NovelToon NovelToon
Ainomaru

Ainomaru

Status: sedang berlangsung
Genre:Ketos / Berbaikan
Popularitas:902
Nilai: 5
Nama Author: Jauhadi

"Arina Andrews!" Panggil seorang guru saat Arin hendak berlalu.

Arin lalu berbalik dan mendapati jika orang yang memanggil dirinya adalah sang guru. Orang yang membuat dirinya merasa hidup. Namun Arin terkejut saat mengetahui gurunya hendak menikah. Baginya Ibu Sarah adalah ibu baginya.

"Ibu guru tidak akan melupakan sayakan ?" Tanya Arin...

Ibu Sarah hanya terdiam, dia lalu mengelus kepala anak muridnya itu..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jauhadi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24

Bab 24

Arina terbangun, tampak lelehan air mata di matanya, dia ingat saat Tion menunjukkan foto ibu mereka, dan bintang-bintang yang bersinar di langit malam. Meski begitu, dia merasa lega, di dalam mimpi dia bisa menangis dengan keras tanpa terdengar oleh siapapun. Hanya saja dia malu dengan Tion, Tion pasti mengingat saat-saat Atina menangis.

Arina mandi di kamar mandi kamarnya, lalu berganti pakaian. Dia lalu turun ke bawah untuk sarapan bersama Rania. Rania sudah siap di bawah. Mereka berdua akan sarapan bersama dengan Alisha juga. Kemarin Arina sudah bilang pada Alisha untuk sarapan bersama.

"Alisha ayo duduk sini." Ujar Rania Putri pada Alisha. Dia sudah di beri tahu Arina jika pagi ini mereka sarapan bersama Alisha.

"Baik nona." Ujar Alisha sopan.

"Jangan panggil aku nona, aku bukan nonamu, nonamu Arina. Panggil saja Rania. " Balas Rania pada Alisha.

"Baik Rania." Balas Alisha pada Rania.

Tak lama kemudian Arina ikut duduk bersama mereka berdua. Hari ini mereka berdua sarapan makanan kesukaan Arina, urap-urapan, Arina dangat suka urap-urapan apalagi jika yang urap afalah latoh, sejenis rumput laut yang bentuknya serupa dengan anggur. Tak hanya itu ada telur gulung kesukaan Rania. Telur itu di bumbui dengan sambal sehingga rasanya jadi luar biasa, telur juga di gulung menyerupai omelette kasar sehingga enak saat di gigit.

Arina, dan Rania makan dengan lahap, begitu juga dengan Alisha. Mereka bertiga menikmati makan pagi mereka. Sarapan yang menyenangkan setelah malam yang panjang.

Setelah sarapan Alisha pamit mengerjakan tugasnya. Arina mengangguk mengerti, dan mengizinkan Alisha bekerja. Alisha juga akan belajar menghadapi masuk universitas S2. Berbeda dengan Arina, dan Rania yang baru masuk S1.

Arina, dan Rania lalu pergi ke luar rumah, mereka akan ke perpustakaan daerah, dan membaca buku di sana. Arina sangat senang membaca buku, begitu juga Rania yang selalu menikmati membaca sebagai hiburan, bukan hanya sebagai pelajaran.

Arina absen di komputer milik perpustakaan, begitu juga Rania. Mereka berdua lalu naik ke lantai dua perpustakaan, tempat mereka biasa membaca buku. Arina naik ke lantai tiga seperti biasa, dan mencari buku perkuliahan. Di lantai dua hanya ada buku untuk remaja.

Arina mengambil beberapa buku, lalu kembali lagi ke lantai dua. Dia akan membaca buku-buku yang sudah di pinjamnya. Arina melihat ke arah Rania yang masih memilih buku. Dia lalu menghampiri sahabatnya itu.

"Kamu sudah memilih?" Tanya Arina pada Rania yang sedang sibuk memilih.

"Tidak, aku belum menemukannya." Ujar Rania pada Arina.

"Cari apa aku carikan." Kata Arina mencoba membantu.

"Novelmu." Ujar Rania bergurau.

"Kalau yang itu jelas tidak ada di sini." Jawab Arina masih dengan ekspresi kakunya.

Rania tertawa, tapi Arina tidak. Dia begitu dingin. Arina, dan Rania lalu duduk setelah Rania menemukan buku yang dia cari. Yang jelas bukan buku novel Arina yang berjudul "Ainomaru."

Rania membaca dengan serius, sementara Arina masih tampak cuek, dan membaca bukunya. Rania bertanya-tanya mengapa akhir-akhir ini Arina tampak cuek sekali. Apa Arina sedang demam atau apa?

Rania mendekat ke arah Arina, dan mendekat pada Arina. Dia ingin tahu apa yang membuat mood Arina jelek. Biasanya Arina memang bersikap dingin, hanya saja dinginnya saat ini berbeda, mencekam.

Rania menyentuh tangan Arina, itu membuat Arina terkejut, dan menepis tangannya.

"Ada apa?" Tanya Arina masih dengan raut wajah dinginnya.

"Kamu tampak kesal, aku hanya ingin tahu apa gerangan yang membuat sahabat aku kesal begini? Hmmm??" Tanya Rania.

"Tidak ada, hanya ujian masuk universitas, aku kesal karena nilaiky tidak sesuai harapanku saat di tes kak Tion, bagaimana nilaiku saat tes sesungguhnya nanti. " Balas Arina.

Rania penasaran, berapa nilai yang Tion berikan kepada Arina sampai wajah gadis itu tampak menyeramkan seperti sekarang.

"Berapa nilaimu memangnya, apa kak Tion tidak memberi nilai yang memuaskan kamu?" Tanya Rania.

Seolah sudah hapal kelakuan temannya itu, Rania pun merengek.

"Ahhhh, palingan juga 98, 95, angka sembilan selalu menjadi puja kamu tidak bersemangat." Ujar Rania.

Arina menganggukkan kepalanya, dia memang mendapat nilai 98 di saat Tion mengetesnya. Dia berharap dapat nilai seratus. Padahal author sendiri tidak sepintar Arina, ini mengingatkan author pada teman online author yang sangat pintar, sampai-sampai nilai ujiannya saat SMA dapat 90-an semua. Tapi ya, dia berharap nilainya seratus, sama seperti Arina.

Arina lalu menekuk kepalanya, dia tampak lesu. Rania mencubit pipi Arina gemas. Bisa-bisanya nilai 98 di ributkan.

"Itu bagus Arin, oh ya, kamu kesini kan mau belajar, jadi cerialah Arin." Ujar Rania Putri pada sahabatnya.

Arina hanya tersenyum pura-pura lalu kembali dengan ekspresi dinginnya. Arina tidak ingin banyak bicara sekarang. Arina hanya ingin membaca buku saja. Hingga beberapa saat kemudian mereka harus pulang.

Arina membawa buku-buku yang ingin dia baca di rumah. Rania juga sama, dia membawa buku yang ingin dia bawa. Lagi pula masih ada dua minggu sebelum pergi ke Singapore.

Arina menatap ke arah laut yang tampak dari jendela perpustakaan. Indah, dan dia harus pergi sekarang.

Arina membawa buku ke bagian pendaftaran, dan meminjamnya. Begitu pula dengan Rania. Arina tak ingin meminjam terlalu banyak, takutnya sebelum berangkat ke Singapore dia tidak sempat membaca buku-buku itu. Jadi dia hanya meminjam dua.

Arina duduk di depan taman perpustakaan menunggu Rani yang juga meminjam buku, tak lama berselang Rania pun datang. Dia dan Rania lalu memutuskan untuk pergi ke panti asuhan, mereka akan bermain dengan anak-anak panti asuhan.

"Aku sudah lama tidak melihat ibu panti. Apa beliau sehat-sehat saja Ran?" Tanya Arina pada sahabatnya yang tengah melihat buku-buku miliknya. Tidak tepat menyebutkan miliknya, sebab buku itu buku pinjaman.

"Ibu sehat-sehat saja. Ada apa? Kamu rindu pada ibuku?" Tanya Rania heran. Namanya juga anak asuh, sudah jelas dia ada sedikit rasa rindu pada ibu asuh nya.

"Sedikit." Balas Arina jujur. Dia lalu memutuskan untuk menyetir mobil miliknya, tadi yang menyetir Rania, sekarang giliran Arina yang menyetir.

∆∆∆

Mobil terparkir, Arina, dan Rania turun dari sana. Tidak lupa mengeluarkan oleh-oleh khas Moskow. Tampak Ibu Kepala Panti keluar dari dalam panti asuhan, dia menyambut Arina, dan Rania, dua orang putrinya.

"Kalian baru sampai? Bagaimana liburannya? Apa menyenangkan?" Tanya Ibu kepala panti pada Arina, dan dan Rania putrinya.

"Iya bu menyenangkan. Aku bermain salju di sana, tapi aku paling suka saat pergi ke museum. Arina tidak mau main salju, takut flu katanya." Ujar Rania pada ibunya, gadis itu seperti tidak puas berbicara.

"Ibu senang kalian bahagia. Ayo masuk. Ruang bu sudah ibu bersihkan untuk kalian." Ujar Ibu Kepala Panti. Arina lalu menyalami Ibu asuhnya. Ibu Asuhnya yang biasanya galak, kini menatap sayang pada Arina. Dia mengelus puncak kepala Arina. Dan menggandeng tangannya ke ruang buku. Mereka banyak berbincang di sana. Tak lama kemudian Arina menyerahkan oleh-oleh khas kota Moskow pada Ibu Kepala Panti.

Ibu kepala panti menerimanya dengan senang hati, nanti dia akan membagikan pada anak-anak panti. Mereka pasti senang mendapatkan hadiah.

Kini sudah saatnya Arina pulang, dia lalu berpamitan dengan Rania, san ibunya. Dia melambaikan tangan ke arah mereka berdua.

"Sampai jumpa." Ujarnya tanpa senyum, namun dengan wajah hangat.

1
ℛᵉˣ🍾⃝ɴͩᴀᷞᴜͧғᷠᴀᷧʟ🤎ˢ⍣⃟ₛ🦁
sukses selalu
𝒘𝒂𝒘𝒂¹⁶⁵
sukses uha
↳。˚ 🖇️')auh∆di♪♪⁠┌┘⁠♪: makasih kak wawa
total 1 replies
Raja
/Ok/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!