Menjadankan istri demi janda. Itulah yang dialami oleh Erlita Bramantyo. Menemani hari hari suaminya, mulai dari titik nol tapi kesetiaan dan rasa cintanya yang amat dalam terhadap suaminya Jhon. Tapi disaat Keadaan ekonomi suaminya semakin berkembang suaminya malah menghianati Cintanya. Ketika hati dan kepercayaan sudah dihancurkan maka tidak akan mudah untuk membuatnya kembali seperti semula. seperti yang saat ini dirasakan oleh Erlita, harus merasakan kenyataan pahit dalam hidupnya. ketika pernikahannya sudah dia bina hampir 15 tahun ternyata penuh kebohongan dan sandiwara. Erlita tidak menyangka kalau ternyata suaminya mempunyai hubungan gelap dengan wanita lain Lalu apakah yang akan dilakukan Erlita ketika mengetahui suaminya berselingkuh? Apakah Erlita akan mampu mempertahankan keutuhan rumah tangganya. Yuk simak ceritanya di " MENJANDAKAN ISTRI DEMI JANDA"
original by Morata
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Morata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 34. CAFE REMANG REMANG _MIDJ
Jhon mengeraskan rahangnya ketika Yulianti sedang bercengkraman dengan lelaki lain. Sama halnya yang di lakukan oleh sesama rekan Yulianti. Jhon masuk kedalam cafe dan langsung menarik tangan Yulianti meninggalkan tamu yang di layani Yulianti. Yang tampak tangan tamu itu begitu jahil meraba gunung kembar milik Yulianti.
Tapi Terlihat Yulianti adem adem Saja. Tidak merasa keberatan atas perlakuan tamu itu. Dan tampaknya ia menikmati apa yang di lakukan sang tamu. Baginya itu sudah biasa, asalkan sang tamu memberikan uang tip yang lumayan untuknya.
Bahkan Sesekali Yulianti juga membalas dan membelai si pria hidung belang yang membutuhkan pelayanan eksklusif darinya.
"Lepaskan aku!" terikat Yulianti saat Jhon menarik tangan Yulianti agar menjauh dari tamu yang jahil terhadapnya.
"Kamu ini apa apa sih?
"Ngapain kamu disini?"
"Ya kerja lah." tidak mungkin aku tidur disini." ucap Yulianti setengah berteriak. Terlihat Yulianti juga sudah dibawah pengaruh alkohol.
"Ayo pulang!" pinta Jhon.
"Tidak!" Aku tidak mau pulang. Memangnya siapa kamu ngatur ngatur hidupku?hah!" teriak Yulianti sudah semakin geram kepada Jhon.
"Ayo Pulang!"
Yulianti menghempaskan tangan Jhon dan meminta petugas keamanan disana untuk mengusir Jhon secara paksa. Tapi Jhon kekeh tidak ingin pergi dari sana, sebelum Yulianti ikut pulang bersamanya.
Karna Jhon bersikeras tidak mau pergi dari cafe itu, Tamu yang sebelumnya di layani oleh Yulianti angkat bicara. Ia merasa terganggu dengan kehadiran Jhon yang mengundang keributan dan juga merasa terganggu karna sebelumnya Yulianti sudah janji akan melayaninya dengan pelayanan eksklusif.
"Hai bro, Kamu dengar ngak Yuli sudah tidak menginginkan kamu lagi? dan tolong jangan mengganggu ketenangan kami disini." ucap pria yang dilayani Yulianti sebelumnya.
"Eh, siapa kamu ikut campur urusan orang?" hah! teriak Jhon.
"Kamu belum kenal siapa saya?" ucap pria itu sambil langsung memberikan kode kepada body guardnya yang berjaga di pintu cafe.
"Beberapa orang pria bertubuh tinggi tegap datang menghampiri Jhon dan menghajar Jhon habis habisan hingga tak berdaya. Sementara Yuli sama sekali tidak perduli sama sekali. Dan memilih untuk melayani tamunya setelah sang tamu kembali ke tempat duduknya.
Yuli berusaha meminta maaf kepada Pria itu, berharap Pria itu tidak kecewa terhadap Yuli, Karna Jhon mengganggu ketenangan mereka. "Sayang my honey, maaf Yach gada gara laki laki sialan itu, membuat kita terganggu." ucap Yulianti kepada sang pria.
"Siapa dia sebenarnya?"
"Tidak siapa siapa kok sayang, Hanya saja dia pernah datang kemari. Dan sepertinya laki laki itu terobsesi kepadaku." ucap Yulianti berkilah. Berharap sang pria masih ingin menggunakan pelayanan eksklusif darinya.
"Humm... sepertinya tidak hanya aku yang tertarik kepada mu Yach, itu berarti pilihanku tidak buruk." ucap sang pria berusia paruh baya itu sambil langsung memberikan kecupan di bibir manis Yuli. Perlahan kecupan itu semakin mendalam hingga keduanya larut dalam suasana.
Sementara di tempat lain Terlihat Erlita sudah menutup warung sembako miliknya. Dan langsung menghampiri ketiga anaknya yang sedang asyik menonton film kartun kesukaan mereka. Abian yang menyadari kehadiran ibunya, langsung mengembangkan senyumnya.
"Ibu capek?" tanya Abian sambil menghampiri Erlita yang sudah ikut bergabung dengan ketiga anaknya. Erlita bersyukur memiliki anak yang baik dan tidak banyak menuntut. Apalagi dengan Abian yang terlihat memahami situasi Ibunya.
"Bu apa bapak tidak akan pernah datang lagi?" tanya Abian.
"Entahlah nak, ibu juga tidak tahu.Yang ibu inginkan Kalian baik baik, dan rajin belajar. Kelak kalian akan menjadi orang yang berguna bagi Nusa dan bangsa.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
SAMBIL MENUNGGU KARYA INI UP, YUK MAMPIR KE KARYA BARU EMAK " PENGORBANANKU DI HARGAI DENGAN PENGKHIANATAN."
Mungkin di novel berikutnya lebih diperhatikan lagi ya thor. Biar reader makin bisa menikmati membaca novelmu. Tetap semangat thor... Salam...
tetep semangat thor 💪❤️
Jantung degdegan, tangan gemetar, dada sesak, di tenggorokan kaya ada yg nyangkut sampe susah untuk sekedar nelen ludah, pikiran kalut, badan kaya ngambang. Bener² ga nyaman 😔