Raka Adijaya Prasetya adalah seorang pengusaha muda yang sukses terpaksa harus menikahi Rea Anastasya gadis cantik dan manja. Bukan perjodohan yang memaksa mereka harus menikah tapi kesalah pahaman diantara keduanya yang mengharuskan Raka menikahi Rea.
Hingga akhirnya hari pernikahan itu tiba, Rea dan Raka membuat satu perjanjian diawal pernikahan mereka.
Setelah satu tahun ternyata mereka menjadi saling mencintai.
Saat Rea hamil Lisa mantan kekasihnya Raka mendorong Rea ke jurang yang menyebabkan Rea keguguran dan harus kehilangan rahimnya.
Bagaimanakah kisah selanjutnya?
Apakah Raka akan meninggalkan Rea karena Rea tak bisa memberinya keturunan dan Raka akan kembali kepada sang mantan kekasih?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lena Laiha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33 Diganggu
Di dalam kamar Rea dan Raka.
"Hiish, kenapa Kakak ngomong gitu tadi?" Rea menggerutu sambil menghempaskan bokongnya ke tempat tidur!
"Ngomong apa?" tanya Raka.
"Itu tadi yang katanya belum melakukan malam pertama. Kan mama jadi pada marah," ucap Rea dengan nada kesal.
"Kakak keceplosan Re, maaf," sahut Raka.
Rea cemberut dengan posisi yang tak berubah dari awal ia menginjakkan kaki di kamar suaminya.
"Jangan marah, Re kan Kakak udah minta maaf," ucap Raka dengan senyum manisnya.
"Aku kesal sama Kakak." Rea membelakangi Raka.
Raka tersenyum lagi melihat tingkah sang istri. Raka duduk di bibir ranjang tepat dibelakang Rea lalu memeluk Rea dengan penuh cinta!
"Kamu ngegemesin kalau lagi marah," bisik Raka ditelinga Rea.
Rea menaikan sebelah bahunya! "Apa sih," ucapnya.
"Tidur yuk!" ucap Raka.
"Kakak tidur saja duluan," sahut Rea.
Rea masih merasa kesal dengan kejadian barusan hingga membuatnya susah tidur.
"Bagaimana kalau kita bikin cucu buat mama? Sampai pagi," ucap Raka.
Raka menekan ucapannya pada akhir kalimat.
Rea berbalik badan! Kini ia menghadap sang suami tatapannya tajam menusuk netra Raka.
"Aku pasti menunaikan kewajiban aku sebagai seorang istri tapi itu nanti, setelah aku selesai kuliah," ucap Rea.
Raka menghitung jarinya! "Satu, dua. Empat bulan lagi?" ucapnya.
Rea menganggukkan kepalanya! "Aku harap, Kakak sabar menunggu saat itu tiba," ucap Rea penuh pengharapan.
"Apa sih yang nggak buat kamu. Satu atau dua tahun lagi juga Kakak tunggu tapi sebelum itu Kakak cari serep dulu," ucap Raka dengan senyum nakalnya.
"Iih Kakak mah gitu!" Rea memukul dada bidang sang suami.
"Sudah malam. Tidurlah, Kakak mau ke rumah janda sebelah dulu," ucap Raka.
"Kakak." Rea mulai mengeluarkan sisi manjanya.
"Ssttt! Nggak kok. Tidur satu ranjang ya, janji deh gak bakal macam-macam," ucap Raka.
"Janji ya. Gak bikin aku hamil," ucap Rea.
"Janji."
Raka membawa tubuh Rea berbaring bersamanya!
"Aaa! Kakak apaan sih?" (Rea)
"Ini gak bikin kamu hamil kok," ucap Raka.
Tangan Raka terus bermain di dada Rea sambil sesekali ia mencumbu sang istri.
"Kakak, gimana aku mau tidur kalau digangguin terus?" ucap Rea yang kesal karena Raka terus menggerayanginya.
Raka tak menghiraukan perkataan Rea, ia terus melakukan apa yang ia mau terhadap tubuh sang istri.
Hingga sampai beberapa menit berlalu Rea mulai kesal, kesabarannya sudah tidak dapat ditahan lagi. Rea mendorong tubuh Raka dengan kekuatan penuh hingga Raka tersingkir dari tubuhnya!
Rea berdiri lalu berjalan ke arah pintu!
"Mau kemana?" tanya Raka.
"Tidur di luar!" ketus Rea sambil memegang handle pintu hendak keluar dari kamar Raka!
"Kalau ketahuan, mama gimana?" Raka masih santai di tempat tidur.
Rea melepas handle pintu yang ia pegang! Rea mengurungkan niatnya untuk tidur di luar kamar Raka karena takut ketahuan oleh mamanya dan mama mertuanya karena kalau ketahuan oleh mereka urusannya bisa berabe nantinya.
Rea berjalan menghampiri Raka yang sedang berbaring di tempat tidur!
"Kakak, kalau mat tidur bareng tangannya diam dong jangan kayak tadi," ucap Rea.
"Namanya juga baru nemu mainan baru, Kakak masih ingin memainkannya," ucap Raka.
"Jadi, aku cuma dianggap mainan gitu? Aku punya hati Kak, aku manusia bukan boneka." Rea menghentakkan kakinya!
"Ssstt, jangan berisik. Kalau mamamu tahu, nanti dia bisa meminta kita untuk pisah," ucap Raka.
Rea cemberut, ia merasa saat ini ia sedang berada dalam ketidak adilan.
Raka menarik tangan Rea agar Rea berbaring di sebelahnya!
"Tadi bercanda. Maaf ya," ucap Raka.
Rea tak menghiraukan perkataan Raka.
"Tidurlah, Kakak gak akan ganggu kamu lagi." Raka mencium kening Rea lalu menutupi tubuh Rea dengan selimut.
Bersambung
Rekomendasi novel yang sangat bagus untuk kalian baca.
Jangan lupa mampir.
Judul: 336 HOURS
Karya: Triple.1