Dia cantik, bahkan sangat cantik. Tapi dia bagai kan mawar. Cantik tapi penuh duri.
Yang ingin dekat dengan diri nya harus pikir pikir dua kali. Karna ia cantik tapi galak nya minta ampun.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
+33
Sejak turun dari pangung dan meninggal kan hotel tempat acara pertunangan berlangsung. Gea terlihat murung, ia terlihat sangat tidak senang dengan apa yang terjadi malam ini.
Kejadian yang memalu kan malam ini, sukses bikin Gea yang galak jadi diam seribu bahasa. Jangan kan orang lain yang mengajak Gea bicara, sedang kan kakak nya saja yang mengajak bicara tak ia perduli kan.
Bearti, hal yang mengangu pikiran Gea sangat berat. Tanda itu kakak nya pahami, karna adik tersayang nya ini tak kan menolak jika ia yang ajak bicara.
Setelah sampai kerumah, ia langsung masuk kekamar nya. Setelah pamit pada mama dan papa, ia langsung menuju kamar. Ia merebah kan tubuh nya di ranjang dengan sprai berwarna hijau tua itu.
Warna kesukaan Gea, yaitu warna hijau tua. Itu terlihat dari barang-barang yang ia miliki. Hampir semua barang yang ia punya berwarna hijau.
Setelah ia baring di atas kasur yang terasa empuk bagi nya ini. Ia melihat jari tangan nya yang terdapat cincin yang indah di sana. Cincin itu terlihat cantik di tangan nya, sayang nya tidak terlihat cantik di hati nya. Cincin itu bagai kan barang yang menyakit kan bagi nya.
Ia berusaha melepas kan cincin yang di pasang Elang di tangan nya ini. Tapi aneh nya, kenapa terasa sangat sulit untuk melepas kan cincin yang Elang pasang itu.
Dia telah berusaha mencopot cincin itu dari tangan nya. Sayang nya cincin itu seakan bersatu dengan jari nya.
Ia bangun dari baring nya, dan menuju kamar mandi di kamar nya. Ia menuang kan sabun pada tangan nya, ia juga masih berusaha mencopot cincin itu dari jari nya.
Dia berharap, cincin yang ada di jari nya akan mudah di copot ketika mengguna kan sabun. Biasa nya sabun bisa membuat tangan licin hingga bisa membuat cincin ini lepas.
Sayang nya, yang di usaha kan nya ini tidak ada hasil nya. Cincin yang Elang pasang di jari nya. Seakan tidak bisa di sentuh apa pun. Termasuk sabun yang licin juga tidak bisa membuat nya bisa lepas.
"Apa yang ada dalam cincin ini. Kenapa aku tidak bisa mencopot nya dari jari ku. Kenapa tidak bisa di lepas kan. aku tidak ingin memakai nya lagi. Di tambah, ini di pasang sendiri oleh kadal itu." kata nya mengumpat sendiri.
"Cincin sialan, susah sekali kamu lepas dari jari ku." kata nya putus asa.
Akhir nya, Gea menyerah untuk melepas kan cincin yang ada di jari nya saat ini. Ia membiar kan nya saja. Karna cincin itu seperti terikat dengan nya.
Sedang kan di sana, Elang duduk di kamar nya. Ia menatap jari nya yang terpasang cincin tunangan yang di pasang sendiri oleh Gea.
"Singa.... Apa lah ini benar, aku mengikat nya sekarang." kata nya bergumam sambil melihat cincin yang terpasang di jari manis nya.
Elang mencoba melepas kan cincin itu dari jari manis nya. Rasa nya juga sama, cincin itu tidak bisa ia lepas kan dari tangan nya.
"Kenapa tidak bisa di copot, aku rasa dia memasang nya tadi dengan sangat gampang. Dan cincin ini tadi nya tidak terasa ketat ketika ia memasang nya. Tapi kok jadi sulit di lepas kan." kata nya pada diri nya sendiri.
"Ini aneh, ada apa dengan cincin ini yah." kata nya lagi.