perlakuan Melinda.
"nona Melinda"kata Kenzie dengan suara dinginnya.
Sementara Melinda nampak tidak memperdulikan perkataan Kenzie.
"nona Melinda"Kata Kenzie lagi dengan suara yang semakin meninggi.
"apaan sih kak"kata Melinda yang masih bersender di bahu Kenzie.
"jaga sikapmu...ini di kantor"kata Kenzie dengan segera menepis tangan Melinda dari bahunya secara kasar.
"kasar banget sih kak...lagian kita kan udah lama nggak ketemu"kata Melinda.
"aku nggak peduli tentang berapa lama kita tidak bertemu.. tolong hargai posisiku saat ini..jangan sangkut pautkan urusan pribadi dengan urusan kantor"kata Kenzie .
"tapi kan aku hanya rindu padamu kak"kata Melinda.
"apa di divisimu kekurangan pekerjaan sehingga di ajm segini kamu bisa berkeliaran ke mana mana"kata Kenzie.
"umm.. itu.. tidak kak...maaf kalau gitu"jawab Melinda.
"kali ini aku memafkanmu..tapi tidak lain kali"kata Kenzie.
"satu lagi...ini di ruanganku...jangan keluar masuk seenaknya...kalau mau masuk biasakan ketuk pintu dulu"lanjut Kenzie.
"huuu..kakak nggak asik"kata Melinda.
"aku tidak peduli apa yang kamu pikirkan.... sekarang kamu lebih baik keluar dulu...aku sedang bekerja"usir Kenzie yang merasa begitu risih dengan perilaku Melinda.
"pffttt" Beverly nampak menahan tawanya saat menyaksikan Melinda yang seperti mak lampir jika berhadapan dengannya itu sedang di marahi Kenzie.
"iya iya...aku keluar"kata Melinda yang memilih menuruti perkataan Kenzie, walau bagaimanapun dia tahu bagaimana sikap Kenzie, Kenzie paling tidak suka jika ada orang yang membantah perintahnya.
"akhirnya yang di tunggu-tunggu datang juga"kata Melinda saat berada di luar ruangan Kenzie.
"tak apa jika sikap kak Kenzie masih seperti ini, semasa dia di sini aku pasti memiliki kesempatan untuk dekat dengannya"kata Melinda lagi yang kini memilih kembali ke divisinya.
semangat
ku memilihmu karena adikku