NovelToon NovelToon
TAWANAN CINTA MAFIA TAMPAN

TAWANAN CINTA MAFIA TAMPAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Aliansi Pernikahan / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir / Wanita Karir
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Desty Cynthia

"Lepasin...sakit tahu!!!"
Teriak seorang gadis yang di seret paksa oleh seorang pria tampan namun bringas.
Arabella Jenevile Dirgantara terjebak atas kecerobohannya sendiri.
Dia tak sengaja melihat hal yang seharusnya tak dia lihat.

"Jangan coba coba lari dariku gadis nakal. Nyawamu ditanganku!" Seringai pria bernama Dariush Cassano.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desty Cynthia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Arabella Jeneville Dirgantara

"Bel, kamu jadi ke Catania?" Ucap seorang wanita cantik yang sudah berumur, Lorraine.

"Jadi mom, aku pergi besok. Semua sudah di siapkan Jay." jawab Arrabella yang biasa dipanggil Bella. Gadis cantik berwajah belasteran dengan hidung bangirnya.

"Good. Kabari mommy setelah sampai disana okay. Tidak ada alasan!"

"Siap mommy sayang."

Datang seorang pria paruh baya yang merupakan suami dari Lorraine, yaitu Dave Anderson. Meskipun bukan usia muda namun aura dan kharismanya sangat melekat.

Dingin, irit tak banyak bicara, dan sangat otoriter. Ketiganya sarapan pagi sebelum Bella pergi ke butik tempat dia bekerja. Hanya ada suara dentingan sendok dan garpu. Mereka hanya fokus pada makanan.

Alih alih mengajak sang daddy bicara, Bella lebih memilih pamit duluan untuk bekerja. Ya dia Arrabella Jeneville Dirgantara. Anak tunggal dan satu satunya dari turunan Dirgantara.

Arrabella sendiri menyembunyikan identitasnya di depan orang lain. Sebab kebanyakan orang mendekatinya hanya karena dia anak dari seorang Dirgantara. Bella ingin di kenal menjadi dirinya sendiri.

"Bella tunggu!" Ucap suara bariton dan tegas itu memanggil anaknya. Anak perempuan itu berbalik ketika dipanggil dan mendekati daddy-nya.

"Yes dad."

"Jaga diri baik baik disana. Jay nanti akan menyusul setelah pekerjaan di sini selesai. Mengerti? Dan selalu aktifkan ponselmu jika tidak ingin aku gantung."

Namun bukannya takut tapi Bella malah cekikikan mendengar celetukan dan juga nasihat daddy-nya. Dia memeluk erat sang daddy tercintanya.

"Siap dad, aku kan anak penurut."

"Good."

Singkat padat dan jelas. Bella pamit dan menghilang dari hadapan daddy-nya.

"Jay, awasi Bella."

"Baik tuan!"

-

-

-

Arrabella Butik adalah tempatnya bekerja. Profesinya menjadi seorang designer adalah impian dan cita citanya dari kecil. Gayanya yang modis dan selalu menjadi pusat perhatian.

Tak ayal membuat para wanita diluar sana iri dengan Bella. Namun mereka tidak pernah tahu siapa Arrabella sebenarnya.

Bella sendiri membuka usaha butiknya dibantu oleh daddy-nya dengan syarat yang luar biasa tentunya.

"Good job, Nat. Kita bisa launching bulan depan. Siapkan semuanya." Ucap Bella penuh bangga akan hasil karya-nya.

"Oke boss, aku yakin design ini akan menjadi nomor satu. Dan juga jadwal untuk fashion show sudah di siapkan." jawab Natasha asisten pribadi Bella.

"Kamu memang bisa aku andalkan."

Senyuman Bella merekah tak kala design-nya yang sudah mendunia dipakai oleh beberapa selebriti dan tokoh tokoh penting. Kali ini design yang dia buat adalah pesanan dari keluarga bangsawan.

Seperti biasa Bella akan lembur sampai malam di temani Natasha dan kopi favoritnya. "Sudah malam boss, lebih baik istirahat dulu."

"Sebentar lagi, Nat. Kamu pulang duluan saja. Aku masih banyak kerjaan."

Natasha pamit duluan dari sana. Untungnya Bella bukan tipe boss yang arogan. Dia masih berbaik hati walau kadang keras kepala dan galak, tapi dibalik itu semua Bella sosok yang baik dan ramah. Hanya saja tidak cocok di mukanya yang cuek dan judes.

CEKLEK

"Hai girl...sudah malam. Betah sekali di sini." Celetuk seorang pria tampan yang baru datang ke ruangan Bella.

Mata Bella membulat ketika melihat pria yang ada di hadapannya. Begitu rindunya dia pada orang itu. "Dylan... oh my God."

Gadis dengan manik hazel grey itu berdiri dan memeluk Dylan, sahabat baiknya. "Kapan kamu pulang, kok nggak kabarin aku?" Rengek Bella yang masih gelendotan di pelukan Dylan.

"Aku rindu kamu, Bell. Baru tadi sore aku sampai, terus kesini. Ayo kita makan malam, kamu pasti belum makan."

Dylan mengecup kening sahabatnya. Yah tidak ada persahabatan murni antara lelaki dan perempuan. Di kasus ini, Dylan yang menaruh rasa pada Arrabella sejak kecil.

Namun Bella sepertinya cuek atau memang pura pura tak mau tahu, padahal Dylan sering mengungkapkan cinta padanya. Tapi Bella selalu membalas dengan senyuman.

Keduanya pergi dari sana dan menuju caffe. Didalam mobil Dylan memberikan kalung cantik pada Bella. "Bagus dan indah. Thank's Dylan. Kamu nggak perlu seperti ini."

"Kapan kamu akan membuka hati untukku?"

"Jangan seperti ini, aku sudah nyaman dengan persahabatan kita. Jangan di rusak Dylan, please." Lirih Bella yang menatap lekat mata indah Dylan.

Tangan Dylan menangkup wajah Bella "Izinkan aku sekali ini saja, aku harap kamu tidak menamparku."

"Akan ku tampar setelah ini."

Wajah Dylan kian mendekat dan mengecup bibir indah Bella. Wanita yang diciumnya tak bergeming. Dylan menciumnya lagi dan lagi dia juga melumatnya sampai habis. Seketika Bella membalasnya.

Peraduan dua bibir manusia itu terjadi di dalam mobil dengan penuh hasrat. Tidak ada rasa cinta dari Bella, murni hanya mengikuti permintaan Dylan saja.

Cukup lama keduanya saling berciuman menikmati setiap gigitan kecil, Dylan semakin merapatkan pinggangnya dengan Bella. Bibirnya nakal dan berpindah mencium daun telinga Bella.

"Ahhh..."

Desahan kecil keluar dari bibir Bella. Tampaknya dia juga sedikit menikmati moment itu. "Cukup Dylan." Bella melepaskan ciumannya, tangannya masih di dada bidang Dylan.

"Kenapa, Bell? Kamu juga menikmatinya kan?"

"Iya, tapi aku tidak mau merusak apa yang sudah kita jalani selama ini. Ayo aku lapar sekali, kamu mau lihat wanita mati di mobilmu karena kelaparan hah?" Celetuk Bella yang membuat Dylan tertawa sumbang.

"Oke oke...sepertinya gadis kecilku sebentar lagi berubah jadi singa."

Dylan menjalankan mesin mobilnya dan melajukan mobilnya menuju restoran. Disana keduanya makan malam, baik Dylan atau pun Bella tak membahas lagi apa yang sudah terjadi.

"Ahhh syalan, kenapa tadi aku menikmatinya? Mungkin karena aku kelamaan single jadinya seperti ini." Gumam Bella tertawa dalam hati.

"Kenapa senyum senyum? Aku tampan?"

Bela tertawa kecil akan perkataan sahabatnya itu, dia menggeleng pelan kepalanya. Dia juga berkata akan pergi ke kota Catania, di Italy besok sore.

"Secepat itu? Aku baru sampai, tapi kamu malah pergi. Jahat kamu, Bell." Celetuk Dylan dengan wajah kecewanya.

"Iya aku harus mencari inspirasi baru untuk design-ku. Kamu tahu kan cita citaku. Aku disana nggak lama, hanya satu minggu." Jawab Bella santai.

"Nanti aku menyusul, aku nggak mau tiba tiba disana kamu kencan sama cowok bule."

Alih alih marah tapi Bella malah tertawa terbahak bahak mendengarnya. Di otak Bella belum terpikirkan menjalin hubungan dengan siapapun. Obsesinya menjadi designer yang terkenal masih jadi prioritas utamanya.

"Jangan ngaco! Aku nggak doyan bule."

"Terus doyannya siapa? Aku kan?" Ucap Dylan sembari menaikan kedua halisnya menggoda sahabatnya itu.

"Diam! Aku mau makan!"

Begitulah Bella isi hati dan pikirannya tak mudah di tebak. Terkadang baik, terkadang menakutkan, terkadang cuek, pastinya dia sedikit gila. Tidak lupa bibirnya yang pedas seperti bon cabe.

Tak ada lagi pembicaraan mereka benar benar menikmati makan malam dengan hidangan salmon steak favorit Bella.

"Aku akan terus memperjuangkan mu Arabella."

1
Vivi Alfia Dewi
next Thor di tunggu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!