NovelToon NovelToon
Wira & Lyra

Wira & Lyra

Status: tamat
Genre:Pengantin Pengganti
Popularitas:9M
Nilai: 5
Nama Author: RizkiTa

Lyra tak pernah menyangka akan masuk ke dalam sebuah drama pernikahan bersama seorang laki-laki bernama Wira. Impian Lyra hancur ketika statusnya berubah menjadi seorang istri. Karena suatu kejadian, Wira dan Lyra terpaksa menikah.

Lyra merasa aneh saat lelaki itu tidak pernah mengungkapkan cinta padanya, namun berkata tidak akan pernah melepaskannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RizkiTa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 33

Lyra merasa dia adalah perempuan paling bahagia hari ini, bebannya sudah lepas satu. Nilai pun sudah ia dapatkan sesuai dengan harapannya. Hanya tinggal menunggu jadwal wisuda. Mereka sudah kembali ke rumah, dan ada kejadian aneh siang tadi sebelum kembali dari kampus, siapa sangka Wira benar-benar mengucapkan selamat kepada Juna. Meski dengan kata yang cukup pelit.

“Selamat, setidaknya beban Ayah berkurang.”

Begitulah kira-kira ucapnnya, dan kalau Juna boleh jujur saat itu ia benar-benar terharu. Walau ada sedikit penghinaan dalam kalimat kakaknya itu.

Siang tadi, mereka makan siang di rumah Ibu yang sudah masak spesial dalam rangka merayakan kelulusan Lyra.

\~

“Thanks for everything ya Mas,” karena bebannya selama seminggu ini sudah lepas, malam ini Lyra bisa bersantai-santai, bergelagat manja dengan Wira di atas ranjang. Jika biasanya tangan Wira yang melingkar tanpa ampun di tubuhnya, kali ini berbalik.

“Sama-sama sayang, tapi Mas bukan apa-apa. Mas baru hadir di hidup kamu, kamu harus berterimakasih sama orang yang benar-benar selalu ada buat kamu selama perjalanan kamu sampai ke titik ini, selain Ibu dan almarhum Ayah yang udah pasti, siapa lagi?” Wira meyakinkan sekaligus bertanya, ya benar dia merasa baru di hidup Lyra, merasa tak pantas di ucapkan terimakasih seperti itu.

“Mungkin Mas udah tau jawabannya, siapa.” sahut Lyra sambil memainkan jari telunjuknya di atas dada lelaki itu, dia nggak tau kalau Wira sedang menahan geli yang amat sangat, di tambah lagi embusan napasnya yang hangat membuat kulitnya meremang.

“Juna?” satu kata tanya Lyra mengangguk.

“Tapi Mas pasti marah kalau Lyra ngucapin makasih sama dia.” Lyra mendengkus pasti begitu.

“Ucapin makasih doang nggak apa-apa, toh kalian sama-sama berjuang kan?”

“Iya Mas, hem kasihan Juna ya.”

“Kenapa?”

“Dia di sayang nggak sih sama Ibu dan Ayah? udah Masnya nggak sayang, sedih deh kalau orang tua juga begitu.” Ini yang ingin Lyra tanyakan sejak dulu, tentang kehidupan Juna.

“Dia itu yang paling di sayang dirumah, tapi nggak nyadar dan nggak tau diri.” sahut Wira entah benar atau tidak, atau mungkin hanya karangan ceritanya saja.

“Juna baik kok, nggak tau diri gimana?” santai Lyra memuji cowo lain yang tak lain adik ipar sendiri, dihadapan suaminya.

“Kamu nggak bakalan ngerti, semua-semua Ayah serahkan apa yang dia minta, tapi dia selalu ngerasa Ayah dan Ibu nggak sayang.” jelas Wira.

“Mas, kamu paham nggak sih? kalau seorang anak itu nggak cuma butuh pemberian dari segi materi, tapi juga butuh di perhatiin, perhatian, sekedar nanyain, gimana kuliah kamu hari ini? itu aja udah senang banget kok, mungkin Juna nggak ngerasain itu. Juna pernah cerita kalau dia senang banget bisa kenal Ibu, dia ngerasa seperti punya Ibu beneran.” Jelas Lyra tak kalah panjang lebar.

Ya, dulu Juna sering sarapan bahkan makan siang di rumah Lyra. Dia senang dengan keluarga sederhana itu. Pernah berandai-andai jika bisa masuk menjadi anggota keluarga Lyra. Eh siapa sangka malah jadi ipar, memang apes, pikirnya. Ibu Lyra yang cukup perhatian, mengalahkan Ibu kandungnya membuat Juna merasa punya Ibu baru.

“Ya itulah kurangnya keluarga kami, Ayah juga Ibu sibuk masing-masing.”

“Mas, boleh nggak Juna masih main-main ke rumah Ibu?”

“Boleh aja, asal kamu nggak ada disana. Atau kalau ada pun, kita harus bareng.”

“Beneran? sedih banget tau, tadi siang pas kamu lagi sholat Ibu cerita kalau Juna nelpon katanya rindu masakan Ibu, tapi Ibu nggak berani nyuruh ke rumah, Ibu menghargai kamu Mas, takut salah paham.”

Topik pembicaraan mereka kali ini, adalah Juna. Wira miris mendengarnya, antara kasihan juga kesal. Segitu manjanya kah Juna dengan Ibu mertuanya? sedang dia saja nggak begitu.

“Ya boleh, ternyata kalian seakrab itu ya?” Wira baru sadar, mereka benar-benar dekat bahkan Ibu juga sudah menganggap Juna seperti anak sendiri.

“Iya Mas.”

\~

Setelah lama mengobrol akhirnya mereka terlelap, Lyra benar-benar lelah. Sekarang sudah jam sebelas malam, ia sudah berangkat ke alam mimpi tapi tiba-tiba di usik oleh satu gerakan tangan, sentuhan yang menyelip diantara kedua pahanya.

“Mas Wira, Lyra ngantuk.” ucapnya tanpa membuka mata, antara sadar dan tidak, tapi kalimatnya cukup jelas.

sebenarnya sudah biasa baginya, lelaki itu akan dengan gampangnya membangunkannya di tengah malam dengan sentuhan-sentuhan tangan atau bibirnya. Yang suka mendarat sembarangan, terutama di bagian dada yang tidak di lapisi dalaman. Dan hanya dengan mengucapkan kata

Kangen kamu

Lagi pingin

atau

Minta jatah dong

Wira berhasil mendapatkannya, tapi kali ini Lyra benar-benar terusik, dengan gerakan jari-jarinya di bawah sana. Dress tidurnya sudah tersingkap ke atas.

“Udah empat malam Mas nggak gangguin kamu karena kamu mau fokus sama sidang, sekarang ayolah, kita senang-senang. Rayakan keberhasilan kamu.”

Bujuk rayu, serta cumbu Lyra dapatkan, membuatnya tak bisa menolak. Nggak, Lyra nggak mau mengulangnya lagi, cukup sekali saja saat dirumah Ibu, mendapat penolakan lelaki itu benar-benar marah.

“Ehm,” Lyra hanya berdehem, mengalungkan kedua lengannya di leher Wira dan duluan mendaratkan ciuman di bibirnya. Jujur dia juga kangen sentuhan Masnya itu. Sentuhan yang selalu memanjakan tubuhnya, seoalah paham apa yang dia inginkan tanpa diminta. Pengertian, Wira yang sudah pengalaman tentu paham sentuhan di titik mana wanita akan terbuai dan terlena.

Biasanya, orang-orang akan merayakan keberhasilan dengan makan-makan di restoran mewah, atau jalan-jalan kemana. Tapi bagi Wira cukup di atas ranjang saja, saling bercumbu panas, merayu mesra hingga mengerang bersama. Itu adalah perayaan terindah dari setiap keberhasilan, menurutnya.

“Emang kita di Paris nanti mau ngapain aja sih Mas? lama banget.” Lyra ingat, lima hari lagi adalah keberangkatan honeymoon mereka.

“Jangan ditanya, menurut kamu ngapain? Ayah berharap apa sama kita? seorang sarjana kayak kamu harusnya paham, nggak perlu di tanya.”

Lelaki itu menjawab sambil melucuti satu persatu pakaiannya, sementara Lyra sudah tanpa sehelai benang.

\~

Met malam jumat shay, jan lupa dukungannya yak 😘

1
Mini Amora
hahahaha
Evi Nopianti
Selalu suka karya mu thor...
Cee Suli
Aku mampir lagi kak author
Mini Amora: baca ceritamu ini tuk yg ke 2 kali thor
total 1 replies
@df27
😒
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
pinter
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
ahhh telat
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
waw adek ipar ya
Mini Amora: juna.... kamu keduluan mas mu
total 1 replies
Nur Khikmah
Lumayan
Bunny🥨: Ketika tubuh jadi taruhan untuk keadilan. Mampir juga yu di ceritaku berjudul "kesepakatan di Atas Ranjang.” ditunggu kehadirannya ❣️
total 1 replies
Maria Kibtiyah
bego di madu ko mau... ini siapa yg bego sebenernya
Juwita Pratiwi
/Heart//Heart//Heart/
Nur Hidayah
masa anaknya wira cuma 1 selusin gitu biar ramai bibit unggul lho
Nur Hidayah
ya aku dah baca 2 x seperti candu
Nur Hidayah
dr wira pikiranya udah wira wiri belah duren
Dewa Rana
Wira mulutnya berbisa
Dewa Rana
makanya Juna, kalau suka mesti ngomong!
Dewa Rana
Juna adik ya Wira ya
Dewa Rana
kok panggil tuan, memang majikan ya
Heny Susanti
Luar biasa
azka myson28
kaaafffooookkk kamu wira..syuuukkuurriiinn lyra diculik mertuanya buat dijadikan mantunya😀😀juna kamu gemesin banget siichh
virgogirls
balik lg kesini .. kangen sama cerita ceritanya author .. hihihi 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!