NovelToon NovelToon
Anak Genius : CEO & His Private Chef

Anak Genius : CEO & His Private Chef

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Cintamanis / Anak Genius / CEO / Anak Kembar / Tamat
Popularitas:2.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: LYTIE

Penyakit eating disorder membuat Jackson tidak bisa mencicipi rasa makanan selama 20 tahun. Masakan Rossy, koki pribadi baru berhasil membuat pria itu memakannya dan secara perlahan mencoba mengatasi trauma masa lalu.
Terkuak misteri Rossy adalah ibu kandung dari bayi tabung IVF yang dibeli oleh Jackson lima tahun yang lalu. Berhasilkah Jackson mengatasi trauma masa lalu yang merupakan pemicu penyakitnya serta bersatu dengan Rossy dan putra kembarnya Chandra&Kelvin?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LYTIE, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 31. sketsa wajah dan hacker rahasia

***Ballroom Hotel S***

Setelah mendengar perkataan pria itu, Felixmulai mengerti bahwa Joko yang semula ingin melecehkan Rose dan tidak berhasil, dalam sekejap perusahaannya menjadi hancur dan bangkrut karena foto-foto yang disebar oleh seseorang.

Semua orang yang berada di ballroom mengira Jackson lah yang melakukan hal itu.

Felix adalah satu-satunya orang yang tahu bukan Jackson yang melakukannya.

Kejadian ini sangatlah janggal. Tidak akan ada yang percaya bahwa perusahaan Joko bangkrut dalam sekejap bukan karena Rose, bahkan Felix sendiripun tidak mempercayainya.

"Apakah kamu percaya Rose bisa menghancurkan perusahaan Joko dalam sekejap mata?" tanya Felix ke Jackson.

Jackson juga mulai mencurigai Rose, si wanita bar-bar adalah dalang di balik kebangkrutan perusahaan Joko.

"Wanita itu tinggal di mana dan apa pekerjaannya?" tanya Jackson ke Felix.

Jackson mengira Felix sudah mengetahui banyak informasi tentang wanita bar-bar karena Felix mengobrol akrab dengan wanita bar-bar itu selama di dalam ballroom.

"Aku tidak tahu," jawab Felix.

"Tidak tahu?Apa saja yang kalian berdua bicarakan selama duduk di dalam ballroom?" tanya Jackson.

"Rose menanyakan banyak hal tentangku. Apa hobiku, warna favoritk, dan lainnya. Aku hanya menjawab semua pertanyaan yang di ajukannya tanpa menanyakan tentang dirinya," jawab Felix.

Pria yang berlutut di depan Jackson dan Felix mendengar dengan jelas percakapan mereka sehingga tahu Jackson dan Felix tidak mengenal dekat wanita bergaun pink itu.

"Maaf Pak Jackson dan Pak Felix. Tadi sewaktu wanita bergaun pink berada di dalam ballroom ini, aku melihat pandangan matanya selalu terarah ke pintu masuk ballroom seperti sedang menunggu seseorang sehingga aku mengira  orang yang ditunggunya adalah Pak Jackson dan Pak Felix karena wanita bergaun pink itu kembali lagi ke dalam ballroom bersama Pak Jackson dan Pak Felix," ucap pria itu.

"Benarkah? Apakah Rose sengaja jatuh ke dalam pelukanmu karena ingin mendekati kita?" tanya Felix ke Jackson.

Rasa keingintahuan yang kuat membuat Felix segera berlari ke arah toilet wanita untuk mencari keberadaan Rose, wanita yang baru dikenalnya.

Felix meminta staf wanita hotel untuk membantunya memeriksa ke dalam toilet cewek. Beberapa saat kemudian Felix kembali ke dalam ballroom.

"Rose tidak ada di dalam toilet wanita," kata Felix ke Jackson.

Felix teringat akan penawaran Rose untuk melakukan hubungan mesra dengannya sehingga membuat Felix semakin mencurigai apakah ada maksud tersembunyi dari Rose.

Felix masih tidak menyerah untuk menemukan Rose dan mencari tahu kebenaran.

"Aku akan memeriksa cctv hotel," kata Felix.

Jackson menganggukkan kepala dan menemani Felix meminta izin ke hotel untuk memeriksa cctv.

Pihak hotel yang mengenali Jackson, dengan senang hati bekerjasama dan membawa mereka ke ruang kontrol cctv untuk memperlihatkan rekaman cctv hotelnya ke Jackson dan Felix.

Jackson duduk di kursi yang berada di dalam ruang kontrol cctv sambil melanjutkan  melihat laporan kantor cabangnya dari ipadnya. Sedangkan Felix yang bertugas melihat rekaman cctv untuk mencari keberadaan Rose.

Jackson masih bersikap tenang karena yakin Felix pasti akan menemukan Rose yang terekam di dalam cctv .

Dengan adanya foto wanita bar-bar dari cctv hotel, Jackson akan meminta Bagaskara mengecek identitasnya.

Setelah melihat rekaman cctv hampir tiga puluh menit lebih, Felix tidak menemukan sosok Rose yang terekam di dalam kamera manapun.

Cctv di lobi, cctv di ballroom bahkan cctv di sekitar toilet wanita pun tidak ada satu pun  yang merekam sosok Rose. Seolah-olah Rose tidak pernah datang ke Hotel S.

Jackson dan Felix tidak akan pernah menyangka bahwa  Chandra lah yang  telah menghapus semua video Rossy yang terekam oleh cctv hotel.

"Aneh. Kenapa Rose sama sekali tidak terekam di dalam kamera manapun? Aku sudah mencarinya dengan teliti," ucap Felix dengan lesu.

Jackson mengalihkan perhatiannya dari ipad yang berada di tangannya ke wajah Felix.

"Wanita itu tidak terekam sama sekali di dalam semua cctv hotel?" tanya Jackson.

"Betul sekali Jackson. Aku yakin pasti ada hacker handal yang sudah menghapus semua jejak Rose di dalam hotel ini ," kata Felix.

Jackson menjadi tertarik untuk mengetahui identitas misterius wanita bar-bar setelah mendengar perkataan Felix.

"Kalau tidak ada fotonya, aku tidak bisa meminta Bagaskara mencari identitasnya," kata Jackson ke Felix.

Felix terdiam dan memikirkan cara untuk mengetahui identitas asli Rose.

"Kita bisa menggambar sketsa wajahnya dan meminta Bagaskara mencari identitas asli berdasarkan gambaran kita."

Felix mengusulkan ide kepada Jackson.

Jackson hanya memberikan jawaban dengan mengernyitkan alisnya.

"Kenapa? CEO muda Perusahaan Wijaya yang terkenal bisa melakukan apa pun, tidak bisa menggambar sketsa wajah kah?" seloroh Felix.

Felix sangat suka menggunakan hal yang tidak bisa di lakukan oleh Jackson untuk menggodanya dan menantangnya.

"Kertas!" 

Jackson menjawab tantangan Felix. Felix pun meminta kertas kosong dan pen dari orang hotel yang menjaga ruang kontrol cctv.

Jackson dan Felix mulai membuat sketsa wajah Rose sesuai  imajinasi mereka masing-masing.

Beberapa saat kemudian Jackson dan Felix sudah menyelesaikan sketsa wajah Rose di kertas masing-masing.

Felix sangat penasaran ingin melihat hasil sketsa Jackson.

"Jackson! Kita harus saling memperlihatkan sketsa masing-masing untuk memilih sketsa mana yang paling bagus, " kata Felix.

Jackson menyetujui usul Felix dan mereka saling bertukaran  untuk melihat gambaran masing-masing.

Mata Felix membulat melihat sketsa milik Jackson.

"Jackson! Apakah tidak berlebihan kamu menggambar matanya sebesar ini?" tanya Felix.

"Matanya memang besar."

Jackson membela diri sambil mengingat mata wanita bar-bar yang bulat membesar sewaktu berada di dalam pelukannya.

"Kenapa ada dua  lubang besar di pipi sketsamu?" tanya Jackson ke Felix.

"Itu bukan lubang besar. Itu adalah lesung pipinya, " jawab Felix sambil nyengir.

Sketsa yang di buat oleh Jackson maupun Felix sama sekali tidak ada yang bisa menggambarkan wajah Rose.

"Apa saja yang dikatakan wanita bar-bar itu kepadamu selain menanyakan tentang hal-hal yang kamu sukai?" tanya Jackson.

Wajah Felix berubah menjadi merah ketika mengingat penawaran Rose untuk berhubungan mesra dengannya.

Felix merasa malu dan tidak ingin membahasnya dengan Jackson karena tahu Jackson pasti akan mengoloknya apabila mengetahui penawaran Rose kepadanya.

"Tidak! Kita tidak membicarakan hal lain lagi," jawab Felix.

"Dia tidak menanyakan informasi mengenaiku bukan?"

Jackson ingin memastikan apakah wanita bar-bar itu mempunyai maksud tersembunyi terhadapnya.

"Menanyakan informasi tentangmu? Dia sama sekali tidak mengucapkan namamu satu kalipun," jawab Felix dengan jujur.

Entah mengapa hati Jackson menjadi sedikit kesal setelah mendengar jawaban Felix.

"Kita pulang saja. Wanita itu tidak ada hubungannya dengan kita," ucap Jackson ke Felix.

"Baiklah," jawab Felix.

***

Pak Kuncoro mengemudikan mobil Land Rover Range Rover Velar berwarna hitam ke lobi hotel dan membukakan pintu belakang mobil untuk Jackson. Sedangkan Felix langsung membuka pintu depan mobil dan duduk di samping Pak Kuncoro.

Pak Kuncoro mengemudikan mobilnya menuju ke rumah Felix terlebih dahulu.

"Besok pagi aku akan mengunjungi Chandra di Healing Hands Hospital sambil membawakan breakfast untuknya," kata Jackson ke Felix.

"Baiklah. Besok pagi aku akan ke Healing Hands untuk memeriksa keadaan Chandra dan Dokter Erik," kata Felix.

"Terima kasih Felix," kata Jackson.

"Sama sama Jackson," kata Felix.

Setelah Felix turun dari mobil, Pak Kuncoro mengemudikan mobil menuju Mansion Wijaya.

"Apakah Rossy sudah pulang ke Mansion Wijaya?" kata hati Jackson.

Setelah termenung sebentar, Jackson memutuskan menelepon Rossy.

"Aku hanya ingin memberitahukannya untuk memasak breakfast Chandra besok pagi," kata hati Jackson sambil menekan nomor handphone Rossy.

Terdengar bunyi nada sibuk dari dalam telepon. Jackson mencoba menelepon lagi dan tetap terdengar bunyi nada sibuk yang sama.

"Siapa yang sedang berbicara di telepon dengan Rossy pada saat hari sudah malam?" kata hati Jackson dengan raut wajah tidak senang.

***

Hai Hai. Author sudah up 2 bab ya. Penasaran kan siapa yang sedang berbicara di telepon dengan Rossy? Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya besok ya

HAPPY WEEKEND

1
Winny Anpooh
Luar biasa
Trissiyanah
pengen tahu kelanjutannya , JD penasaran
Trissiyanah
bagus ceritanya , suka
Oke Banget
Luar biasa
Oke Banget
Lumayan
Sumiati 32
Thomas kenapa ngasih tau mau dinner dengan Rosi
Fuziie_aN
Luar biasa
Sri Tanjung
jackson malu2 kucing.d bllakang meong2😍😍😍😍😍
Sri Mulyaningsih
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Sri Mulyaningsih
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Sri Mulyaningsih
ya Tuhanku 🤣🤣🤣🤣🤣🙈
Sri Mulyaningsih
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Sri Mulyaningsih
😂😂😂😂😂😂😂🙈
Sri Mulyaningsih
Luar biasa
Sri Mulyaningsih
lah....yg kesamber petir u tong 🤣🤣🤣🤣🤣
Mohd Nor Kasih
senjata makan tuan..😁
Mohd Nor Kasih
PD amat lu bang Jackson...😂
Mohd Nor Kasih
pertemuan yg mengharukan dan membahagiakan.. mantap Thor cerita mu
Mohd Nor Kasih
waduh GK bahaya ta...😁
Mohd Nor Kasih
awal cerita yg bagus... semangat Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!