Alicia Sandra Hellypolter baru saja lulus SMA malah dinikah kan dengan pilihan ibu tirinya yang jahat. Alicia yang di kerap di panggil Cila yang sudah berharap agar bisa keluar dari keluarga Hellypolter malah berujung pergi ke neraka kedua bagi Cila. Padahal Cila sudah menderita di rumah nya sendiri ternyata Cila malah lebih menderita di rumah suaminya. Cila di campakkan oleh suaminya karena semua keluarga suami nya menganggapnya mandul padahal dirinya belum di sentuh oleh suaminya sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mbak mell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 34
Seharian ini Mark benar-benar menggempur Alicia. Dari sudut ke sudut ia melakukannya dengan Alicia. Mark ingin Alicia selalu mengingat kegiatan manis mereka sehingga Alicia tidak bisa meninggalkan dirinya.
Mark terkekeh kecil melihat wajah istrinya yang menurut nya sangat cantik, apalagi saat berkeringat seperti ini.
Cupp...
"Lelah hmmm?" Mark mencium Kening istrinya lalu menghapus keringat Alicia dengan lembut.
"Sudah yah Mark, aku capek" ucap Alicia dengan pengatur nafasnya. Dadanya naik turun menandakan bahwa pernapasan nya bekerja dengan cepat.
"Iya Beby, istirahat lah" Mark memeluk Alicia dengan erat, tapi ia tidak mau melepaskan tongkatnya di milik Alicia. Ia masih menikmati cairan yang ia keluarkan di rahim istrinya.
"Cabut dulu Mark, sesak" pinta Alicia yang merasa menganjal." biarkan saja dulu Beby, biar hangat" Jawab Mark semakin erat memeluk tubuh kecil Alicia. Sesekali pria itu mencium kening Alicia dan menyelusupkan wajah nya di leher sang istri.
Alicia sungguh lelah di buat Mark, kenapa tidak lelah? Mark menggoyang nya di mulai dari ruang tamu hingga berakhir di kamar seperti ini. Mark benar-benar seorang maniak mesum. Pria ini punya seribu tenaga jika melakukan hubungan suami istri.
"Kapan anak-anak datang?" tanya Alicia sudah rindu dengan kedua anaknya. Tidak bertemu seharian tentu membuat Alicia rindu.
"Nanti sore Beby" Jawab Mark dengan memainkan rambut Alicia. Mark suka dengan rambut Alicia, panjang bergelombang dan harum, seperti putri mereka Emma.
"Aku takut anak-anak merepotkan Mommy"
"Tidak akan Beby, percayalah kepada ku. Anak-anak kita sangat pengertian. Lagi pula Mommy tidak akan masalah jika anak-anak merepotkannya" jawab Mark. Mungkin Catrien malah senang dengan hal itu, sehingga ia ada kesibukan selain arisan dan menemani Abraham bekerja.
Cup....
"Mau mandi bareng?" Ajak Mark. Alicia langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat. Bisa-bisa nanti kalau mereka mandi berdua Mark akan menggempur nya lagi. Ia tahu kalau Mark pasti akan tergoda dengan nya sekali lagi. Alicia sudah merasa capek.
"Aku tidak akan melakukan hal lebih Beby, tapi jika kamu mau aku dengan senang hati melakukan nya lagi" Mark terkekeh melihat wajah Alicia yang kesal. Ini sangat lucu, cantik dan menggemaskan.
"Ihhhh..." Kesal Bella dengan menggigit dada Mark.
"Ssstt...Beby, jangan bergerak, nanti dia bangun lagi" Alicia langsung berhenti secara mendadak dengan kaku tapi itu membuat Mark terkekeh lucu, gemas dengan tingkah Alicia. Wanita nya begitu polos.
"Mark! aku masih bolehkan menjadi sekertaris mu. Aku masih ingin membangun karier ku, Aku ingin menghancurkan seseorang" Alicia berucap dengan memainkan tangan nya di dada Mark. Mark suka apa yang di lakukan oleh Alicia saat tangan itu bermanja di dadanya.
"Mau ku bantu?" Tawar Mark.
Alicia menggeleng" Tidak, Mark. Aku ingin melakukannya sendiri" Jawab Alicia penuh dengan arti.
Mark tersenyum, ia menghargai keputusan istrinya. Mungkin kalau Alicia setuju Mark pasti akan menghancurkan mantan suami istrinya itu hanya dalam hitungan detik.
"Lakukan saja, aku akan mendukung nya"
"Terimakasih Mark" Jawab Alicia dengan tersenyum senang. Mark sangat baik dan pengertian dan satu lagi sangat peka, tanpa di jelaskan pria ini tahu akan mau nya. Alicia merasa nyaman. Hatinya terkadang merasakan debar saat Mark melakukan sesuatu yang begitu romantis.
Mark melepaskan tongkatnya dari milik Alicia yang mana membuat Alicia mendesis. Tanpa malu Mark berdiri dengan keadaan polos yang membuat Alicia membuang muka ke samping.
Mark lalu menggendong Alicia. Tentu membuat Alicia kaget sehingga refleks ia mengkalungkan tangan nya ke leher Mark.
Cup...
"Kenapa masih malu? kita baru saja membuat adik untuk si kembar" kekeh Mark.
"Ayo mandi dulu, habis itu kamu bisa berjalan-jalan melihat-lihat mansion ini" Mark meletakkan Alicia ke bathup lalu ia juga.
"Hanya mandi saja kan Mark?" Gelisah Alicia.
"Iya Beby, hanya mandi saja" Jawab Mark.
Mark benar-benar menepati janji nya, lagi pula Mark juga ada sedikit pekerjaan yang harus segera ia kerjakan segera.
Tadi memang niat hatinya ingin ke kantor malah tidak jadi akibat ia tak bisa mengontrol hawa nafsunya Melihat Alicia yang memakai handuk tadi.
Max juga yang memakai kan pakaian Alicia di mulai dari dalaman hingga yang di luar.
"Maaf sayang, aku tidak bisa menemani mu berjalan-jalan, aku ada sedikit pekerjaan. Silvia bisa menemani mu" Ucap Mark, lalu memperkenalkan seorang wanita yang bernama Silvia.
"Tidak, apa-apa. Aku mengerti" Jawab Alicia dengan tersenyum.
Cupp...
"Jangan biarkan istri ku lecet sedikit pun" Peringat Mark menatap dingin Silvia. Padahal tadi pria itu begitu hangat.
"Baik Tuan, saya mengerti" Jawab Silvia. Sedari tadi ia bahkan tak berani menatap sepasang sejoli halal itu. Karena itu adalah peraturan dari Tuannya. Tidak boleh memandang Mark terlalu lama, tapi hanya berlaku untuk wanita saja.
Mark meninggalkan istri nya pergi keruang kerja nya kembali.
"Hai! aku Alina" Sapa Alicia dengan hangat dan tersenyum. Silvia sangat cantik dan juga masih muda.
"Saya, Silvia Nona. Saya yang akan menjadi pelayan pribadi anda" Jawab Silvia dengan formal.
"Sepertinya kamu masih muda?" tanya Alicia lagi. " Berapa umur mu?" Sambung nya.
"Saya umur 27 tahun Nyonya" Jawab Silvia. Alicia menganggukan kepalanya tanda mengerti.
"Mari ikut saya Nyonya" ajak Silvia. Silvia membawa sang Nyonya pertama ke belakang bagian utara. Disana terdapat kolam berenang dengan ruang santai. Sangat indah.
Di bagian barat ada sebuah taman cantik yang di tengah nya ada Gajebo tempat bersantai dan itu pula tepat berhadapan dengan balkon kamar mereka. Berbagai jenis bunga terdapat. Alicia menyukai bunga. Alicia juga menghirup aroma bunga-bunga yang begitu harum.
"Apa aku boleh merawat bunga ini Silvia?" tanya Alicia. Ia ingin mengubah sedikit taman ini agar lebih indah lagi.
"Saya rasa anda harus bertanya kepada Tuan Nyonya" jawab Silvia. Walau iya sudah yakin kalau sang Nyonya pasti mendapatkan izin.
Alicia sudah lelah rasanya mengelilingi mansion yang super duper mewah dan luasnya. Di dalam saja Alicia sudah tergakum kagum tak henti-henti nya. Di luar pun tak kalah luas dan indah juga.
Alicia duduk di gajebo menikmati indahnya taman dan menghirup udara segar.
"Nyonya apa anda lelah?" tanya Silvia sedikit panik. Ia masih jelas dengan peringatan tuannya kalau sang Nyonya tak boleh kecapean.
"Tidak Silvia, aku hanya mau duduk saja" Jawab Alicia dengan tersenyum. " Kamu juga duduk lah" Alicia menepuk tempat di sebelah nya.
"Maaf, Nyonya. Saya disini saja" tolak Silvia dengan halus. Alicia menganggukan kepalanya tidak berbicara lagi.
#######
Hai-hai semuanya, maaf jika ada kesalahan dalam menulis atau pun jarang updatenya soalnya Author sibuk menghadapi ujian sekarang. Eh BTW author nya hari ini ulang tahun loh🥰🥰 Doa Author kepada kalian semua semoga sehat selalu dan melimpah rezeki😘😘