NovelToon NovelToon
KUJUAL PERAWANKU DEMI NENEK

KUJUAL PERAWANKU DEMI NENEK

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Perjodohan / Tamat
Popularitas:3.3M
Nilai: 4.6
Nama Author: akos

Kisah seorang cucu yang relah mengorbankan mahkotanya demi menyelamatkan nyawa sang nenek.

Rindu nama gadis itu, dia harus bertemu dengan seorang pria yang sangat kejam dan juga di takuti di kota itu.

Apa yang akan terjadi berikutnya yuk mari ikuti kisah selanjutnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon akos, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

34. PENGAKUAN RINDU.

Melihat kedatangan Fathur dan Rindu, David segera berdiri dari tempat duduknya.

"David, hancurkan perusahaan TERATAI grup dan pastikan perusahaan itu tidak bisa berdiri lagi di muka bumi," Fathur yang kala itu di penuh emosi lalu pergi meninggalkan tempat itu sembari menarik pergelangan tangan Rindu.

"Baik Tuan!. Apa sebenarnya yang terjadi di dalam sana, mengapa Tuan Fathur begitu marah. Apa perempuan itu berulah lagi. Ah sudahlah lebih baik Aku pergi mengurus bunga TERATAI itu,"

David pun pergi meninggalkan tempat itu.

"Cepat masuk," Fathur sedikit meninggikan suaranya menyuruh Rindu untuk masuk kedalam mobil.

Tanpa bertanya, Rindu segera masuk dan duduk tenang di dalam sana.

Fathur ikut masuk kedalam mobil lalu menghidupkan mesin mobilnya.

Bunyi menggelegar pada kenalpot mobil mewah Fathur membuat orang-orang yang berada diluar gedung pelelangan segera menutup telinga mereka sakin nyaringnya.

Fathur melajukan kendaraanya dengan kecepatan tinggi dan membunyikan klakson di sepanjang jalan hingga membuat pengendara yang berpapasan denganya seketika menyingkir dan membukakan jalan untuknya.

Rindu berpegangan kuat pada knop pintu mobil sakin takutnya dengan kecepatan.

"Tuan tolong kurangi kecepatanya, kita berdua bisa celaka kalau Tuan mengendara secepat ini,"

"Aku akan mengurangi kecepatan mobil ini bila kamu jawab dengan sejujur-sejujurnya," ungkap Fathur tanpa melihat kearah lawan bicaranya.

"Iya, Saya akan menjawab jujur tapi kurang dulu kecepatanya mobil ini, Saya sangat takut dengan kecepatan."

Seketika itu juga Fathur mengurangi kecepatan mobilnya setelah melihat Rindu mengangguk.

"Coba katakan, siapa sebenarnya Ayah dari bayi dalam kandunganmu itu?," Fathur dengan kedua mata melotot.

lama Rindu terdiam hingga membuat Fathur geram dan sekali lagi membentaknya.

"Cepat katakan atau kamu mau aku kembali menambah kecepatan mobil ini" Ancam Fathur

"Bayi ini adalah bayimu," Rindu tertunduk dan tak berani menatap Fathur.

"Kamu jangan membohongiku!. Kamu sendiri sudah mendengar dari mulut perempuan gila itu, kalau Aku ini mandul. Dokter pun sudah memponisku dengan kata itu. Jadi cepat katakan siapa Ayah dari bayimu. Oh.. atau jangan-jangan kamu ingin menjebakku agar Aku bertanggung jawab dengan bayi yang tidak tahu asal-usulnya itu," Fathur menatap sinis kearah Rindu.

"Cukup Tuan!. Mungkin Aku ini sudah sangat hina bagi Tuan tapi, Aku tidak terima kalau Tuan menuduh anakku ini yang bukan-bukan.

Tuan sendiri tahu, saat melakukan itu denganku, Aku masih suci. Percaya tidak percaya itu urusan Tuan. Turunkan Aku disin!i,"

"Kalau kamu mau turun, turun saja...,"

Fathur menepikan kendaraan di pinggir trotoar.

Setelah mobil benar-benar terhenti, Rindu keluar dari dalam sana dan berlari kecil meninggalkan Fathur sembari menangis.

"Ahh... sial,"

Teriak Fathur memukuli stir mobil berkali-kali hingga terlihat memar pada pergelangan tanganya.

"Sebenarnya siapa yang harus Aku percayai. Si rata itu atau Dokter Alex. Ah... benar-benar hari yang menyebalkan," teriak Fathur sehingga orang-orang yang berlalu lalang di sana menatapnya.

Sementara itu, Rindu terus berjalan menyusuri trotoar. Air matanya terus saja menetes bak anak sungai yang tiada henti.

Entah kemana tujuannya sebenarnya yang jelasnya itu bukan arah menuju ke arah kosan.

Tidak lama kemudian langkah kakinya terhenti di depan sebuah pemakaman umum yang terletak di pinggir jalan poros.

Rindu membeli seikat bunga mawar dan sebotol air mineral sebelum dia melangkah masuk kedalam area pemakaman.

Rindu melanjutkan langkah kakinya kesebuah makam yang masih terlihat baru.

Gundukan tanah basah ditumbuhi rerumputan hijau membuat makam itu terlihat tidak terawat seperti makam yang ada disampingnya.

Rindu meletakkan bunga mawar kesukaan Neneknya itu di atas gundukan tanah lalu menyiramnya dengan air mineral yang tadi dia beli.

Dari bibir perempuan cantik itu tampak bergetar, Lantunan ayat suci dan doa-doa keselamatan di baca Rindu dengan penuh perasaan.

Ada beberapa menit Rindu melakukan itu hingga dia terlihat mengusap wajahnya dengan kedua telapak tanganya.

"Assalamu alaikum, Nek!, Apa kabar?, Rindu harap Nenek bahagia disana. Jika Nenek bertemu Ayah dan Ibu tolong sampaikan salam Rindu pada mereka berdua.

Sejak kepergian Nenek, Hari-hari Rindu begitu hampa.Hidup Rindu bagaikan kapal yang terombang-ambing di lautan lepas tanpa ada nahkoda.

Rindu tidak tahu sampai kapan penderitaan Rindu ini akan berakhir. Kenapa Tuhan tidak sekalian memanggilku agar penderitaan ini cepat usai. Rindu kangen Nenek, Rindu sayang Nenek," Rindu memeluk gundukan tanah makam neneknya sambil menangis terseduh-seduh dan meluapkan seluruh isi hatinya yang selama ini dia pendam sendiri.

Hingga tidak terasa matanya terpejam dan tertidur pulas diatas gundukan tanah makam Neneknya dengan posisi terduduk.

Waktu terus berganti hingga tidak terasa pagi kembali menjemput.

Fathur yang saat itu sedang duduk di kursi penumpang sembari memandang keluar jendela.

Raut wajah pria tampan itu tampak pucat. Sepertinya semalam dia tidak tidur memikirkan peristiwa yang kemarin.

Hatinya kacau jiwanya terasa hampa, perkataan Rindu, Tania dan dokter Alex masih tergiang di telinganya.

"Kamu itu mandul," wajah Tania melintas sejenak di hadapanya diikuti wajah dokter Alex " Maaf Tuan hasilnya positif Anda mandul,"

"Anak ini adalah anakmu," muncul lagi wajah Rindu hingga terus berganti seperti film yang dapat di putar kapan pun dia mau.

Pak Budy yang saat itu sebagai pengemudinya hanya diam sembari Fokus menyetir. Sesekali pria parubaya itu menatap kebelakang melalui kaca spion.

"Ada apa dengan Tuan Fathur!, tidak biasanya dia seperti ini. Apa ada masalah besar yang sedang beliau hadapi?," ucap Pak Budy dalam hati.

Tidak lama kemudian kini kendaraan yang mereka tumpangi sudah berbelok masuk kearea perusahaan F&R.

Setelah memarkirkan kendaraanya di tempat biasa, pak Budy keluar dari dalam mobil dan berlari kecil membuka pintu untuk Fathur.

"Silahkan Tuan!," pak Budy dengan sedikit menunduk.

Fathur tidak menjawab sama sekali, dia langsung melangkah meninggalkan pak Budy masuk kedalam gedung perusahaan.

Fathur terus melangkah masuk kedalam dengan tatapan kosong. Sama halnya seperti sapaan pak Budy tadi, sapaan para karyawan pun sama sekali tidak dia hiraukan, walau hanya sekedar heem atau huum seperti biasa dia lontarkan saat ada karyawan yang menyapanya.

"Apa yang terjadi dengan Tuan Fathur, kenapa hari ini beliau begitu aneh. Tak satu pun sapaan dari kita dia balas!," tanya seorang karyawan saat Fathur sudah memasuki lift.

"Aku juga merasa aneh. Biasanya beliau pasti menjawab sepata kata ataukah hanya dengan menyunggingkan bibirnya saja. Tapi pagi ini beliau hanya diam seperti batu yang ada di sungai,"

"Jangan bicara seperti itu. Jika beliau mendengarnya maka tamatlah riwayatmu, Ayo kita bekerja, jangan sampai pak Burhan menemukan kita berleha-leha seperti ini,"

Kedua karyawan itu pun kembali ke tempat mereka masing-masing.

Author masih terus ingatin untuk terus mendukung kisah Fathur dan Rindu dengan cara FAVORITE, LIKE, COMENT DAN VOTE. Terima kasih.

1
Nurjana Bakir
lanjut
ollyooliver
gak masuk akal, jelas" rindu masih perawan tapi dibilang jalang,perempuan hina lah..trus nih pesona rindu sebagai pemeean utama gak kuat. bahkan setelah kejadian itu fathur tdk memikirkan rindu maksudnya ada daya tarik dari rindu untuk membuat fathur terus mengingat rindu..

gak cocoklah jadi pemeran utama wanita
ollyooliver
bukannya perjodohan mereka batal? trus knp tingkah rany seperti ini seolah fathur menerima kehadiran rany yg jelas tdk disukanya begitupun akos
siska@ggrei85
athor.. kok gak ada cerita rindu yang ke makan anak cowok nya sih.. penasaran deh di makam kan dmn..
RatuElla11: halo kak, mampir juga yuk kekaryaku, "Istri Simpanan Pemuas Tuan Eden."
total 1 replies
Ratna Ningsih
aaah jadi rindu serindu rindunyakaaaaaaan...sampek sampek mggak sabar mau nengok dedek bayi🤣🤣🤣
Ratna Ningsih
is abang abangan...hilamh sudah tuuuh gelar presidennya
Ratna Ningsih
🤣🤣🤣🤣🤣
Ratna Ningsih
/Facepalm/sakit perutku gigiku kering..gara gara fatur..lagaian bunga juga tidak minta di.bantu..
Heny
Rindu jng lebay km punya anak
Heny
Alhamdulillah smg mrk bahagia
Heny
Klau sdh mengakui halal kan biar sah
Heny
Rindu pergilah yg jauh biar Fathur menyesal
Heny
Akos anak siapa thor
Heny
Panti asuhan F dan R Fathur dan Rindu
Heny
Duh tuan Fathur jng galak2 ntar bucin
Heny
Cerita nya bagus thor
Heny
Akos ngomong nya jng cadel
Heny
Akos sdh tk knp ngomong msh pelat
Heny
Thor buat Rindu pergi yg jauh kasian selalu dihina
Heny
Rindu pergilah menjauh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!