Proses Revisi bertahap...
Rate 21+++
Cerita ini mengandung adegan yang cukup ngeri di harap yang masih di bawah umur, segera tinggalkan setelah membaca warning ini... gak boleh ngintip apalagi mampir..
______
Berawal kabur dari rumah dan bekerja menjadi sekretaris lalu mendapat misi untuk menyembuhkan penyakit bos nya, Aqella malah mendapati dirinya berakhir di dalam ranjang dan membuat hidup nya menjadi sepenuh nya milik Cleo Rodriguez.
Namun siapa sangka jika pilihan nya untuk memilih Cleo, malah menimbulkan banyak masalah kedepan nya untuk dirinya sendiri dan hubungan yang ia jalani.
Mampukah Aqella melewatinya ?
Ataukah memilih mundur perlahan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kris muntari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 34
"Hei.. kau kemari." ujar pria yang mengenakan jas mewah.
Pelayan itu terlihat melihat ke kanan dan kiri, memastikan jika memang dia yang di panggil "saya tuan?" menunjuk dirinya sendiri.
Pria itu mengangguk "iya kamu, kemarilah."
Pelayan tersebut dengan perlahan menghampiri pria yang sedang duduk di sudut lobby hotel.
"Berikan ini kepada wanita yang itu." perintahnya sambil menunjuk Aqella yang sedang berdiri sendiri di dekat koridor "bilang dari suaminya."lanjutnya lagi.
"Baik tuan." pelayan mengangguk mengerti.
Aqella saat ini sedang menunggu Cleo di ujung koridor, Cleo berpesan untuk tidak pergi kemana kemana dan tetap di tempatnya.
Karena tadi Cleo izin kalo dia akan keluar sebentar untuk mengambil sesuatu di dalam mobil. Namun kenapa sangat lama.
Tidak terlalu lama, hanya Aqella baru berdiri lima menit,tapi menunggu sendirian tetap saja rasanya sangat lama dan memakan waktu.
Lama banget sih Cleo. ujar Aqella dalam hati.
Ia benar tidak tenang jika harus sendirian disini.
Baru saja ia ingin melangkah menyusul Cleo, tapi ada pelayan yang menghampiri nya dan memberikannya jus anggur dan mengatakan jika ini dari suaminya.
"Terimakasih." ujar Aqella.
Mungkinkah Cleo yang memesannya, karena dia pikir Aqella akan kehausan menunggunya.
Glek.
Aqella meminum jus Anggur yang di maksud, namun kenapa rasanya lebih seperti alkohol daripada jus anggur yang sesungguhnya.
Ah sial, apakah Cleo sengaja mengerjainya karena tadi saat di pantai ia menyinggung tentang keluarganya.
Tapi tidak mungkin juga Cleo melakukan ini padanya, kalaupun Cleo ingin Aqella minum sudah pasti Cleo akan ada disampingnya, lalu siapa yang ingin mengerjainya.
Tunggu, ada apa ini, kenapa tubuhnya mulai merasakan sesuatu yang aneh, dan kenapa juga suasana disini tiba tiba menjadi panas, tidak mungkinkan jika ac di hotel ini mati.
Aqella mengedarkan pandangannya ke setiap penjuru lobby hotel, mencari pelayan yang tadi mengantarkannya minuman padanya, namun matanya bersibobrok dengan pria yang ada disudut lobby sedang menyeringai melihat Aqella.
"Apakah dia yang mengerjaiku?"gumam Aqella lirih.
Rasa panas semakin menjalar keseluruh tubuh Aqella, bahkan kini libidonya meningkat, Aqella tidak tahan lagi, jika terus terusan disini ia bisa dipastikan akan membuka bajunya di depan umum, tidak ada waktu lagi ia harus kembali ke kamar dan menunggu Cleo disana.
Secepatnya Aqella berlari menuju lift dan pergi dimana kamarnya berada, dengan perasaan gusar Aqella menaiki lift, dan sial kenapa lift terasa sangat lambat untuk hari ini,tidak bisakah lift bergerak lebih cepat.
"Ahh." lenguh Aqella.
Sial, kenapa suara laknat ini harus keluar disaat ia masih di dalam lift, bagaimana jika di dengar orang, ya walaupun hanya ia sendiri di dalam lift.
Ting. pintu lift terbuka.
Aqella bergegas keluar, namun langkahnya yang sudah tidak karuan di tambah dengan gairahnya yang terus meningkat, Aqella menabrak seseorang hingga membuat mereka jatuh bersamaan dan Aqella berada diatasnya dan netra mereka bertemu satu sama lain.
"Lo."
"Lo." ucap mereka bersamaan.
Ah tidak, Aqella tidak bisa menahannya lagi di tambah dengan posisi tumpang tindih ini semakin membuat Aqella ingin secepatnya menuntaskan sesuatu yang hampir meledak di dalam dirinya.
Aqella yang di pengaruhi obat perangsang langsung ******* habis bibir pria yang ada di depannya yang masih menyisakan rasa wine di dalam mulutnya.
Pria ini melebarkan matanya, sedikit terkejut dengan apa yang di lakukan Aqella, namun ia juga tidak dapat menolaknya, perasaan yang sudah terpengaruh oleh alkohol membuat ia kehilangan kendali atas tubuhnya.
Pria ini melepaskan tautan mereka, dan segera menggeser tubuh Aqella dari atasnya, lalu ia segera membenahi posisinya dan mengangkat Aqella, membawa Aqella ke salah satu kamar.
"Aku ingin melakukan nya, aku tidak tahan lagi." racau Aqella yang sudah sepenuhnya di kendalikan oleh obat perangsang itu.
"Kita akan melakukannya. tapi tidak disini." ujarnya.
Sedangkan Cleo ia kebingungan mencari Aqella, padahal Cleo sudah memesan untuk menunggunya tapi Aqella malah menghilang lagi seperti kemarin.
Cleo bergegas menuju kolam renang, takut takut Aqella akan tercebur lagi seperti yang terakhir kali, namun nihil kolam renang dalam keadaan tenang, bahkan tidak ada tanda tanda dari seseorang menceburkan dirinya ke kolam.
Lalu kemana Aqella pergi.
Cleo mencoba menghubungi ponsel Aqella, namun nomor Aqella tidak aktif, apa mungkin batrenya habis.
Bergegas Cleo melangkahkan kakinya menuju kamar hotel dengan setengah berlari, namun tibanya disana, Cleo tidak mendapati Aqella dalam kamarnya, bahkan kamarnya masih dalam kondisi sama seperti terakhir kali ia keluar.
Cleo menyibak rambutnya dengan kasar kebelakang, lalu mengusap wajahnya dengan kasar.
Cleo sangat kesal dan juga khawatir menjadi satu,bahkan ia tidak merasakan pegal di kakinya karena tadi berlari mencari cari Aqella.
Cleo mencoba menghubungi Aqella sekali lagi, namun tetap sama nomor Aqella masih tidak dapat di hubungi.
"Ahkkk!!!" teriak Cleo kesal, melemparkan ponsel nya ke lantai sampai ponsel tidak lagi terlihat bentuknya karena saking kerasnya benturan.
Cleo keluar dari kamarnya, niat hati ingin mengecek cctv untuk mencari tahu keberadaan Aqella, namun seseorang menghentikan langkahnya.
"Kau mencari istrimu?"tanya Audrey.
Ya Audrey. wanita ini sengaja mengikuti Aqella saat Aqella menaiki lift hanya untuk memastikan jika Aqella sudah benar benar terpengaruh oleh obat perangsang dan nanti dengan mudahnya ia akan membawa Aqella kedalam pelukan pria lain.
Namun keberuntungan seperti memihak padanya, tanpa perlu bersusah payah, Aqella sendiri yang melemparkan dirinya kepada lelaki yang tidak di kenal Audrey.
"Darimana kau tahu?!"tanya Cleo.
"Aku melihatnya masuk ke kamar itu dengan seorang pria." ujar Audrey menunjuk kamar dengan nomor 3204.
Cleo sedikit ragu mendengar ucapan Audrey, tidak mungkin jika Aqella masuk kesana, lalu untuk apa juga Aqella berada disana bersama seorang pria, yang jelas Aqella bukanlah Audrey yang sengaja melemparkan dirinya sendiri kepada pria asing.
Tapi melihat mimik wajah Audrey yang sepertinya serius dan yakin, membuat Cleo percaya.
Fiuhh.
Cleo menghembuskan nafasnya kasar, dengan kesiapan mental yang tidak sedikit dan perasaan yang sedikit was was ia memberanikan diri mendekat ke arah kamar yang di maksud Audrey.
Lihat saja jika wanita ini bohong, ia tidak akan sungkan untuk melemparkan Audrey ke laut, membiarkan Audrey mati di makan hiu, atau kehabisan nafas tenggelam karena kekurangan oksigen.
Cleo bersiap mengambil kuda kuda, dan dengan hitungan mundur.
Tiga..dua..satu...
Cleo menendang pintu tersebut dengan sekali tendangan, entah kekuatan apa yang ada pada dalam diri Cleo berhasil membuka pintu yang sudah pasti keras karena di buat dengan kualitas kayu yang tinggi.
Brakk!!!
Pintu terbuka sempurna...
...----------------...
tinggalkan like komen ya untuk penulis yang amburadul ini.
suwun.