NovelToon NovelToon
Buah Hatiku (Zafier Dan Zaafira)

Buah Hatiku (Zafier Dan Zaafira)

Status: tamat
Genre:Teen / Contest / Perjodohan / Nikahmuda / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:22.8M
Nilai: 4.7
Nama Author: Mickey Mouse24

"sakit memang sakit rasanya, kecewa memang kecewa yang ku dapatkan, tapi akulah yang memilih untuk mencintaimu.
namun, gadis sepertiku pun juga masih punya hati, bukan?

aku lelah, sungguh

dan aku memilih menyerah untuk membebaskan diri dari belenggu istri tak di anggap" Bila

"seharusnya aku membelikanmu bunga dan memegang tanganmu,
seharusnya aku memberikanmu seluruh waktuku selama aku masih memiliki kesempatan" Marva

##
jangan terlalu membenci sesuatu yang akan menjebakmu terperangkap dalam lubang penyesalan

karna akan tiba masanya yang disia-siakan berhenti mencintai dan yang menyia-nyiakan baru mulai mencintai saat semuanya sudah tak terjangkau lagi

dan jangan memanfaatkan kesempatan kedua karna tak semua orang akan memberikannya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mickey Mouse24, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

masih dititik ini

~apa yang paling menakutkan selain mimpi buruk? Terbangun dari tidur dan kembali pada kenyataan yang menyakitkan~ Marva Phelan

***********

entah dorongan dari mana, Marva mengikuti mobil Manda. rasa penasaran akan wanita itu saat ini sangat tinggi, apalagi arah mobil mereka kini memasuki area sebuah sekolah kanak-kanak yang hampir setiap hari Marva kunjungi

"ngapain dia kesini?" tanya Marva pada dirinya sendiri

Marva masih memerhatikan mobil Manda, tak lama setelahnya ia melihat Manda keluar dari sana dan memasuki sekolah

"jangan bilang anak-anaknya sekolah disini?" tanya Marva, pergerakan Marva yang hendak membuka pintu mobil terhenti kala ponselnya berbunyi

"ya?"

"......"

"baiklah, saya kesana sekarang" Marva menutup panggilan, ia melihat sebentar gedung sekolah sebelum ia menginjak gas untuk menjauh dari sana, biarlah, setelah urusannya selesai, ia akan menyelidiki kenapa Manda bisa berada disekolah kanak-kanak tempat Arvino sekolah.

\=\=\=\=\=\=

Kicauan burung-burung yang terdengar bersahut-sahutan dipagi hari tak mampu mengusik tidur seoarang pria yang tengah meringkuk bagaikan bayi dalam kandungan ibunya di atas ranjang

cahaya sunrise yang sinarnya kini hangat menerpa tubuhnya dari arah jendela yang gordennya memang terbuka juga tak mampu menarik kesadarannya

Hingga suara ribut-ribut di luar yang mulai menembus indra pendengaran, membuat perlahan mata bernetra coklat gelap itu perlahan terbuka

mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru kamar bernuansa putih, kamar tamu yang belakangan menjadi kamar yang bisa membuatnya terlelap nyaman jika ia bermalam di rumahnya ini, kamar itu bekas kamar wanita yang semalam membuat dirinya jadi uring-uringan hingga ia kembali berteman dengan minuman keras.

Ia menarik napas dalam-dalam, meresapi aroma kamar yang harum khas sang istri 4 tahun lalu. Memang Marva rajin menyemprotkan parfum peninggalan Bila yang sudah beberapa kali ia isi ulang di kamar ini

Tersenyum miris akan keadaannya, dulu ia begitu membenci wanita itu namun saat telah pergi kenapa ia baru menginginkannya bahkan Marva rela berbuat gila seperti memeluk pakaian Bila guna menghirup bau tubuh yang tertinggal pada kain murah itu

Tapi kemarin saat pertemuan, wangi itu tak lagi ia temukan pada wanita yang telah meninggalkannya disaat ia terbaring koma di rumah sakit dan menghianati pernikahan mereka

Mengingat itu, Marva segera beranjak bangun, matanya kini terbuka lebar dengan kilatan penuh amarah

Bila membalasnya dengan kejam

"aku membencimu tapi juga mencitaimu sekaligus" geram Marva melihat potret Nabila di dalam bingkai foto

Prangk

Marva tersentak, suara benda pecah dari luar membuat Marva segera beranjak dari kamar

Ia menghela napas panjang melihat keadaan.

Arvino, anak itu tengah meringkuk di bawa meja makan, sedang ibunya, Reni berdiri penuh amarah. Bisa Marva lihat pecahan beling gelas berserakan dilantai dengan susu yang sudah mengotori lantai. sepertinya ibunya membanting gelas susu Arvino

"apa yang mama lakukan?" dingin, Marva bertanya dengan nada dinginnya

"hanya memberi sedikit gertakan pada anak haram ini" sahut Reni ringan

"ma ayolah, Dia masih kecil. Kasihan dia" ujar Marva berusaha membujuk ibunya, jujur ia malas berdebat saat ini

"aku lebih kasihan sama kamu! Lihat keadaanmu Marva! Kamu lebih menyedihkan" sentak Reni

"aku dan suamiku butuh cucu untuk meneruskan perusahaan keluarga" lanjutnya

"tapi apa? Anak kami hanya fokus mengurus anak seorang ****** yang tak berguna! Malu sama Bila, wanita itu bahkan sudah memiliki 2 orang anak. Sedang kau? Masih berputar di putaran menyedihkan" cercah Reni

"bahkan foto pernikahan itu kamu masih pajang. Tau malu kamu. Wanita itu sudah memiliki keluarga BAHAGIA"

"kenapa harus malu? Bila masih sah istri aku, dia milik aku yang direbut oleh orang, dan aku akan merebut kembali milik aku" Marva yang sedari tadi diam akhirnya bersuara karna tidak setuju akan ucapan ibunya.

"masih banyak wanita lain, Va. tidakah kamu merasa terlalu rendah mempertahankan wanita yang pergi meninggalkanmu dan memberikanmu surat cerai?" Reni melembut, bagaimanapun rasa kesalnya pada sang anak tapi ia tidak akan tega melihat anaknya berada dititik terendah

"ma, sebenarnya surat ce..."

"p-pa-pa dada i-ino" suara terbata si bawa meja mengalihkan atensi Marva. Segera ia berjongkok dan mendapati anaknya yang lemah karna asmanya kambuh

"astaga Vino!" pekik Marva. Ia raih tubuh putranya kemudian dibawahnya di kamar anak itu untuk diberi obat

"ck!" Reni berdecak malas, masa bodoh dengan anak yang tak memiliki hubungan darah dengannya tapi malah sering membuatnya emosi. Wanita paru baya itu memilih duduk di sofa menunggu Marva, masih ada hal yang harus ia bicarakan dengan putranya itu.

"wanita jahat! Lihat saja Marva bisa bahagia tanpa dirimu" ujar Reni menatap tajam potret mantan menantu kesayangannya, Nabila, dalam balutan baju pengantin yang berdampingan dengan Marva

"kenapa kau balas kebaikan keluargaku dengan penghianatanmu, Bila? Tak tahuka kamu bagimana hancurnya hidup anak aku kamu tinggal pergi?" tanya Reni sendu pada bingkai raksasa itu

"mama belum pulang?" sahut Marva dari tangga

"sini, masih ada yang mau saya katakan" panggil Reni masih dengan bahasa bakunya, sejak kegilaan Marva mengadopsi bayi Arvino yang sakit-sakitan, Reni selalu bersikap dingin pada putranya itu

"menikahlah. Jangan hidup menyedihkan seperti ini" ujar Reni setelah Marva duduk di hadapannya

"dan anak itu, panti asuhan adalah tempatnya" lanjutnya

"ma.."

"menikahlah dan kamu akan mendapat anak yang berasal dari sebagian dirimu, Marva, bukan anak orang yang tak jelas asal usulnya"

"anak itu hanya membawa sial. Banyak wanita baik-baik yang mama siapkan tapi karna kenakalan anak itu mereka tidak ada yang sanggup bertahan" cercah Reni panjang lebar

Marva hanya memejamkan matanya, ingin menyela mamanya yang tak ada habisnya mencela Arvino tapi ia tak bisa, sebab ia sadar jika ia sudah memiliki banyak kesalahan pada ibu yang telah melahirkannya 28 tahun silam itu. Dan kesalahan yang paling tak bisa ia akui adalah kejujuran mengenai surat cerai itu. Cukup sakit ditinggalkan oleh Nabila dan Marva tak mau merasakan dijauhi juga oleh kedua orangtuanya

*akulah yang menjadikan vino sebagai senjata agar semua wanita itu tidak menempeliku bagikan lintah, karna sampai kapanpun, wanita yang berhak jadi istriku hanya Bila, dan anak itu sangat membantu memusnakah wanita-wanita matre itu* batin Marva

Bersambunggg...

######

Salam Mickey Mouse

Dari Dunia Halu

1
Nani Yurismah
AQ suka alur cerita mu Thor... lanjut n tetap💪
Nani Yurismah
ya begitulah cinta🤭
Nani Yurismah
bawang merah oh bawang merah
Nani Yurismah
coba qu tebak...pasti masih berjodoh nih...nanti anak2 nya yg m.nyatukan
Elara francesca
kupikir kak akan buat ceritanya rain sama jeff
Husnaa: aku juga nunggu novel rain dan jeff
total 1 replies
Aghnia Raina
Luar biasa
Nur Ahmad
pas hamil
Nur Ahmad
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Nur Ahmad
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Nur Ahmad
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Irwan ramadhan Irwanramadhan
Buruk
Azizah Syahrofa Limbong
cerita Raina dan Jef ada kah?
shadowone
SEMANGAT THOR, ceritanya bagus aku suka.
shadowone
kok aku cari di profile author ga ada ya ceritanya Raina. Thor, kalu mau buat cerita Rain jangan bagi dia balik sama Jefry buat beda dari ceritanya Marva. Biarkan Jefry meliat mantan istrinya bahagia dengan pria lain. Maunya sih sama uncle Mario tapi uncle Mario uda nikah... Pokoknya biarkan Rain bahagia bukan sama Jefry. Jefry, baik sih tapi cintanya habis sama Manda yang ga bisa dia capai. Tapi Rain juga ga salah masuk dalam hubunganya dengan Manda, lagian Manda juga ga cinta sama Jefry.
shadowone
😂😂😂😂😂 marva🤦
shadowone
😂😂😂😂
shadowone
mama tirinya vino kan?
shadowone
🤣🤣🤣🤣🤣
shadowone
🤣🤣🤣🤣🤣 kayaknya aku harus baca ni cerita tuan daniel
shadowone
main cekik cekik😂😂😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!