"sebenarnya disini yang mesum siapa Aku atau kamu ,honey"! tanya bhara laki laki yang kini sedang mengungkung tubuh Zahra ,gadis berusia 18 tahun yang baru saja lulus sekolah.
Zahra terdiam ,sungguh kali ini dia tidak bisa berkutik ketika bhara menindihnya saat ini, gadis yang selalu penasaran dengan rasanya bercinta ,sepertinya akan merasakannya di bawah belenggu serangan CEO posesif yaitu tuan bhara.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon giyonk17, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 28
"Jangan ngawur,kau pikir aku tertarik dengan kekasih Martin"!
Sahut bhara dengan wajah kesalnya, asisten satunya ini memang sangat kepo dengan perintah boss nya,bukanya langsung melaksanakan tugasnya malah sibuk bertanya seperti Mak Mak komplek yang sedang mencari bahan bergosip.
" Cepat lakukan jika ingin bonusmu aku tambah bulan ini"!.
Kata bhara lagi yang sudah malas berdebat dengan asisten nya itu.
"Baik boss,dengan senang hati"!
Jawab Kelvin setelahnya langsung keluar dari ruang CEO tersebut.
"Ini dia bilang keroknya"!!
Batin Kelvin saat tatapan nya beradu dengan Marin yang juga sedang menatap ke arahnya .
"Ada apa"!?
Tanya Martin yang bingung dengan tatapan laki laki sefrekuansi nya itu.
"Katakan ,apa kau sudah memiliki kekasih"!!
Tanya Kelvin sambil mendudukan bokongnya di atas meja kerja Martin.
"Kepo"!!
Sahut Martin dengan ekspresi menjengkelkan di mata Kelvin.
"Payah"!!
Sahut Kelvin sambil bangkit dari duduknya dan berjalan menuju ruang kerjanya.
"Pekerjaan macam apa ini,suruh ngurusin pacar orang,,di mana harga diriku sebagai jomblo"!!
Geruntuh Kelvin yang ingin menangis meronta ronta saat mobil ini.
Siang pun tiba..
Jam pulang sekolah telah usai zahra dan kedua temanya yang sudah janjian akan makan siang bersama siang itu.
Tring.
Terdengar bunyi pesan dari ponsel Zahra.
Sambil menunggu bis datang Zahra pun membuka pesan yang masuk pada ponselnya.
"Cepat pulang,jangan keluyuran"!!
Isi pesan dari nomor baru.
Dan tidak ada foto profilnya membuat Zahra mengabaikan pesan tersebut,
"Siapa"!
Tanya Silvi yang melirik sekilas pada benda pipih yang berada di tangan Zahra.
"Salah alamat"!.
Sahut Zahra sambil memasukan kembali ponsel nya ke dalam tas.
Di sebuah taman outdoor ketiga gadis random itu sedang duduk dan menikmati makan siang mereka .
Terdengar helaan nafas berat dari Erina dan membuat Zahra dan Silvia pun menatap ke arah sahabat nya itu.
"Ada masalah"!?
Tanya Silvia yang memang selalu care dengan sahabatnya.
"Darell meminta putus dariku"!!
Kata Erina lagi lagi helaan nafas berat keluar dari mulutnya.
"Why,,apa kalian berantem"!!
Tanya Zahra yang sudah mulai kepo saat ini.
"Tidak,hanya saja darell seperti ilfeel dengan ku ,karena aku selalu memaksa minta cium dari nya"!. Zahra dan Erina pun saling pandang dan.
Hahahhaa"!!
Tawa lepas pun terdengar jelas dari mulut kedua gadis tersebut sambil memegangi perutnya .
"Makanya jangan pacaran sama modelan darell dah,mendingan kayak Zahra ini seleranya yang hot hot dan menantang"!
Celetuk Silvia membuat Zahra bungkam seribu bahasa.
Deg"!!
Benar saja bayangan ciuman dan wajah tampan bhara seketika melintas pada benaknya.
"Mulai saat sekarang kamu adalah kekasihku"!!
Kata kata itu lagi yang saat ini menari nari di otaknya .
Tring..!!
Satu pesan masuk pada benda pipih yang ada di samping tangan Zahra yang masuk h diam mematung sebari memegang jus di tangan nya.
"Dimana,kenapa tidak membalas pesan ku"!
Zahra hanya melirik sekilas pada benda pipih tersebut.
Tring.
"Apa kamu mau aku beri hukuman"!!
Lagi lagi dari nomor yang sama.
"Asyuuu,siapa sih "!!
Pekik Zahra sambil meraih benda pipih tersebut dan memencet nomor tersebut dan sumpah serapah sudah Zahra siapkan untuk mengumpati pemilik nomor tidak jelas itu.
Silvia dan Erina hanya menatap heran dengan temanya yang sedang naik tensi tidak jelas..
Tanpa menunggu lama sambungan telpon pun tersabung.
"Hallo"!!
Sapa seorang laki laki dengan suara yang sunggu tidak asing pada indra pendengaran Zahra saat itu.
Glek"!!
Zahra pun hanya mampu menelan ludahnya kasar dengan biji mata yang akan keluar dari tempatnya.
"Tunggu,jangan gila kau Zahra,mana mungkin ini suara om duda itu,tidak tidak ini tidak mungkin,dari mana dia mendapatkan nomorku,aku pun tidak pernah memberinya nomor ,dan suara ini"!!
Batin Zahra yang malah sibuk dengan isi otaknya sendiri mengabaikan panggilan yang masih terhubung itu,sumpah serapahnya g sudah tertata rapi di kepalanya kini buyar seketika.
"Hallo, honey"!!
Prank"!!
Suara lembut tersebut membuat Zahra terkaget kaget hingga ponsel yang menempel pada daun telinganya terjatuh begitu saja.
"Ha,-honey"!!
"Anjirr,merinding sekali aku Cok"!!
Geruntuh Zahra sambil meraba tengkuknya yang mendadak meremang hebat.
Seketika bayangan wajah mesum bhara terngiang ngiang jelas di depan matanya.
"Aaaarrg,otakku"!!.
Pekik Zahra sambil menjambak rambutnya frustasi.
"Raa,, ada apa"!!
Tanya Silvia dan Erina yang mendadak bingung dengan tingkah Zahra yang sudah seperti orang kesurupan.
"Sepertinya jangan berpacaran dengan laki laki dewasa ,jika tidak ingin kamu gila dadakan".
Celetuk Zahra membuat Silvia dan Erina bertambah mumet dengan tingkah Zahra .
"Ayo kita bawa pulang saja dia,sebelum dia edan di sini"!!
Kata Erina dan di angguk i oleh seseorang Silvia.
Bhara yang masih di kantornya pun di buat bingung dengan sambungan telpon yang mendadak mati,dan nomor tersebut juga tidak lagi bisa di hubungi.
"Ada apa,apa sesuatu terjadi"!
Kata bhara sambil bangkit dari duduknya dan meninggalkan pekerjaannya begitu saja.
"Boss,"!!
Panggil Martin yang akan masuk kedalam ruang boss nya memberikan berkas yang harus bhara tanda tangani.
"Taruh di meja"!!.
"Tapi boss"!!
Sergah Martin ,pasalnya ini berkas penting yang harus di kirim ke China,sedangkan boss nya malah sibuk sendiri tidak jelas.
Martin pun hanya bisa menghela nafas kasar..
"Ada apa"!
Tanya Kelvin yang tak sengaja melihat nya.
Martin hanya menaikan dua bahunya tidak tahu.
"CK,tenang tenang,itu efek puber kedua"!!.
Celetuk Kelvin asal.
"Apaa"!!
"Maksud mu tuan boss sedang jatuh cinta ya,jangan bilang dengan gadis"!!
"Yaa,itu kau tahu"!!
Sahut Kelvin sambil melangkah kembali menuju ruang kerjanya .
"Ya tuhan,, dasar duda tidak ingat umur,gadis masih sekolah dia pacari"!
Batin Martin sambil geleng geleng kepala menatap punggung sang boss yang sudah hilang di balik pintu lif.