"Aakkhh sakit sekali larass." Teriak rahmat kesakitan di atas ranjang
Laras terus menangis melihat penderitaan suami nya, Hampir satu minggu ini rahmat terus kesakitan pada tongkat nya.
Bahkan kemaluan rahmat tampak bengkak kemerahan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagas celaka
Rukayah menatap rahmat bingung karena pria ini malah minta jimat untuk menangkal datang nya ki lawu, Ternyata rahmat tetap pergi kerumah nya rukayah.
"Aku akan membayar mu berapa saja, Tapi tolong buat kan jimat untuk laras." Pinta rahmat serius.
"Kau sudah tidak waras?! Genderuwo itu sudah menyatu dalam diri mu, Tidak ada cara untuk menghindari nya." Ucap kayah.
"Bagai mana maksud mu mbak?" Bingung rahmat tidak mengerti.
"Kau dan ki lawu sudah menjadi satu tubuh, Tidak akan ada cara untuk menghindari nya! Kecuali kau mencerai kan laras." Jelas rukayah.
Kau gila! Tidak mungkin aku mencerai kan laras." Bentak rahmat tak terima.
"Maka dari itu jalani saja seada nya hidup yang telah kau pilih, Semua jalan yang kita ambil pasti ada resiko nya." Ujar rukayah.
Hati rahmat mulai ketakutan jika ki lawu sungguh ingin memiliki laras, Dan apa benar jika ki lawu sudah menyatu dalam diri nya.
"Sebaik nya kau pulang dan persiap kan diri mu." Suruh rukayah.
"Kenapa?"
"Ki lawu terluka cukup parah, Kau pasti akan merasa kan dampak nya juga." Rukayah berkata serius.
"Tidak bisa kah aku dan dia di pisah kan kayah? Lagi pula aku punya nyi simah." Rahmat mulai enggan dengan keberadaan ki lawu.
"Nyi simah dan ki lawu sudah sepasang, Mana mungkin untuk di pisah kan! Aku tidak akan kuat menahan amukan ki lawu." Sahut rukayah.
Akhir nya rahmat pulang dengan tangan kosong, Tidak penangkal yang bisa melindungi laras dari ki lawu. Kecuali memang laras mampu melawan iblis mesum tersebut.
"Sebaik nya aku tinggal dulu di sini sementara waktu, Ki lawu pasti masih mengincar laras." Batin rahmat.
Ia tidak rela jika sang istri sampai jatuh ketangan ku lawu, Apa lagi rahmat tahu sosok ki lawu seperti apa. Namun genderuwo itu bisa merubah wujud sesuka nya.
"Dari mana mas rahmat?" Tegur nino yang sedang duduk di pos ronda.
"Biasa lah no, Jalan jalan melihat suasana kampung." Sahut rahmat.
"Ya jangan malam to mas, Nanti sampean di tampaki sesuatu." Nino menakuti rahmat.
"Halah kamu ini, Kamu sendirian jaga kok ndak takut?" Tanya rahmat duduk di sebelah nino.
"Tuh dudung sama pak rt lagi beli makanan." Jawab nino.
Nino mental nya agak kuat jika masalah hantu, Beda hal nya dengan dudung yang amat penakut saat malam hari begini.
"Lama libur nya mas?" Tanya nino basa basi.
"Iya no, Aku berhenti dari bos yang lama." Rahmat mulai menyusun cerita.
"Kenapa mas? Kan enak to kerja sama bos baik." Kaget nino.
"Dia pindah keluar negeri, Jadi aku ya terpaksa nganggur dulu." Jawab rahmat.
Tak lama berselang pak rt dan dudung datang, Malah ada bagas juga ikut bersama mereka. Bagas menatap rahmat penuh rasa dengki, Masih tak terima kalau hidup rahmat membaik.
"Eeh ada mas rahmat juga." Tegur pak rt meletak kan belanjaan.
"Iya pak, Kebetulan lagi senggang." Angguk rahmat sopan.
"Dih senggang! Udah kayak orang paling sibuk aja." Cibir bagas tak suka.
"Lah kan emang sekarang mas rahmat sibuk pak, Toh dia udah bisa bangun rumah besar." Dudung membela rahmat.
"Halah rumah kayak gitu saja kok bangga!" Bagas semakin sewot.
"Udah to bapak bapak! Kenapa malah pada ribut sih." Cegah pak rt.
Bagas yang sangat kesal pun langsung pulang, Di iringi seringai rahmat yang tidak ada orang melihat nya. Bagas pulang menuju rumah istri muda nya, Berharap nanti di jalan bisa bertemu dengan laras.
Namun jalan ini seolah terus saja berbelok tak ada ujung nya, Biasa nya hanya sepuluh menit berjalan dari pos ronda. Ini sudah hampir satu jam lama nya.
"Apa cuma perasaan ku saja." Heran bagas menatap kanan kiri.
Baru bagas sadari jika dia sudah tidak di kampung nya lagi, Sebuah hutan yang amat rimbun dengan pohon besar menjulang tinggi.
"Di mana aku ini?!" Seru bagas ketakutan.
Mencoba untuk berlari meningal kan hutan belantara ini, Namun kaki bagas malah tersandung sesuatu.
"Aduuh!"
Bagas terpekik karena jatuh dan terseret oleh sesuatu, Kanan kiri nya penuh dengan ular besar dengan warna yang berbeda beda.
"Eegghh."
Hanya erangan yang tertahan karena tubuh bagas di lilit ular besar bekepala dua, Lidah nya menjulur keluar. Seperti ular yang ada di film.
Ular ular lain juga mengerumuni bagas yang ketakutan setengah mati, Batang besar yang semula di kira pohon itu ternyata adalah ular.
"Kenapa kau mengganggu suami ku anak manusia?" Seorang wanita cantik berbadan ular menghampiri bagas.
"Pergi dariku!! Aku tidak ada urusan dengan iblis macam kalian." Teriak bagas.
"Kau harus mendapat hukuman karena telah berani mengusik nya." Geram wanita cantik itu.
"Tidak! Ku mohon jangan lakukan." Pekik bagas meronta ingin lepas.
Kekuatan bagas tidak sebanding dengan ular berkepala dua itu, Mulut nya terbuka lebar ingin menelan bagas hidup hidup.
Bleep.
"Aakkhhh!"
Rasa sesak seperti di remas pada kepala nya, Bahkan kepala bagas bagai kan mau meledak akibat gigitan ular jejadian ini.
Pandangan bagas hitam dan kesadaran nya hilang, Namun masih bisa merasa kan sakit pada bagian tubuh bawah nya yang tercabik cabik akibat gigi ular tersebut.
"Ahaha ahkk."
Bagas tersentak bangun seketika dan menemukan diri nya masih hidup, Tapi masih berada di hutan misterius ini. Secepat kilat bangun sambil melangkah terseok seok.
"Untung cuman mimpi, Tapi kenapa kaki ku sakit sekali." Bagas keheranan sambil berlari.
Rasa sakit yang sangat luar biasa, Namun sama sekali tidak ada luka pada kaki nya. Bagas tidak sadar bahwa ada dua titik hitam pada kedua betis nya, Titik tersebut lah yang mengakibat kan sakit.
"Aku harus keluar dari hutan buatan ini, Rahmat pasti membuat sihir untuk ku." Bagas menatap kanan kiri.
Namun hanya gelap dan pekat nya malam saja, Sama sekali tidak ada cahaya yang bisa menunjuka kan jalan pulang.
"Aaakkhh!"
Bagas terperosok kedalam jurang kecil seperti sumur, Kedalaman nya sekitar dua meter lebih sedikit. Pinggiran nya pun sangat licin sehingga bagas tidak bisa memanjat naik.
"Toloooong, Seseorang tolong aku." Teriak bagas ketakutan.
Ratusan kalajengking keluar dari lobang kecil di sana, Bagas mundur ketakutan berusaha menghindari serangan hewan beracun ini.
Hanya sejauh mana bagas bisa menghindar ketika berada dalam lobang sempit ini, Tak lama ia sudah menjerit jerit kesakitan karena di keroyok oleh kalajengking hitam tersebut.
"Aaahhh tolong aku." Pekik bagas kesakitan.
Bukan hanya menggigit bagian luar tubuh bagas, Kalajengking itu masuk kedalam mulut dan juga telinga bagas. Pria ini meraung raung kesakitan.