Dewangga adalah seorang pangeran yang sebentar lagi akan dinobatkan menjadi seorang raja di zaman kuno. Dengan bantuan dari sistem, dia terlempar ke zaman modern ketika dia hampir saja terbunuh dari serangan musuh.
Tiba-tiba dia berada di dalam sebuah mobil dengan keadaan tanpa busana. Ternyata di dalam mobil tersebut terdapat seorang wanita cantik, membuat mereka dikira telah berbuat tak senonoh dan nikahkan oleh masyarakat secara paksa.
Dari sanalah perjalanan kehidupannya sebagai seorang manusia biasa dimulai. Dia yang awalnya hidup selalu dihormati dan disegani oleh semua orang di zaman kuno, kini di zaman modern dia hidup dengan penuh banyak rintangan.
Rupanya cincin warisan dari leluhur mengaktifkan sebuah sistem, untuk membantunya bisa kembali ke zaman kuno, dengan syarat dia harus melakukan misi-misi yang telah ditentukan oleh sistem, untuk memburu orang-orang yang melakukan kejahatan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DF_14, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34
Adit telah tiba di apartemen miliknya, dia berjalan gontai dan nampak lesu, mungkin karena saat ini hatinya sedang tidak baik-baik saja. Dia sangat cemburu kepada Dewangga.
Adit telah membulatkan tekadnya untuk memutuskan hubungannya dengan Marsha, dia tidak ingin kehilangan Sandra. Walaupun pada awalnya dia pikir hidupnya akan baik-baik saja tanpa Sandra, sehingga dia memilih untuk menerima perjodohan dengan Marsha. Tapi ternyata dia sangat merasa cemburu dan tidak rela ketika Dewangga memperkenalkan diri sebagai suaminya Sandra.
Begitu dia masuk ke dalam apartemen, Adit segera mengirim pesan kepada Sandra.
[Aku akan selalu setia menunggu kamu sampai akhirnya kita bisa hidup bahagia bersama, Sandra.]
Adit tiba-tiba saja merasakan ada seseorang yang sedang memeluknya dari belakang. Dia pun menghela nafas dengan berat, dia tahu siapa orang yang sedang memeluknya.
"Aku kangen banget sama kamu, sayang." Terdengar suara Marsha yang sedang memeluk Adit dari belakang, wanita itu nampak mengenakan lingerie yang sangat seksi.
Adit melepaskan pelukan Marsha, dia membalikkan badannya, memandangi Marsha. "Bukannya tadi kita sudah ketemu saat makan malam?"
"Nah itu yang ingin aku tanyakan, setelah kamu pergi dari mansionku, kamu pergi kemana?" tanya Marsha dengan tatapan penuh curiga.
Adit tidak mungkin bilang bahwa dia habis bertemu dengan Sandra. Walaupun pada akhirnya dia akan memilih Sandra, tapi dia tidak boleh terburu-buru memutuskan Marsha. Masih ada waktu satu bulan lagi untuk dia bisa mendapatkan warisan dari ayahnya, kemudian setelah itu, barulah dia memutuskan Marsha, lalu dia akan menikahi Sandra.
Adit memang tidak bisa memilih antara Sandra ataupun harta, keduanya penting untuknya.
"Aku habis bertemu dengan teman," jawab Adit dengan nada dingin.
"Setelah Sandra kembali ke Indonesia, aku merasa sikap kamu berubah. Padahal sebelumnya hubungan kita selalu panas, kita sudah lama lho tidak bercinta."
Walaupun hubungan mereka baru tiga bulan, tapi kucing mana yang tidak tergoda jika terus disuguhi ikan asin? Apalagi Marsha memang sangat hot di ranjang, karena Marsha dari awal bercinta dengan Adit, dia sudah tidak perawan.
Namun, setelah kehadiran Sandra ke Indonesia, Adit tidak pernah bercinta lagi dengan Marsha. Apalagi setelah Dewangga hadir di dalam kehidupan Sandra, pikiran Adit saat ini hanya tertuju kepada Sandra. Dia sangat tidak rela jika Sandra menjadi milik orang lain.
"Kamu salah paham, aku hanya kecapean saja," jawab Adit dengan nada malas.
Namun, Marsha tidak ingin menyerah, dia malam ini memang sangat membutuhkan kepuasan dari seorang pria. Pria-pria yang sering bermain dengannya lagi sibuk dengan pasangan masing-masing.
"Yakin gak mau nih?" tanya Marsha sambil berjongkok, dia membuka resleting celana yang dikenakan oleh Adit.
"Marsha..." Adit ingin menolak, tapi dia nampak menganga ketika Marsha dengan begitu cepat memerosotkan boxer milik Adit, sehingga wanita itu memasukkan sang joni ke dalam mulutnya.
"Mmhhh!" Kalau di dalam situasi seperti ini bagaimana bisa dia menolak, apalagi Marsha memang sangat mahir, dia menji-lat dan menghisap sang joni dengan begitu lihai, membuat Adit menggila.
"Arrrgghhh.... Marsha!" Adit menjambak rambut Marsha, dia menggerakkan pinggulnya. Rasanya begitu nikmat.
Adit sudah tidak tahan, dia pun segera mengeluarkan sang Joni dari mulut Marsha, kemudian dia menggendong wanita itu, membawanya masuk ke dalam kamar.
Adit melepaskan lingerie yang dikenakan oleh Marsha, membuat wanita itu tela-njang bulat.
Tanpa menunggu waktu lama lagi, dia segera menyatukan tubuh mereka berdua, dia mengge-njot tubuh Marsha dengan tempo cepat, sementara mulutnya sedang menikmati buah dada yang bergelantungan.
Marsha membalikkan posisi, kini dia yang berada diatas pinggul Adit, bergerak dengan sangat liar. Suara des-ahan terdengar menggema memenuhi kamar tersebut. Adit memegang pinggul Marsha, membantunya untuk mempercepat gerakannya.
"Ahhh.... ahhh... ahhh!"
Adit dan Marsha masih memiliki hubungan sebagai seorang kekasih, sehingga Adit merasa bahwa apa yang dia lakukan bersama Marsha sama sekali tidak salah. Mereka melakukannya suka sama suka. Apalagi dia memiliki waktu satu bulan untuk bisa bersatu dengan Sandra. Setelah dia bersatu dengan Sandra, barulah dia tidak akan pernah bermain lagi dengan Marsha.