NovelToon NovelToon
TURUN RANJANG

TURUN RANJANG

Status: sedang berlangsung
Genre:Janda / Aliansi Pernikahan / Naik ranjang/turun ranjang / Ibu susu
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Putri_uncu

Dua kali menikah dengan pria dari keluarga yang sama, freya sasmita tak menyangka cinta dan takdirnya akan menikah dua kali. yang lebih membuatnya tak percaya adalah pernikahanya yang biasa disebut turun ranjang.

ya, istilah untuk pernikahan yang dilakukan dengan menikahi kakak/adik dari pasangan kita.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri_uncu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Belum waktunya

Belum genap dua minggu Arka pergi ke luar negeri ,hari ini dia kembali Karena pekerjaannya sudah selesai .

Arka Tak sabar untuk menemui Freya meski waktunya belum sesuai dengan yang ditentukan olehnya .sekarang ataupun nanti baginya sama saja karena semakin lama pun ,jika freya tak menginginkannya maka rasa kecewanya pun akan semakin dalam

"Vero ,Kamu langsung ke hotel saja .saya masih ada urusan sebentar !"

Arka meminta asistennya untuk lebih dulu ke hotel dan memesan kamar juga untuknya ,sementara Arka tentu saja pergi untuk menemui wanita yang dicintainya

Entah siap atau belum Freya harus menentukan jawabannya hari ini ,kali ini Arka ingin egois dan memaksa jika memang Freya menginginkannya

Beberapa kali Arka menghubungi nomor Freya tapi tidak diangkat .mungkin Freya sedang rapat atau sedang sibuk di kantor

Tak kurang akal Arka menghubungi asisten Freya untuk mengkonfirmasi keberadaan bosnya ,sepertinya Mila merestui hubungan Arka dan juga Freya

Tiba di kantor Freya, arka langsung menuju

Ke tempat kerja Freya

" ada didalam pak, semangat!" Mila menyemangati dan mengizinkan Arka masuk ke dalam ruang kerja Freya

Dan juga memberitahukan untuk pegawai atau siapapun sementara tidak bisa menemui Freya

" permisi Boleh saya masuk ?" arka sudah masuk dan membuat Freya agak terkejut

"ma-ma mas arka kenapa kesini?" freya langsung berdiri. Melihat mila apakah ada di meja kerjanya. Kenapa tak mengabarinya jika ada tamu

Terlebih itu arka. Freya menelpon mila tapi tak diangkat

"asistenmu tidak ada di mejanya jadi saya langsung masuk saja. Semoga tak mengganggu" arka berjalan mendekati meja kerja freya

Seketika freya menutup laptop dan panik karena arka mempersempit jarak secara terus menerus

"mas arka duduk saja disana, mau minum apa?" freya sedikit gugup. Bahkan belum menyiapkan jawaban apapun karena seharusnya masih tiga hari lagi arka pulang. Tapi tiba-tiba sudah muncul di hadapannya saat ini

"saya panggil mila dulu untuk buatkan kopi!" freya menghindar tapi tangan arka terlalu panjang dan mudah menggapai tubuh freya

"kenapa takut? Apa saya menakutimu? " arka menarik freya dan memeluknya

"mas hentikan ini dikantor, jangan sembarangan peluk orang" freya memberontak

"semakin kamu bergerak pelukan ini semakin erat jadi diamlah aku sangat merindukanmu sampai sulit bernafas" ucap arka mendadak romantis

Dari yang awalnya jutek dan galak, kini kebalikannya. Wajahnya sangat tampan dan manis bagi freya, sikapnya juga membuatnya tak bisa berhenti untuk membuatnya salah tingkah

"lepasin ngga!" freya tak bergerak tapi mulutnya masih meminta untuk dilepaskan

"diamlah suara detak jantungmu lebih jujur dan saya suka!"

Tak bisa dibohongi freya merasakan hal yang sama juga, detak jantung arka terdengar seakan memakai pengeras suara

arka masih memeluk freya dan perlahan memegang tangan yang sudah mandiri memakai cincin pemberiannya meski belum memberikan jawaban.

"sangat bagus di jarimu!" arka mengecup tangan freya dan berani memeluknya karena melihat cincin yang sudah melingkar di jari manis freya

freya langsung melepaskan tangannya, tadi pagi iseng mencoba cincin yang arka berikan dan ternyata pas di jarinya. Lalu karena sibuk freya lupa melepaskannya

Dan itu membuat Arka merasa bahagia ,bahwa perasaannya telah diterima oleh Freya .meski satu kata Freya belum menentukan keputusannya bahwa menerima atau menolak Arka

"i-ni hanya mencoba saja tadi, tak ada maksud apapun dan saya belum memberikan jawaban " Freya mencoba melepaskan cincin dari jarinya

Tapi tangan Arka menahan agar cincin itu tidak lepas dari jari manis Freya

"jangan dilepas ,jika kau menolakku pun tak masalah Kalau kau mau memakainya "

Arka melepaskan pelukannya pada Freya ,dan mengajak saya untuk duduk di sofa

"Jadi apakah saya boleh meminta jawabannya sekarang?" Arka bertanya pada Freya

"bukan saya tak sabar ,tapi sekarang atau nanti Bukankah kamu sudah merasakannya .atau saya perlu membantumu untuk menentukan pilihanmu saat ini ?"

Freya masih terdiam dan tak tahu harus menjawab apa ,memang benar sekarang ataupun nanti jawabannya akan sama karena semua berasal dari perasaan dan hati Freya sendiri .

" Jangan khawatir Saya tidak akan marah ataupun memaksa jika memang kamu tidak menginginkanku dan menerima lamaranku!" arka memastikan bahwa apapun keputusan Freya nanti Arka tidak akan melakukan hal yang buruk padanya

Freya masih terdiam dan belum mengatakan apapun ,tangannya meremas baju karena gugup dan bingung

"lihat mataku!" arka memegang pundak freya dan memintanya untuk menatap matanya

"jangan takut, ikuti kata hatimu... Anggukan jika kamu mau dan gelengkan jika kamu menolak" arka memberikan arahan pada freya dengan lembut

"freya sasmita nugroho, maukah kamu menerimaku menjadi calon suamimu dan menikah denganku?"

Ucapan arka membuat jantung freya semakin tak bisa dikuasai. Pertama kali, iya sebelumnya tidak ada adegan begini sebelum menikah dan juga tak ada lamaran pribadi semua diatur oleh keluarga

Freya membayangkan banyak hal dan membuat kepalanya sedikit pusing, freya menggelengkan kepalanya tanpa sadar

Tangan arka seketika melepaskan pundak freya karena jawabannya sudah jelas

"aku mau!" melihat arka nampak kecewa dan freya sadar baru saja menggelengkan kepalanya karena ingin mengusir bayangan gelap dimasa lalu. Tapi membuat arka salah paham

"benarkah? Tadi kau menggelengkan kepalamu" arka memastikan lagi

"hm, iya!" freya mengangguk dan menutup wajahnya dengan tangan

"benarkah?" arka terlalu bahagia sampai berteriak tanpa sengaja "yes!!!!!"

"ssttt! Pelankan suaramu" freya menutup bibir arka dengan tangannya

Bruk

Mila dan beberapa pegawai lainnya terjatuh karena pintunya terbuka

"maaf buk, saya lagi cek pintu sepertinya rusak. Ayo pergi" mila mengajak teman-temannya kabur

"selamat ya pak, bu!" mila kembali membuka pintu dan mengucapkan selamat saat freya dan arka berpelukan

"mila!!" freya melempar majalah yang ada dimeja agar mila pergi karena arka juga tak melepaskan pelukannya dan membuat freya malu,

Usianya sudah tak muda juga sudah pernah mengalami gagalnya berumah tangga

freya melepaskan pelukannya " saya mau tanya? Kenapa kamu mencintaiku. Bukankah banyak gadis cantik yang menyukaimu" freya baru penasaran setelah menerima lamaran arka

"karena itu kamu, tak ada alasan lain!" jawaban arka membuat freya sedikit bangga

" boleh cium kening?" tanya arka

"kenapa tanya, dulu main nyosor aja!" freya mengungkit lagi kala bibir arka yang tak terkontrol

"maaf namanya juga cinta!"

Pria dingin yang berubah menjadi bucin " kamu pulang jam berapa? Saya antar sekalian ketemu om nugroho"

"jangan buru-buru!" freya tak mau jika hubungan yang baru dimulainya langsung diketahui keluarganya. Freya belum memberitahukan pada orang tuanya bagaimana reaksinya nanti

"sayang, saya mau laporan sama papimu, proyek kami lolos" arka menyentil kening freya

"proyek? Kalian buat proyek apa?" freya tak tahu apapun

"proyek kecil-kecilan saja. Tapi kamu benar-benar yakin menikah dengan petani buah sepertiku ini?" arka ingin freya memikirkan hal lain yang jika dibandingkan perbedaannya sangat jauh antara direktur dan pekerjaan arka

"diamlah, saya sudah buat keputusan artinya sudah difikirkan tapi janji jangan bilang mami dan papi dulu soal kita" freya mengatupkan tangannya memohon

"kenapa dengan kita emangnya?" arka menggoda freya

"mas!"

"iya sayang!" jawab arka sambil mencium pipi freya

"tuh kan modus lagi! Jauh-jauh sana!" freya mendorong arka

"kamu lihat sejak tadi tangan siapa yang memegang siapa"

freya ingin melepaskannya tapi ditahan " ci*um dulu baru nanti dibicarakan lagi!"

Arka menyodorkan pipinya, saat freya mendekat kepalanya berputar dan terjadilah ciu *man pertama yang cukup lama

"em! Udah! Janji jangan bilang-bilang!" freya menagih janji pada arka

"sayangnya mereka tahu lebih dulu kalau saya melamarmu, dan pasti mila sudah kasih kabar pada mereka kalau kamu menerimaku" ucap arka penuh kemenangan

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!