NovelToon NovelToon
Bibit Kembar Cinta Masalalu

Bibit Kembar Cinta Masalalu

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Kembar / One Night Stand / Cintapertama
Popularitas:16.1k
Nilai: 5
Nama Author: Phopo Nira

Axlyn mengira ia akan selamanya menjadi sosok yang terlupakan oleh seorang Kayvaran Cano Xavier sejak kejadian 5 tahun yang lalu di Kota Xennor. Namun, siapa sangka takdir malah mempertemukan mereka kembali hingga tanpa sengaja bibit kembar Kay kini tumbuh di dalam perutnya.

Dimana Axlyn malah terjebak menjadi pengawal pribadi dari gadis kecil yang ia kira sebagai putri kandung Kay. Axlyn dituntut untuk melindungi anak dari pria yang menjadi ayah dari dua janin yang tengah dikandungnya.

“Kay, apa yang harus aku lakukan dengan dua janin yang tidak berdosa ini? Haruskah aku kembali memasuki hidupmu demi anak kita atau tetap menjadi yang terlupakan?”

Akankah Axlyn memberitahukan tentang kehamilannya? Ataukah Kau yang lebih dulu mengingat kembali tentang Axlyn? Atau mungkin takdir kembali mempermainkan kisah mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Phopo Nira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12

Hezlyn tanpa ragu memeluk leher Kay. “Papah akhilnya atang uga! Enapa Papah ndak kembali cama Mamah? Malah cama engan Akek tua ini?”

“Sudah aku duga! Bocah cadel ini memang menyebalkan,” geram Noah yang rupanya perkiraan ia memang tidak melesat.

Kay reflek menangkap tubuh kecil itu agar tidak terjatuh. Ia menatap Hezlyn dengan sorot tanya yang dalam dan tajam, seolah menuntut jawaban.

“Papah?” ulangnya pelan.

Noah segera melangkah maju. “Hai bocah, jangan sembarangan memanggil orang seperti itu. Tidak sopan tahu… aku masih sangat muda dan tadi memanggilku dengan sebutan apa? Kakek? Kau ingin mencari masalah denganku atau bagaimana, Hah?”

“Tapi kau emang milip cekali engan foto Akek di buku yang pelnah Mama pelihatkan padaku!” bantah gadis kecil itu polos. Kay berusaha menahan diri agar tawanya tidak lepas, dengan pertengkaran yang dilakukan Noah dengan Hezlyn.

“Foto? Foto mana yang kau maksud, Hah? Sini tunjukan, biar aku bakar semuanya. Enak saja, memanggilku Kakek!” cecar Noah tak kuasa menahan rasa kesalnya.

Cukup lama terdiam dan tenggelam dalam pemikirannya sendiri. Axlyn lantas kembali mendekat dan menggenggam tangan gadis kecil itu, mencoba melepaskan pelukannya dengan lembut. “Nona, tidak baik memanggil orang yang masih muda dengan sebutan Kakek. Seharusnya Nona memanggilnya Kakak atau Paman Noah.”

“Ndak!” gadis itu menggeleng keras. “Mama pelnah enangis liat foto itu… dan bilang, ‘Dia Akekmu, Elyn.’”

Kata-kata itu jatuh seperti palu godam, pukulan telak mengenai relung hati Noah. Dia bahkan belum pernah menikah, punya anak saja belum apalagi memiliki cucu. Inilah salah satu alasan mengapa ia tidak ingin mengikuti Kay ke Negara B, sebab ia tidak ingin bertemu dengan bocah cadel bernama Hezlyn yang sangat menyebalkan baginya.

Setelah dipikirkan Noah merasa ada yang aneh. “Tunggu? Kapan Tante Hera menangis sambil mengatakan aku adalah ayahnya? Atau jangan-jangan bocah cadel itu hanya membuat alasan saja?”

Tatapan sengit seketika Noah lontarkan pada Hezlyn yang membuat gadis itu semakin memeluk erat Kay untuk meminta perlindungan. Kay bangkit perlahan, masih menggendong gadis kecil itu. Tatapannya tak lepas dari Axlyn yang terkesan menghindari tatapan matanya.

Disaat itu juga, Noah mulai menyadari perubahan raut wajah Axlyn. Dan Noah mengira Axlyn terlihat sedih karena selama lebih dari lima tahun hingga detik ini, Kay masih melupakan semua tentangnya. Pikiran Noah tidak sampai kalau Axlyn sedang salah paham dengan menyimpulkan Hezlyn adalah anak kandung Kay.

“Kita perlu bicara,” kata Noah pelan, namun nadanya tak bisa dibantah. “Ikut aku sebentar, kita bicara di sana.”

Axlyn menahan napas. “Jika ada yang perlu dibicarakan. Silakan bicarakan di sini saja, Tuan Noah.”

“Tidak bisa!” balas Noah cepat.

“Kenapa tidak bisa?” Tatapan Kay menajam.

“Apakah aku tidak boleh mendengar apa yang ingin kau bicarakan dengannya?”

Belum sempat Noah menjawab, langkah kaki terdengar dari arah teras. Spencer muncul bersama anak buahnya, ekspresi dingin dan penuh wibawanya seketika berubah ketika melihat sosok Axlyn di antara Kay dan Noah.

“Kau…” Nada bicara Spencer jelas terdengar ia sangat mengenalnya.

“Apa kau juga mengenalnya?” tanya Kay dengan tatapan penuh menyelidik.

“Apa kau sudah lupa, Kay? Kita pernah bertemu dengannya saat di restaurant kecil begitu kau datang ke Negara ini,” jelas Spencer, menutup mulut pada kenyataan yang sebenarnya.

“Ouhya, benar juga! Pantas saja, aku merasa tidak asing dengannya,” ujar Kay baru teringat kembali akan pertemuan itu.

“Apa yang terjadi?” tanya Spencer yang ditunjukan langsung kepada Axlyn, “Kenapa kau bisa ada di Mansion keluargaku?”

Tanpa peduli dengan situasinya, Hezlyn menoleh ceria. “Akak! Papah Kay udah atang!”

Keheningan berubah menjadi ketegangan yang nyaris kasatmata. Spencer menatap Kay, lalu Axlyn dan Noah seolah menuntut penjelasan. “Papah… Kay?”

“Ouh… biar aku saja yang menjelaskan.” Noah mengambil alih dengan cepat, “tapi kita bicarakan di tempat lain.”

Noah langsung menyeret Spencer ke tempat lain untuk bicara, menyisakan Kay dan Axlyn dalam suasana canggung dan penuh tanya satu sama lain. Noah membawa Spencer ke sebuah gazebo yang berada di tengah taman tersebut.

...****************...

Kini mereka berdua sudah duduk berdampingan di bangku kayu yang mulai lapuk. Angin berdesir pelan, membawa bau tanah basah sehabis hujan dan kegelisahan yang tak kunjung reda.

“Kita tidak bisa terus terang kepada Kay maupun Axlyn,” gumam Noah, suaranya serak. “Kalau mereka sampai tahu… semuanya bakal hancur. Kita tahu sendiri bahwa saat ini Kay sedang mencari keberadaan wanita yang tengah mengandung anaknya di Praha.”

Spencer menatap Noah cukup lama. Mereka sudah berteman memang tidak terlalu lama untuk berbagi rahasia, mimpi, dan kegagalan. Namun rahasia yang satu ini terasa jauh lebih berat dari apa pun yang pernah mereka tanggung.

“Jadi, itu alasan Kay dan kalian semua memaksimalkan pencarian di Praha,” jawab Spencer pelan. “Aku pikir Kay pada akhirnya akan bersama Axlyn, meski sudah lama melupakannya. Siapa sangka masih ada wanita lain yang masih bisa mendapatkannya.”

“Jangan mengalihkan topik pembicaraan. Masalahnya saat ini Axlyn muncul di saat, Kay telah meniduri seorang wanita di Praha dan kemungkinan besar wanita itu sedang mengandung benihnya,” sentak Noah memaksa Spencer untuk serius.

“Hmm, sebaiknya untuk sekarang… biarkan Kay tetap tidak mengingat tentang Axlyn. Dan sebaliknya, biarkan Axlyn tetap mengira bahwa Kay sudah menikah dan Hezlyn adalah putri kandungnya bersama wanita yang dinikahinya itu.”

“Ck, kau tidak sedang berusaha memanfaatkan situasi ini demi kepentinganmu sendiri, bukan? Katakan saja kalau kau takut Kay akan mengingat kembali ingatannya sewaktu di Kota Xennor,” cecar Noah menampilkan kecurigaan kepada Spencer.

“Aku tidak masalah Kay mengingat kembali kejadian saat itu atau tidak. Bukankah masalahnya sekarang Kay harus bertanggung jawab terhadap wanita di Praha itu, jika benar wanita itu tengah mengandung anaknya. Maka kehadiran Axlyn saat ini cukup menjadi masalah, apalagi kalau Kay sampai tiba-tiba mengingat tentangnya,” jelas Spencer.

“Benar juga!” Noah membenarkan. “Baiklah, kalau begitu seperti ini saja… Kita biarkan Axlyn tetap berpikir bahwa Hezlyn adalah anak kandung Kay. Namun, jika suatu saat dia menanyakannya secara langsung, maka kita katakan kebenarannya.”

“Seperti itu juga bagus! Atau perlu aku batalkan kontrak kerjanya?” Spencer menawarkan cara yang lebih mudah.

Bersambung ….

1
Lisa Halik
rumit2..huhuhuhu
Sri Yatun
pikiran yg blm pasti memang menakut kan tp g tau kedepannya sprt apa, pusing pusing mikirin masa lalu dan masa depan ternyata wanita satu yg d pikir kan,yg JD pertanyaan spancer adalah musuh dan dalang lupa ingatan mu Kay,bukan kecelakaan mobil,tp bersabar pelan pelan dengan bertarung kembali mungkin akan mengingat memori yg hilang,dan merencanakan strategi pun mungkin akan perlahan mengingat sedikit sedikit, semangat dan bersabar y calon ayah
Rani R.I
apa harus menunggu anak yg ada di dalam kandungan Axlyn baru mereka menyadari dan menyesal..knp seperti pada egois semua...kay tersiksa,, apa lg Axlyn....
Lisa Halik: makin rumit....kelamaan tahunya...huhuhuh
total 2 replies
Shee_👚
jangan sampai salah oranh
Shee_👚
tenang aja g perlu milih noah, karena orang yang kalian cari dan bicarakan orang yang sama
Shee_👚
orang bingung menjelaskan nya kay, kalau mereka bercerita otomatis dispenser juga ke bawa, dan mereka g mau kalian saling bermusuhan lagi.
Desyi Alawiyah
𝘒𝘢𝘬 𝘈𝘶𝘵𝘩𝘰𝘳.. 𝘵𝘰𝘭𝘰𝘯𝘨 𝘥𝘪𝘬𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘷𝘪𝘴𝘶𝘢𝘭 𝘥𝘰𝘯𝘨.. 𝘠𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘦𝘮𝘢𝘳𝘪𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘶𝘳𝘶𝘵𝘬𝘶 𝘯𝘨𝘨𝘢 𝘵𝘦𝘳𝘭𝘢𝘭𝘶 𝘫𝘦𝘭𝘢𝘴.. 😌

𝘔𝘢𝘢𝘧 𝘺𝘢𝘩 𝘒𝘢𝘬, 𝘳𝘦𝘢𝘥𝘦𝘢𝘳𝘴 𝘮𝘶 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘢𝘵𝘶 𝘪𝘯𝘪 𝘮𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘢𝘯𝘺𝘢𝘬 𝘮𝘢𝘶𝘯𝘺𝘢... 🤭😭
Rani R.I
egois sedikit untuk merebut kay dari istri nya gituu 🤣🤣🤣🤣🤣🤣.. istri angin Kay 🤣🤣🤣🤣
Rani R.I
sebenarnya akuu sedikit kesel sama Axlyn,,yg slalu salah paham...bkn nya cari tahu atau bertanya sama, misalnya nanya sama anak atau Noah atau bodyguard nya kai,, padahal mantan detektif 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
slalu menyimpulkan sendiri,,jgn sampai anak mu knp knp Baru kamu nangis nangis,dan bilang maafkan mamah yg tidak bisa menjaga kalian,, padahal dirimu yg slalu salah paham dan bisa di egois
Lisa Halik: nah sama kita mbak kesel sangat sama axlyn...buat badmood..huhuhu
total 1 replies
Budhe Satryo
Noah kau ini seneng bngt mancing" pak mil y
Budhe Satryo
semoga nanti tau kalu axlyn wanita dipraha disaat yg tepat y Kay moga bisa memaafkan dispencer yg LBH dulu tau
Fahmi Ardiansyah
skrg gak perlu mencari wanita itu LG Noah Krn wanita itu udah ada di antara kalian semua.berkat Spencer udah di temukan.tunggu kejutannya selanjutnya😄😄
Fahmi Ardiansyah
pelan pelan Kay akan mengingatnya.
Ratna Sumaroh
tumben kekuatan Xavier kalah 🤔🤔
malah si dispenser yang duluan nemuin siapa wanita yang selama ini di cari keluarga Xavier🤭🤭
Desyi Alawiyah: 𝘐𝘺𝘢 𝘒𝘢𝘬.. 𝘪𝘯𝘴𝘵𝘪𝘯𝘨 𝘚𝘱𝘦𝘯𝘤𝘦𝘳 𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘶𝘢𝘵 𝘣𝘢𝘯𝘨𝘦𝘵, 𝘫𝘦𝘭𝘪... 𝘚𝘢𝘮𝘢 𝘱𝘦𝘳𝘴𝘪𝘴 𝘴𝘦𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪 𝘌𝘷𝘢𝘯, 𝘬𝘢𝘬𝘦𝘬𝘯𝘺𝘢... ☺

𝘊𝘶𝘮𝘢 𝘣𝘦𝘥𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘌𝘷𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘢𝘸𝘢𝘭𝘯𝘺𝘢 𝘣𝘢𝘪𝘬 𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘫𝘢𝘩𝘢𝘵, 𝘬𝘢𝘭𝘰 𝘚𝘱𝘦𝘯𝘤𝘦𝘳 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘢𝘸𝘢𝘭𝘯𝘺𝘢 𝘫𝘢𝘩𝘢𝘵 𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘣𝘢𝘪𝘬.. 😁
total 1 replies
Fahmi Ardiansyah
iya maunya org itu bermusuhan terus n ingin menguasai dunia jadi ya gak mau menyerah.
Lisa Halik
semangat thor😍😍
Susi Susilawati
iya kay dulu axel jga manggil papah..
Desyi Alawiyah
𝘞𝘢𝘩, 𝘚𝘱𝘦𝘯𝘤𝘦𝘳 𝘮𝘢𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘦𝘭𝘪𝘥𝘪𝘬𝘪 𝘴𝘪𝘢𝘱𝘢 𝘯𝘪𝘩? 𝘈𝘱𝘢 𝘫𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯-𝘫𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘮𝘢𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘦𝘭𝘪𝘥𝘪𝘬𝘪 𝘵𝘦𝘯𝘵𝘢𝘯𝘨 𝘈𝘹𝘭𝘺𝘯?

𝘛𝘢𝘱𝘪, 𝘣𝘶𝘬𝘢𝘯𝘬𝘢𝘩 𝘚𝘱𝘦𝘯𝘤𝘦𝘳 𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘦𝘭𝘪𝘥𝘪𝘬𝘪𝘯𝘺𝘢? 🤔
Desyi Alawiyah: 𝘚𝘢𝘣𝘢𝘳 𝘒𝘢𝘬.. 𝘈𝘬𝘶𝘱𝘶𝘯 𝘴𝘢𝘮𝘢 😝
total 2 replies
Desyi Alawiyah
𝘐𝘺𝘢... 𝘥𝘶𝘭𝘶 𝘢𝘥𝘪𝘬𝘮𝘶, 𝘈𝘹𝘦𝘭, 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘮𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨𝘨𝘪𝘭𝘮𝘶 '𝘗𝘢𝘱𝘢𝘩' 𝘭𝘰𝘩.. 🤣
Desyi Alawiyah: 𝘈𝘹𝘭𝘺𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘪𝘯𝘪 𝘬𝘢𝘯 𝘵𝘪𝘱𝘦 𝘤𝘦𝘸𝘦𝘬 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘦𝘥𝘪𝘬𝘪𝘵 𝘭𝘦𝘮𝘢𝘩 𝘭𝘦𝘮𝘣𝘶𝘵 𝘒𝘢𝘬, 𝘣𝘦𝘥𝘢 𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘈𝘹𝘭𝘺𝘯 𝘮𝘢𝘯𝘵𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘬𝘢𝘴𝘪𝘩𝘯𝘺𝘢 𝘓𝘶𝘤𝘢 𝘥𝘶𝘭𝘶.. 😁

𝘋𝘪𝘢 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘬𝘢𝘺𝘢𝘬𝘯𝘺𝘢 𝘴𝘢𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘢𝘯𝘨𝘦𝘵 𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘢𝘯𝘢𝘬 𝘬𝘦𝘤𝘪𝘭, 𝘵𝘦𝘯𝘵𝘶𝘯𝘺𝘢 𝘏𝘦𝘻𝘭𝘺𝘯 𝘫𝘶𝘨𝘢, 𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘈𝘹𝘭𝘺𝘯 𝘮𝘶𝘯𝘨𝘬𝘪𝘯 𝘯𝘨𝘨𝘢 𝘵𝘦𝘨𝘢...

𝘔𝘦𝘴𝘬𝘪𝘱𝘶𝘯 𝘴𝘦𝘣𝘦𝘯𝘢𝘳𝘯𝘺𝘢 𝘏𝘦𝘻𝘭𝘺𝘯 𝘮𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘢𝘯𝘢𝘬𝘯𝘺𝘢 𝘒𝘢𝘺.. 🤭
total 2 replies
Desyi Alawiyah
𝘔𝘢𝘯𝘵𝘢𝘯 𝘢𝘯𝘢𝘬 𝘣𝘶𝘢𝘩𝘯𝘺𝘢 𝘌𝘷𝘢𝘯 𝘵𝘦𝘳𝘥𝘢𝘩𝘶𝘭𝘶 𝘯𝘨𝘨𝘢 𝘛𝘦𝘳𝘪𝘮𝘢 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘬𝘢𝘭𝘢𝘩𝘢𝘯 𝘵𝘶𝘢𝘯𝘯𝘺𝘢...

𝘒𝘦𝘮𝘶𝘯𝘨𝘬𝘪𝘯𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘦𝘯𝘥𝘢𝘮 𝘢𝘯𝘢𝘬 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘮𝘢𝘯𝘵𝘢𝘯 𝘢𝘯𝘢𝘬 𝘣𝘶𝘢𝘩𝘯𝘺𝘢 𝘌𝘷𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘦𝘳𝘴𝘪𝘴𝘢, 𝘢𝘵𝘢𝘶 𝘣𝘢𝘩𝘬𝘢𝘯 𝘤𝘶𝘤𝘶𝘯𝘺𝘢..

𝘏𝘶𝘩, 𝘣𝘦𝘯𝘦𝘳-𝘣𝘦𝘯𝘦𝘳 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘦𝘣𝘢𝘭𝘬𝘢𝘯 😌😌😌
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!