Chang Sheng adalah anak kecil berumur 10 tahun yang dianggap sampah oleh semua orang di desanya. Dia selalu ditertawakan dan ditindas oleh anak-anak seumurnya. Sampai suatu hari kecelakaan yang membawa keberuntungan, mengubah nasib Chang Sheng. Ikut pertualangan Chang Sheng menuju puncak ilmu bela diri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HankQ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
33. Kota Ikan Mas
Chang Sheng terus berjalan mengikuti Master Zhang untuk keluar dari lorong rahasia di Jurang Tebing Bambu. Hampir setengah hari perjalanan untuk sampai ke ujung lorong. Terlihat sedikit sinar matahari muncul di depan pintu lorong. Chang Sheng menghampiri pintu lorong, terlihat sebuah pohon besar dengan daun-daun menutupi pintu lorong. Chang Sheng berjalan melewati daun-daun yang menutupi pintu lorong. Terlihat sinar matahari yang menyilaukan mata setelah Chang Sheng berhasil melewati daun-daun lebat. Chang Sheng segera memadamkan Mata Suci Api agar penglihatannya tidak silau lagi.
" Sheng er, setelah keluar dari lorong rahasia, kau harus menempuh perjalanan cukup jauh menuju Sekte Ksatria Langit. Kau harus mengitari lereng gunung dan melewati beberapa kota, karena tidak ada jalan pintas menuju desa Hutan Tebing Bambu. Perjalanan ini membutuhkan waktu sekitar satu bulan lebih jika kau bergerak cepat dengan ilmu meringankan tubuh. " Kata Master Zhang setelah keluar dari lorong rahasia.
" Baik, Master. " Jawab Chang Sheng setelah mendengar perkataan gurunya.
Selama berada di dalam gua Jurang Tebing Bambu, Chang Sheng telah berlatih bermacam ilmu berkultivasi seperti ilmu meringankan tubuh dan ilmu penyamaran tingkat kultivasi.
Selain itu, Chang Sheng juga sudah menguasai lima jurus dari Kitab Sembilan Matahari, yaitu jurus kedua Terik Matahari Kembar, jurus ketiga Tembakan Matahari Membara, jurus keempat Gelombang Bara Matahari, dan jurus kelima Ledakan Bola Matahari.
" Ayo Sheng er, sekarang kau harus bergegas melakukan perjalanan agar bisa tiba di sebuah kota kecil untuk beristirahat. " Perintah Master Zhang sambil melayang ke depan dengan cepat. Chang Sheng mengikuti gurunya dengan berlari menggunakan ilmu meringankan tubuh. Sambil berlari, Chang Sheng terus memandang pemandangan di sekitarnya yang belum pernah dia lalui.
Dengan memiliki kekuatan tenaga dalam yang cukup besar, Chang Sheng tidak mengalami kesulitan dalam menggunakan ilmu meringankan tubuh untuk waktu yang lama. Setelah berlari hampir setengah hari, akhirnya terlihat oleh Chang Sheng sebuah kota kecil yang terletak tidak jauh di depannya.
" Sheng er, kau harus menyembunyikan tingkat kultivasimu dan Pedang Matahari agar tidak menimbulkan kecurigaan dari orang-orang di kota ini. " Kata Master Zhang setelah mereka berjarak sekitar dua ratus meter dari pintu gerbang kota kecil tersebut.
" Baik, Master Zhang. " Jawab Chang Sheng menghentikan larinya dan memasukkan Pedang Matahari ke dalam Cincin Dimensi.
" Mulai dari sini, kau harus berjalan memasuki pintu gerbang. Dengan begini, kau tidak akan dicurigai oleh kedua penjaga gerbang itu. " Kata Master Zhang setelah melihat ada dua orang penjaga di pintu gerbang.
" Baik, Master. " Chang Sheng berjalan mendekati pintu gerbang dengan menyembunyikan tingkat kultivasinya.
Pintu gerbang dijaga oleh dua petugas yang memiliki ilmu bela diri tingkat puncak Tahap Prajurit Perang. Di atas pintu gerbang tertulis Kota Ikan Mas.
" Anak kecil, cepat kembali ke rumahmu! Hari sudah mulai gelap. Apa kau tidak takut diculik perampok Beruang Hitam? " Kata seorang penjaga gerbang melihat Chang Sheng berjalan di luar pintu gerbang. Penjaga tersebut menyangka Chang Sheng adalah anak seorang penghuni kota.
" Baik, Tuan Pendekar. " Kata Chang Sheng pura-pura berlari masuk ke dalam kota.
Setelah memasuki kota, Chang Sheng heran karena semua rumah tertutup rapat. Tidak terlihat seorang pun penghuni kota yang berjalan di kota tersebut.
" Sheng er, sepertinya sesuatu sedang terjadi di kota ini. " Kata Master Zhang setelah mengamati kondisi kota.
" Iya Master, kota ini terlihat sangat sepi. Tidak ada seorang pun yang berjalan di kota ini. " Jawab Chang Sheng.
" Sebaiknya kau mencari sebuah penginapan untuk beristirahat. Selain itu, kita bisa mencari penyebab suasana di kota yang sepi ini. " Kata Master Zhang lagi.
" Iya, Master Zhang. " Kata Chang Sheng sambil berkeliling mencari penginapan.
Setelah berkeliling cukup lama, akhirnya Chang Sheng menemukan sebuah penginapan kecil yang sebelah pintunya masih terbuka. Chang Sheng memasuki penginapan tersebut untuk beristirahat.
Terlihat seorang pria separuh baya sedang mengelap salah satu meja di sudut ruangan. Pria separuh baya tersebut memandang Chang Sheng yang sedang memasuki penginapan.
" Anak kecil, mengapa kau masih berkeliaran di luar rumah? " Tanya pria separuh baya tersebut dengan heran.
" Maaf, Paman. Aku bukanlah penduduk di kota ini. Aku mencari penginapan untuk beristirahat. " Jawab Chang Sheng.
" Oh maaf, kau bukan penduduk di sini ya? " Kata pria separuh baya tersebut sambil tersenyum ramah kepada Chang Sheng.
" Tidak apa-apa, Paman. Bolehkah aku menyewa sebuah kamar untuk beristirahat? " Kata Chang Sheng membalas senyum pria separuh baya.
" Iya, tentu saja boleh, Tuan Muda. " Kata pria separuh baya mengubah panggilan kepada Chang Sheng, karena Chang Sheng adalah tamu yang mau menyewa kamar penginapan.
Setelah memperkenalkan diri, ternyata pria separuh baya tersebut adalah pemilik penginapan.
" Ini uang muka untuk menyewa kamar penginapan, Paman. " Kata Chang Sheng sambil memberikan sebuah koin emas kepada pemilik penginapan.
" Tuan Muda, uang ini terlalu banyak...! " Kata pemilik penginapan terkejut melihat Chang Sheng memberikan sebuah koin emas untuk menyewa kamar.
" Tidak apa-apa, Paman. Bolehkah aku ke kamar dulu untuk membersihkan diri sebelum makan malam? " Tanya Chang Sheng ingin cepat-cepat mandi karena keringat membasahi tubuhnya setelah berlari setengah hari.
" Baik, Tuan Muda. Biar paman antar ke kamar Tuan Muda. " Kata pemilik penginapan sambil mengantar Chang Sheng ke kamar tamu di tingkat dua.
" Ini kunci kamarnya, Tuan Muda. " Kata pemilik penginapan setelah sampai ke kamar tamu sambil menyerahkan kunci kamar kepada Chang Sheng.
" Terima kasih, Paman. " Kata Chang Sheng menerima kunci kamar sambil tersenyum kepada pemilik penginapan.
" Sama-sama, Tuan Muda. Paman ke bawah dulu untuk menyiapkan masakan. " Kata pemilik penginapan, kemudian melangkah pergi turun ke bawah.
Chang Sheng membuka kamar dan segera membersihkan diri.