Haaaaiiii... ini karyaku yang ke 12, menceritakan kelanjutan kisah keluarga Zandra. Nggak kerasa ya, udah season 5 aja.
Di cerita ini, menceritakan keturunan dari Al, Flo, Za, Ar dan Fre.
Karena kemampuan mereka yang bisa melihat dan berkomunikasi dengan "Mereka", sehingga banyak temannya yang meminta bantuannya.
Selain itu, mereka juga sering kali menjumpai kasus-kasus berbau horor. Seperti anggota keluarganya yang lain, di sini... mereka menyembunyikan identitasnya sebagai keturunan Zandra.
Jangan berharap anggota keluarga Zandra yang lain, akan selalu hadir ya. Karena ini adalah kisah KEMBARA KEMBAR 10
Mau tau kisahnya??
Kuy... kita baca kisahnya, semoga menarik dan tidak membosankan ya🥰🥰🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nike Julianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cerita di Balik Kematian Para Arwah
DOR
KYAAAAAA
Anin tertarik, ia pun berpindah tempat. Kini ia ada di dapur, ia menutup mulutnya. Matanya langsung ia tutup, tak lama datang ketiga orang yang ada di taman tadi.
"IBUUUU" teriak mereka
"Wah wah... banyak perempuan ternyata di sini, aku menyukai daun muda. Itu untuk mu saja" ucap seorang pria, yang sedang... sedang menyet*buhi istri dan juga ibu dari ketiga orang tersebut.
"B*JINGAN" teriak sang ayah, ia hendak melawan.
DOR
"AAARRGGGHHT" teriak sang ayah, karena kakinya di tembak
"KYAAAAA" kedua putrinya berteriak ketakutan
"Jangan macam-macam, ck ck ck. Sungguh malang nasib kalian, karena menjadi target kami. HAHAHAHA" ucap pria yang mungkin ketua penjahat tersebut. Tanpa ampun, ia menarik salah satu putri penghuni rumah tersebut.
"Aku akan memperlihatkan tontonan, sebelum kamu mati." ucap penjahat itu
"TIDAKKKK" teriak ayah, wajahnya memerah karena marah dan kesal karena tidak bisa menolong keluarganya.
"KYYYAAAA... LEPASKAN, LEPASKAN AKU" teriak putri pertama, ia terus memberontak
PLAK
"AAAKKHH"
"Berteriak lah, aku sangat menyukainya. Kau benar-benar membuatku bergairah, anak manis." gadis itu menggelengkan kepalanya, air matanya terus mengalir. Takut.. ya, ia sangat ketakutan saat ini.
Tak lama, datang satu penjahat lain.
"Kalian bersenang-senang tanpa mengajakku, hah?!" ucapnya
"Masih ada gadis itu, nikmatilah." ucap penjahat 1
"TIDAAAAKKK... LEPASKAN MEREKA" teriak ayahnya lagi, ia sampai memukul lantai berkali-kali.
"KYYAAAAA" teriak putri kedua saat penjahat yang baru datang, menariknya dan membaringkannya di atas meja dengan kasar.
Kedua putrinya berteriak kesakitan, sedangkan sang istri sudah tidak bernyawa karena di tembak setelah penjahat kedua puas dengannya.
Sang ayah tidak bisa menggerakkan tubuhnya, karena bukan hanya kaki kiri nya, namun kaki kanannya pun kena tembak. Tubuh Anin bergetar hebat, ia tak berani membuka matanya. Menjijikkan, ini terlalu menjijikkan.
Anin ingin ikut berteriak, telinganya terasa pengang. Mendengar teriakan dan juga suara tembakan, yang tidak hanya sekali.
DOR
DOR
DOR
Tembakan demi tembakan, di arahkan kepada ketiga orang itu. Tepat di jantungnya, mereka pun mati saat itu juga.
"AAARRRKKKHHH" teriak Anin, ia pun ambruk terduduk. Memegang dadanya yang terasa sesak, jahat... mereka iblisss.
SYUUUTT
Anin kembali tertarik ke tempat lain, para pria itu menguburkan ke empat jenazah itu di tempat yang berbeda. Anak-anak di dekat pagar, sedangkan kedua orang tuanya di bawah pohon yang membuat mereka merasakan aura berbeda saat masuk.
Tangisan Anin tidak mau berhenti, ia terus meraung. Bahkan, sampai ia kembali ke tubuhnya. Haidar dan Yas melepas rantai, mereka langsung mendekati Anin. Anin memeluk sang abang, Haidar mencium kepala Anin.
"Huhuhuu.... mereka semua jahat, mereka jahat bang, mereka jahat Haidar." tangisan Anin semakin pecah, Yas mengeratkan pelukannya. Ia bisa merasakan tubuh sang adik, bergetar hebat.
Pantas saja, arwah ini menyimpan dendam begitu besarnya. Karena cara nyawa mereka terenggut, benar-benar tidak manusiawi. Seandainya membunuh itu bukanlah dosa besar, Anin akan menghabisi mereka.
"Je-jenazah m-mereka, a-ada di tempat yang kita rasakan keganjilan. Temukan mereka, dan makamkan dengan layak." lanjut Anin sesenggukan
Haidar mengangguk, ia menghubungi polisi dan menceritakan semuanya.
Ke empat arwah itu, kini merasa lebih tenang. Mereka di rumah itu, sudah puluhan tahun. Belum tentu para penjahat yang sudah menghabisi keluarganya, masih ada.
'Terima kasih' ucap mereka, lalu menghilang. Begitu juga dengan jiwa-jiwa yang terjebak, mereka semua terbebas.
Anin masih menangis dalam pelukan Yas, tak lama kesadarannya pun menghilang.
"ANIN" teriak Yas, semua saudaranya langsung mendekat.
Haidar memegang pergelangan tangan Anin
"Tekanannya terlalu besar, kita segera bawa pulang saja." ucapnya cemas
"Om... bawa tante dan Esmerald. Sebaiknya kalian ikut ke kediaman kami, tante biar di obati oleh obu kami." ucap Adicandra
"Apa itu tidak merepotkan?" tanya ayah Esmerald
"Tentu saja tidak, mari om." jawab Kalila
Ayah Esmerald pun, segera mengangkat tubuh sang istri.
"Ayo canim" Esmerald mengangguk, mereka pun segera pergi ke rumah kediaman Zandra. Kecuali Haidar dan Haidir, mereka akan menyusul setelah polisi datang.
.
.
"Ada apa ini?" tanya Yumi cemas, ia yang sedang menunggu anak-anak di depan rumah. Terkejut dengan apa yang ada di depannya, Yas menggendong Anin. Dan ada tiga orang asing, di antara cicitnya.
"Kami akan menceritakan nanti obu, kami butuh bantuan obu." ucap Adikirana
Yumi pun segera masuk dan meminta Yas dan pria asing itu, untu merebahkan mereka di ranjang yang sama. Tapi... ekspresi ayah Esmerald terkejut, karena ternyata anak-anak muda yang menolongnya adalah penerus dari keluarga terpandang di negara ini.
Siapa yang tidak mengenal keluarga Zandra? Keluarga kaya raya, yang di kenal sangat dermawan dan ramah. Namun sangat tegas, dalam memberikan hukuman. Tak ada ampun, bagi siapapun yang berani mengusik ketenangan mereka.
Yumi menoleh, ia pun tersenyum "kita akan bicara nanti" ucapnya
"Apa yang sudah terjadi? Bagaimana energinya, bisa hampir habis seperti ini?" tanya Yumi
Yas menceritakan apa yang sudah terjadi, Yumi ikut merasakan sesaknya. Pantas bila arwah yang menempati rumah, semarah itu.
Tidak... ini tidak sesederhana itu, ada penyebab lain.
"Kama, tolong ambilkan daun bidara yang ada di taman ya." pinta Yumi, Kama mengangguk
"Kalila, tolong siapkan air hangat sayang di bathub." titah Yumi lagi
"Iya obu"
"Kamu... maksudku kalian muslim kan?" tanya Yumi, Esmerald dan ayahnya mengangguk.
"Kalau begitu, ambil wudhu ya. Yang perempuan, pakai mukena. Anisa, tolong pinjamkan untuk..."
"Esmerald nek" jawab Es
"Ya" ucap Yumi, semuanya pun menuruti apa yang di ucapkan oleh Yumi. Begitu juga dengan ayahnya Esmerald, beliau di ajak oleh Yas untuk bersiap.
.
Yumi menaruh daun bidara, ke dalam bathub. Ia juga meminta semua orang, untuk duduk berkumpul di dekat ranjang. Bahkan, kini semua anggota keluarga sudah pulang dan berkumpul. Serina sempat menangis, melihat kondisi Anin. Al, menenangkan sang istri.
Begitu juga dengan Haidar dan Haidir, mereka sudah kembali setelah mengurus semuanya dengan polisi. Haidar merasa sangat sedih melihat adik kesayangannya, belum sadarkan diri.
"Anin hanya kelelahan, jangan terlalu khawatir." ucap Al pada Serina
Esmerald dan ayahnya merasa sangat bersalah, karena penyebab Anin seperti itu adalah untuk menolong mereka.
"Jangan menyalahkan diri sendiri, ini semua sudah kehendak Allah." ucap Za tersenyum, ayah Esmerald menoleh. Ia merasa bingung, bagaimana mungkin pria di sampingnya bisa tau apa yang sedang di pikirannya.
"Baiklah, kita akan memulainya. Baca surat yang sudah aku ucapkan tadi, kita akan melepaskan energi hitam yang mengelilinginya terlebih dahulu. Setelah itu...
"Ahmed Reyhan Sayan, panggil saya Ahmed" ucap ayahnya Esmerald
"Dan istrimu?"
"Rana Yagmur Sayan" Yumi pun mengangguk
"Baiklah, kita mulai. Bismillah...." semua orang membacakan surat yang diminta, Yumi duduk di antara Anin dan Rana.
Dari tubuh Rana, keluar asap hitam. Begitu asap itu keluar, seolah terdengar jeritan-jeritan. Tiba-tiba Rana bangun dan matanya melotot, menatap Yumi. Yumi pun tak kalah tajam, membalas tatapannya.
...****************...
Jangan lupa like, komen, gift, vote, dan masukin ke dalam favorit.... 🥰🥰🥰
...Happy Reading All💓💓💓...
keren keren keren😍😍😍😍