NovelToon NovelToon
Penghianatan Suami Dan Sahabatku

Penghianatan Suami Dan Sahabatku

Status: tamat
Genre:Pemain Terhebat / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.7
Nama Author: pujangga

Adira tak menyangka bahwa suami dan sahabatnya berselingkuh di belakangnya.
Dia melihat mereka duduk makan berdua di sebuah restoran dengan begitu mesranya. Sakit dan hancur itulah yang di rasakan Adira.

📢📢 Jangan lupa Beri Nilai, Like, Komen, Vote, Hadia dan Favoritkan ya kakak-kakak semuanya.

maaf jika Masi banyak kekurangan
mohon dukungannya ya. Terimakasih 😊😊🙏🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pujangga, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34

Aditia berjalan kearah mobilnya untuk bertemu dengan sang mama.

"Bagaimana? Apa dia mau memaafkan mu ?" Tanya mama Naila setelah melihat Aditia masuk dan duduk di kursi kemudi.

"Tidak ma, dia tetap tidak mau" Jawab Aditia dengan sendu yang menghiasi wajahnya.

"Lepaskan saja dia, Aditia. Mungkin Adira bukan jodohmu, Mungkinkah Kelian berjodoh hanya sampai disini saja, Lagi pula Masi banyak perempuan lain diluar sana." Nasehat mama Naila pada putranya.

"Tapi ma, Adira adalah satu-satunya perempuan yang aku cintai dan perempuan yang aku inginkan. Aku tak mau kehilangannya dari hidupku. Mama sendiri tahu itu" Ucap Aditia dengan suara sendu

"Makanya, sudah tahu takut kehilangan mau selingkuh, Kalau mencintainya mau berkhianat. Siapa suruh mau main api akhirnya terbakar sendiri" Ucap sang mama dengan nada ketus

Aditia menghela nafas panjang dan mengeluarkan secara kasar. Kemudian dia berucap" Tapi nggak usah diperjelas juga ma" Ucapnya Dengan pasrah

"Lebih baik sekarang kau memikirkan cara agar papamu mau memaafkan mu"

"Mama tahu sendiri. Papa tidak akan memaafkan aku sebelum Adira yang maafkan aku terlebih dahulu. Jadi, bagaimana pun caranya aku harus mendapatkan Adira kembali padaku, Untuk itu mama harus membantuku untuk membujuk nya." Seru Aditia sambil melihat sang mama.

"Sudahlah nanti baru kita pikirkan lagi. Sebaik-baik kita pulang dulu" Ucap sang mama pada Aditia

"Aku akan tetap berusaha mendapatkan maaf darinya, Aku tidak akan pernah menyerah, Dengan cara apapun Adira harus tetap menjadi milikku" Batin Aditia tidak ingin pantang menyerah untuk mendapatkan Adira kembali.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Setelah Adira sampai rumah orangtuanya. Adira menjatuhkan dirinya diatas tempat tidurnya. Ia merasa sedikit lega karena sidang mediasi berjalan dengan lancar sesuai keinginannya, Hakim tak ingin mengabulkan keinginan Aditia untuk berdamai dan rujuk dengannya. Itupun karena andil dirinya yang tak ingin untuk berdamai dan rujuk, Ia tetap kekeuh ingin berpisah.

Walaupun jauh didalam lubuk hatinya merasakan sakit, Kerena pernikahannya harus berakhir di perceraian. Dulu ia berpikir maut lah yang akan memisahkan mereka berdua. Ternyata, dia salah pernikahan mereka dinodai dengan pengkhianat suaminya yang menyebabkan kehancuran rumahtangga mereka saat ini.

"Sebentar lagi aku akan menjadi janda, tapi aku yakin ini lebih baik dari pada tetap mempertahankan rumahtangga dengan pasangan yang pernah berkhianat. nantinya walaupun kita tetap bersama pasti rasanya sudah berbeda. Aku yang akan mencurigainya setiap dia terlambat pulang kantor dan aku akan berpikir yang tidak-tidak selalu terhadapnya. Bukankah itu nantinya akan menjadi tidak harmonis seperti dulu. Sebelum adanya pengkhianatan dan akan selalu menjadi percikan api pertengkaran untuk mereka. Jadi aku sudah mengambil langkah yang tepat untuk berpisah dengannya."lirih Adira demi menguatkan dirinya sendiri

Adira menghela nafas panjang. Ketika mendengarkan bunyi ponselnya ia melihat nama Radit yang tertera dilayar ponsel miliknya itu.

"Ya, ada Apa?" Tanya Adira tanpa basa-basi

"Ayo, Kita bertemu nanti malam" Ajak Radit yang tau hari ini adalah sidang pertama Adira dan Aditia

Adira terdiam sejenak, Memikirkan apa ia harus keluar untuk melupakan sejenak beban dalam hidupnya saat ini agar dapat berkurang

"Baiklah. Kau atur saja dimana tempatnya untuk kita bertemu" Ucap Adira akhirnya

"Baiklah nanti malam aku menunggumu di cafe AA. ingat Aku menunggumu" Ucap Radit dengan tersenyum bahagia.

"Ia aku bakalan ingat" Ucap Adira dan memutuskan sambungan telponnya

Radit hanya bisa memandang layar ponselnya."Selalu saja di matikan duluan dasar perempuan satu ini, Untung Cinta."

Radit yang saat ini berada perusahaan. Ia mulai mengerjakan dan memeriksa berkas-berkas dengan cepat. Agar bisa pulang tepat waktu dan bertemu dengan Adira.

Beberapa jam berselang pekerjaannya telah selesai. ia melihat jam tangan mewah yang melingkar dipergelangan tangan kirinya. Masih ada waktu satu jam lagi sebelum jam kantor berakhir. Radit hanya duduk menunggu, ia melamun dan menerawang jauh ke masa lalu saat Ia dan Adira masih bersama

**Flashback**

1
Asyatun 1
keren thoor
oma lina
yach udahan cuma gitu doang bikin penasaran thor🤭🤭
Tien Fitri
bagus
Siti Masitah
thor gimana sih aditia thor bukan radit
Siti Masitah
thor kalo nulis di baca lagi napa
Siti Masitah
bersumpah sumpah aja ntah kapan balasnya
Siti Masitah
adira oon bin botol
Putra Ganteng
is the best 👍🏻
Vien Vienk
👍🫶👍
Wati Sultan
Thor kq nama nya dibikin sama dengan radit🤭
Soraya
mampir thor
Malaku Malasari
aku sangat suka
Malaku Malasari
aku sangat suka
Lala lala
jelang lagi..lagi2 jelang...kayak jelang senja, menjelang magrib. jelang hari esok..jelang / mendekati /
yg betul Jalang / wanita nakal
Mas Liana
jalang.. bukan jelang.
papa rizal.. bukan papa rijal
🙏🙏
yeni kusmiyati
egoIß kalau suamimu berselingkuh bagaimana bu
Sunarti ram
semoga vidio d cape tersebar k media
Sunarti ram
ngebatin trus kpn bls dendamnya,
Sunarti ram
semoga ingatan adira kmbli lgi
Anonymous
terlalu ngayayay...berlete2..ehh...bertele2🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!