NovelToon NovelToon
TEROR DI ALAS PURWO

TEROR DI ALAS PURWO

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Iblis / Kutukan / Hari Kiamat / Evolusi dan Mutasi / Pusaka Ajaib
Popularitas:20.3k
Nilai: 5
Nama Author: Siti H

Kisah sepuluh orang pecinta alam yang sedang melakukan wisata alam disebuah hutan untuk mengunjungi situs peninggalan purbakala di Goa Istana Alas Purwo yang dianggap sangat menantang.

Hutan Alas Purwo adalah salah satu hutan terangker di Indonesia, dimana dinyatakan sebagai salah satu gerbang menuju alam ghaib.

Akan tetapi, petualangan itu membawa mereka pada sebuah masalah, dimana tanpa sengaja, salah satu diantaranya mengambil sebuah benda purbakala dan kitab kuno yang membuat mereka harus mengalami hal mengerikan. Hal itu membuat mereka mengalami mutasi dan menjadi petaka yang mencekam.

Apakah mereka dapat terbebas dari semua itu? ikuti kisah selanjutnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti H, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kenny

Kenny menarik nafasnya. Ia masih mengingat jalan ke arah Goa Istana, tetapi harus melewati situs Kawitan terlebih dahulu.

Awan memunggungi Kenny, dan mereka saling menempel satu sama lain.

Para mutasi hewan itu yang bergabung dengan jiwa para pertapa yang tersesat mulai menghampiri keduanya.

Awan dengan sebilah pisau pemeberian Samsul terlihat menggenggam erat dan bersiap.

Tampak beberapa mutasi dari hewan kera putih dengan mata merah melompat ke arah meraka dan melakukan penyerangan.

Sosok mutasi itu setengah tubuh manusia dan setengah kera putih, tetapi memiliki gigi yang bertaring.

Wuuuusss

Awan dan Kenny menyambut serangan itu dengan pisau ditangan mereka, lalu menghujam dengan gerakan yang cepat.

Robekan dibagian kepala membuat para mutasi mengucurkan cairan pekat berwarna hitam.

Sedangkan untuk Awan, ia berhasil merobek bagian perut lawannya.

Sosok mutasi kera yang terkena belati Ra Tanca itu langsung berubah menjadi asap hitam yang mengepul, sedangkan yang terkena belati milik Awan hanya terluka biasa saja, dan masih bisa kembali menyerang.

Hal ini membuat keduanya kerepotan, sebab para mutasi lainnya datang menyerang mereka, dari berbagai bentuk dan rupa yang menyeramkan.

Kenny menghujamkan ujung belati Ra Tanca ke sosok mutasi Kerbau yang datang menyerangnya.

Craaaash

Tanduk kerbau yang runcing mengenai lengannya, dan membuatnya meringis kesakitan.

Matanya memerah, dan menyeringai melihat kondisi Kenny yang sedang kesakitan.

Sosok itu kembali memutar tubuhnya dan bersiap menyerang pemuda itu lagi.

Ia megggerakkan kakinya, lalu dengan cepat berlari kencang, dan menerjang sang pemuda, hingga membuat Kenny harus menghindar, dan kesalahan fatal, belati Ra Tanca ditangannya terlepas, lalu terjatuh diantara dedaunan bambu dan juga tebalnya kabut.

"Hah," Keni terkejut, lalu mencari dimana letak belati tersebut. Sedangkan sosok mutasi Kerbau itu kembali menyerangnya, dan juga mutasi kera ekor panjang yang ikut beramai-ramai menuju ke arahnya.

Sementara itu, Awan sedang menahan sosok Macan Tutul yang tampak beringas, hingga membuat keduanya terdesak.

Saat mutasi kerbau itu datang menyerangnya, dan juga kera ekor panjang yang sedang mengeroyok mereka, menciptakan luka yang cukup parah.

Craaaaash

Craaash

Sebuah hujaman datang menyerang para mutasi tersebut.

Kenny dan Awan sudah tampak terluka, dan tiga orang dibalik kabut menyelamatkan mereka.

Sosok mutasi yang menyerang terlihat musnah dan mengepul menjadi asap hitam yang meliuk.

"Hah!" Kenny tersentak kaget saat melihat tiga orang datang menghampiri mereka.

Namun saat melihat Alessa dalam rupa mutasi kera dan lebih mirip genderuwo membuatnya beringsut mundur.

Wajah dan tubuhnya yang penuh luka tanduk serta cakaran para mutasi tersebut mengalirkan darah segar.

Ia menatap Alessa dengan tatapan yang waspada.

Nathan menghampirinya, lalu merobek kaosnya, dan berusaha mengikat luka dilengan yang cukup parah.

"Dia." tunjuk Kenny dengan wajah pucat.

"Dia aman," Nathan meyakinkan.

Sedangkan Naura mengobati Awab yang sudah terluka, dan mereka saling menguatkan.

Alessa tau, jika Kenny sedang mencurigainya karena fisiknya yang cukup mengerikan.

"Ternyata kau disini? Apakah kau tidak terpengaruh oleh mantra pembuka segel?" tanya Nathan dengan penuh selidik.

Kenny menggelengkan kepalanya. "Entahlah, saat itu aku tanpa sengaja menemukan belati Ra Tanca. Saat aku memegangnya, aku seperti terlempar ke luar goa, dan aaat aku bangun, tampak sudah gelap dengan kabut tebal, dan makhluk-makhluk aneh bermunculan, lalu menyerang para Tim SAR dan jug Basarnas, mereka habis dimakan para makhluk mutasi tersebut." Kenny mengedarkan pandangannya mencari belati yang dimaksudnya.

Nathan dan Alessa tercengang mendengar penuturan dari kenny.

"Hah?! Belati Ra Tanca ad padamu?" tanya keduanya dengan rasa tak percaya, sebab mereka sedang mencari belati terebut.

"Ya, tetapi tadi terlepas, entah dimana."

Ketiganya saling pandang, lalu mencari belati tersebut yang tertutup oleh dedaunan kering dan membuat mereka kesulitan, sebab kabut yang sangat tebal menghalangi pandangan mereka.

Naura yang melihat ketiganya sedang mencari sesuatu datang menghampiri. "Kalian sedang mencari apa?" tanyanya dengan rasa penasaran.

"Kita sedang mencari belati Ra Tanca, dan ini harus ditemukan, sebab itu menjadi cara untuk membunuh Raja Kala Gemet, sebab hanya belati itu yang dulu membunuhnya," Nathan menjelaskan dengan cukup gamblang.

Naura tampak mengamati. "Jadi belati itu yang dapat membunuh sang Raja?" tanyanya lagi dengan penuh penasaran.

"Ya, hanya belati itu, dan kitab mantra kunonya sebagai pematah segelnya, agar kita semua kembali ke dunia nyata, serta membebaskan para tawanan, serta mengembalikan fisik rekan kita yang sudag terdampak oleh mantranya," Nathan kembali menjelaskan.

Awan yang mendengar pembicaraan itu ikut mencari benda tajam tersebut.

"Kalau begitu, kita harus menemukannya." Naura ikut mulai mencari, dan benda itu pasti berkilau jika terkena cahaya.

Saat mereka sedang sibuk menemukan benda tersebut, tiba-tiba saja Axel dan Jhony turun melalui cahaya yang berputar sebagai pintu penghubung.

"Sial, mereka datang, dan kita harus segera menemukannya, serta harus ada yang dapat mengantarkan belati itu pada Sena," ucap Nathan, dan bergegas menyibakkan dedaunan kering untuk menemukan benda tersebut.

Axel dan Jhony semakin mendekat dengan membawa pasukan untuk menghalangi rencana rekan-rekannya.

Kelimanya semakin mempercepat pencariannya, saat jarak mereka semakin dekat, belati tak juga ditemukan, dan saat Axel mengangkat tangannya ke atas, lalu mengisyaratkan untuk menyerang, maka pasukan mutasi itu menyerang mereka.

Kelimanya bergegas menyibak dedaunan kering rumpun bambu. "Salah satu dari kita harus ada yang mengantarkan belati itu ke pada Sena," ucap Nathan ditengah rasa kekhawatiran mereka.

Ia terpaksa menghalangi pasukan yang datang, dan juga Alessa yang ikut membantu untuk menyerang para pasukan kiriman dari Raja Kala Gemet.

Alessa memutar tombak ditangannya, lalu mengayunkan tombaknya dan mencoba membunuh para lawannya.

Sedangkan Nathan menggunakan kerisnya ikut menghalangi serangan mereka.

Sementara itu, pintu ghaib yang terbuat dari cahaya dan berputar mulai tampak mengecil, hingga membuat Naura tanpa sengaja menginjak benda logam berbahan besi.

Hatinya berdegub kencang, lalu dengan gerakan yang cukup cepat, ia merunduk, dan menyambar belati yang tergeletak diatas tanah.

Kenny yang melihatnya, hanya menatap dengan tercengang saat keduanya saling beradu pandang.

"Aku akan membawanya kepada Sena, kalian teruskan ke Goa Istana, temukan kitabnya, dan biarkan Nathan serta Alessa yang melawan mereka." ucap Naura, lalu berlari menuju pintu penghubung, dan pintu itu semakin mengecil, hampir menghilang, sebelum saatnya habis, Naura semakin mempercepat larinya, dan dengan sekuat tenaga, ia melompat dengan cepat ke dalamnya.

Wuuuuuusss

Kilatan cahaya itu menghilang dibalik kabut, dan semuanya kembali menggelap, dan tertutup.

Wuuuusssh

Braaaaak

Naura terlempar ke ke lantai goa, dan ia meringis kesakitan.

Ia berada dilorong yang gelap, dan tampaknya sebagian pasukan dikirim ke dimensi nyata, dan membuat sedikit sepi.

1
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎
lah kk siti knp di gantung ya ahhh g rela dehh
V3
hahaha ..... si Gemet kta nya punya tongkat gak seberapa besar tp dh lelaguan ja gila wadonan 🤣🤣
V3
bujug busrak ..... dh telentang ja tuh si Gemet ,,, mna tuh tongkat nya dh berdiri 🤣🤣🤣
neni nuraeni
jreng... jreng... aku Yo deg... deg.. ser,,, ikutan cpe aku bcanya,, lnjut thor
renjani
hebat thor👍 bisa membawaku seakan ikut war didlm y 👍👍 sampai menahan sesak ingin cepat sampai kebatu besar...semangat thor💪 jaga kesehatan👍
Desyi Alawiyah
Ah, berhasil ngga yah Alessa menemukan kitab itu? Semoga saja berhasil...

Lanjut kak Author, semangat... 💪💪
Arinda Fira
akhirnya dunia nyata muncul
Arinda Fira
memannya bisa dipertanggung jwbkan
Arinda Fira
semudah itu terbukanya?
Arinda Fira
baguslah sang raja tertidur
Arinda Fira
kepala adalah kelemahan para mutasi.
Desyi Alawiyah
Wah, udah sebulan lamanya mereka hilang, dan sekarang belum ketemu juga..

Semoga kitab kuno segera ditemukan, jadi Sena dan yang lain bisa pulang dengan selamat ke rumah mereka masing-masing... 😙
🌹Widian,🧕🧕🌹
deg-degan nih bacanya 😬
Arinda Fira
hah raja bisa terkecoh🤣
Arinda Fira
Aduh
Ayuk Witanto
tinggal nyari tulisan kunonya
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎
kira2 bisa nemu g ya
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎: hiiiiii ulooooo
total 2 replies
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎
wuuuhh ekor nya lgsg di patahkanndan di hujam belati pas jantung nya ya 🤔
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎: sukses nya belakangan mbk ning
nnti adain syukuran deh
total 4 replies
neni nuraeni
weeeh seruuu lah lnjuut
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎
aq wis deg deg an eee
untung wae lagsg crassss tesss tess tess ehh darah nya bukan merah ges apa mgkin darah nya biru 🙈🙈🙈
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!