"Apa ???" Mata Bella terbelalak mendengar apa yang keluar dari mulut orang tuanya.
"Bella sudah dewasa pa, Aku Bisa Memilih Lelaki yang pantas untukku, Tidak Perlu Mencari kan ku pasangan Hidup." Ucap Bella Dengan Nada Kesal.
"Ini semua demi Kebaikan kamu juga nak" ujar mama Bella.
"Jangan Membantah Papa, apa Papa pernah mengajarimu Berkata Seperti itu? Jangan Buat malu papa. Seperti Tidak pernah mengajarimu Sopan Santun" Ucap Wira Pratama, Ayahnya Bella.
"Bella tidak akan pernah Menerima Perjodohan Ini Pa." Balas Bella dengan Nada Ketus
"Kalau Kau tidak Menerima Perjodohan Ini, Kau bisa angkat kaki dari Rumah Ini" Teriak Wira dengan kesal.
"Baik Kalau Begitu, Aku juga Sudah Muak Dengan Kelakuan Papa yang Tidak Pernah Mengerti Perasaanku" Ucap Bella dengan Air Mata yang hampir jatuh.
"Tunggu Apalagi, Lekas Pergi" Ucap Wira Kepada anak nya itu, ia tak pernah menyangka Putri satu-satunya itu bisa membantah nya.
Jangan Lupa Like,komen dan Votenya.
Selamat Membaca
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Angelina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Baru....
"Bagaimana keadaan ibu mu ?" Tanya Christin membuyarkan lamunan Dodi
"Sudah membaik"
"Aku turut bahagia"
"Terimakasih" ucap Dodi lirih
"Sebenarnya aku hanya ingin menyampaikan pesan ibu" ujar Dodi menatap lurus.
"Pesan ? Kepada siapa ?" Christin gugup.
Ya, walaupun telah memutuskan hubungannya dengan Dodi, Christin tak bisa memungkiri bahwa ia masih menyimpan nama lelaki itu dihatinya.
"Kepadamu...." Diam sejenak
"Ibu minta maaf atas kelakuan nya kepadamu Beberapa tahun lalu" Christin masih diam.
"Ya, walaupun semuanya sudah terlambat.."
"Dodi, aku..." Christin menggantung kalimatnya
"Kau pasti sulit memaafkan ibuku. Tidak apa-apa aku paham perasaan mu" ucap Dodi lirih.
"Beliau sama sekali tidak bersalah.."
"Kau tahu ? Ibu Susah payah melahirkan dan merawat kita. Tentu ia menginginkan anaknya punya masa depan yang baik. Jika kau jadi seorang wanita kau juga pasti akan menerima semuanya"
"Aku juga tahu diriku siapa, aku memang tak tahu diri saat itu. Kau terlalu sempurna untukku miliki Dodi." Ucap Christin lirih
"Mau makan siang bersama ku ?' tanya Dodi mengalihkan pembicaraan.
"Tentu" Christin Tersenyum manis.
"Bagaimana apa kau suka ?" Tanya Brayen melirik Bella disampingnya.
"Ya, sangat suka tuan" ucap Bella kagum melihat Apartement barunya.
"Ya sudah, kau berkeliling dulu. Jika kau ingin menambah sesuatu katakan saja." Ucap Brayen menatap Bella.
"Hee eh" Bella mengangguk dan
mulai berjalan mengelilingi Apartement itu.
Aku tak menyangka bisa punya Apartement semewah ini. Ini lebih mewah daripada kamarku.
"Bella"
Bella menoleh kearah suara itu.
"Ada apa ? kau membuatku terkejut" ucap Bella mengalihkan pandangannya melihat pemandangan dari balkon.
" kau ingin menambahkan sesuatu di sini ? Atau kau merasa kurang lengkap ?" tanya rio
"Semuanya sudah lengkap Rio, aku sangat suka Apartement ini. ini diluar dugaanku" ucap Christin antusias.
Rio memandang tidak suka melihat senyuman Bella karena bukan hasil dari gombalan darinya.
Walaupun Rio cukup terkenal dengan ketampanan nya, ia belum bisa membukakan hati Bella untuknya.
"Bagus lah kalau begitu" ucap Rio lirih
"apa aku boleh tahu berapa harga apartemen ini sebulan ?" tanya Bella penasaran
"Hmm, Cukup mahal. tapi kau tenang saja ini milik tuan Brayen. jadi kau tidak akan membayarnya karena ini termasuk fasilitas untukmu" jelas Rio semakin tak suka
Apa ? wah, dia benar- benar kaya raya. seandainya aku punya suami seperti dirinya.
huh! bicara apa sih aku ini. tahan Bella kau tak boleh jadi perempuan yang gila harta. lihat ayahmu Bella lihat. biasanya orang-orang kaya pasti punya perjanjian tentang anak mereka. huh, aku tak mau nanti anak ku jadi korban karir ku. ia tak boleh seperti ku.
Ahhhh, Aku sudah gila ya. Pacar saja aku tak punya malah mikirin anak lagi. Bella berargumen dengan dirinya sendiri.
"Begitu ya, kau juga dapatkah ?" tanya Bella curiga
Rio mengerutkan dahinya memasang wajah bingung.
"Tidak, aku sangat iri padamu" ucap Rio menutupi ketidaksukaan nya pada Brayen.
" hah? , Maaf ya Rio aku jadi tak enak. padahal kau sudah lama bekerja dengan tuan ketimbang aku" ucap Bella sedih
"Sepertinya kau harus mentraktirku awal bulan nanti" Rio
"kau cari kesempatan saja. Baiklah aku pasti menepati janjiku" ucap Bella sebel
Rio tertawa tidak mengeluarkan suara menatap Bella. ini merupakan kebahagian yang tiada tandingannya di hidup nya selama bekerja di perusahaan Brayen.
“baiklah kalau begitu, ayo kita temui tuan brayen” rio melangkah ke ruang tamu diikuti oleh bella di belakangnya. Mereka melihat brayen duduk santai di sofa dan tengah sibuk memainkan ponselnya. Bella dan rio saling melirik, seakan berkata Kau saja yang menyapa duluan.
“Tuan” rio mengalah karena bella tak mau menyapa duluan
“Emmm” brayen tak mengalihkan pandangannya dan masih berkutik dengan ponselnya
“Saya ingin memberitahu tuan, Tidak ada barang yang perlu ditambahkan lagi” rio melirik bella
“Iya tuan, Fasilitas apartement ini sangat lengkap dan saya sangat suka” Bella memuji pemberiannya. Brayen meoleh dengan wajah datarnya.
“Kau sudah mendingan ?” tanya brayen tiba-tiba
Eh, dia peduli kesehatanku ? batin bella tidak percaya
“Sudah tuan. Terimakasih telah Memberi waktu istirahat kepada saya” bella tersenyum
“Baguslah kalau begitu, kau urus tugasmu yang sudah kukirim ke emailmu” brayen berkutik dengan ponselnya lagi.
Cih, aku kan ingin memindahkan barang-barangku dulu lagian jam pulang kantor tinggal satu jam lagi. Sudahlah lebih baik turuti keinginan nya. Menyebalkan. Umpat bella dalam hati
“Baik tuan” ucap bella sopan. Rio melirik bella dengan rasa iba.
Benar-benar kejam. Batin rio
“Ya sudah, kau boleh pergi kekantor rio” Ucap brayen menatap rio
“Dan kau. Ambilkan laptop dan berkas yang harus kau kerjakan dimobil” kini brayen menatap bella
“Baik tuan” ucap bella dan rio bersamaan. Mereka pun turun menuju parkiran meninggalkan brayen di ruang tamu.
“Bella, Apa kau sudah mendingan ? kalau kau masih belum enak badan biar aku saja yang mengurusnya” rio menyender di pintu mobil
“Tentu. Aku bukan tipe orang yang sakit nya berlama-lama rio” bella tersenyum meyakinkan rio
“Baiklah, jika kau butuh sesuatu hubungi saja aku. Aku pasti membantumu kapan pun”
“Terimakasih rio. Kau memang rekan kerja yang pengertian”
Rekan ? ternyata begitu ya mencintai tanpa di cintai. Batin rio
“Oke, aku pergi dulu. Semangat”
“Kau juga” bella melambaikan tangan saat rio hendak masuk kemobil. Setelah mobil itu meninggalkan area parkir, bella kembali ke atas.
Dia kenapa sih masih disini, nggak punya kerjaan lain apa. Huh sadar bella. Sadar. Kau harus berterimakasih atas kebaikan nya, berhenti mengatai bos mu. Bella memaki dirinya sendiri
“Tuan, ini berkas yang anda minta” bella meletakkan laptop dan berkas yang ia ambil dimobil. Brayen hanya diam dan terus memainkan ponselnya. Bella duduk di sebrangnya dan menyalakan laptop brayen.
“Em, Saya boleh membuka email disini ? laptop saya masih di apartemen teman saya” bella memberanikan diri untuk bicara.
“Hm” brayen tak menoleh
“Em, Password nya ?” tanya bella
“Lelaki Tampan” brayen
Bella terkejut mendengar ucapan brayen.
Hah ? Si gila ini ternyata merasa tampan juga. Tapi tunggu...
Inikan panggilan sayang untuk dodi, bagaimana bisa sama ? ah, sudah lah itu tidak penting. Batin bella
Lalu ia mulai bergelut dengan pekerjaannya yang dikirimkan brayen melalui emailnya.
Huh. Banyak sekali. dasar Kejam. Kalau begini aku tidak boleh pura-pura sakit lagi. Ini sungguh melelahkan. Batin bella
“Tuan, Direktur Perusahaan XX mengirim undangan kepada anda, putrinya akan menikah sebulan lagi” bella membaca email yang dikirim oleh rina
“Hm” jawab brayen cuek
Kau mau menikah kapan tuan gila ? haha, kasian sekali wanita yang akan menjadi istrimu kelak. Dia pasti tak betah dengan sifat angkuhmu itu. Bella menyumpahi dalam hati
“Besok ada meeting jam 10 Pagi dengan klien baru tuan” ucap bella
“Ya” balas brayen
“Lalu Perusahaan YY, Ingin bekerjasama dengan perusahaan kita dan ia menanyakan jadwal meet pertama” bella membaca pesan-pesan di emailnya.
“Kau urus saja, lebih cepat lebih baik” brayen melirik bella
“Minggu depan belum jadwal meet. Bagaimana kalau minggu depan saja tuan ?” tanya bella masih memandang laptop.
“Hmm” brayen menopang dagunya menatap bella yang mengetikkan pesan.
“Baiklah, Agreed”
“Tuan mau Pagi atau habis makan siang ?” tanya bella tanpa melihat brayen
Diam. Brayen tak menjawab pertanyaan bella.
“Tua...n?” Bella terkejut melihat Brayen memandanginya
“Kenapa ?” tanya brayen lembut
Ada apa ini ? kenapa tiba-tiba dia bersikap seperti itu ? Apa ada yang salah ? aduh.. jangan sampai. Jangan sampai. aku sudah banyak menyumpahinya hari ini. Bella gugup
“Mau pagi atau setelah makan siang saja?” tanya bella gugup
“Pagi saja” brayen mengalihkan pandangannya
Tenang bella. Kau jangan Ge-Er dulu. Sadar. Dirimu ini siapa. Bella
“Baiklah, Mereka sudah setuju.” Bella tak mau menoleh. Takut
“Apa masih ada yang perlu dibicarakan ?” tanya brayen mulai meninggikan suaranya
“Tidak ada tuan”
“Ayo makan malam” ajak brayen
Eeh ? kenapa tiba-tiba ngajak makan malam bareng ? Ah, sudahlah. Hatinya sedang baik jangan cari gara-gara bella. Sayangi hatimu yang mengumpat setiap hari. Bella
Mereka pun pergi makan malam berdua dengan mobil yang diberi brayen padanya. Bella merasa Jantungnya mau lepas melihat lirikan brayen. Ini tidak seperti biasanya, Hari ini Bos gilaa itu sungguh aneh.