NovelToon NovelToon
DOKTER CINTA

DOKTER CINTA

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis / Patahhati / Dokter / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Ind_Chris

Adiyanto Prasetyo, psikiater muda berprestasi. Ia dijuluki 'Dokter Cinta' karena metode pengobatannya yang unik, yaitu menggunakan 'CINTA' sebagai medianya. Ia ahli dalam melakukan pendekatan emosional dengan pasiennya, dan hampir semua pasiennya dapat sembuh dengan metode yang ia terapkan tersebut.

Meskipun ia ahli dalam 'percintaannya' dengan para pasien, namun ternyata Ia masih terjerat dengan kisah masa lalunya yang menyisakan kenangan buruk untuknya, bahkan karena hal itu akhirnya ia tidak bisa menjalin hubungan dengan wanita lainnya.

Suatu ketika ia dipertemukan kembali dengan wanita 'masa lalu'-nya dalam sebuah pekerjaan. Ia merasa sangat bahagia dan berharap untuk bisa bersamanya menata masa depan, namun wanita itu memberikan persyaratan untuknya, jika ia mampu menyembuhkan seorang pasien 'spesial' maka mereka bisa bersama di masa depan.

Mampukah 'Dokter Cinta' menyembuhkannya dan hidup bahagia bersama pujaan hatinya? Ataukah ada takdir lain yang akan terjadi di hidupnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ind_Chris, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tiga Puluh Tiga

Dokter Adi duduk di kursi kayu di hadapan Lia. Sesaat mereka hanya saling menatap tanpa berbicara apapun. Dokter Adi memperhatikan wajah Lia, dan Lia pun juga begitu. Perlahan dokter Adi meraih tangan Lia dan menggenggamnya dengan lembut. Lia terkejut, jantungnya berdetak dengan sangat kencang.

"Aku ingin mempertemukanmu dengan kedua orang tuamu." ucap dokter Adi dengan suara berbisik.

"U.. untuk apa?" Lia terbata-bata karena terkejut mendengar ucapan dokter Adi.

"Mereka akan membantu proses penyembuhanmu." jawab dokter Adi.

"Mereka juga sangat merindukanmu." tambahnya.

"Kamu yakin?" tanya Lia. Dokter Adi mengangguk.

"Kamu siap untuk bertemu mereka lagi?" tanya dokter Adi. Lia terdiam sesaat, ia hanya terus menatap dokter Adi.

"Entahlah." bisiknya.

"Aku tidak tahu aku siap atau tidak, sudah terlalu lama aku tidak bertemu dengan mereka." lanjutnya. Lia menundukkan kepalanya.

"Kita coba ya?!" bujuk dokter Adi. Ia menggenggam tangan Lia dengan lebih erat lagi.

"Bagaimana kalau aku melakukan sesuatu yang buruk pada mereka?" tanya Lia.

"Kalau nanti terjadi sesuatu yang buruk, aku akan menghentikannya dan tidak akan melakukannya lagi." Dokter Adi mencoba meyakinkan Lia.

"Bagaimana? Kamu setuju?" tanyanya. Lia terdiam sesaat, ia kembali memandangi setiap sisi wajah dokter Adi.

"Baiklah." ucapnya pelan sambil menundukkan kepalanya.

...

"Besok kamu off kan?" tanya dokter Adi. Suster Rina mengangguk pelan.

"Ayo besok kita jalan-jalan bertiga!" ajak dokter Adi.

"Bertiga?" Suster Rina menatap dokter Adi, ia tampak bingung.

"Iya! Bersama Dina." ucap dokter Adi.

"Kamu yakin?" tanya suster Rina.

"Yakinlah!" seru dokter Adi penuh keyakinan.

"Tapi kamu kan habis berjaga malam." ucap suster Rina.

"Kalau Lia tidak berbuat ulah atau mengamuk, aku bisa beristirahat seperti biasa kok!" canda dokter Adi. Suster Rina tersenyum lembut.

"Baiklah!" ucapnya menyetujui ajakan dokter Adi. Dokter Adi hendak membelai kepala suster Rina, tapi tiba-tiba saja suster Indah mendatangi mereka.

"Hemm.. saya mencium sesuatu yang mencurigakan." seru suster Indah dengan ekspresi curiga.

"Mulai deh!" Suster Rina menatap suster Indah dengan sorot mata yang mengintimidasi.

"Ha ha ha.. kamu ini bisa saja!" seru dokter Adi.

"Sudah ah! Saya mau pulang dulu!" pamit dokter Adi sambil menggantungkan tas kerjanya di pundak sebelah kirinya.

"Hati-hati di jalan, dok!" seru suster Indah dengan nada menggoda.

"Oke! Bye!" sahut dokter Adi sambil melambaikan tangan dan menebarkan senyum menggodanya juga.

"Genit banget sumpah!" maki suster Rina. Suster Indah terbahak-bahak.

"Kamu cemburu ya Rin!" tuduh suster Indah.

"Idiiih!!" ejek suster Rina sambil berlalu dari suster Indah. Suster Indah tertawa lepas melihat ekspresi suster Rina.

"Kamu dan dokter Adi itu cocok!" ucap suster Rina.

"Oh ya?!" seru suster Indah tak percaya.

"Iya! Kalian sama-sama konyol!!" ledek suster Rina. Ia tertawa lepas karena puas bisa mengejek rekan kerjanya itu. Suster Indah memukul-mukul punggung suster Rina pelan dan berpura-pura merajuk.

...

Suster Rina mengajak Lia menghirup udara segar di taman yang berada di tengah-tengah rumah sakit. Lia duduk di kursi taman yang sering ia duduki bersama dengan dokter Adi. Lia mendongakkan kepalanya menghadap ke langit yang tampak sangat cerah pagi itu. Sejenak ia hanya memandangi langit tapi kemudian perlahan ia memejamkan matanya dan mencoba menikmati hembusan angin yang menerpa wajahnya dengan lembut.

"Waah.. kamu membuat taman ini semakin cantik!" puji suster Rina. Lia tersentak, ia membuka matanya dan menatap suster Rina.

"Kamu sangat cocok menjadi model, Lia!" pujinya lagi sambil mengarahkan tangannya seolah-olah sedang memfoto Lia.

"Suster bisa saja!" Lia menundukkan kepalanya karena malu. Sebenarnya ia tersipu malu hanya saja ia belum bisa tersenyum jadi ekspresi wajahnya terlihat datar.

"Mungkin setelah keluar dari sini kamu bisa melamar menjadi model." saran suster Rina. Lia menggeleng pelan.

"Kenapa kamu ga mau?" tanya suster Rina.

"Aku ingin menjadi orang biasa saja, sus." jawab Lia.

"Kamu bisa menjadi yang lebih, Lia." Suster Rina berusaha memberi semangat pada Lia. Lia menggeleng lagi.

"Kalau aku menjadi orang yang lebih lagi dari yang dulu, orang-orang pasti akan mengungkit lagi peristiwa yang terjadi padaku itu." terang Lia. Suster Rina terdiam, ia tidak tahu harus berkata apa-apa lagi.

"Aku hanya ingin menjadi orang biasa saja, sus." ucap Lia pelan. Lia menatap suster Rina dengan sorot mata yang sendu.

...

"Tok.. tok.. tok.." Terdengar suara pintu diketuk.

"Din, coba lihat itu mungkin dokter Adi yang datang!" seru suster Rina yang masih tampak sibuk merapikan rambutnya.

"Ya ma!" sahut Dina.

Dina berlari menuju pintu utama rumahnya. Ia mengintip melalui jendela untuk memastikan siapa yang datang dan ternyata benar, dokter Adi-lah yang datang. Dina membukakan pintu itu dan mempersilahkan dokter Adi untuk masuk. Dokter Adi duduk di sofa yang ada di ruang tamu.

"Mama mana, Din?" tanya dokter Adi.

"Mama masih siap-siap." jawab Dina singkat, ia kembali ke dalam kamarnya.

"Dina, kok masuk ke kamar lagi? Kan kita sudah mau pergi!" seru suster Rina begitu melihat putrinya berlari masuk ke kamarnya lagi.

"Iya, ma!" sahut Dina. Dina keluar lagi dari kamarnya. Dina tampak masih canggung dengan dokter Adi.

Dokter Adi beranjak dari tempat duduknya begitu pujaan hatinya keluar dari kamar. Hari ini suster Rina tampak sangat cantik dengan balutan dress santai berwarna merah dan rambut sebahunya tergerai rapi.

"Waaah!!" seru dokter Adi. Ia tampak sangat takjub dengan tampilan suster Rina yang tidak memakai seragam. Suster Rina hanya tersenyum lembut.

"Oh iya, sebelum kita pergi jalan-jalan, mau tidak kalian menemaniku ke suatu tempat terlebih dulu?" tanya dokter Adi.

"Ke mana?" ucap suster Rina balik bertanya.

"Ke rumah Lia, aku ingin menemui orang tuanya sebentar." jawab dokter Adi.

"Untuk apa?" tanya suster Rina lagi.

"Oh iya aku belum bercerita padamu!" seru dokter Adi karena teringat kalau ia belum menceritakan rencananya untuk mempertemukan Lia dengan orang tuanya.

"Aku berencana mempertemukan Lia dengan kedua orang tuanya. Aku sudah menanyakan pada Lia dan dia mau." terang dokter Adi.

"Apa kamu yakin? Bagaimana kalau Lia mengamuk lagi?" tanya suster Rina.

"Semoga saja itu tidak terjadi, aku berpikir kalau mempertemukan Lia dengan kedua orang tuanya akan membantu proses penyembuhannya." ucap dokter Adi.

"Keadaan Lia kan sudah banyak berubah, mungkin saja Lia tidak akan bersikap seperti dulu." tukas dokter Adi.

"Jadi bagaimana? Kalian mau kan menemaniku sebentar saja?!" bujuk dokter Adi. Suster Rina dan Dina saling berpandangan seolah-olah memberi kode satu sama lain.

"Baiklah!" jawab suster Rina akhirnya.

...

Jangan lupa like di setiap episodenya, vote, dan share ya supaya lebih banyak yang baca cerita ini..

Dukungan darimu sangat berarti untukku.. ❤

Terima kasih 😘🤗🥰

1
IndChris
Luar biasa
arfan
up
Par Tini
autornya jahat kalau karakter Rina jahat kenapa di awal dia seolah wanita baik menyatukan pasangan kekasih bisa kok dgn cara baik2 tanpa ada unsur kejahatan Adi dan Lia bisa bersatu dan Rina bisa menerima dgn ikhlas,,, walaupun Rina jahat dia tetap seorang ibu yg baik utk anaknya dan q selalu menangis 😭 bila ada scene ibu dan anak itu
Par Tini
setiap membaca kisah suster Rina q tdk bisa membendung air mataku walaupun byk pembaca yg kasian dgn kisah Lia tp q salut dgn perjuangan suster Rina yg bisa berlapang dada menerima dan membesarkan anaknya sampai detik inipun Dina blm tau gimana awal dia sampai lahir ke dunia dan teman2 pasti tdk tau Rina korban pelecehan sampai menghasilkan anak,, untuk dr Adi apa yg di katakan ibumu benar adanya jgn menikahi Rina KL sdh tdk cinta jgn Krn mau menepati janji yg PD akhirnya menyakiti kalian berdua terutama Rina ..
Par Tini
sampai sini saya lebih tertarik dgn kisah suster Rina bagaimana dia melalui hidupnya membesarkan anak dari perkosaan itu tapi sayang dialog Rina sama anaknya seuprit
Lila
Sampai part ini…. Banyak hikmah yg bisa diambil.

Salah satunya adalah:
Karakter dan sifat seseorang bisa dibentuk karena orang lain.
Salwa Aqila
udah mending meninggal ajh PK dokter ...
benci dokter Adi 😡
IndChris: waduh.. pemeran utamanya yg di benci.. 😅
total 1 replies
Salwa Aqila
benci sama dokter Adi ... 😡😡😡
Alfan Salim
sama" diperkosa sampek bingung mna yg pacarnya adi
lovetoon
wedding organizer kayaknya kerjanya lia
Queensha
akuu sukaa... bagus thor karya nya.. berdeda dg yg lain... ayo thor semangat utk nulis cerita selanjutnya...
lady El
itu alasan kenapa Lia jadi pasien spesial untuk suster rina karena dia juga pernah mengalami nya
Risna Wati
suka banget ceritanya.💖💖💖💖💖💖
IndChris: Terima kasih sudah suka karya ini..
total 1 replies
Risna Wati
💕💕💕💕💕
Aisyah Siregar
👍👍👍👍
Kim Yoona
sukaaaaaa...
Kim Yoona
aq suka karya mu thor beda dari novel kebanyakan.. semangat... trus berkaryaa💪💪
Kim Yoona: siap kak tapi nanti tak tabung dulu... nunggu agak banyak biar tdk terlalu lelah menunggu ... suka galau
total 2 replies
Kim Yoona
akhirnya bisa ketawa lagi🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Kim Yoona
apakah seperti ini korban pelecehan seksual... bknkah dia pernah merasakan diposisi disiksa orang lain.. knpa dia bisa setega itu
Kim Yoona
lia lbh bijak dlm menghadapi segala hal
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!