Sebelum membaca cerita ini, di harap kan sediakan tissu atau sejenis nya, karena novel mengandung bawang, sehinga membuat mata bisa berair.
Setelah kepergian ibu nya, Reina mengalami kepahitan dalam hidup nya, Ayah nya menikah lagi, dan ibu tirinya slalu menyiksa dirinya dengan begitu kejam, di tambah lagi Ayah nya tidak pernah membela Reina, padahal Reina adalah anak kandungnya sendiri, entah apa yang bisa membuat ayah Reina ikut membenci anak kandung nya sendiri.
karena tidak tahan dengan siksaan yang terus di lakukan oleh ibu tirinya, Reina memilih untuk kabur dari rumah, saat kabur dia malah hampir tertabrak mobil mewah.
Siapa kah yang ada di dalam mobil mewah itu?
Akankah kehidupan Reina bisa berubah menjadi kebahgian,setelah selama bertahun tahun dia hidup menderita.
Yuuk ikuti terus ceritanya, di jamin readers bakalan penasaran dengan cerita di novel ke dua saya ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dewi f pratiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#31
" Reina tidak kenapa napa sayang, mama dan papa barusan telponan dengan ayah nya, Raka juga dengar kok, dia sekarang sedang tidur, kamu jangan cari alasan yang tidak masuk akal deh, mengatakan kalau Reina kenapa napa, kalau emang mau mengatakan cinta mama dan papa tidak apa apa, malahan senang, ya kan Pa" ucap mama Ridha sambil membuka buka majalah yang ada di tangan nya.
Papa Andra hanya bisa tersenyum melihat anak nya yang malu, Bagas menatap ke arah Raka yang sedang tersenyum sambil meminum kopi yang sudah di buat kan oleh pelayan barusan.
" Kenapa kamu masih ada di sini Ka, apa kamu main makan gaji buta ke perusahan sekarang" ucap Bgas yang sebenar nya tidak tahu mau bicara apa, sehingga mengalih kan ke urusan kantor.
" Kantor sudah beres Bos, malahan uda santai kita, kalau Bos memnag ingin ketemu Riena bisa kok Bos, uda gak ada kerjaan yang harus di kerja kan hari ini" sahut Raka dengan santai.
Bagas yang semakin di sudut kan langsung mengambil langkah kembali ke kamar nya dengan perasaan kesal.
Sampai di kamar, Bagas langsung di atas tempat tidur nya sambil mencoba menghubungi kembali nomor Reina, tapi belum aktif juga sampai sekarang.
" Itu anak kenapa ponsel nya mati terus sih, apa jangan jangan dia sengaja ya? karena tidak mau berhubungan dengan ku lagi" ucap Bagas berfikir yang tidak tidak.
" Jangan berfikir yang tidak tidak, sebaik nya sekarang kamu mandi dan ke rumah pak Budi, jemput Reina buat makan malam, mama dan papa sudah menyiap kan makan malam romantis untukkamu dan Reina berdua, dan semua itu yang ngerancang Raka asisten kamu" ucap mama Ridha yang sudah di dalam kamar anak nya saat marah marah tak jelas.
" Apa Ma, makan malam romantis? mama sama papa gak salah? belum tentu Reina mau Ma, kalau dia tidak mau aku nya malu Ma" ucap Bagas tidak terima.
" Mama pasti kan kamu sampai di rumah nya dia sudah cantik" ucap mama Ridha sambil memilih kan pakaian untuk anak semata wayang nya.
" pakai pakaian ini, anak mama akan semakin tampan, dan pasti Reina akan makin jatuh cinta sama kamu" lanjut mama Ridha meletak kan baju kemeja hitam dengan celana jins berwarna navy,.
Mama Ridha sengaja memilih pakaian santai, tapi walau pun begitu apa yang di pakai putra nya psti selalu cocok di tubuh Bagas.
Setelah meletak kan pakaian yang di pilih mama Ridha, mama Ridha langsung tersenyum dan keluar dari kamar Bagas dengan senyuman manis nya.
*****
Di kediaman pak Budi, Reina juga sudah di kasih tahu kalau Reina harus bersiap siap, karena nanti akan ada yang mengajak nya makan malam.
Di kamar Reina hanya diam saja melihat gaun yang sudah di sedia kan oleh mama Ridha yang di kirim langsung dari butik milik mama Ridha.
Reina pun segera mandi agar tidak di tunggu terlalu lama oleh irang yang mengajak nya makan malam, walau pun Reina terus betanya tanya siapa orang nya yang akan mengajak nya makan malam, tapi dia tetap menuruti apa kata ayah nya untuk segera bersiap siap.
Setelah Reina mandi, tak lupa Reina memakai body lotion yang setiap hari dia lakukan setelah mandi, setelah itu Reina langsun memakai gaun yang di beri kan ayah nya tadi.
Gaun yang panjang nya di atas betis sedikit dengan model sedikit mengembang di bagian bawah, dan ada pita di bagian perut nya dan berwarna merah marun, dan panjang tangan sampai ke siku, dengan model leher sedikit lebar.
Reina memulai memoles wajah nya dengan perlahan, hal yang tidak perna dia lakukan sudah lama saat berada di rumah yang seperti neraka, dan malam ini Reina kembali memoles wajah nya dengan natural kembali.
Dengan make up yang natural, Reina terlihat begitu cantik dan manis, dengan rambut sengaja Reina gerai dan sengaja memberi pita kecil di bagian belakang telinga nya, sehingga mmebuat Reina sedikit lebih dewasa.
Reina menatap diri nya setelah selesai berdandan.
" ternyata aku gak kalah cantik dari model model yang ada di tv tv itu" ucap Reina yang membuat ayah nya tertawa karena mendengar perkataan anak nya.
" jelas kamu lebih cantik sayang, hanya saja kecantikan mu tidak pernah kamu tunjukan ke luaran sana" ucap Ayah Reina yang sejak tadi berdiri di depan pintu karena Bagas sudah sampai dan ayah budi ingin memanggil Reina, dan malah mendengar ucapan anak nya tadi.
" Ayah...." sahut Reina merasa malu.
" Pangeran mu sudah datang, turun lah ke bawah, jangan buat dia menunggu" ucap Ayah Budi.
Reina hanya bisa mengangguk kan kepala nya karena dia jujur merasa deg degan, siapa pangeran yang di maksud Ayah nya.
Ayah berjalan terlebih dahulu turun ke bawah menemui Bagas, Reina mengambil tas kecil nya dan dan memakai sepatu yang di kirim juga oleh mama Ridha.
Ayah Budi dan Bagas cerita cerita sambil menunggu Reina, saat mendengar suara hak sepatu, Bags langsung meoleh ke arah tangga.
Bagas dan Reina sama sama membeku saat mereka saling melihat, Bagas yang membeku karena kecantikan Reina, sedang kan Reina membeku karena Bagas lah yang di bilang ayah nya pangeran nya tadi.
Ayah Budi hanya bisa tersenyum melihat dua anak muda yang saling mematung.
" Ekheeem" deheman ayah Budi.
Bagas dan Reina sama sama tersadar, Bagas langsung menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal, sedang kan Reina kembali melanjut kan langkah nya mendekati ayah nya dan juga Bagas.
" Yasudah kalian pergi sekarang saja, biar pulang nya tidak terlalu malam" ucap ayah Budi an langsung mendapat anggukan dari Bagas.
Bagas melangkah kan kaki nya mendekati Reina, Reina hanya bisa menatap Bagas dengan tatapan kagum karena Bagas memang begitu tampan malam ini.
" Ayo..." ajak Bagas menarik tangan Reina, sedang kan Reina hanya mengangguk kan kepala nya tapi sebelum nya mereka kembali pamit pada ayah Budi.
Dari ujung dapur, tatapan membunuh di lihat oleh Siska yang sejak tadi memperhatikan kebahgian yang terpancar dari wajah Reina dan Bagas.
" Malam ini adalah malam kebahagian mu Reina, puas puas kan lah tersenyum, karena besok senyuman mu tidak akan bisa terlihat lagi" ucap Siska dan berjalan masuk ke dalam kamar, ayah Budi sebenar nya tahu kalau Siska dari tadi memperhati kan mereka, maka nya ayah Budi langsung mneyuruh Bagas dan Reina langsung pergi.
" Aku tahu ibu mu pasti sudah cerita semua nya, aku tidak akan membiar kan anak ku kembali menderita, ini adalah awal kebahgian nya, setelah bertahun tahun diri nya kalian Siksa" ucap ayah Budi memperhati kan Siska yang saat ini berjalan di atas tangga.
*****
Tbc.