Awalnya Sahi bekerja menetap di sebuah Caffe, namun keesokan harinya terjadilah peristiwa kesalahpahaman atas milik barang berharga itu namun salah satu karyawan di sana langsung menuduh tidak-tidak terhadap Sahi, dan bos nya pun tanpa berfikir panjang memberhentikan Sahi pekerjaan di sana.
Dan akhirnya Sahi mendapatkan lowongan kerja di sebuah perusahaan yang cukup besar, lalu ia tak tau bahwa di sana ada seseorang yang pernah ia ketemu sebelum nya, Siapakah dia? kuy baca!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon _sahiraa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
~ Eps 33
(Ruangan kelas D ujung)
•
•
•
Saka telah berada di rumah sakit Handayani, ia tak sabar ingin menemui abang nya sekian lama nya menghilang.
"Bro! Tunggu kite elah! Gak sabaran amat lu!" desis Alan menyahut Saka, namun Saka tak menggubris nya malah ia pergi begitu saja, Alan yang kini masih di jok Honda nya ia masih sulit membuka helm di kepala nya, sementara Dimas yang kini telah turun dari motor nya dan melihat kawan nya masih memakai helm.
"Ya elah gitu doang payah lu! Makanya buka helm tu yang benar jangan kencang-kencang ikat helm nya!" ledek Dimas sambil menjulurkan lidah nya ke wajah Alan.
Alan tampak emosi dari perkataan Dimas barusan. "Ck elah! daripada lu ngomel kek mbak kunti mending lu bantuin nih lepasin kunci helm, ah elah! ribet amat dah helm gua nih!" menggerutu Alan.
Dimas menolak abis dan langsung pergi begitu saja menyusul Saka duluan, emang begitu lah seorang Dimas tak ada akhlak nya malah minim.
•••
Ckleek..
Suara pintu itu terdengar sedikit nyaring, sehingga seseorang yang sedang terbaring terbangun mendengar suara itu.
Ya Saka lah yang kini memasuki ke ruangan Abang nya terlihat masih terbaring di sana, ia tak tau ini merasa senang apa sedih, yang ia rasakan dada nya memburu sesak seperti ingin mengeluarkan air matanya.
"Bang..." ucap nya tak terlalu keras. "Andre?" sambungnya lagi dengan nada pelan sambil menatap ke wajah pria itu.
Sontak pria itu kaget bahwa yang datang itu ternyata adiknya dan tak menyangka kenapa ia bisa tahu keberadaan nya sekarang.
"Saka? Ini lu?" ucap Andre dengan nada berlirih karna ia masih keadaan belum stabil.
Dimas baru saja sampai di depan pintu itu ia melihat sendiri aksi dari antar kakak dan adiknya saling berpelukan sambil menepuk pundak adiknya.
Syukur lah akhirnya Abang nya Saka udah ditemukan. gumam Dimas sambil mengintip dari pintu yang bagian kaca nya masih terlihat jelas di dalam ruangan tersebut namun perlahan ia merasa tersentuh ntah kenapa, rasanya terharu dengan suasana ini, namun...
"Woi!" teriak nya.
Dimas baru saja ingin berekspresi sedih namun seketika gagal karna ada yang memecahkan suasana nya menjadi panas.
"Hadeh! Lu kenapa si teriak-teriak ha? lu kata ini hutan apa!?" kesal Dimas.
"Apa lu? Lu tinggalin gua seenaknya, ga setia kawan amat jadi orang!" kesal Alan.
"Ah berisik lu! udah bagus juga tadi suasana tenang terus sedih malah lu ganggu gua!"
"Ckh elah! lu kata ini rumah sakit tempat bioskop apa? Pake drama sad segala!" ucap Alan.
Dimas menggeplak kepala Alan cukup keras, sehingga Alan kesakitan.
"Lu lihat sendiri noh! Si saka udah ketemu Ama bini nya, eh Abang nya maksudnya. Makanya gua terhurau!"
"Oh bilang lah! Gue mana tau!" ucap Alan watados (Wajah tanpa dosa).
•••
Sementara di kediaman Saka, Zaenal masih termenung di teras rumah sambil meminum teh apalagi cuaca di sore hari ini semakin mendukung.
Gimana ini? Apakah perusahaan ku ini akan bangkrut? Gara-gara kemalangan Andre jadi nasip malangnya perusahaan sekarang tersendat begitu aja. gumam nya.
Tantri memanggil suaminya lalu segera menghampiri nya.
"Mas! Kamu udah dapat kabar dari Saka belum?" tanya Tantri menghampiri suaminya.
"Belum, emang dapat info apa?"
"Ini loh mas! Saka udah bisa ketemu Andre di rumah sakit, nah kita susul ke rumah sakit sekarang, mas!" ujar Tantri.
Zaenal baru saja selesai makan biskuit lalu ia bangkit dan siap untuk berangkat.
"Ya udah ayo kita pergi sekarang!" ucap Zaenal.
•••
Sita tiba-tiba kurang fokus mengerjakan skripsi nya, ia masih belum move on dari Saputra mantan kekasihnya ntah kenapa ia terbayang di pikiran nya yang tiba-tiba muncul wajah nya.
Hufttt.. dia apa kabar ya sekarang, kok aku susah move on sih dari dia. gumam Sita lalu mengacak rambut nya hingga sedikit berantakan.
Gimana kalo gue sekali lagi ke rumah nya, siapa tau dia mau balikan lagi sama gue? Eh. Nga-ngak! Kok gue jadi berharap begini sih seharusnya kan wanita itu di kejar bukan mengejar.
Akhirnya Sita pusing sendiri dan tidak mood lagi melanjutkan skripsi nya sekarang, ia memutuskan untuk di tunda sebentar dan tidur sejenak.
•••
"Siapa yang buat lu jadi begini bang? Kasih tau ke gua"
"Gue gak tau siapa orang itu tapi gue masih ingat kalau satu cewek sama satu cowok, kira-kira mereka masih sepantaran ama gue" jelas Andre.
"Ini gak bisa di biarin! enak aja mereka sekarang jadi senang-senang nikmati barang-barang lu sedang lu menderita di sini, kalau gitu gua akan cari siapa orang itu dan kalau bisa di hukum mati!" ucap Saka cukup emosi di raut wajah nya.
Dimas & Alan tidak sepenuhnya mendengarkan 100% percakapan antara Saka & Andre, yang mereka paham ialah Saka terlihat tak terima bahwa Abang nya sampai jadi seperti ini.
"Eh bro, keknya Saka mau hajar orang si penjahat itu deh, gimana kalo kita bantuin lagi. kan lu juga jago tuh ngelacak orang-orang" ujar Alan sambil merangkul salah satu tangan nya di pundak Dimas.
"Ya lu betul! Kita harus cari siapa orang itu, lebih cepat kita cari lebih cepat pula kita kelar masalah ini!" ujar Dimas sekali menoleh ke arah Alan lalu menoleh kembali ke ruangan yang mereka intip di sana.
Tampak mereka asik mengintip di ruangan VIP Andre, tanpa sadari bahwa seorang perawat sudah tiba di belakang mereka.
"Ehem, mau ngapain kalian ngintip ruangan pasien?" tegur perawat sembari membawa mangkuk berisi bubur serta air minum.
Dimas & Alan sontak kaget mendengar suara itu lalu segera membalikkan badan nya.
•••
Andre melihat tanggapan sang adiknya tampak emosi ia pun menenangkan nya dan tidak perlu membawa emosi.
"Udah lu jangan emosi, kita cari sama-sama siapa pelaku itu! gua tau kok cara melacak mobil gua soalnya kan STNK mobil di tinggal di rumah" ucap Andre menenangkan Saka.
•
•
•
Keesokan harinya, Nawal telah berada di halaman kampus ia celingak-celinguk seperti mencari keberadaan teman nya.
Sudah mengelilingi hampir satu kampus ia tidak menemukan batang hidung teman dekat nya itu.
"Duh... Ini Intan sama Keira kemana ya? Tumben jam segini kagak nongol" gumam nya, lalu ia merasa capek dan duduk sebentar di tempat duduk sana.
Namun ada seseorang menghampiri Nawal tampak ia memberi sesuatu kepada nya.
"Ee Nawal, ini ada surat dari orang lain" ucap nya.
Nawal menoleh segera mengambil kertas itu di tangan wanita itu.
"Emm... Makasih" dengan cepat Nawal membuka kopekan kertas itu penuh penasaran.
"Ruangan Kelas D ujung" baca Nawal lalu ia semakin penasaran dan tampak bingung apa maksud dari tulisan di kertas itu.
"Maksudnya apaan sih? Kok tulisan nya gini doang, terus gue ke ruangan ujung sana gitu?" gumam nya sedikit menggarukkan kepalanya.
Mau tak mau Nawal pergi ke ruangan itu, daripada nanti kepikiran dan malah gak tenang.
#semangat
semangat salam dri tawanan kaisar