NovelToon NovelToon
Si Jenius Dari Masa Depan

Si Jenius Dari Masa Depan

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah sejarah / Perperangan
Popularitas:795
Nilai: 5
Nama Author: Rizzzz......

Kira berasal dari masa depan tiba tiba terlempar ke zaman kerajaan. Yang berawal dari tidak punya apa apa, sampai memiliki semuanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rizzzz......, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 12

Tony buru-buru membujuk Kira, lalu meminta maaf pada Iwan,

"Kak Iwan, Jangan marah dulu. Kita semua toh teman. Kami bakal serahkan uangnya. Tapi teman ku ini harus bayar utang besar, Bisa nggak kasih potongan harga dulu untuk sementara. Kalau utang teman ku ini sudah lunas, kami bakal lunas kekurangan nya."

"Teman?"

Iwan langsung terlihat bersemangat dan menggerakkan jarinya untuk menyuruh Tony mendekat.

Saat Tony sudah sampai di hadapan nya, Iwan langsung menampar dan menendang Tony hingga terpental.

Kemudian, día memaki,

"Dasar anak sialan! Kamu itu siapa? Siapa yang teman mu? Patahkan sebelah kaki nya, lalu usir dia dari Pasar Timur!"

Empat preman langsung maju dan mulai menghajar Tony.

Iwan menatap Kira, lalu berkata sambil tersenyum sinis,

“Nak, kamu nggak mau nurut ya?"

Bagi Iwan, orang yang tidak menuruti kata-kata nya harus di hajar supaya mereka takut. Jika tidak, akan makin banyak orang di Pasar Timur ini yang membantahnya. Kira merasa terancam lagi setelah melihat Tony yang di pukuli.

Doddy dan Danu juga sangat marah dan ingin bertindak, tetapi Basan masih melarang mereka meskipun dia sendiri juga sudah sangat kesal.

"Dasar berengsek!"

Kira yang awalnya sudah siap untuk mengalah pun menjadi murka. Dia berbalik dan mengeluarkan sebatang kayu dari gerobak, lalu langsung menghantamkan nya ke kepala Iwan.

Dia juga menyerang keempat preman yang menghajar Tony sambil berteriak,

"Paman Basan, Danu, Doddy, cepat pergi lapor ke pihak berwajib!"

Kira rela membayar keuntungan 20%, tetapi dia tidak bisa terima Tony di hajar,

Tony sudah menemaninya datang menjual ikan, tetapi malah di pukuli lagi setelah membantunya berbicara.

Kira tidak bisa tinggal diam.

Kira memukul keempat orang yang sedang menghajar Tony, lalu menarik Tony dan hendak kabur. Semua orang di Pasar Timur langsung tercengang setelah melihat kejadian ini!

Tidak ada orang yang menyangka bahwa Kira berani memukul Iwan.

"Ayah!"

"Ayah!"

Danu dan Doddy sudah muka, mereka pun langsung menatap ke arah Basan lagi dan berteriak pada saat yang bersamaan,

"Haish, lakukan lah!"

Basan pun terpaksa setuju setelah melihat situasinya. Danu dan Doddy langsung gembira dan menyerang sekelompok orang itu.

“Ah.. Beraninya kamu memukulku!" Iwan menutup kepalanya.

sambil berteriak kesakitan, lalu berdiri dengan terhuyung-huyung, Saat melihat tangannya di lumuri darah, dia pun berteriak dengan marah,

"Hajar mereka habis-habisan, terutama si Bajingan itu!"

"Beraninya kalian memukul Kak Iwan! Sudah bosan hidup, ya!"

Kedelapan preman yang terlihat garang itu langsung berpencar. Mereka menyerang kelompok Kira dengan tongkat kayu dan belati mereka,

"Tony, cepat pergi!"

Kira mendorong Tony sambil mengayunkan tongkat kayu di tangannya dengan sembarangan.

"Nggak, aku nggak mau pergi."

Meskipun Tony sudah ketakutan, dia tetap memberanikan diri untuk mengadang di depan Kira.

"Mau kabur? Jangan harap kalian bisa kabur!. Patahkan tangan dan kaki mereka!" teriak Iwan dengan kesal.

Jika dia tidak memberi pelajaran pada kelima orang ini, tidak ada orang di Pasar Timur yang akan tunduk padanya lagi.

Begitu kedelapan preman itu mau bertindak, Danu dan Doddy langsung menyerbu mereka.

Danu menarik tangan Kira dan Tony, lalu langsung berlari keluar dari pengepungan para preman. Kedelapan orang itu pun langsung menyerang Doddy!

"Selama ada aku, Zabran Samadi, kalian nggak bakal bisa memukul Kak Kira!

Doddy langsung berjongkok dan menyandung kaki para preman itu hingga jatuh. Begitu berdiri, mereka langsung ditinju Doddy lagi.

Dalam sekejap, mereka semua langsung tersungkur di lantai sambil berteriak kesakitan. Tidak ada seorang pun yang bisa berdiri lag!

"Dia berlatih bela diri!"

Iwan yang sudah menyaksikan aksi Doddy pun buru-buru kabur.

Namun, sebelum dia sempat kabur jauh, Doddy sudah menendang punggungnya. Teriakan kesakitan Iwan pun menggema di seluruh Pasar Timur.

Semua pedagang dan penduduk di Pasar Timur langsung tercengang, Mereka memandang Doddy đan mengingat nama 'Zabran Samadi' yang diteriakkan nya tadi.

Doddy menyeret Iwan ke hadapan Kira, lalu berkata dengan bangga,

"Kak Kira, sudah kubilang kalau aku jago berkelahi!"

Kira membatin,

'Aku nggak tahu kalau kamu bisa langsung lawan sepuluh orang sendirian. Kalau tahu kamu begitu hebat, buat apa tadi aku bersabar!'

Bruukk!

Setelah melemparkan Iwan ke hadapan Kira, Doddy berkata dengan santai,

"Kak Kira, kamu mau gimana hukum orang ini?"

"Aku sudah hantam dia sekali kok!"

Setelah itu, Kira menarik Tony dan berkata,

"Tony, tadi dia sudah menampar dan menendang mu. Sekarang, giliran mu balas dendam!"

"Ah, nggak perlu!"

Meskipun Doddy memang kuat, Tony tetap tidak berani memukul preman besar itu.

Setelah mendengar penolakan Tony, Kira berkata dengan serius,

"Kita nggak cari masalah, tapi kita juga nggak takut dapat masalah. Kamu harus pukul dia balik supaya kelak dia nggak berani cari masalah sama kamu lagi. Kalau kamu sopan sama dia, dia pasti kira jika kamu takut sama dia dan bakal menindas mu lagi! Cepat pukul dia! Kalau nggak, jangan ikut aku lagi!"

Para pedagang ikan yang sebelum nya sudah dirugikan pun tergerak hatinya.

"Baik!"

Setelah memikirkan tamparan dan tendangan yang diterimanya tadi, amarah Tony pun melonjak.

Saat dia baru mengangkat tangan nya, Iwan malah berkata dengan dingin,

"Nak, kamu tahu aku siapa? Aku ini bawahan petugas patroli dari pengadilan daerah. Kalau kamu berani pukul aku, jangan harap kamu bisa keluar dari tempat ini!"

Setelah mendengar ucapan Iwan, amarah Tony langsung sirna. Dia pun menurunkan kembali tangan nya.

Namun, Kira berkata dengan serius,

"Pukul saja! Aku bakal lindungi kamu!"

Masalah nya sudah menjadi seperti ini. Meskipun Tony tidak memukul nya, Iwan juga tidak akan melepaskan mereka. Mereka harus membuat Iwan kehilangan wibawa nya agar dia tidak bisa bertindak seenaknya lagi di Pasar Timur. Kira akan memikirkan konsekuensinya lagi nanti.

Setelah melihat tatapan mata Kira yang tegas, Tony pun memberanikan diri untuk menampar dan menendang Iwan.

Setelah itu, kemuraman dalam hati nya langsung sirna.

"Ah!"

Iwan berteriak kesakitan sambil meringkuk.

Saat melihat Iwan yang diperlakukan seperti itu, ketakutan di dalam mata para pedagang ikan di Pasar Timur pun berubah menjadi amarah.

"Patroli sudah datang!"

Setelah mendengar hal itu, semua orang pun gempar.

Seorang pria paruh baya berjalan mendekat dari kejauhan.

Dia mengenakan topi hitam dan seragam biru yang dipadu dengan rompi merah. Dl bagian tengah rompi Itu terdapat tulisan 'Patroli', Dia mengenakan sepatu bot, di pinggang nya juga bergantung sebilah golok. Pria itu tidak terlalu tinggi, tetapi juga tidak pendek. Dia terlihat seperti orang cerdik pada umumnya.

Namun, kemunculan nya langsung membuat seluruh Pasar Timur menjadi hening.

Semua amarah yang terukir di wajah setiap pedagang langsung sirna dan digantikan dengan seulas senyum menyanjung Pria paruh baya itu adalah petugas patroli Pasar Timur. Namanya Eko Makmur.

Status seorang petugas patroli tidak termasuk tinggi di ibu kota provinsi. Akan tetapi, para penduduk juga tidak berani menyinggungnya.

Di ibu kota provinsi, jabatan yang berpangkat tinggi adalah patih, pejabat sipil dan jenderal militer. Selebihnya yang tidak berpangkat adalah hakim, patroli, panitera dan sebagainya. Mereka biasanya disebut 'pejabat'.

Meskipun para pejabat ini tidak berpangkat, mereka termasuk bagian pemerintahan dan bergaji tinggi. Posisi mereka biasanya dilanjutkan oleh anak-anak mereka.

Setiap pejabat memiliki puluhan bawahan yang membantu mereka menangani tugas dari pemerintah.

Para pejabat tidak memberi imbalan kepada anak buah mereka. Jadi, para bawahan ini harus mendapatkan keuntungan sendiri pada saat menjalankan tugas.

Keuntungan besar yang didapatkan para bawahan ini harus dibagikan kepada 'pejabat', sedangkan keuntungan kecil dapat dibagi oleh mereka sendiri.

1
Aisyah Suyuti
good
I Am Riza
kerajaan Nayara itu kerajaan yang berdiri sendiri.
Ahmadi 241215
kerajaanya itu masih wilayah nusantara gak gak sih bos
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!