Masih ingatkah kalian dengan pasangan fenomenal Satria dan Sarah?
Kini mereka sudah memiliki seorang anak laki-laki yang bernama Arkana.
Ya, kehidupan Arkana tiba-tiba saja berubah 360° saat dia harus bertanggungjawab dan menikahi seorang gadis yang tidak di kenalnya sama sekali.
Lalu bagaimana kehidupan mereka, akankah Arkana bisa menjadi suami yang baik, atah malah sebaliknya.
Simak cerita mereka dan sebelum itu baca dulu cerita sebelumnya oke.
My Wife Is, My sugar mommy.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tessa Amelia Wahyudi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tujuan
Setelah mengeluh sepanjang perjalanan, akhirnya mereka tiba di sebuah rumah yang menurut Sky jauh dari kata layak.
"Rumah siapa, ini Sky?" tanya Satria setelah mereka sampai di tempat itu.
"Rumah gadis yang menjadi korban kebodohan putramu!"
"Hah?" Satria terkejut mendengarnya.
Sumpah demi apapun, dia benar-benar tidak percaya dengan hal ini. Bagaimana bisa tiba-tiba Sky mengajak mereka ke rumah gadis itu.
"Kenapa kau terkejut?" Sky balik bertanya pada Satria.
"Tapi bagaimana bisa tiba-tiba kamu mengajak ku datang kesini di saat akh belum menyiapkan apa pun? Apa yang harus aku katakan Sky?" Satria tidak tau apa yang harus dia lakukan saat ini.
Karena semuanya terlalu cepat. Bahkan berpikir datang ke tempat ini secepatnya juga dia tidak pernah menyangka. Lalu, Sky membawanya begitu saja.
"Lihat, itu gadis yang menjadi korbannya!" tunjuk Sky pada sosok yang duduk di bawah pohon.
Melihat sosok itu membuat hati Satria seperti di hantam batu besar. Bagaimana tidak jika dia melihat sosok yang sangat rapuh dan hancur.
"Sudah, ayo cepat!" Sky mengajak temannya turun dari mobil.
Mereka menghampiri gadis itu, dan ketika melihat ada dua sosok laki-laki datang ke arahnya membuat Rania langsung bersiap untuk pergi.
Entah mengapa dia merasa bahwa itu seperti ancaman untuknya. Apalagi setelah kejadian malam itu. Rania menjadi lebih waspada lagi.
"Berhenti!" Sky bersuara hingga membuat gadis itu berhenti.
"Bicaralah, Satria! Aku sudah seperti seorang ayah yang ingin melamar seorang gadis untuk pria tua!" ungkapnya yang membuat Satria mengeluh untuk itu.
"Apa yang harus aku bicarakan, Sky?" dia juga tidak tau apa yang harus mereka bicarakan.
"Astaga, aku bilang berhenti!" seru Sky yang membuat Rania kembali berhenti.
"Maaf, saya harus pergi!"
"Pergilah jika kau ingin keluargamu semua tau! pergilah jika kau ingin hidupmu semakin berantakan, dan pergilah jika kau ingin semua orang berpikir buruk tentangmu, terutama tentang benih yang mungkin bisa saja tumbuh di dalam rahim mu!"
Deg!
Jantung Rania seperti berhenti berdetak saat itu juga ketika mendengar apa yang laki-laki itu katakan.
"Sky, bukan begitu caranya!" tegur Satria saat melihat gadis itu seperti ketakutan.
"Lalu seperti apa? Aku sudah menyuruhmu untuk bicara tapi kau tidak bicara! Lalu Aku harus apa?" ungkapnya pada Satria.
Akhirnya Satria memberanikan dirinya untuk bicara pada gadis itu. Tapi, baru saja Satria hendak bicara, seorang wanita datang memanggil anak gadisnya.
"Riana?" mendengar namanya di panggil membuat gadis itu langsung pergi meninggalkan dua orang dewasa tadi.
Dia merasa memiliki angin segar untuk semua ini. Sedangkan ibunya Riana, merasa heran ada dua orang asing di salaman rumahnya.
Melihat wanita itu datang membuat Sky langsung mengutarakan maksud dan tujuan kedatangan mereka.
"Langsung saja, kami datang ke sini untuk melamar putri anda!" ujarnya yang membuat Satria hanya bisa menghela nafasnya dengan berat.
Sungguh, temannya ini memang tidak pandang bulu. Apa pun di anggapnya sama.
"Maksudnya bagaimana ya pak?" tanya ibunya Riana.
"Apa kita harus bicara di luar seperti ini? Apa tidak ada sofa di rumah anda?"
"Sky, tolong jangan seperti ini!" tegur Satria, karena dia tau bahwa ibunya Riana pasti merasa tidak nyaman dengan temannya ini.
"Maka cepat suruh ibunya calon menantu mu ini untuk membawa kita masuk. Dia pikir ini tidak panas? Astaga, bajuku sudah basah karena berkeringat!" keluh Sky dengan cuaca daerah ini. Lebih tepatnya negara kelahiran Satria.
***
next my