NovelToon NovelToon
Pernikahan Mendadak

Pernikahan Mendadak

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:193.8k
Nilai: 5
Nama Author: Rais Caniago

Aku adalah gadis minang, tapi tak banyak yang ku ketahui tentang ranah minang dan adat istiadatnya. Aku di lahirkan di perantauan dan menghabiskan waktu berpindah pindah daerah pulau sumatra.
Aku adalah asisten pengacara, tentu sudah banyak kasus yang aku selesaikan bersama sang pengacara yang tak lain adalah teman ku saat kami kuliah di salah universitas swasta di Jakarta.

Saat ini usia ku sudah 27 tahun, keluarga besar semua khawatir aku menjadi perawan tua. Aku sih enjoy aja toh yang penting aku kerja dan jalan jalan ke daerah mana saja yang objek kasus yang harus di tangani oleh tim pengacara tempat aku kerja.

Sampai suatu ketika aku kaget mendengar keputusan paman dari adik sepupu ibu ku di Padang. Beliau menjodohkan ku dengan seorang duda yang memiliki usaha perniagaan yang cukup berkembang pesat dengan pundi pundi yang fantastis.

aku tak menerima perjodohan itu dan menolaknya, paman marah besar dan berkata dengan sangat kasar pada ayah ku, aku yg tak terima dengan keputusan paman berasumsi apa hak nya paman dengan sampai marah besar karena aku menolak keinginannya?????. Pasti ada maksud terselubung, ayah ku hanya diam saja beliau tidak mau komentar apapun. Tapi aku melihat air mata ayah mengalir perlahan.

Tanpa berpikir panjang aku langsung mengajak nikah seorang pria yang baru aku kenal, pemuda itu seorang guru SMU di Serang Banten.
Apakah keputusan ku ini menikahi nya yang terbaik????

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rais Caniago, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode 34 Arisan

"Yaa Allah". Ridho mengusap mukanya dengan tangan kanannya.

Ridho kembali ke kamarnya dan membuka lemari pakaian istrinya, seketika ia berucap syukur karena semuanya masih tersusun rapi.

Tut....tut...tut...

Ridho mengambil ponselnya dan melakukan panggilan ke ponsel Nada, tapi terdengar suara panggilan dari ponsel Nada yang ternyata ada di atas meja rias.

Ridho mengambil ponsel Nada, dan mengusap layarnya, ternyata ponsel Nada tidak menggunakan password, kemudian dengan bebas ia cek satu persatu akun sosial media milik istrinya, tak puas ia juga membuka chat WA grup dan pribadi.

\=\=\=\=\=

Sementara Nada dan Azzaam sedang menikmati puding coklat dan starwberry di rumah bu RT karena pada saat ini sedang ada arisan ibu ibu di lingkungan RT tempat tinggal Nada.

"hahhh...Nada....!!!", suara bu Heni terdengar heboh.

"Ada apa bu Heni?", tanya bu RT.

"Arisan bulan depan di rumah Nada, bagaimana Nada apakah setuju", ucap bu Darmi.

"Sangat setuju sekali, tapi...", Nada menatap semua ibu ibu yang ada di dalam rumah bu RT.

"Apakah ada yang mau membantu nanti tuk menyiapkan konsumsinya, karena Nada tak bisa mencium bau masakan di rumah", jelasnya.

"Tenang aja Nada...kita semua siap membantu kok, kan bisa masak di mana aja" jawab ibu Tuti.

"Terimakasih ibu ibu semuanya, maaf merepotkan", sambil mengambil brownis sepotong dan memasukkannya ke dalam mulut.

"Assalamualaikum...", terdengar seseorang mengucapkan salam dari luar rumah.

"Waalaikumsalam ", jawab ibu ibu di dalam rumah.

"Ooo...mas Ridho, nyariin Nada ya, tuuu lagi asyik makan rujak, mau di panggilin" ujar bu Ratih.

"Tak usah bu, hanya mau memastikan saja takutnya ada apa apa", jawab Rodho.

"Ci eeee...segitu khawatirnya ama istri, tenang mas Ridho semua aman terkendali, cuma yang ngak terkendali itu bumil lagi menikmati makanan dengan nikmat", ucap bu Sophia.

"Mas Ridho...ayo sini gabung di sini sama kami", ujar Pak Anton

"Eh iya pak Anton", sambil berjalan ke teras samping bergabung dengan bapak bapak yang juga menikmati hidangan.

Tanpa terasa waktu terus seýmakin sore dan sentar lagi maghrib, semua tamu tamu bu RT pamit satu persatu begitu juga Nada dan Ridho.

"Kenapa pergi tanpa pamit", berjalan sambil menggendong Azzaam ditangan kanannya dan tangan kiri menggenggam tangan Nada.

"Sebelum pergi tadi Nada mau pamit, tapi mas Ridho yang lagi bersemedi di kamar mandi", jawab Nada sambil berusaha melepaskan pegangan tangan Ridho.

"Kenapa melepaskan genggaman tangan mas sayang?" tanya Ridho.

"Malas...", jawab Nada

"Jangan ngambek terus, mas minta maaf atas ucapan tadi, tapi mas ingin Nada jujur dengan semua yang terjadi dimasa lalu, termasuk perasaan Nada yang sebenarnya", membuka pintu rumah karena mereka sudah sampai.

"Azzaam udah mandi lum Nad?", tanya Ridho.

"Udah mas, di lap aja trus ganti baju", sambil mengambil baju, pempers, minyak telon, bedak, dan handuk.

"Sini biar mas saja, Nada mandi aja dulu ngak baik bumil mandi terlalu sore", menggelitik perut Azzaam sehingga balita itu tertawa lucu.

Ridho asyik bercengkrama dengan Azzaam di ruang tamu sambil bercanda dan bermain dengan ponakan Nada. Ridho sangat menyayangi Azzaam.

"Mas...", teriak Nada dari dalam kamar.

"Iya bentar, ngak usah teriak", menggendong Azzaam sambil berjalan ke kamar.

"Lho kok kasurnya jadi dua mas? tanya Nada.

" Iya, mas tadi pesan, karena kamar kita masih cukup, biar Azzaam bisa bebas tidur di kasur besarnya", sambil ikut berbaring dengan Azzaam.

"Terimakasih ya mas, udah peduli dan sayang ama Azzaam", ucap Nada dengan tulus.

"Ini semua ngak gratis", tersenyum jahil, karena semua yang ia lakukan hanya untuk menyenangkan istrinya.

"Ok...berapa kami harus bayar?", tanya Nada.

Ridho yang mendengar ucapan Nada, membuat keningnya berkerut dengan wajah bingung.

"Tidak semua harus di nilai dengan uang", ujar Ridho dengan suara yang datar.

"Terserah", jawab Nada.

"Nada....!!!".

"Trus apa maksudnya ngak gratis", menjawab dengan suara yang tinggi.

"Nada!!!,...diaaamm", bentak Ridho lagi.

"Ingat ya Nada berdosa membantah dan menjawab pernyataan suami dengan suara tinggi, jangan uji kesabaran saya".

Melangkah keluar kamar menuju dapur mengambil air minum dari dispenser, setelah menghabiskan air segelas, masih dalam posisi duduk bersila di atas karpet, memijit kening dan kembali diam, terlintas di pikirannya kata kata bentakan yang ia ucapkan pada Nada, menarik napas dalam dan mengeluarkan secara kasar.

Sementara di kamar

Mendengar suara bentakan dari Ridho, Nada begitu terluka, hari ini cukup membuat ia menangis karena sikap Ridho yang sudah mulai menampakkan karakter aslinya.

Ridho kembali masuk ke kamar mengganti baju dengan baju koko dan mengenakan sarung. Setelah selesai berjalan ke arah ponakan dan istrinya.

"Azzaam, ayah mau ke mushala dulu ya nak, mau sholat maghrib dulu, titip bunda ya nak", mencium kening, pipi kanan dan kiri dan mencubit gemas. Azzaam tetap bermain dengan mainannya.

"Ngak baik bumil marah terus", memeluk istrinya yang sekarang duduk di kasur khusus mereka.

"Lepas mas".

"Maaf...pulang mas dari mushala kita bicara lagi, ingat tuk ceritakan semua", mencium kening istrinya.

Nada hanya diam saja, tak merespon ucapan Ridho, bumil ini lagi baperan.

"Kok diam...", tanya Ridho.

"Lagi malas ngomong", jawabnya dengan ketus.

"Iya...iya yang lagi marah, maaf ya sayang, pasti kaget karena di bentak, mas juga lebih kesal karena ngak di respon, mas pamit ke mushala", mencium kembali istrinya yang lagi mode ngambek ngak jelas.

Ridho sangat menyesal, hanya karena mendengar cerita cinta masa lalu istrinya membuat ia merasa cemburu, kesal karena ia sendiri tak tau dengan perasaan istrinya yan sebenarnya, apakah ada rasa cinta tuk dirinya. Nada pasti marah dengan bentakan yang ia lakukan beberapa kali hari ini. Sungguh hal ini membuatnya prustasi.

Meski Ridho tau sebenarnya bahwa Nada sangat terluka akan seseorang, tapi sejauh ini ia adalah istri yang baik, melayaninya dengan sangat baik, termasuk urusan di ranjang. Adakah cinta tulus tuk ku, batin Ridho.

1
Masri Masri
kayone hamidun ya🥳🥳
Dayunk Mas Day
sangat bagus
Rais Caniago
luar biasa
Siti Rofiatin
Bagus thoor
Rais Caniago
Jambi kota kenangan dalam hidup ku...
Yuniar Sanopa
nice story
Yuniar Sanopa
nice
Pardiyan Lestari
ya Alloh novel ini nama tokoh utamanya sm dngan nama anakku qotrunnada yg artinya "yang merindukan",dan jg ada nama provinsi q yaitu Jambi😁😁
cahaya
up
Bhak Yati
lanjut
Isti Qomah
lanjut makin seru
Isti Qomah
lanjut,,,,, makin seru
Rostin Kude
lnjut
Dwi Nursihati
lanjut
Wikantyas Ardianti
👍
Budi Yulia
lanjut thor semangkin hot ceritanya
Budi Yulia
lanjut thor semangkin hot ceritanya
Budi Yulia
lanjut thor semangkin hot ceritanya
IndraAsya
👣👣👣 Jejak 💪💪💪😗😗😗
Sumaryati Ningsih3
lama sekali nunggunya, upnya hanya sedikit, semangat thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!