Naya seorang Intel negara harus bertransmigrasi ke tubuh seorang wanita malam dan lebih gilanya lagi ternyata pria-pria simpanan wanita itu adalah bandit kelas kakap. Mampukah Naya bertahan di tubuh wanita itu dan menjalani hidup layaknya orang normal?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sellachan23, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Daddy or Sugar?
Setelah pagi hari Selena terbangun dan tak mendapati Grey di sebelahnya akhirnya dia mencoba mencari di seluruh kamar namun pria itu tak ada juga. Tak lama pintu kamar di ketuk dan masuk para pelayan dengan banyak pakaian serta perlengkapan lainnya untuk Selena
"Selamat pagi nona maaf jika mengganggu tetapi tuan menyuruh kami untuk melayani nona dengan baik" ucap wanita tua yang sepertinya kepala pelayan di sini
"Ahh iya selamat pagi, letakan saja semua nya di situ aku akan beres-beres sendiri nanti" perintah Selena
"Maaf nona tapi tuan ingin kami yang menghiasi anda jadi saya mohon jangan tolak kami"
Mereka semua terlihat seperti robot kaku dan tidak bisa di bantah persis seperti pelayan di kediaman Damian hanya saja mereka sudah tampak biasa saja menghadapi Selena tak se kaku mereka
"Baiklah mari bantu aku mandi dan berpakaian"
Semua pelayan berhamburan mengerjakan tugas mereka masing-masing ada yang membuat air, menggosok tubuh Selena, memijat, memakai kan pakaian dan menghias dirinya layaknya seperti seorang ratu. Tinggal di sini ternyata lebih parah dari yang ia bayangkan, Selena pikir Grey akan bertingkah layaknya seorang ayah namun orang gila sudah pasti tidak bisa di tebak kecuali kita sama gila nya dengan mereka
"Mari turun nona, tuan sudah menunggu di bawah" ucap kepala pelayan itu
Selena sangat cantik jika di hias dengan sangat anggun efek dari wajah Naya yang terlihat tenang memberikan kesan elegan pada dirinya
"Siapa nama mu?" Tanya Selena saat mereka menuruni anak tangga
"Panggil saja saya Nanny nona"
Selena mengangguk dan berjalan menuju meja makan yang sudah ada Grey di sana dengan tumpukan dokumen di atas mejanya. Selena berterima kasih kepada semua pelayan dan mereka undur diri kini hanya menyisakan Grey serta Selena berdua di meja makan
"Makanlah" perintah Grey
Selena tak banyak berbicara saat makan sebab ia paham table manners saat makan dan setelah selesai makan barulah Selena berani mengajak Grey untuk berbicara
"Om akan pergi bekerja?" Tanya Selena basa-basi
"Tentu! Kau di rumah saja hari ini dan jangan kemana-mana " ucap nya mutlak
"Aku akan bosan jika di rumah saja" protes Selena
"Rumah ini sangat besar ada banyak ruangan dan juga di lantai atas ada ruangan bermain"
"Aku bebas masuk kemana saja?" Tanya Selena
Grey tampak ragu namun tak lama dia mengangguk seperti ada yang dia pertimbangkan saat Selena menanyakan hal itu
"Kau bebas melakukan apapun di sini, kalau begitu aku pergi dulu jaga diri mu baik-baik" pamit Grey
Dia mengecup kening Selena lembut dan pergi ke mobilnya untuk menuju kantor yang selama ini dia kembangkan. Setelah pergi Selena langsung mengelap bekas ciuman di keningnya dengan jijik dia merasa Grey seperti om-om mesum yang mencari kesempatan
"Dasar tua Bangka! Berani sekali main cium-cium" kesal Selena
Rumah ini super duper besar bahkan dua kali lipat besar nya dari rumah orang tua Selena tak perlu di ragukan sepertinya Grey menyembunyikan seberapa kaya dirinya. Selena juga tau bahwa Grey pesaing besar dari keluarga Samuel yang notabene nya pemegang kekuasaan terbesar di pasar gelap sungguh kehidupan mafia sangat melelahkan
Selena berjalan mulai dari dapur tetapi tak ada yang terlihat aneh, dia mulai berkeliling di lantai satu ternyata hanya ada taman, kolam berenang yang sangat luas, kamar tamu, kamar para pelayan, koleksi mobil milik Grey dan ruang rapat saat Grey bekerja. Selena naik kelantai dua di sana ada kamar Grey tempat yang tadi malam Selena tiduri, kamar-kamar kosong, kamar Damian kecil dan ruang kerja milik Grey
Selena penasaran dengan kamar Damian jadi dia masuk terlebih dahulu ke sana ternyata saat di buka begitu banyak poster penelitian tentang anatomi hewan atau pun manusia. Banyak juga binatang yang di awetkan serta koleksi mata hewan yang Damian kumpulkan. Di benak Selena Damian seperti pembunuh berantai yang bermain halus sampai mata Selena terarah pada rak buku yang menampilkan sebuah novel yang Selena ingat itu adalah miliknya semasa SMP dulu yang hilang
"Astaga ini kan novel ku sewaktu SMP! Kenapa ada pada Damian?" Bingung Selena
Dia buka novel itu dan benar saja ada nama Selena di sana tetapi yang aneh nya ada sebuah kertas yang terselip dan Selena membukanya untuk dia baca. Tulisan tangan nya berantakan tetapi Selena masih bisa membacanya
"Dia begitu cantik tak sengaja dirinya menjatuhkan sebuah novel dan saat aku baca ternyata tipe pria yang dia suka pria dingin tetapi perhatian, apa itu maksudnya diri ku?"
Isi surat itu membuat alis Selena naik sebelah dan dia mulai terkekeh menyadari bahwa Damian begitu narsis, dia sangat percaya bahwa karakter novel itu mirip dengan nya
"Yang benar saja Kau dan novel ini tidak mirip! Kalian memang sama-sama dingin tetapi dia tak gila seperti diri mu" kekeh Selena
Selena meletakkan kembali novel itu dan mulai menggeledah kamar lagi mencari-cari apa pun yang di simpan Damian. Di buka semua lemari bahkan yang ada di ruang ganti pakaian ternyata semua tak berguna. Saat ingin keluar tak sengaja Selena tersandung ujung tempat tidur sehingga ia terjatuh dengan tidak indah
"Aduhh... tempat tidur sialan! Sakit sekali ehh.. apa itu"
Selena melihat sebuah box berwarna merah di bawah tempat tidur Damian segera Selena ambil dan ia membuka box itu untuk mengetahui apa yang ada di dalamnya. Ternyata hanya sebuah buku, perhiasan dan mainan-mainan untuk anak perempuan semasa kecil
"Tidak berguna! Untuk apa dia menyimpan yang seperti ini?" Kesal Selena tetapi saat ingin di tutup ternyata ada tulisan di balik penutup box itu
"Hadiah untuk gadis itu tetapi aku tak berani memberikan padanya"
Setelah membaca nya Selena menutup kembali box nya kini dia mendapat informasi bahwa Damian sudah tergila-gila padanya sedari kecil. Naya harus tau ini agar dapat memainkan perasaan Damian tetapi jangan sampai ia masuk ke lingkaran ke posesifan Damian. Selena keluar dari sana dan menuju ruang kerja Grey, dia melihat di sana ada cctv yang sinar merah nya menyala jadi susah untuk Selena menggeledah ruangan Grey
Kini Selena menghubungi seseorang untuk meretas keamanan di rumah Grey agar Selena dapat leluasa membongkar semua isi yang ada di sana. Panggilan terhubung dan terdengar suara pria dari seberang sana yang siap mendengarkan perintah
"Aku sudah mengirim kode akses lokasi ini retas keamanan nya sebab aku tak membawa laptop sekarang" perintah Selena
"Baik tunggu sebentar " ucap pria itu
Tak sampai tiga menit pria itu berhasil menguasai keamanan di rumah itu dan kini cctv itu tak akan menampilkan pergerakan dari Selena. Dia mulai leluasa masuk dan mencari-cari apa yang bisa dia dapatkan di sana. Berkas begitu banyak yang berisi kontrak kerja sama serta aset-aset dari Grey karena terlalu sibuk dia melewatkan jam makan siang dan terlalu lama di ruangan yang begitu besar. Tak terasa hari sudah sore dan Selena tak menemukan apapun hingga mata nya tak sengaja melihat map merah yang berisi tentang surat perceraian dirinya dengan mantan istri nya
"Jackpot! Aku tau nama wanita itu, selama ini sangat sulit mengakses data nya kini aku sudah tau dan akan mencari dirinya dengan bantuan kak Naya" bangga Selena
Dia meletakkan kembali map merah itu dan keluar dari ruang kerja itu serta menuju ke kamar untuk membersihkan diri. Dia akan menyambut Grey yang pulang dan mengajak nya makan malam bersama, tak terasa terdengar suara mobil Grey parkir dan pria itu turun dengan pakaian yang sedikit berantakan tetapi tak membuat wajahnya terlihat lusuh
"Busettt.. udah tua bukan nya tambah jelak malah tambah ganteng" batin Selena memuji
"Apa kau sudah lama menunggu ku?" Tanya nya lembut sembari duduk di kursinya
"Tidak juga ayo kita makan dulu" ajak Selena
Setelah selesai makan Grey naik ke lantai dua tetapi tak masuk ke kamar yang Selena tempati melainkan di sebelahnya. Selena jadi tau bahwa pria itu tak tidur dengan nya semalam pantas saja pagi-pagi sudah tak terlihat ternyata berbeda kamar
"Mau aku siapkan pakaian tidur nya om?" Tawar Selena
"Boleh jika kau tak keberatan "
Selena mengangguk dan pergi mencari piyama untuk pria itu serta meletakkan nya di atas tempat tidur. Terdengar suara air menandakan pria itu sedang membersihkan diri dan ada sebuah tas kerja yang Grey letakkan di atas sofa. Selena mencoba membukanya dengan hati-hati memastikan saat ia bongkar tak akan ketahuan nantinya, ada berkas rahasia yang saat di buka menampilkan tujuan kemana saja barang-barang penyeludupan akan Grey masukan. Tak hanya itu ada data diri Samuel, Riko dan juga Naya di dalam sana membuat Selena menjadi panik sepertinya pria ini sudah tampak curiga
"Ohh shitt!! Aku terlalu meremehkan Grey, lihat dia akan mencari tau tentang identitas kami untung saja isinya tak akurat yang menjelaskan Riko asisten Daddy, Samuel dokter dan data diri ku yang calon istri putranya" batin Selena
Selena merapikan kembali berkas-berkas itu dan tak lama Grey keluar dari sana dengan handuk yang melilit di pinggangnya saja. Air menetes dari rambut menuju ke perut bawah menampilkan kesan seksi dari pria yang semakin tua semakin menawan ini Selena di jadi menelan ludah sendiri di buatnya
"Kau menatapku seperti ingin memangsa ku saja" ucap Grey
"Eh..eh anu siapa yang lihat om! A..aku cuma mau ijin besok akan pergi berbelanja keluar" gugup Selena
Grey tampak terkekeh melihat Selena yang gugup dia mulai berjalan mendekati Selena tetapi Selena mundur sampai punggungnya menabrak tembok dan memojokkan dirinya. Grey meraih pinggang Selena dan mulai berbisik dengan nada sensual di sana
"Ambil black card ku di brankas semalam dan pakai lah sesuka hati mu" bisik Grey sembari meniup telinga Selena
Segera Selena mendorong dada Grey agar menjauh dan pergi menuju kamarnya tanpa melirik Grey sama sekali. Selena jadi panik ini semua di luar perkiraan ia pikir Grey akan seperti Daddy yang menyayangi Putri nya namun bukan Daddy pada umumnya sifat yang di berikan Grey pada Selena
"Gawat! Akhh... kenapa jadi ribet begini sih! Ingat Selena ayah dan anak adalah monster yang bisa mendeteksi semua pergerakan mu jadi harus hati-hati ingat!" Monolog Selena menyemangati dirinya
Ia bergegas mengambil selulernya untuk menghubungi Naya bahwasanya mereka akan bertemu besok tetapi Naya harus menyamar sebab Grey pasti memasang mata-mata untuk mengikuti dirinya
"Hallo kak besok kita harus bertemu di mall tetapi kau harus melakukan penyamaran" kata Selena panik
"Memang kenapa?" Heran Naya
"Akan aku jelas kan besok yang terpenting kita bertemu"
Panggilan di matikan dan Selena menuju ke bawah untuk makan malam bersama Grey, mereka berdua saling diam dengan semua pemikiran di otak masing-masing. Wajah tersenyum tetapi mata tak bisa berbohong kedua manusia yang sedang duduk berhadapan ini saling mencurigai satu sama lain dan akan mulai menyerang demi sebuah permainan
sudah terangsang tp belum di tuntasin,Damian bangun jd sakit struk😂😂😂
aku suka novel yg begini
serasa kita masuk ke dalam novel