Nara seorang gadis cantik terpaksa menikahi pria dengan gangguan mental demi melunasi hutang paman dan bibinya, akakah ia hidup bahagia dengan pernikahannya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunga Alika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34
Rayan dan Nara kini sudah berada di kamar mereka, jujur saja Rayan merasa takut jika harus tidur satu ranjang bahkan satu selimut dengan Nara. Bukan apa-apa, mengingat istrinya yang mata keranjang dan juga agresif Rayan takut istrinya yang bar-bar ini mengajaknya untuk ritulal bercocok tanam.
"Ayo Rayan tidurlah di sini jangan takut aku tidak akan menggigitmu. Kecuali kau mau aku gigit, aiih bagian mana yang mau aku gigit..." ucap Nara membuat Rayan semakin merinding saja. Rayan masih diam mematung di pinggir ranjang king size nya itu.
"Astaga aku takut... bisa-bisa senjata pusakaku tinggal separuh nanti habis di gigit anak ayam ini" gumam Rayan dalam hati. Namun jika ia terus berdiam diri anak ayam ini pasti akan terus berbunyi. Rayan pun memutuskan untuk naik saja ke ranjangnya dan merebahkan tubuhnya yang memang terasa lelah.
Tapi malam ini ia sudah meminta pak Sam untuk menunggunya, ia ingin meminta kejelasan tentang semua yang terjadi pada dirinya termasuk tentang Nara. Untuk mempercepat waktu Rayan pun mengikuti keinginan dari istrinya ini.
"Nahh begitu, kau tinggal merebahkan diri saja lalu tutup matamu dan masuklah ke alam mimpimu. Jangan lupa mimpikan aku ya... " ucap Nara pada Rayan kemudian ia mengecup kening Rayan dan membelai rambutnya seperti sedang menidurkan seorang anak kecil.
"Apa kami selalu tidur seperti ini ya... " gumam Rayan, ingatannya belum pulih sempurna masih bayang-bayang yang melintas.
"Rayan.... " panggil Nara
"Ahh bocah ini memanggilku dengan nama lagi, aku harus merubahnya... " gumam Rayan
"Kakak.... " ucap Rayan
"Apa, kakak ?"tanya Nara
"Iya, kakak.... " ucap Rayan
"Kau ingin aku memanggilmu kakak...? "tanya Nara, Rayan pun mengangguk mengiyakan. Nara tersenyum
"Oh kau ingin aku merubah panggilanku padamu agar terlihat lebih romantis ya... aduuuhh aku semakin malu saja padamu Ray.... ehh maksudku kak Rayan. Jiaahhhh..... mesra sekali" ucap anak ayam ini dengan heboh.
"Astaga dia. berisik sekali, aku mengajarimu memanggilku kakak agar terdengar lebih sopan saja bukan mesra, ahh dasar tweety... " gumam Rayan
"Oh iya, aku jadi punya ide bagaimana kalau mulai sekarang kau memanggilku adik Nara saja, kau mau? "tanya Nara, namun Rayan malah menggeleng.
"Panggilan apa itu jelek sekali...." pikir Rayan.
"Isshh kau curang...kau mau di panggil kakak tapi kau malah memanggilku nama" Nara mengerucutkan bibirnya
"Nara.... "panggil Rayan, namun gadis itu malah diam saja
"Sepertinya si tweety kesal padaku, yang benar saja memintaku memanggilnya dengan panggilan aneh itu, adik Nara astaga... " gumam Rayan.
"Nara.... " panggil Rayan lagi, sepertinya Rayan ingin menggoda anak ayam yang sedang kesal.
"Tidurlah kakak, dan jangan memandangku dengan wajah seperti itu, karena ketampananmu jadi semakin berlipat-lipat tahu... " ucap Nara masih membuat Rayan tersenyum.
"Cantik...." puji Rayan dalam hatinya.
Nara pun kemudian berbaring di samping Rayan, ia melihat ke arah Rayan kemudian tersenyum "Kakak, jika nanti suatu saat ingatanmu pulih kau jangan mengusirku ya... karena aku tidak punya siapa-siapa lagi di dunia ini, aku pasti akan sangat sedih jika itu terjadi .Karena hati ini mulai terikat padamu. Bagaimana pun keadaanmu aku akan tetap mencintaimu jangan pernah kembali pada orang yang meyakitimu ya... gadis seperti itu tidak pantas di cintai" tangannya yang mungil membelai pipi Rayan dengan lembut kemudian ia menutup matanya. Gadis ini sepertinya merasa kelelahan, hingga tak lama ia berbicara ia langsung terlelap, karena terdengar dengkuran halus dari bibirnya.
"Aku tidak akan mengusirmu Nara dan aku juga tidak akan pernah kembali padanya, kita jalani saja dulu hubungan kita. Tweety yang malang, aku bukan manusia yang akan mengusirmu begitu saja" Setelah memastikan Nara benar-benar tertidur Rayan beranjak dari sana dan pergi meninggalkan kamar untuk bertemu dengan pak Sam.
*
*
*
Di ruang kerja pak Sam sudah menunggu Rayan, saat Rayan masuk ia langsung menundukan kepalanya.
"Langsung saja pak Sam aku ingin tahu bagaimana aku bisa menikah dengan gadis itu, karena aku hanya ingat saat kita menikah saja kejadian sebelumnya aku tidak ingat " Rayan memijat-mijat hidungnya sambil duduk berhadapan dengan pak Sam.
"Karena saat itu anda hampir saja melakukan tindakan yang tidak seharusnya kepada seorang pelayan perempuan yang anda anggap sebagai nona Keysa tuan muda.... " ucap pak Sam
"Apa....? " Rayan terkejut mendengarnya. Separah itukah ia dulu pikirnya
"Lalu bagaimana pelayan itu sekarang ?" tanya Rayan
"Pelayan itu sudah berhenti bekerja dari sini, dan kami pastikan apa yang anda lakukan tidak akan terdengar keluar " ucap pak Sam, Rayan mengangguk
"Setelah kejadian itu, anda sering mengamuk dan setiap melihat perempuan anda selalu menganggapnya adalah nona Keysa dan..... "pak Sam terdiam
"Aku mengerti pak.... "jawab Rayan
Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan akhirnya tuan dan nyonya memutuskan untuk mencarikan anda seorang istri itu.
"Dengan keadaanku kemarin sepertinya hal yang sulit mencarikan ku seorang istri " ucap Rayan tertawa sumbang pak Sam hanya diam tidak menanggapi.
"Orang suruhan kami memberitahukan bahwa ia bertemu dengan seorang pria yang katanya temannya dulu. Ia menawarkan ingin menjual keponakannya yang masih gadis untuk menutupi semua hutang-hutangnya karena kalah berjudi. "
"Dan gadis yang akan di jual itu adalah Nara.... " ucap Rayan
*
*
*
Makasih buat yang udah dukung 😘😘 jangan lupa terus dukung Narayan ya....
di novel ini sangat kocak... banyak menghibur....
semoga othor nya memberi jodoh Reyhan yang se gesrek Nara....🤲🤲🤲....
dari bab awal sampe bab di sini gak comend di krn kan nyimak dulu..