jika hati sudah memilih, maka logika tak bisa lagi bicara. percuma saja punya kriteria jika yang sesungguhnya menilai adalah perasaan
kita tak pernah tau pada siapa akan jatuh cinta, ketika hati memilih bukan kesempurnaan yang diutamakan, tapi cintalah yang menjadikannya sempurna
ku memilihmu, karena kamulah cintaku!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri_uncu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jangan becanda!
"maaf ya bang, saya ngga bisa terima" keyza menolak bahtiar yang kembali ingin menjalin hubungan dengan keyza
Setelah tahu bahwa waktu itu hanya kesalah pahaman saja. Orang tua bahtiar mengizinkan jika keduanya ingin bersama lagi
"tapi key, waktu itu saya benar-benar bingung harus bagaimana" bahtiar menyesal tak mengambil keputusan sesuai keinginan hatinya
Waktu itu bahtiar hanya patuh pada ibunya yang tak merestui hubungan dengan keyza dilanjutkan
"mungkin memang kita tak berjodoh, sudahlah bang banyak wanita yang lebih baik dari saya. Semoga abang segera bertemu jodohnya" meski keyza tak pernah menyukai bahtiar tapi selama ini dirinya diperlakukan sangat baik
Keyza juga merasa tak enak hati, tapi perasaan tak bisa dipaksakan. dan bahtiar juga sudah meragukannya sejak awal. Bagi keyza hubungan tanpa kepercayaan akan sulit bertahan
"tidak bisakah satu kesempatan lagi kamu berikan dek, abang beberapa bulan ini mencoba melupakanmu tapi tetap tak bisa" bahtiar meminta agar keyza memikirkan lagi keputusannya
"bang maaf ya, saya ngga bisa"
"dia calon istri saya!"
Gaffi menyahut ucapan keyza yang menolak bahtiar.
"gaffi!" keyza terkejut dengan yang dikatakan oleh gaffi, tiba-tiba saja datang dan bicara sembarangan
"anda, sepertinya saya pernah lihat" bahtiar nampak tak asing dengan wajah pria yang mengaku sebagai calon suami keyza
"iya, kita pernah bertemu. Maaf dia sekarang calon istriku" gaffi ikut duduk disamping keyza
"apa maksudmu?" keyza berbisik pada gaffi, keyza tak meminta bantuan sama sekali untuk menolak bahtiar
"kita sudah pernah tidur diapartemen"
uhukk..uhuk
"maaf bang!" keyza sampai menyemburkan minumnya ke bahtiar karena terkejut dengan ucapan gaffi
"kalian?" bahtiar juga ikut kaget
keyza menatap gaffi "i-iya kami pernah tidur bersama waktu saya mabuk"
Mungkin dengan cara ini bahtiar akan menyerah untuk meminta kesempatan pada keyza lagi
"baiklah, saya rasa memang kita tidak berjodoh, saya pamit" bahtiar pergi meninggalkan keyza dan gaffi dengan rasa kecewa
Dia tau keyza bukan wanita yang seperti itu, tapi cara menolaknya membuatnya semakin yakin hubungan yang dipaksakan tidak akan baik
"iya kak!"
Setelah bahtiar pergi keyza mendapat telfon dari kakaknya memintanya pulang bersama dengan pria yang mengakui calon suaminya
****************
bug
Sebuah pukulan mendarat di pipi gaffi
"kak!" keyza menghalangi kakaknya yang ingin menghajar gaffi
"bangun!"
Bukan hanya pukulan tapi tendangan dikaki gaffi dilakukan oleh clayton
"sayang udah, anak orang bisa mati" gita menahan suaminya
"gaf, ayo bangun" keyza membantu gaffi yang terlihat lemas. Bukan tak berani atau tak mampu membalas tapi gaffi menghormati clayton sebagai kakak keyza dan juga suami dari bosnya
"kakak kenapa main pukul orang sembarangan!" keyza memukul lengan kakaknya
"kakak udah kasian, kakak jahat!" keyza sampai menangis
"keyza, sudah biarkan saja" gaffi yakin pasti clayton sudah mendengar ucapannya pada bahtiar sore tadi
"obati dia dan suruh ke ruang kerja" clayton sudah puas menghajar gaffi saatnya introgasi
"ngga! Aku ngga mau kakak pukul dia lagi, ayo pulang saja!" keyza menarik tangan gaffi tentunya bagian yang tertutup baju karena keyza tau gaffi tak mau disentuh wanita
"jangan membantah!" clayton berbalik lagi
"key, dengar kata clayton" gita yakin suaminya bukan ingin marah lagi
"bik bawakan kotak obat" ucap gita lalu mengantar suaminya ke ruang kerja
"buruan key" gita memberikan isyarat
"non pacarnya ganteng banget" bisik art
"sst!" keyza meminta artnya diam
Keyza juga tak menyangkal, sejak awal bertemu memang gaffi sudah menarik hatinya dengan ketampanannya
"mana ruang kerjanya?" gaffi menuruti permintaan kakak keyza
"jangan deh gaf, aku ngga mau kamu semakin terluka" keyza menghalangi gaffi
"minggir atau saya cium" gaffi sudah mulai berani
"mau cium" keyza bukannya takut malah semakin menantang
gaffi malah jadi bingung sendiri, biasanya di novel atau film jika mengancam wanita dengan kata cium maka akan minggir lain hal dengan keyza
"percaya sama saya, minggir lah dulu. Nanti kalau sudah halal boleh pegang sepuasnya" gaffi berbisik ditelinga keyza
Keyza membeku, rupanya pria kalem juga lebih sangar
"non! Orangnya sudah pergi!"
Keyza masih saja melamun, "hah! Iya bik!" keyza mendekat ke pintu ruang kerja clayton bersama dengan gita
Keduanya memasang telinga dipintu berharap bisa mendengar apa yang dibicarakan dua pria didalam