Li Yunru tiba-tiba bertransmigrasi ke zaman kuno setelah memakai cincin naga perak berisi ruang spiritual misterius. Bukan itu saja, dia juga menjadi koki spiritual yang mampu menyembuhkan segala jenis penyakit dan keracunan.
Berkat cincin naga perak juga, Li Yunru ditakdirkan menjadi pasangan sang raja naga putih penguasa wilayah utara—Bai Muzhi. Pria berwajah dingin yang jiwanya terluka akibat pedang antar benua ratusan tahun lalu itu, akhirnya menemukan satu-satunya penyembuh yang mampu mengobatinya. Perlahan, perasaan cinta tanpa sadar tumbuh di antara keduanya.
Rupanya kemunculan Li Yunru bukan hanya mengungkap banyak rahasia masa lalu, tapi juga membuat musuh di kegelapan mulai mengincar kekuatan tersembunyi dalam dirinya. Menghadapi misteri ribuan tahun lalu yang mulai tersingkap, mampukah Li Yunru melewati cobaan tersebut sampai akhir?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Risa Jey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rubah Genit
Baik Li Yunru maupun Bai Muzhi tidak menyangka Xu Jiangyue akan menyerang secara tiba-tiba.
Begitu Xu Jiangyue bergerak, Bai Muzhi sebenarnya sudah mengangkat tangan untuk menghentikannya. Namun sebelum energi spiritualnya dilepaskan, Li Yunru lebih dulu menghindar dengan rapi.
Xu Jiangyue tertegun. Ia tidak mengerti bagaimana manusia biasa bisa menghindari serangannya semudah itu. Ia kembali menyerang, berkali-kali berusaha mencakar wajah Li Yunru. Setiap kali hampir berhasil, Bai Muzhi selalu turun tangan melindungi gadis itu. Ini benar-benar menjengkelkan!
Tak ada cara lain. Xu Jiangyue mengumpulkan energi spiritual di telapak tangannya lalu menyerang Li Yunru tanpa ragu. "Sialan! Rasakan ini!"
Li Yunru merasakan tekanan aura spiritual yang membuat tubuhnya tak bisa bergerak. Pupil matanya sedikit menyempit. Inikah kekuatan energi spiritual? pikirnya.
Melihat keseriusan serangan itu, Bai Muzhi segera maju dan mencoba menghalanginya. "Xu Jiangyue, sudah cukup! Beraninya kamu mengamuk di wilayah raja ini!"
Baru saja Bai Muzhi selesai bicara, aura spiritual kehijauan di tubuh Li Yunru tiba-tiba menguar tanpa disadari dan menghentikan gerakan Xu Jiangyue sesaat.
Bai Muzhi tertegun merasakan aura itu muncul lalu menghilang begitu saja. Tampaknya Xu Jiangyue sama sekali tidak menyadarinya. Wanita rubah putih itu hanya mengira Bai Muzhi yang menghentikan serangannya.
Li Yunru kembali bisa menggerakkan tubuhnya. Meski kepalanya sedikit pusing, ia tampak lega. Lalu ia menyipitkan mata ke arah Xu Jiangyue.
"Mencoba membunuhku? Kamulah yang cari mati!" ujarnya dingin.
Tanpa memberi Xu Jiangyue kesempatan bergerak lagi, Li Yunru menarik lengannya lalu melemparkannya ke belakang dengan teknik yang rapi.
Bruk!
Punggung Xu Jiangyue menghantam tanah berumput. Pandangannya berkunang-kunang hingga kepalanya terasa berat. Bahkan saat terbaring di tanah, pikirannya masih kosong. Apa dia baru saja dilempar oleh gadis itu?
Xu Jiangyue segera bangkit sambil memegangi pinggangnya yang sakit. "Kamu—Bagaimana bisa—kamu—" Suaranya terbata-bata, matanya penuh ketidakpercayaan.
Bagaimana mungkin manusia biasa memiliki kekuatan dan teknik seperti itu?
Merasa dipermalukan, amarah Xu Jiangyue kembali meledak. Kali ini ia menerjang dengan lebih hati-hati. Tangan berkuku runcingnya menyambar dari samping, lalu berbelok ke arah leher Li Yunru.
"Kamu harus mati hari ini!" teriaknya.
Namun pengalaman bertahun-tahun dalam bela diri membuat Li Yunru langsung membaca pola serangan Xu Jiangyue. Ia menepis serangan pertama, lalu memutar tubuh dan mengunci lengan wanita rubah itu.
Xu Jiangyue sempat mengira dirinya akan dilempar lagi. Namun ia salah. Li Yunru justru memelintir lengannya kuat-kuat ke belakang. Ia menjerit kesakitan. Wajahnya memucat dan tubuhnya menegang.
"Gadis sialan! Aku pasti akan membunuhmu! Raja Zhi hanya milikku! Hanya aku yang boleh menjadi pasangannya!"
Namun Li Yunru sama sekali tidak berniat berhenti. Dengan kesal, ia menjambak rambut Xu Jiangyue hingga beberapa helainya terlepas.
"Sebelum itu, aku akan menghajarmu lebih dulu!" balasnya tajam. "Dasar rubah genit berotak sakit! Masih mau menyerangku?" Tanpa menunggu jawaban, ia langsung memelintir telinga rubah putih Xu Jiangyue.
"Arrggh!! Hentikan! Jangan sentuh telingaku!"
Xu Jiangyue kembali menjerit. Rasa nyeri menjalar ke seluruh tubuhnya hingga ia hampir tak sempat melawan. Setiap kali mencoba bergerak, Li Yunru selalu lebih cepat darinya.
"Rubah genit! Bai Muzhi milikku sekarang!"
"Dia milikku!" Xu Jiangyue membalas keras kepala, meski suaranya mulai bergetar.
"Humph!"
Li Yunru yang kesal akhirnya mendorong Xu Jiangyue hingga jatuh terduduk. Dorongan itu tanpa sengaja membuat gaun pendek Xu Jiangyue tersibak, memperlihatkan bagian tubuh yang sebelumnya tertutup.
"Jika kamu merasa begitu hebat, silakan saja pamer!" ujar Li Yunru kesal. "Lihat, apakah Bai Muzhi akan tertarik padamu!"
Xu Jiangyue buru-buru menutupi bagian tubuhnya dengan kedua tangan. Wajahnya memerah karena marah, malu, dan terhina. "Wanita gila!" pekiknya.
Li Yunru terdiam sesaat. Ia baru menyadari sesuatu hingga alisnya sedikit terangkat. "Apa semua wanita rubah memang berpakaian seperti ini?"
Xu Jiangyue langsung membeku. Ia mengerti maksud ucapan itu. "Ka—kamu! Apa urusanmu?!" teriaknya dengan wajah merah padam dan tubuh gemetar menahan emosi.
Xu Jiangyue buru-buru merapikan gaun hanfu seksinya, berusaha menutupi tubuhnya yang sempat terekspos. Wajahnya masih pucat, napasnya mulai tidak beraturan.
Dalam sekejap, tubuh Xu Jiangyue berkilau samar lalu berubah menjadi rubah putih berekor lima. Bulunya halus dan berkilau, tetapi auranya dipenuhi amarah. Ia menggeram ke arah Li Yunru, memperlihatkan taringnya sebelum melompat menyerang.
"Aku tidak peduli! Kamu harus mati!" teriaknya penuh dendam.
Li Yunru sama sekali tidak takut. Ia sekali lagi menghindar santai ke samping, lalu dengan gerakan cepat meraih dua dari lima ekor rubah jelmaan Xu Jiangyue.
"Biar kupotong saja ekormu. Sepertinya cocok dijadikan kerah jubah yang hangat," katanya santai tanpa rasa bersalah.
Xu Jiangyue langsung merasakan bahaya. Ekor adalah bagian paling sensitif bagi suku rubah—bukan hanya lambang kekuatan, tetapi juga harga diri. Ia meronta sekuat tenaga. Untungnya bulunya licin sehingga cengkeraman Li Yunru sedikit mengendur. Ia pun berhasil melepaskan diri dan melompat mundur.
Xu Jiangyue mundur dengan waspada, tubuh kecilnya gemetar. Kelima ekornya melingkar di belakang tubuh, seolah melindungi diri. Ia berdiri dengan dua kaki belakang, lalu mengangkat kaki depan kanan sambil menunjuk Li Yunru dengan geram. Sekilas, tingkahnya terlihat lucu.
"Manusia pembunuh rubah! Aku belum selesai denganmu! Lihat saja nanti!" Namun saat menoleh ke arah Bai Muzhi, suaranya langsung berubah lembut dan manja. "Yang Mulia~ saya akan datang lagi lain waktu."
Bai Muzhi tetap diam tanpa memberi respons. Rubah putih berekor lima jelmaan Xu Jiangyue menggertakkan gigi melihat sikapnya, lalu berbalik dan berlari meninggalkan Istana Shing tanpa menoleh lagi.
Li Yunru mendengus kesal. "Dasar rubah menyebalkan!" gumamnya.
Sementara itu, Bai Muzhi menyentuh dagunya sambil menatap punggung Li Yunru. Ia teringat bagaimana gadis itu menggantung Hei Sanfeng, lalu menghajar Xu Jiangyue tanpa sedikit pun rasa takut. Gadis manusia ini benar-benar berbeda dari yang ia bayangkan.
Wanita rubah itu jelas bukan tipe yang mudah menyerah. Namun Bai Muzhi tidak terlalu memikirkannya. Paling buruk, ia tinggal turun tangan untuk menyelesaikan masalah.
"Kamu tidak selemah kelihatannya," komentarnya.
Pandai memasak dan juga berkelahi. Dalam benaknya, Li Yunru tampak seperti tipe orang yang selalu menarik masalah ke mana pun pergi.
Li Yunru langsung melotot. "Aku memang tidak lemah sejak awal. Ada apa? Mengasihani wanita kesayanganmu itu?"
Wajah Bai Muzhi seketika menggelap. "Omong kosong apa yang kamu katakan? Raja ini bahkan tidak pernah menyentuhnya."
Li Yunru mendengus. "Bagus kalau begitu." Lalu ia seperti baru menyadari sesuatu. "Eh—memangnya itu urusanku? Lupakan saja, aku mau mandi!"
Ia langsung berbalik dan berjalan ke arah yang salah, seolah mencari kamar mandi. Beberapa langkah kemudian ia berhenti, lalu berbalik dengan ekspresi sedikit canggung.
"... Pergilah ke ruang dalam. Ada kamar di sana. Di belakangnya terdapat kolam pemandian air panas," ujar Bai Muzhi tenang.
"Aku juga tahu! Aku hanya sengaja melihat-lihat sebentar!" Li Yunru mengangkat dagu, berpura-pura percaya diri. Tanpa menunggu respons pria itu, ia segera pergi ke arah yang benar.
Melihat sosoknya menghilang di sudut koridor, Bai Muzhi tersenyum tipis. Gadis itu ternyata sedikit pelupa. Tidak buruk juga.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sementara itu, Xu Jiangyue yang kalah dari Li Yunru akhirnya kembali ke wujud manusianya saat tiba di wilayah Hongbo bagian barat. Wajahnya masih pucat, rambutnya berantakan, bahkan beberapa helainya rontok akibat dijambak tadi.
Xu Jiangyue langsung menuju sebuah penginapan mewah berlantai empat. Tanpa ragu, ia naik ke lantai paling atas dan memasuki salah satu kamar terbaik.
Di dalam, seorang pria tampan berambut merah sepinggang sedang rebahan santai di kursi panjang. Satu tangannya menyangga kepala, seolah tak memiliki beban apa pun di dunia. Begitu melihat pria itu, ekspresi Xu Jiangyue langsung berubah. Matanya berkaca-kaca dan bibirnya bergetar saat berbicara.
"Raja Xing~ Anda harus membantu membalaskan dendam Yueyue~" rengeknya, lalu menghambur ke pelukan pria itu. Air matanya membasahi pakaian sang pria.
Pria berambut merah itu menyipitkan mata merah gelapnya. Jemarinya mengusap pelan rambut Xu Jiangyue yang berantakan. Senyumnya tetap hangat dan lembut, tetapi sorot matanya sama sekali tidak ramah.
"Siapa yang berani menyentuh Yueyue-ku?"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
mungkin kita juga bisa mencoba resepnyaa 😂