NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikahi Perjaka Tua

Terpaksa Menikahi Perjaka Tua

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Contest / Nikah Kontrak / Tamat
Popularitas:17.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Aysha Siti Akmal Ali

Buat para readers, sebelum memberi komentar jelek, sebaiknya baca hingga akhir Bab supaya tahu cerita yang sebenarnya.


Season 1

Arzio Roland, Seorang pria berusia 38 tahun terpaksa menikahi seorang gadis ingusan berusia 18 tahun, Mayra. Pernikahan itu terpaksa ia lakukan hanya untuk mengubah imej dirinya yang sering disebut perjaka tua menjadi pria beristri.

Beda halnya dengan Mayra, ia terpaksa menyetujui pernikahan ini demi adiknya, Rio yang masih berusia 3 tahun. Ia ingin adiknya mendapatkan pendidikan yang bagus sama seperti perjanjian yang dilontarkan oleh Tuan Arzio Roland kepadanya.


Season 2

Arash Ibrahim yang mendadak menjadi suaminya Zaira Roland, anak gadis Arzio Roland dan Nyonya Humayra, ditinggalkan oleh calon suaminya dihari pernikahan mereka.

Arash sudah lima kali menikah namun masih perjaka di usianya yang sudah 38 tahun. Akan kah Arash dan Zaira bisa bersatu untuk selamanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aysha Siti Akmal Ali, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertemuan Dengan Rachel

Setelah kepergian Ellen, Tuan Richard masuk kedalam ruangan Tuan Zio. Tuan Richard memperhatikan wajah marah Tuan Zio masih terpampang jelas. Tuan Richard ingin sekali mempertanyakan hal itu namun tidak berani, ia takut menyinggung perasaan Boss nya itu.

"Tuan Richard, apakah pencarian informasi tentang Rachel dan Anakku sudah dilakukan?" tanya Tuan Zio sambil menatap wajah Tuan Richard.

"Sudah, Tuan. Namun sampai sekarang belum ada titik terang tentang keberadaan Nona Rachel dan Bayinya." sahut Tuan Richard

"Aku bingung. Bagaimana bisa, Rachel begitu pandai menyembunyikan keberadaannya. Padahal sudah hampir empat tahun lamanya kita mencari informasi tentang dia." ucap Tuan Zio sambil menghela nafas panjang.

"Saya curiga Tuan, jangan-jangan Nona Rachel hanya menggunakan nama samaran. Tidak mungkin team saya hingga sekarang belum bisa menemukan titik terangnya barang sedikitpun." sahut Tuan Richard lagi.

Tuan Zio nampak berpikir keras, mencoba mengingat lagi kejadian dulu, saat ia bertemu pertama kali dengan sosok Rachel.

Flash Back On

Tuan Zio masih berusia 34 tahun. Dia terlalu fokus pada perusahaannya hingga akhirnya melupakan tentang wanita. Ia bahkan tidak peduli dengan omongan sahabat-sahabatnya tentang dirinya yang masih perjaka tulen. Belum lagi orang-orang menyebutnya dengan julukan Perjaka Tua.

Hingga suatu hari,

Entah mengapa hari itu ia ingin sekali membawa mobilnya sendiri. Setelah mengenakan kacamata hitamnya, ia segera menemui Pak Hasan yang sedang memanaskan mobilnya.

"Pak Hasan, mana kunci mobilku? Hari ini aku ingin menjalankan mobil ku sendiri." ucap Tuan Zio sambil mengulurkan tangan kepada Pak Hasan untuk meminta kunci mobilnya.

"Baik, Tuan." sahut Pak Hasan sambil menyerahkan kunci mobil milik Boss nya itu.

Pak Hasan lupa memberitahukan kalau bahan bakar mobil itu hampir habis. Ketika ia menyampaikannya, Tuan Zio sudah melajukan mobilnya meninggalkan kediamannya.

"Astaga, mati aku! Aku pasti kena semprot olehnya!" ucap Pak Hasan sambil menepuk jidatnya berkali-kali.

Tuan Zio tetap fokus untuk memacu mobilnya hingga ia tidak menyadari kalau bahan bakarnya sudah hampir habis. Sialnya bagi Tuan Zio, mobilnya mati ditempat yang sangat tidak mendukung. Ia berhenti di jalanan yang sunyi, tidak ada satupun rumah warga yang terlihat disana.

"Sial! Sial! Sial!" teriaknya sambil keluar dari mobilnya dan membanting pintu mobilnya dengan sangat keras.

Tuan Zio memperhatikan sekelilingnya, bahkan tak ada satu orangpun disana. Tuan Zio mengambil ponselnya dan mencoba menghubungi Pak Hasan, supir pribadinya.

Entah kesialan apa yang menghinggapi nya hari itu, bahkan ponselnya mati akibat lowbatt.

"Arrghhhh!!!" Tuan Zio mengerang kesal sambil menendang mobilnya.

"Mana aku mau meeting lagi, dasar mobil sialan! Awas saja kau, setelah ini kau pasti akan ku jual!" Tuan Zio mengumpat tidak jelas ditempat sepi itu.

Tiba-tiba dia melihat seorang wanita sedang berjalan ditempat sunyi itu sambil menggandeng seorang anak perempuan. Bagaikan mendapatkan secercah harapan Tuan Zio tanpa sadar melompat kegirangan.

Ketika wanita itu sudah dekat kearah nya, Tuan Zio memanggilnya.

"Hai, sini! Aku butuh bantuan..." ucap Tuan Zio sambil memasang senyuman terbaiknya.

Wanita itu bingung dan menoleh ke kanan dan ke kiri. Kemudian ia melihat kearah Tuan Zio lagi,

"Saya, Tuan?!" tanya wanita itu

"Iya kamu, aku butuh bantuan mu. Kau mau kan menolong ku?" sahut Tuan Zio, masih memasang senyuman manisnya.

Wanita itu mendekat sedangkan anak perempuan itu terus mengekor dibelakangnya. Tuan Zio sempat memperhatikan anak perempuan itu namun hanya sebentar, ia mengalihkan pandangannya kepada wanita muda di depannya.

Wanita itu kira-kira berusia 30 an namun kecantikannya tidak bisa dipungkiri. Senyuman nya sangat manis. Wajahnya teduh hingga siapapun yang melihatnya akan serasa damai. Matanya indah, sangat indah bahkan Tuan Zio sempat terpesona ketika wanita itu menatapnya.

"Apa yang bisa saya bantu, Tuan?" tanya wanita itu.

Lamunan Tuan Zio buyar, ia bahkan kaget saat wanita itu sudah di depannya.

"A... itu apa, E... bahan bakar! Iya, bahan bakar mobil." ucap Tuan Zio salah tingkah,

"Bodohnya aku! mengapa bicara saja sampai terbelit-belit seperti itu! Dan ini juga, kenapa jantungku berdebar kencang? Lututku terasa mau lepas, kaki dan tanganku terasa bergetar. Oh Tuhan penyakit apa ini? Mungkinkah wanita ini menularkan penyakit kepadaku?"

Karena tidak pernah merasakan jatuh cinta sama sekali, ia menjadi lelaki bodoh saat itu.

Wanita itu mematung, mencoba mencerna semua perkataan Tuan Zio yang terdengar sangat aneh itu. Sedetik berikutnya wanita itu mengerutkan keningnya, pertanda ia kebingungan.

"Bahan bakar mobil? Owh... maksud Tuan, mobil anda kehabisan bahan bakar, begitu?" tanya wanita itu.

"Ha! Iya..." Tuan Zio lega akhirnya wanita itu mengerti tanpa perlu dijelaskan lagi.

Wanita itu nampak berpikir keras kemudian menatap bocah perempuan yang berada disampingnya.

"Sayang, bisa bantu Om ini gak? Dia butuh bahan bakar untuk mobilnya, di warung Pak Rahman kan ada jual yang eceran. Jadi kamu bisa membelikannya disana." ucap wanita itu dengan sangat lembut. Bahkan Tuan Zio terngiang-ngiang dengan suara merdunya.

Anak perempuan itu mengangguk, ia setuju membantu Om yamg sedang kesusahan itu. Bocah itu mengulurkan tangannya kepada Tuan Zio yang masih mematung.

"Apa? Owh iya, Maaf saya lupa." ucap Tuan Zio sambil mengeluarkan dompetnya dari saku celananya. Ia mengambil dua lembar uang kertas berwarna merah dan menyerahkan nya kepada anak perempuan itu.

Setelah menyambut uang kertas dari Tuan Zio, Anak perempuan itupun pergi meninggalkan mereka berdua ditempat itu, Tuan Zio dan wanita cantik itu.

Beberapa kali Tuan Zio melirik wanita itu, dia begitu terpesona akan kecantikannya. Wanita itu tidak mengetahui kalau Tuan Zio selalu memperhatikannya karena lelaki itu tidak melepaskan kacamata hitamnya.

"Ehmmm... Nama kamu siapa?" tanya Tuan Zio seraya mulai membuka percakapan kepada wanita itu,

Wanita itu terdiam sejenak sambil memperhatikan wajah Tuan Zio,

"Ah iya Maaf, akan saya lepas dulu kacamata saya." ucap Tuan Zio lagi sambil melepaskan kacamata hitam yang sedang dikenakannya.

Wanita itu enggan menyebutkan namanya karena ia tidak mengenali Tuan Zio ditambah penampilan Tuan Zio saat itu seperti lelaki misterius mungkin itu membuat wanita itu sedikit takut.

"Kenalkan namaku Arzio kalau namamu?" Tuan Zio mengulurkan tangannya sambil tersenyum manis.

Wanita berpenampilan sederhana itu menyambut uluran tangan Tuan Zio dan membalas senyuman nya.

"Namaku Rachel, Tuan Arzio." ucap wanita itu.

Tuan Zio seakan-akan melayang ke langit ketujuh. Ia begitu takjub akan senyuman wanita yang bernama Rachel itu bahkan tanpa sadar ia telah memegang tangan Rachel sudah sangat lama ditambah senyuman nya itu terus mengambang diwajah tampannya.

Rachel mengerutkan keningnya, ia bingung dengan lelaki di depannya itu.

"Maaf Tuan, anda kenapa?" ucap Rachel sambil menggerakkan tangannya yang masih digenggam oleh Tuan Zio.

...----------------...

1
Intan Pakpahan
jd bingung manggilny yakkk, berarti Rio anak tirinya Mayra donk yakkk 🤭😁
Yuliati Soemarlina
yg melakukan Alex ya ?
Yuliati Soemarlina
cerita ini serba kebetulan...dipertemukan dg orang yg dicari...tdk usah cari jauh"..😁😁..kenapa zio panggil ke asistenten richad dg panggilan tuan ?
Yuliati Soemarlina
nah begitu zio..laki" harus tegas n punya prinsip
Yuliati Soemarlina
lk" biadab
Yuliati Soemarlina
kasihan mayra hanya dimanfaatkan zio...
nissa
enak kan setelah light kebenaran nya
nissa
Jan memang iya
nissa
ulah alexander tu
nissa
lanjut
nissa
akhirnya bertemu hugs kayak beradik ini
nissa
Venetian Aditya kg akak nya humaira
nissa
semoga humayra adik nya Aditya jadi tidal Ada hubungan darah dengan rio
nissa
lanjut
nissa
hadeh
nissa
dug menegangkan nih
nissa
berarti ibunya Mayra yang ke ganjenan Sama zio
nissa
terlambat
nissa
parah,
nissa
parah,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!