NovelToon NovelToon
Barsh Dan Kalistha (Sesuatu Yang Kusebut Rumah)

Barsh Dan Kalistha (Sesuatu Yang Kusebut Rumah)

Status: tamat
Genre:Pelakor / Cinta pada Pandangan Pertama / Dendam Kesumat / Roman-Angst Mafia / Tamat
Popularitas:10.3k
Nilai: 5
Nama Author: Stanalise

Kalistha, seorang gadis malang yang dibuang oleh keluarganya. Dia terpaksa menghidupi adiknya seorang diri sambil kuliah. ketika sedang bermain piano di kampus, ia bertemu dengan seorang laki-laki.

Barsh, anak dari pengusaha kaya raya. ia merasa tertarik kepada seorang gadis yang begitu lihai ketika bermain piano.

Sejak saat itu, Barsh mulai mendekati Kalistha, dengan menjadikan gadis itu sebagai guru les privat pianonya

Namun kisah cinta mereka tidak mulus. Barsh ternyata memiliki seseorang dari masa lalunya yang kini berada di Seoul. Gadis yang begitu buta dengan cintanya terhadsl Barsh. Siapa yang berani mendekati Barsh pasti akan celaka.

Dia yang mengetahui hubungan Kalistha dan Barsh, mencoba untuk memberikan ancaman kepada Kalistha, jika dia tidak meninggalkan Barsh.

Siapa yang akan dipilih oleh Barsh? Masa depan, atau masa lalu yang masih berharap kepada dirinya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Stanalise, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24: Kehidupan Baru (Amsterdam)

Pagi ini cukup cerah di Amsterdam. Gadis Asia ini terlihat cukup sibuk dengan karyanya. Beberapa kali tangannya mengambil tanah liat di sampingnya menempelkannya pada karyanya.

Begitu terampil tangannya pada seni. Tanah liat itu kini sudah hampir menyerupai kepala manusia. Matanya menyipit sesekali memperhatikan tiap jengkal karyanya yang dia pikir kurang.

Kembali tangannya membentuk karyanya sedemikian rupa hingga dicukupnya itu sesuai. Dia adalah Kalistha dengan kesibukannya di ruang karya.

Sudah hampir tujuh tahun lamanya dia berada di Amsterdam, kota kelahiran Arteta. Mimpinya kini terwujud Galeri seni miliknya sendiri kini berdiri di Amsterdam.

"Kakak?" teriak seorang gadis muda yang cukup cantik, seraya mencari-cari keberadaan orang yang dicarinya.

Kakinya terus melangkah masuk kedalam galeri. Tepat ketika dia menemukan orang yang di panggilnya kakak dia pun menghampirinya.

Kalistha menoleh ke arah langkah kaki yang memasuki ruang kerjanya. Dia tersenyum mendapati Syena yang datang menghampirinya. Gadis kecil itu sekarang sudah besar.

"Kakak, kau sedang apa?" tanya Syena pada Kalistha.

Kalistha tersenyum mendengar pertanyaan adik kesayangannya itu.

Gadis muda itu Syena. Kali ini kakinya tak lagi cacat. Dia mampu berjalan normal kembali berkat bantuan Arteta yang membawanya terapi di Amsterdam.

Beruntungnya kerutinannya berobat membuahkan hasil yang bagus. Langkah yang dulunya tertatih ketika berjalan, kini sudah stabil. Syena sudah sembuh total.

"Aku sedang bekerja!" jawab Kalistha padanya.

Syena memperhatikan hasil seni yang sedang dibuat kakaknya itu. Dia berpikir sejenak dan ya! Ingatannya masih baik. Patung itu, mirip sekali dengan Barsh pemuda yang dulu baik sekali padanya.

Tak ingin kembali bertanya karena Syena tau. Jika pertanyaannya terus berlanjut maka itu akan membuat Kalistha semakin sedih. Syena meraih secangkir coklat ang terletak di atas meja kecil tepat di samping Kalistha.

"Aku haus!" ucap Syena seraya meneguk coklat hangat itu. Kelancangan adiknya itu membuat Kalistha mendengus kesal melihat kelakuan adiknya itu.

"Kau bisa membuatnya sendiri, Syena!" ujar Kalistha padanya.

Syena menggeleng pelan mendengar itu.

"Tidak, aku baru saja pulang dari sekolahku! Lagi pula tuan putri tidak boleh terlalu lelah!" ujar Syena menyombongkan dirinya. Kalistha mengernyitkan keningnya mendengar itu.

"Tuan Putri? Tuan Putri apanya? Kau sedang bermimpi sambil bangun ya?" tanya Kalistha pada Syena.

Syena tertawa mendengar itu lalu dia menunjukkan secarik kertas pada Kalistha. Kalistha membaca kertas itu sejenak. Tertulis di sana Syena lolos memerankan teater sebagai Tuan Putri.

"Aku akan jadi Primadona kak! Lihat saja!" ujar Syena bangga. Kalistha tertawa mendengar itu. Dia mengambil cangkir coklat miliknya kembali.

"Primadona itu harus peduli kalori, jadi jangan berlebihan!" ucap Kalistha seraya menyeruput coklat miliknya. Syena kesal dengan tingkah kakak nya itu.

"Kau menyebalkan kak!" ujar Syena kesal. Kalistha tertawa mendengar itu.

"Aku pulang saja!" ujar Syena lalu pergi dari sana. Kalistha mengangguk mendengar itu. Baru beberapa langkah menjauh dari Kalistha, Syena berbalik.

"Nanti malam menunya apa?" tanya Syena pada kakaknya itu. Kalistha menoleh ke arah Syena.

"Kimbab saja sepertinya lezat!" ujar Kalistha padanya. Syena mengangguk mendengar itu lalu berlalu pergi.

Berlalu Syena dari sana membuat Kalistha kembali fokus pada karyanya. Dia, ingin membuat patung wajah Barsh. Sungguh dalam hatinya Kalistha sangat merindukan pemudanya.

Ini sudah cukup lama baginya menanti Barsh. Pelampiasan rindu itu hanya mampu Kalistha lampiaskan melalui ini, seni miliknya.

1
ᄂ⃟ᙚRisa Virgo Always Beau
Kalistha bersemangat lagi gara gara kata kata Barsh
ᄂ⃟ᙚRisa Virgo Always Beau
Barsh menerobos kerumunan orang demi melihat lukisan
ᄂ⃟ᙚRisa Virgo Always Beau
Barsh beruntung dapat Kalistha yang ngga marah walau kamu telat datang
ᄂ⃟ᙚRisa Virgo Always Beau
Barsh ternyata cemburu gara gara seperti di cuekin oleh Kalistha yang sibuk memandangi kota
ᄂ⃟ᙚRisa Virgo Always Beau
Barsh dan Kalistha menikmati salju berduaan
ᄂ⃟ᙚRisa Virgo Always Beau
Kalistha pasti bingung mau di bawa kemana oleh Barsh
ᄂ⃟ᙚRisa Virgo Always Beau
Kalistha sama Barsh tahan dengan udara dingin ternyata
ᄂ⃟ᙚRisa Virgo Always Beau
Kalistha mengajari Barsh main piano
ᄂ⃟ᙚRisa Virgo Always Beau
Kalistha kamu memang wanita yang berbakat bisa main piano
ᄂ⃟ᙚRisa Virgo Always Beau
Kalistha memang sangat hebat berbakat di bidang seni
ᄂ⃟ᙚRisa Virgo Always Beau
Barsh lupa dengan Kalistha pasti Kalista sedih banget
ᄂ⃟ᙚRisa Virgo Always Beau
Barsh bersahabat dekat dengan Andrew dan Michael
ᄂ⃟ᙚRisa Virgo Always Beau
Kalistha gara gara kamu koma membuat Arteta merasa bersalah
ᄂ⃟ᙚRisa Virgo Always Beau
Barsh kamu bisa menahan sakit di depan Kalistha
ᄂ⃟ᙚRisa Virgo Always Beau
Barsh dan Kalistha pasti syok mendengar Tressya juga akan membunuh Barsh
ᄂ⃟ᙚRisa Virgo Always Beau
Tressya kamu itu dendam ke Barsh gara gara cintamu di tolak
ᄂ⃟ᙚRisa Virgo Always Beau
Barsh karena ulahnya kamu membuat Kalistha malu
ᄂ⃟ᙚRisa Virgo Always Beau
Kalishta mengajak Barsh mendekat ke arah anak kecil penjual coklat
ᄂ⃟ᙚRisa Virgo Always Beau
Barsh pengin manja manjaan sama pacarnya yaitu Kalistha
ᄂ⃟ᙚRisa Virgo Always Beau
Barsh dan Kalistha menikmati sunset bareng pasti bahagia
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!