NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Tiara

Reinkarnasi Tiara

Status: tamat
Genre:Reinkarnasi / Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir / Kelahiran kembali menjadi kuat / Chicklit / Tamat
Popularitas:846.8k
Nilai: 4.8
Nama Author: La-Rayya

Namaku Tiara. Aku hidup di sebuah pulau terpencil jauh dari Ibu Kota. Tidak ada listrik, mobil, atau gedung bertingkat di tempat aku tinggal.
Memiliki wajah cantik tak selamanya baik, karena hal itulah aku dibunuh teman-temanku yang lain karena para pria di suku kami menyukaiku.
Aku sempat berpikir bahwa aku sudah mati dan aku bisa bertemu dengan ibu ku yang sudah meninggal. Namun, aku malah terbangun di sebuah tempat asing, dan yang terburuk adalah aku terbangun dengan kondisi tubuh yang berbeda.

Ternyata aku mengalami reinkarnasi di tubuh seorang wanita yang sudah bersuami dan memiliki seorang anak. Hal terparahnya adalah, pemilik tubuh ini sepertinya wanita jahat. Karena orang-orang yang hidup dengannya tampak membencinya.

Aku memutuskan untuk merubah segalanya. Tapi bagaimana caraku melakukannya dengan tubuh yang berbeda dan juga di tempat yang asing bagiku ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon La-Rayya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pakaian Renang

Marina hanya bisa memperlihatkan senyumannya, meski dalam hati dia merasa kesal karena sikap Alvin tidak sesuai dengan apa yang dia harapkan. Dia tidak menyangka bahwa Alvin malah akan mengikuti apa yang dikatakan Tiara.

Marina lalu memutuskan berdiri untuk membuat 2 cangkir kopi. Dia membawa cangkir kopi itu ke arah Julian dan juga Joni.

Kopi pertama diberikan kepada Joni dan kopi kedua diberikan kepada Julian.

"Julian kopi di cangkir ini tidak mengandung gula. Aku tahu kau tidak suka yang manis-manis." Ucap Marina.

Julian menerima kopi itu.

"Terima kasih." Ucapnya.

"Tidak perlu bersikap sopan di antara kita." Ucap Marina dengan bercanda.

Marina kemudian duduk di sebelah Julian dan bergabung dalam diskusi mereka tentang saham.

Jenny sejak tadi sudah melihat semua adegan itu dari tempat duduknya bersama suaminya. Dia diam-diam mengikut lengan suaminya, Andre dan mengisyaratkan suaminya itu untuk melihat ke arah Tiara sebelum bicara.

"Lihatlah istri Julian. Dia tampak berbeda dari sebelumnya. Dulu dia tidak memperhatikan kita atau Alvin sekalipun dan sekarang lihat seberapa baik dia memperlakukan Alvin. Aku ingin tahu apakah terjadi sesuatu." Ucapnya.

Andre mengusap rambut istrinya dan menjawab ucapannya itu dengan acuh tak acuh.

"Iya, mungkin sudah terjadi sesuatu. Tapi itu urusan pribadi Julian dan kita tidak seharusnya ikut campur." Ucapnya.

Bibir Jenny bergerak-gerak dan dengan tenang dia kembali berkata, "kau benar, kita memang tidak boleh terlibat dengan masalah pribadi Julian. Tapi bagaimana dengan saudarimu itu...."

Saat Andre mendengar ucapan istrinya itu, dia lalu melirik ke arah Marina. Dia pun tertawa karena menurutnya apapun yang ada di dalam pikiran istrinya itu konyol.

Andre lalu mengetuk dahi Jenny pelan.

"Apa yang kau pikirkan? Marina memperlakukan Julian dan yang lainnya sebagai saudaranya sendiri. Bahkan sudah seperti saudara kandung. Dia tumbuh dengan mengikuti kami dari belakang." Ucap Andre.

Jenny tertawa sinis dalam benaknya dan diam-diam memutar matanya. Dia berpikir bahwa laki-laki selalu saja naif dan tidak memperhatikan hal-hal seperti itu.

Jenny lalu berdiri dan bertepuk tangan beberapa kali untuk menarik perhatian semua orang sebelum mengumumkan sesuatu.

"Ayo sekarang waktunya bagi kita semua untuk beristirahat, karena kita akan bermain di pantai nanti sore. Celana renang dan bikini, kami semua akan segera datang." Ucap Jenny.

Semua orang terdengar tertawa.

Setelah itu, semua orang lalu makan siang sebelum istirahat.

Keluarga Julian yang beranggotakan 3 orang itu hanya mendapat satu kamar untuk mereka semua. Hal itu lantas membuat Tiara dan Julian merasa canggung. Namun mereka tidak dapat meminta kamar lain sekarang, karena itu akan terasa aneh bagi semua orang.

Di sisi lain Alvin merasa sangat senang. Dia naik ke tempat tidur dan berguling-guling sebelum menepuknya.

"Mama, Papa... Ayo cepat ke sini. Tempat tidurnya sangat besar dan nyaman. Kita bahkan bisa melihat laut dari sini." Ucapnya.

Wajah Tiara memerah dan dia tidak berani bergerak. Dia tidak tahu harus berbuat apa. Hingga pada akhirnya Julian lah yang naik ke tempat tidur lebih dulu.

Julian berbaring di sisi kanan Alvin dan bicara pada Tiara.

"Ayo istirahat sekarang. Kalau tidak, kita tidak akan punya cukup energi untuk permainan nanti." Ucapnya.

Wajah Tiara semakin memerah. Dia dengan kaku berjalan mendekat dan berbaring di sisi kiri Alvin. Setelah itu dia meletakkan tangannya di atas perutnya dan dia tidak berani bergerak sedikitpun.

Alvin berguling ke kanan dan dia melirik Papanya. Lalu dia berguling ke kiri dan melihat Mamanya. Dia sangat gembira saat dia meraih kedua tangan mereka dan bicara dengan penuh harap.

"Alangkah senangnya jika kita selalu bisa tidur bersama seperti ini." Ucap Alvin.

Dengan wajah merah Tiara tidak menjawab apapun. Sementara itu Julian memutuskan untuk memejamkan matanya.

Alvin berpikir bahwa orang tuanya sedang tidur. Jadi dia tidak bicara lagi karena dia takut akan membangunkan mereka. Karena Alvin juga merasa mengantuk, dia lalu menutup matanya dan segera tidur.

Ketika Tiara melihat Papa dan anak itu memejamkan mata, dia akhirnya merasa tenang dan perlahan tertidur.

Julian membuka matanya lagi saat nafas Tiara dan Alvin terdengar menjadi lembut dan teratur. Dia memandang ibu dan putranya itu dan ada perasaan yang tak bisa dijelaskan memenuhi hatinya.

...----------------...

Sore harinya Julian telah menyiapkan pakaian renang untuk semua orang termasuk Tiara. Hanya saja Tiara tidak berani memakainya. Meskipun dia sudah terbiasa dengan gaya pakaian orang yang ada di dunia ini, tapi dia masih belum bisa menerima pakaian dengan bentuk yang sedikit terbuka. Dia merasa bahwa pakaian itu terlalu tidak baik baginya. Jadi Tiara tidak ingin memakai pakaian itu.

Ketika Julian dan Alvin sudah berganti pakaian renang, Tiara masih terlihat bingung.

Setelah menunggu lama dan melihat Tiara masih belum keluar dari pintu ruang ganti, Alvin pun bicara.

"Mama, apakah Mama sudah siap? Aku dan Papa sudah siap." Ucap Alvin.

Tiara hanya bisa membuka pintu dan dia masih tetap mengenakan pakaiannya yang tadi.

"Hah, Mama... Kenapa Mama belum mengganti pakaian?" Tanya Alvin bingung.

Tiara menjawab dengan gugup.

"Mama tidak mau memakai pakaian ini, karena Mama merasa pakaian ini tidak terlihat bagus untuk Mama." Balasnya seraya menunjukkan pakaian renang itu pada Alvin.

Alvin lalu mengambil baju renang dari tangan Tiara untuk melihatnya. Lalu dia mengangkat kepalanya.

"Mama, apakah Mama tidak memakainya karena Mama takut orang lain akan mengatakan Mama terlihat gemuk? Ayolah Ma, itu tidak masalah. Lihatlah aku, aku ini gemuk. Tapi aku tidak takut akan diejek orang." Ucap Alvin.

Alvin bahkan sampai mengangkat perutnya sendiri agar Tiara bisa melihatnya.

Meski biasanya Alvin tidak mengakuinya, ia sebenarnya tahu bahwa dia sekarang memang kelebihan berat badan. Tiara tidak tahu harus tertawa atau menangis.

Tentu saja dia tidak takut disebut gemuk oleh orang lain, karena faktanya dia ingin menambah berat badannya. Setidaknya itu akan jauh lebih baik baginya daripada kondisinya yang sekarang di mana dia hanya tinggal kulit saja.

Tiara benar-benar tidak tahu bagaimana menjelaskan semuanya kepada Alvin. Melihat situasi Tiara yang kebingungan, Julian menghampiri Alvin dan mengangkat tubuhnya.

"Baiklah Alvin, tidak masalah jika Mama tidak mau berganti pakaian. Sekarang ayo kita turun." Ucap Julian.

Karena Alvin digendong, jadi dia hanya bisa melambaikan tangannya sambil berkata, "baiklah, Mama bisa memakai pakaian Mama yang sekarang saja. Ayo kita pergi dan bermain di laut."

Tiara menghela nafas lega. Dia segera menjatuhkan pakaian renangnya ke suatu tempat dan mengikuti Papa dan anak itu dari belakang dengan tongkatnya.

Bersambung...

1
Fatia
ya ampun Alvin bikin gemes aja🥰
Nunung Nurasiah
sama nih AQ juga susah banget gemuk walaupun ingin BB 63 kg..mentok di 54/55..banyak makan KLO penuh ujung2x pengen jongkok..
Nunung Nurasiah
tentara ko pada mabuk..gimana KLO ada musuh menyerang..kan bahaya toh?
Nunung Nurasiah
knp Tiara jlk Kaka?
Nunung Nurasiah
ke salon ajj
Nunung Nurasiah
bawa bekal makanan jadi ingat waktu mondok/pesantren
Nunung Nurasiah
ini cerita dari negara mana thor..soalx sperti terjemahan ya..maaf KLO salah
Nunung Nurasiah
AQ pinjemin kursi roda nih..punya tetangga itu juga ...kasian pake tongkat trus
Nunung Nurasiah
katax menunggu berubah .udah berubah ko Julian malah curiga ya
cha_cha96
Winny Anpooh
Luar biasa
Lala Kusumah
Alhamdulillah ceritanya luar biasa bagus, menarik juga inspiratif bagi kita semua, teruslah berkarya dengan karya-karyanya yang bagus lagi, semangat sehat ya 💪💪😍
La-Rayya: makasih, baca kisah yg lain jg ya 😊🙏🏻
total 1 replies
YuLiianna Sariie
Luar biasa
tudehun
/Good/
Dikdikdoank
Luar biasa
zahra ou
seru ceritanya
mnarik
R yuyun Saribanon
apik
R yuyun Saribanon
dih tentara mabuk2an, ada anak kecil pula.. jadi contoh yg baik ya thor
R yuyun Saribanon
thor bahasa utk alvin di perbaiki..jangan menyapa ibunya dg sebutan kau.. tak pantas
ana azizah
alurnya bagus
tapi aku rasa akhirnya terlalu di paksakan dan buru2
banyak hal yg sepertinya masih menjadi misteri
zahra ou: betul, mulai dr saudra tiara m yoga.
hbl cocok tnam n mncangkul hrs nya jd putri kcl tiara yg imut n lucu
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!