NovelToon NovelToon
Terperangkap Cinta Masa Lalu

Terperangkap Cinta Masa Lalu

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Selingkuh / Cerai / Pelakor / Tamat
Popularitas:57.2k
Nilai: 5
Nama Author: Sri Ghina Fithri

Hati Fitri masih terikat oleh cinta di masa lalunya meskipun dia sudah memiliki suami.

Cinta di masa lalunya menjadi musibah terbesar dalam rumah tangganya, dan musibah itu membuat rumah tangga Fitri hancur berantakan.

Sanggupkah Fitri mempertahankan rumah tangganya atau dia akan kembali ke masa lalunya?

Lanjut baca ya di karyaku ini🙏🙏🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sri Ghina Fithri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34

Fitri pun meninggalkan rumah kedua orang tuanya.

Dina dan Riyan mengantarkan keluarga kecil adiknya itu ke loket bus menuju desa Dimas.

"Fit, kalau ada apa-apa kamu langsung hubungi kakak atau Riyan," ujar Dina berbisik pada adiknya saat Fitri akan menaiki bus menuju desa sang suami.

"Iya, Dek. Kapan perlu, aku sama kak Dina akan jemput kamu ke sana, yang penting jangan ada hal yang kamu sembunyikan dari kami," ujar Riyan menasehati adiknya.

"Iya, Kak. Bang. Terima kasih kalian sangat peduli denganku, semoga saja Bang Dimas benar-benar berubah setelah ini," ujar Fitri.

Fitri naik ke dalam bis, Riyan dan Dina menyelipkan amplop ke dalam tas Fitri.

"Ini buat pegangan kamu di sana, tapi ingat. Jangan sampai ketahuan sama Dimas," bisik Dina lagi sebelum Fitri melangkah naik bus.

"Terima kasih, Kak. Maafkan aku, harus memilih jalan ini," lirih Fitri.

Dia merasa bersalah tidak mengikuti apa yang diinginkan oleh saudaranya, tapi Fitri melakukan hal itu karena dia mengingat nasib Rasya, serta sebagai seorang istri dia harus mengikuti perintah suaminya.

"Sudahlah, kakak harap kamu bisa jaga diri, dan apa pun yang terjadi kamu langsung hubungi kami," pesan Dina.

Dina memeluk tubuh adik laki-lakinya, saat bus yang membawa Fitri pergi, Dina tak sanggup menahan rasa sedih berpisah kembali dengan adik bungsunya.

Riyan merangkul kakaknya.

"Kakak tidak boleh seperti ini, saat ini kita hanya bisa mendo'akan Fitri, semoga dia baik-baik saja bersama Dimas," ujar Riyan menguatkan hati kakaknya.

Setelah itu mereka pun meninggalkan loket dan kembali ke rumah masing-masing.

****

"Assalamu'alaikum," ucap Dimas saat dia sudah berada di depan rumah kedua orang tuanya.

Ibu Fatimah bergegas melangkah membukakan pintu untuk Dimas, dia harap-harap cemas.

Dia berharap, Fitri mau ikut dengan Dimas dan kembali menjalani kehidupan rumah tangga dengan putranya.

"Wa'alaikummussalam," jawab Bu Fatimah.

Wanita paruh baya itu membukakan pintu rumah.

Matanya berbinar saat melihat Dimas datang membawa istri dan putrinya.

"Rasya," pekik Bu Fatimah langsung meraih tubuh mungil yang sangat dirindukannya.

Bu Fatimah langsung menggendong cucu satu-satunya itu.

"Ayo masuk, Nak!" ajak Bu Fatimah.

Bu Fatimah bersikap manis pada menantunya.

Fitri tersenyum lalu dia menyalami ibu mertuanya.

"Bagaimana kabarmu, Nak?" tanya Ibu mertua setelah mereka berada di ruang tamu.

"Alhamdulillah, baik, Bu," jawab Fitri.

"Ibu senang, kamu mau kembali lagi ke sini. Bagaimana keadaan ibumu?" tanya Bu Fatimah.

Dia khawatir sahabatnya itu akan marah terhadap dirinya yang tidak bisa menjaga putri dari sang sahabat.

"Ibu, ibuku sudah meninggal, Bu," lirih Fitri.

Air mata Fitri kembali jatuh membasahi pipinya, dia kembali teringat akan sikapnya yang menentang wanita yang sudah melahirkannya waktu itu.

"Apa? Ibumu sudah meninggal? Innalilahi wa Inna ilaihi Raji'un," ucap Bu Fatimah kaget mendapat kabar duka dari sang menantu.

"Iya, Bu. Ibu sudah meninggal beberapa bulan yang lalu, karena mereka tidak tahu harus menghubungi aku ke mana. Jadi, aku tidak tahu berita meninggalnya ibu. Saat aku sampai di sana, aku hanya bertemu dengan gundukan tanah tempat ibu dikuburkan, hiks." Fitri menceritakan apa yang terjadi selama dia berada di desanya.

Bu Fatimah ikut sedih saat mendengar cerita dari menantunya. Dia tidak bisa menyesali susahnya hidup putranya di desa tidak sanggup membeli alat komunikasi.

Ponsel yang dipakai Fitri saat ini adalah hasil kerja kerasnya sendiri. Dia membeli ponsel itu dengan cara menyicil.

Saat Fitri sempat mencari tahu tentang kabar keluarganya dari ponsel miliknya, Dimas marah besar. Setelah itu dia tidak mengizinkan Fitri mencari tahu kabar keluarganya lagi.

"Kamu yang sabar ya, Fit. Semoga amal ibadah almarhumah di terima di sisi Allah," ujar Bu Fatimah.

"Aamiin," lirih Fitri.

Tak berapa lama mereka duduk di kursi ruang tamu, ayah Dimas masuk ke dalam rumah.

Dia menatap marah ke arah Fitri.

"Masih berani kamu datang ke sini?" ujar pak Arif sinis.

Fitri hanya menunduk dia tidak ingin banyak berinteraksi dengan ayah mertuanya yang selalu berpikiran me**m terhadap dirinya.

"Pak, jaga ucapanmu. Kamu kalau tidak bisa menyelesaikan masalah jangan memperkeruh suasana," bentak Bu Fatimah pada suaminya.

"Semakin tua, semakin tidak memiliki perasaan," umpat Bu Fatimah di dalam hati.

"Bu, kamu harus hati-hati sama Pela*** online ini. Dia bisa mendapatkan uang dari jual dirinya lewat online," ujar Pak Arif tanpa berpikir panjang.

Kata-kata ayah mertuanya begitu menusuk hatinya, dia tak menyangka ayah mertuanya semakin jahat pada dirinya.

"Ya Allah, bagaimana aku bisa hidup satu rumah dengan pria jahat seperti ayah suamiku ini?" gumam Fitri di dalam hati.

"Bapak jangan ikut campur urusan rumah tangga Dimas, pergilah dari sini jangan usik Fitri," bela ibu mertua Fitri.

Ibu Fitri menyuruh suaminya pergi dari ruang tamu itu agar pria tua itu tidak banyak bacot lagi.

"Maafkan bapakku, ya. Mungkin dia sedang ada masalah di warung jadi malah merembes ke rumah," ujar Dimas masih berpura-pura baik di hadapan istrinya.

Pak Arif pun melangkah masuk menuju dapur meninggalkan mereka semua.

"Jangan masukin ke hati ya, Fit. Ayah mertuamu sekarang sudah enggak waras. Kalau ngomong tidak pernah dijaga," ujar Bu Fatimah menghibur Fitri agar Fitri tidak tersinggung dengan kata-kata suaminya.

Fitri hanya mengangguk, dia tidak ingin berkata apa-apa.

"Bu, untuk beberapa hari kami akan tinggal di sini, sampai kami bisa mendapatkan rumah kontrakan," ujar Dimas meminta izin pada ibunya.

"Iya, enggak apa-apa. Lagian kalau kalian di sini ibu senang sekali, kalian tidak perlu cari kontrakan lagi," ujar Bu Fatimah.

Ibu Fatimah memang senang Fitri dan Dimas tinggal di rumahnya karena kehadiran Fitri di rumahnya dapat membantunya dalam pekerjaan rumah tangga.

"Kalau masalah itu, nanti kami pikirkan lagi, Bu." Dimas menanggapi keinginan ibunya.

"Ya sudah, kalau begitu. Kalian pasti capek, mandilah terlebih dahulu, setelah itu kita makan bersama," ujar Bu Fatimah.

Wanita paruh baya itu pun berdiri dan melangkah menuju dapur karena masih ada pekerjaan yang harus dilakukannya.

"Rasya, ayo kita mandi dulu, setelah itu kita pergi main ke rumah Tante Sinta." Fitri pun mengajak putrinya untuk mandi.

"Ngapain kamu ke rumah Sinta?" tanya Dimas khawatir.

Dimas takut, istrinya pergi ke rumah Sinta dan mendapatkan informasi tentang pernikahan siri yang dilakukannya dengan Susi.

Dimas tidak ingin Fitri mengetahui hal itu karena berita pernikahan Dimas dan Susi sudah menyebar ke seluruh desa.

"Aku mau ngambil sepeda motorku yang kemarin aku titipkan di sana," jawab Fitri

"Tidak boleh!" bentak Dimas tiba-tiba.

Bersambung...

1
Yulay Yuli
lah... blm jadi ama Rayhan si fitri. blm bahagia udh abis aja thour. tambah part thour
Yulay Yuli
jodohin thour fitri sama Rayhan
Yulay Yuli
dodol....dodol fitri, istikhara dulu donk. main iya aja /Curse/
Yulay Yuli
semangat fit
Yulay Yuli
/Sob/
Yulay Yuli
bikin Dimas nysel thour. pisahin aja thour
Yulay Yuli
emosi kayanya ama Dimas, bini diperkaos /Grin/
Yulay Yuli
kompor meleduknya bapaknya Dimas ini, seneng ama mantu /Facepalm/
Yulay Yuli
ibunya Fitri egois sih, cuma gara² pendidikan aja menetang hubungan Futri sama Rayhan. engga taunya yg berpendidikan malah ahlaknya 0. belum dicari tau istri selingkuh atau engga malah mau menang sendiri. udh pny bpk mertua bobrok. emosi saya. kl saya ada diposisi fitri y jgn disalahin kl belok ama mantan . ya balik lagi kalau bukan jodoh mau dibilang apa /Cry/
Yulay Yuli
b*go Dimas
Rini Haryati
bagus
sukses
semangat
mksh
mantap
💙 Ɯιʅԃα 🦅™📴
Akhirnya Ending yang jahat merasakan karmanya
Rika HR
mungkin nanti ada season 2ya ukhti
chayo 👍👍👍
Kang cilok: Mampir kak ke hantu tampan 😄
total 1 replies
yeni thomas
yaaaahhhh tamat
bagaimna kisah fitri dan reyhan thor
yeni thomas: thor kejam
padahal awak nunggu kisahnya😢
total 2 replies
Itin
Menaburlah yang baik supaya bisa menikmati hasil yang baik.
melakukan keburukan akan menerima ganjaran yg buruk juga.
Alfrida Mande
selamat berjuang sama Dimas pak Arif, mungkin karma udah menjemput kalian berdua wkwkwkw 😀🤭
Alfrida Mande
Smoga saja jodoh, Fitri sama Reyhan.....
Rika HR
semangat up ukhti
ditunggu kelanjutannya
Alfrida Mande
smoga Fitri bisa cerai sama Dimas
Alfrida Mande
kapok emang enak ditinggal istri pertama,... Smoga aja Fitri cepat dapat jodoh ya 🤭🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!