NovelToon NovelToon
Membawa Kabur Benih Sang Presdir

Membawa Kabur Benih Sang Presdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil / Slice of Life / Anak Genius
Popularitas:26.4k
Nilai: 5
Nama Author: Rima Andriyani

Elena hanya seorang peneliti biasa di kota London, hingga sebuah tawaran rahasia mengubah segalanya. Ia setuju menjadi bagian dari program donor untuk pria yang tak ingin cinta, tak butuh istri, hanya menginginkan pewaris sempurna.

Lima tahun berlalu, Elena hidup dalam bayang-bayang kontrak yang melarangnya membuka jati diri. Tapi saat anak yang ia lahirkan tumbuh jenius melampaui usianya, masa lalu pun mengetuk pintu.

Dan pria itu... kini berdiri di hadapannya, tanpa tahu bahwa bocah itu adalah darah dagingnya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rima Andriyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

Langkah kaki berat terdengar di koridor lantai. Jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam ketika Alexander akhirnya pulang. Jasnya sudah kusut, dasinya terlepas, dan wajahnya tampak letih luar biasa. Asap rokok terakhir yang ia hisap masih melekat di bajunya, bercampur dengan aroma keringat dingin.

Ia berjalan dengan kepala tertunduk, pundak tegang, matanya sayu karena menahan marah dan stres yang terjadi hari ini. Namun ketika melewati pintu kamar Elena, langkahnya terhenti. Tangannya terangkat tanpa sadar, menyentuh gagang pintu.

Sejenak ia hanya berdiri di sana, napasnya berat. Lalu, seakan didorong oleh sesuatu yang tidak bisa ia lawan, ia membuka pintu itu perlahan dan masuk ke dalam.

Elena baru saja selesai mandi. Rambut basahnya ia keringkan dengan hair dryer, berdiri membelakangi pintu sambil menatap cermin. Suara bising alat itu membuatnya tak mendengar pintu terbuka.

Ketika ia mematikan hair dryer dan menunduk untuk menyimpan alat itu, tiba-tiba tubuhnya terhentak. Dua lengan kekar melingkar di pinggangnya dari belakang.

“El—” suara Elena tercekat, matanya membesar saat ia melihat pantulan Alexander di cermin. “Alex! Lepaskan aku!”

Tubuhnya berusaha memberontak, tapi pelukan itu begitu kuat.

Alexander menundukkan wajahnya ke bahu Elena, suaranya berat, serak, dan penuh kelelahan.

“Diam sebentar, Elena… jangan bergerak.”

Elena tertegun. Tubuhnya menegang, tapi tangannya masih mencoba mendorong. “Apa yang kau lakukan?! Lepaskan aku, Alexander!”

Namun pria itu hanya mengeratkan pelukannya, matanya terpejam rapat. “Aku hanya… ingin memelukmu sebentar saja. Hanya sebentar. Hari ini… terlalu gila, Elena. Aku benar-benar lelah.”

Nada suaranya bukan ancaman. Tidak ada kemarahan seperti biasanya. Justru terdengar rapuh, seperti pria yang hampir kehilangan segalanya.

Elena membeku. Tangannya terhenti di udara, dadanya berdebar kencang. Ia bisa merasakan detak jantung Alexander yang tidak stabil, bisa merasakan beban berat yang ia bawa.

Namun di sisi lain, hatinya berteriak menolak. Lelaki ini adalah orang yang paling ia takuti, orang yang paling bisa merebut putranya darinya. Dan kini… lelaki itu justru mencari ketenangan dengan memeluknya.

“Elena…” bisik Alexander, masih dengan mata terpejam. “Izinkan aku tidur memelukmu… hanya malam ini.”

**

Elena menatap langit-langit kamarnya dengan mata terbuka, tubuhnya kaku dipeluk erat oleh Alexander. Nafas pria itu sudah teratur, hangatnya terasa di tengkuknya. Ia tak habis pikir… bagaimana mungkin ia membiarkan lelaki itu memeluknya seperti ini? Lelaki yang selalu mengekangnya, menakutinya, bahkan membuatnya ingin kabur sejauh mungkin.

Tapi malam ini berbeda. Malam ini, Alexander tidak berperan sebagai pria yang menakutkan. Ia hanya seorang lelaki lelah, yang entah bagaimana berhasil membuat Elena luluh beberapa detik.

Perlahan, Elena membalikkan tubuhnya. Kini wajah mereka saling berhadapan, hanya dipisahkan jarak beberapa senti. Alexander tampak jauh lebih tenang dalam tidurnya. Rahangnya yang biasanya tegang kini rileks, dan bibirnya yang keras itu terkatup rapat. Elena hampir tak percaya… dalam posisi seperti ini, pria itu tak terlihat menakutkan sama sekali.

Namun ketenangan itu mendadak terusik. Dahi Alexander mengerut, tubuhnya sedikit bergerak resah. Dari bibirnya, terdengar gumaman samar.

“Tidak… jangan… Papa, jangan lagi…”

Elena terperanjat. Ia melihat pria itu gelisah, napasnya tersengal, keringat dingin mulai membasahi pelipisnya. Lalu, tiba-tiba, suara itu pecah lebih keras.

“Tolong! Jangan kurung aku! Aku tidak mau di sini!”

Elena membeku. Alexander terlihat ketakutan.

Alexander menjerit dalam tidurnya, tubuhnya menggeliat. “Elie! Jangan tinggalkan aku! Elie!”

Mata Elena melebar. Nama itu… Elie?

Di dalam mimpi kelamnya, Alexander kembali ke masa kecilnya. Tubuh mungilnya dipukul cambuk, diseret, lalu dilempar ke dalam gudang gelap. Ia menangis, berteriak, memohon ampun. Pintu berat itu menutup rapat, meninggalkan dirinya dalam kegelapan yang mencekam.

Tapi kemudian, sebuah suara lirih terdengar dari balik pintu. Seorang gadis kecil berbicara lembut, menenangkannya, berusaha membuatnya kuat. “Jangan takut… aku ada di sini. Kau tidak sendirian.”

Alexander kecil mendekat, mendengarkan suara itu. Dan tak lama kemudian, pintu berderit terbuka, gadis kecil itu muncul, memegang jepit rambut yang digunakannya untuk membuka kunci.

"Namaku Elie." Ia mengulurkan tangannya, mengajak Alexander kecil kabur. Mereka sempat berlari bersama, namun kebebasan itu tak bertahan lama. Sang ayah menemukan mereka.

Amarah pria itu meledak. Gadis kecil itu ditarik kasar, diseret oleh pengawal. Alexander berteriak histeris, memanggil nama gadis itu berulang-ulang, tapi pintu kembali menutup, meninggalkannya sendirian dalam kegelapan.

“ELIEEEE!”

Alexander terbangun dengan teriakan itu, tubuhnya terlonjak. Nafasnya terengah-engah, matanya liar seperti baru keluar dari neraka.

Elena menatapnya kaget, tak bisa berkata apa-apa.

Namun sebelum ia sempat bereaksi, Alexander langsung merengkuhnya erat, begitu kuat hingga Elena hampir sulit bernapas. Suaranya pecah, serak, nyaris seperti anak kecil yang ketakutan.

“Jangan pergi… jangan tinggalkan aku. Kumohon… jangan tinggalkan aku…”

Pelukan itu begitu erat, seolah-olah nyawanya tergantung pada keberadaan Elena.

Elena terdiam. Hatinya dilanda badai, antara benci, kasihan, dan perasaan asing yang tak bisa ia kendalikan. Ia merasakan tubuh pria itu bergetar, detak jantungnya berpacu tak karuan. Untuk pertama kalinya, ia melihat Alexander Thorne bukan sebagai pria menakutkan.

Elena mematung, jantungnya berdentum keras. Tangannya sempat terangkat, ingin mendorong dada bidang pria itu, namun gemetar yang ia rasakan dari tubuh Alexander membuatnya terhenti.

“Elie…” bisik Alexander lirih, matanya masih setengah kosong, napasnya berat. “Jangan tinggalkan aku lagi… aku tidak sanggup sendirian.”

Elena menelan ludah. Nama itu kembali keluar dari mulutnya. 'Elie… siapa dia sebenarnya?'

Ia menunduk, memperhatikan wajah pria itu yang kini basah oleh keringat. Garis tegas yang biasanya membuatnya tampak begitu menakutkan kini terlihat rapuh, seperti retakan yang terbuka.

“Alex…” Elena akhirnya bersuara, lirih dan hati-hati. “Aku bukan Elie.”

Alexander menegang, lalu perlahan membuka matanya. Tatapan kelamnya yang biasanya penuh intimidasi kini tampak buram, kacau, bahkan putus asa. Tangannya justru semakin mengerat, seakan ia takut jika Elena berbicara sedikit lebih keras saja, wanita itu akan benar-benar lenyap dari sisinya.

“Aku tidak peduli…” gumamnya serak. “Kau... kau tetap jangan pergi. Kau tetap di sini. Aku tidak bisa kehilanganmu. Tidak lagi.”

Elena tertegun.

Dalam diam, ia menyadari sesuatu, pria ini, Alexander Thorne, sang penguasa dingin dan kejam, ternyata hanya manusia yang dihantui masa lalu. Luka lama yang membentuknya menjadi monster… luka yang belum pernah sembuh.

Elena menghela napas panjang, mencoba melawan hatinya yang lunak. Namun entah dorongan dari mana, tangannya yang tadi kaku perlahan bergerak, menyentuh punggung Alexander. Sentuhan itu ragu-ragu, namun cukup untuk membuat tubuh besar itu bergetar semakin hebat.

“Alex…” suara Elena nyaris berbisik. “Aku di sini. Tenanglah.”

Sejenak, ruangan itu hanya dipenuhi suara napas berat dan detak jantung yang bertabrakan. Kata-kata itu, sama seperti yang Elie katakan padanya dulu.

Alexander akhirnya memejamkan mata kembali, tapi kali ini ia tidak lagi gelisah. Kepalanya bersandar di bahu Elena, tubuhnya perlahan mereda dari guncangan.

Namun Elena justru makin resah. 'Apa yang kulakukan? Kenapa aku malah menenangkannya? Bukankah aku seharusnya membenci pria ini?'

Tatapannya jatuh pada wajah Alexander yang terlelap lagi, namun masih erat mendekapnya. Dan di sanalah ia sadar, bahaya sebenarnya bukan hanya Alexander yang bisa menghancurkan hidupnya, melainkan dirinya sendiri… yang mulai merasakan sesuatu yang tak seharusnya pada pria itu.

1
Vita Vita
mana lnjutanyaaa Thor !!!
circle: Masih di review sistem ya, Kak 🙏
total 1 replies
4u zZzYves
siapa iya? lanjut Thor semangat
Vita Vita
kurang ajar ada penyusup yg mencelakai lady,ok Thor smngaaat lady masih hidup kan ? kasihan ana & Liana 👍
Vita Vita
sekutiiiil....dari kmarin GK bc baru HR ini,agak pnjang Thor biar bahagia bacanya.smngaaaat...thx 👍
Alaina Sulifa Kaplale
segampang itu😄
Alaina Sulifa Kaplale
semua wanita pasti akan mwlakukan hal sama, bego.. dipiara sih bego nya
Alaina Sulifa Kaplale
masa bodohh.. siapa suruh gak jujur
Alaina Sulifa Kaplale
mampusss
Alaina Sulifa Kaplale
idih terlambat.. elena udah pergi. itulah hasil dari ketidakjujuranmu/Panic/
4u zZzYves
lanjut Thor semangat
Vita Vita
Waduuuh MN Thor lnjutanyaaaa yg bc SDH pada maleees kelamaan....
Vita Vita
elena habis kecelakaan lupa ingatan,suatu saat psti ingat.bahwa dia klrga kerajaan.yuuu penasaran Thor ok LNJUT smngat NGTIK thx 👍
Vita Vita
knp GK up diet Thor ???????
circle: capek Kak, rehat dulu satu hari 🙏
total 1 replies
Vita Vita
Leon jadi super Hero kocak Thor 🤣😂🤣😅🤣😂🤣😅👍
Vita Vita
Leon lebih sip dari PD papanya,ok Thor LNJUT yg pnjang thx 👍❤️
Vita Vita
knp dikiiit...agak pnjang la PENASARAAAN makin seruuuu.ok Thor smngat NGTIK di tggu thx 👍
Noona Han
wkwkkw leon klo jd anak rada normal lucu ya wkw🤣
Titin Rosediana
up LG donk ka❤️❤️❤️❤️
Vita Vita
ayo Thor lnjuuut.....
Vita Vita
penasaran ayo Thor LNJUT yg panjang 😅
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!